Bagaimana jadinya jika seorang anggota perampok abad 21 tiba-tiba terlempar ke Zaman Dinasti Shang (1600 SM) sebagai seorang calon Permaisuri??
Beberapa kali Xiao Tan mencoba melarikan diri dari perjodohan itu hingga Ia harus menyamar sebagai laki-laki agar tidak dikenali para pengawalnya, namun ternyata usahanya malah diketahui Pangeran Ke-8 membuatnya mau tidak mau kembali dan menjalani perjodohan itu.
Akankah Ia bisa lari dari perjodohannya dan kembali ke masa modern, ataukah harus terkurung disana selamanya?
Karya ini hanyalah karangan dari penulis semata, tidak ada kaitannya dengan sejarah asli Dinasti Shāng, Selