"Mentari, istri bocah ku......aku sangat mencintaimu. Taukah kau seberapa besar cinta ku pada mu?" (Arkana Anggara Wijaya)
"Memangnya seberapa besar pacar ku ini mencinta aku?" (Mentari)
"Tidak besar, kecil sekali!" (Arka Anggara Wijaya)
"Ngapain nanyak kalau gitu!" (Mentari)
"Mentari?" (Arkana Anggara Wijaya)
"Em!" (Mentari)
"Cinta ku pada tak seluas samudera dan tidak sedalam lautan biru, tapi aku lebih mencintai mu dari pada diri ku sendiri, dan aku cemburu walau yang memandang mu seorang wanita. Aku ingin mengurung mu dalam sangkar cintaku. Agar tidak ada yang dapat menyentuh mu, kau Mentari ku dan hanya boleh menyinari ku saja. Biarlah aku menjadi budak cinta mu," (Arkana Anggara Wijaya)
"Pacar ish.....Tari gemuszzzz, oppa sarangheo," (Mentari)
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon IPAK MUNTHE, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Episode 27
"Uhuk.....uhuk......" Tari terus terbatuk-batuk hingga Arka bangun dari duduknya dan memberikan minuman miliknya, ia meletakan nya di atas meja tepat di hadapan Mentari, setelah meletakan gelas tersebut Arka pergi begitu saja.
"Tari ini yang gw lihat nyata nggak sih?!" Rika terkejut dengan apa yang di lakukan Arka.
Mentari melebarkan matanya menatap Arka yang perlahan menghilang dari pandangan matanya, sesaat kemudian Mentari menatap wajah-wajah orang-orang di sana dan ia dapat melihat semua terlihat bingung dan bertanya-tanya. Tangan Mentari tanpa sadar mengambil minum yang tadi di berikan oleh Arka, dan sedetik kemudian ia meneguk air itu hingga menghilang rasa tidak nyaman pada tenggorokan nya. Kemudian ia menarik nafas dan menetralkan kembali perasaannya.
Lala mendekati Rika kemudian ia berbisik, "Lu ngerasa ada yang aneh nggak?" tanya Lala lalu ia menjauh.
Rika menatap Mentari begitu juga dengan Lala, keduanya seakan butuh penjelasan, "Lu nyadar nggak Tar? Kalau lu itu kayaknya di perlakuin berbeda sama Pak Arka, mau di kelas atau pun di mana?" tanya Rika mengutarakan pertanyaannya yang mulai bertanya-tanya.
Mentari semakin kebingungan dengan pertanyaan Rika, dan Lala juga sangat membutuhkan penjelasan nya. Namun Mentari tetap berusaha biasa saja, ia melihat sekitarnya, "Kalian semua mau gw gantung?!" tanya Mentari yang seketika semua murid langsung melanjutkan obrolan atau pun melanjutkan makan yang tadi sempat terhenti, karena mereka tahu jika Mentari tidak pernah main-main dengan ucapannya.
"Tari?" Lala menarik Mentari, begitu juga dengan Rika yang mengikuti dua sahabatnya.
"Rika lu apaan sih?" Mentari memasuki kelas bersama dengan dua sahabatnya, Mentari duduk dan Rika juga Lala langsung duduk berdekatan dengan dirinya.
"Tar lu ngerasa nggak sih kalau Pak Arka itu punya seribu alasan buat dekat sama lu, mulai dari lu di suruh bawa buku ampek di kelas aja lu duduk di kursi guru?" Rika terus saja menghujani Mentari dengan pertanyaan, karena semua semakin membingungkan.
"Dan tadi pagi gw lihat lho...Tari kalau lu turun dari mobil Pak Arka!" kata Lala yang memang ingin bertanya juga sedari pagi, namun belum ada waktu dan menurutnya inilah waktu yang tepat.
"Ha....." Mentari benar-benar di buat bingung dan ia tidak tahu lagi harus apa, semua sangat menyudutkan dirinya dan di antara mereka memang tidak ada rahasia.
"Tar.....gw butuh penjelasan!" kata Rika dan Lala juga mengangguk.
"Iya....tapi gw harus jawab apa?" Mentari benar-benar tidak tahu harus menjelaskan pada Lala dan Rika atau tidak, semua terasa sulit sekali dan Mentari benar-benar belum bisa untuk menceritakan semuanya.
"Heh....." Mita lagi-lagi datang menyusul Mentari, "Sebenarnya lu ada hubungan apasih sama Pak Arka!" Mita berdiri di depan Mentari dengan perasaan yang menggebu.
Lala sangat kesal pada Mita hingga ia berdiri dan mendorong Mita dengan cukup kuat, "Heh....mau Tari ada hubungan khusus sama Pak Arka apa hubungannya sama lu!" kesal Lala.
"Tau nih orang!" tambah Rika dengan tidak kalah kesal.
"Heh," Indri yang datang bersama Mita tidak terima sahabatnya di dorong atau pun di bentak, "Kita nggak ada urusan sama lu pada, kenapa malah kalian yang ngegas!" omel Indri.
"Karena kalian ganggu anggota kita! Jadi artinya lu pada juga berurusan sama kita-kita!" jelas Rika dan di angguki oleh Lala.
"Sono lu!" Lala kesal dan mendorong Mita agar pergi dari hadapannya.
"Heh.....gw ada urusan sama temen lu yang belagu ini!" Mita tetap tidak mau pergi dan ia masih ingin menuntaskan urusannya dengan Mentari.
Mentari bangun dari duduknya dan menatap Mita, "Apa urusan lu, dan masalah lu apa Sampek lu pengen tau banget!" tanya Mentari yang tidak mau kalah.
"Jawab aja!"
"Heh.....kalau pun Mentari ada hubungan sama Pak Arka urusan lu apa? Lu siapa?" tambah Rika lagi.
"Tau ni cewek nyolot banget deh, mulut lu juga lemes ye.....kalau pun Mentari pacar nya Pak Arka nggak ada kaitannya sama lu!" omel Lala.
Mentari diam dan jantungnya mulai berdegup karena takut jika rahasianya terbongkar.
"Heh....jawab gw!" Mita tidak perduli pada Omelan Rika maupun Lala ia hanya fokus pada Mentari.
"Apasih lu!" kesal Mentari yang tidak ingin meladeni Mita, dan ia berniat pergi tapi tidak bisa karena Mita malah memegang lengannya.
"Lepasin," Mentari menghempaskan tangannya hingga tangan Mita terlepas begitu saja.
"Heh....urusan kita belum selesai!" Mita masih mencoba menahan Mentari, selama. ia belum bisa membuat Mentari kapok untuk mendekati Arka ia masih belum puas.
"Apasih lu!" Lala mendorong Mita hingga terjatuh ke pantai, "Mau Mentari ada hubungan sama Pak Arka, mau Mentari sekalian pacarnya Pak Arka atau istrinya sekalian urusan lu apa?!" tanya Lala dengan kencang dan ia hanya ingin membuat Mita sadar jika Kita tidak ada hubungannya dengan Mentari, namun tanpa sadar ia mengatakan kebenaran yang memang ia pun tidak tahu. Dan apa yang ia ucapkan hanya asal saja, itu murni hanya untuk menyadarkan Mita jika wanita itu sama sekali tidak ada hal apapun.
Glek.
Mentari menelan saliva kasar mendengar kata Istri, jantungnya semakin tidak karuan karena ketakutan. Mentari benar-benar takut jika Lala sudah tahu ia memang istri Arka, dan saat ini Lala tengah keceplosan. Padahal Lala memang tidak tahu apa-apa.
"Lu kurang ajar banget ya?!" Kita bangun dari duduknya dan ia berdiri tanpa aba-aba, Mita langsung menarik rambut Lala dan dan begitu pun sebaliknya Lala membalas apa yang di lakukan Mita pada dirinya
"Hey....nanti guru liat bisa abis kita...." Mentari berusaha memisahkan Lala dan Mita namun sepertinya cukup sulit, hingga kali ini pun kembali mengundang kerumunan murid.
"Udah.... udah....." Rika mengatakan sudah namun anehnya tangannya bukan memisahkan Lala dan Mita, melainkan ia juga ikut menarik rambut Mita dengan kencang, "Lala udah lepasin Mita!" kata Rika lagi, sedangkan ia menarik rambut Mita untuk memisahkan keduanya.
"Heh.....lu sengaja ya," Indri yang melihat Rika sengaja menarik rambut Mita ikut kesal, akhirnya ia menarik rambut Rika dan terjadilah dua pasangan yang tengah tarik menarik rambut.
"Cukup! Kalian apasih.....udah-udah!" Mentari tidak tahu harus memisahkan siapa hingga seorang guru datang.
"Hey...ada apa ini!" teriak seorang guru bernama Mia.
Mita dan Lala menatap Nia, begitu juga dengan Rika dan Indri. Di tambah lagi Mentari juga murid yang menjadi penonton ikut terdiam dan menyaksikan apa yang akan terjadi.
"Ada apa ini!" kata Buk Nia.
***
Mohon Vote biar Othor graziup
Paling tidak sekarang suami yg kayak es beku sdh mencair.
Tadinya cerita awal dimulai dari Arka dan Rembulan lalu masuklah sosok Mentari, dikupas Thor tentang mereka.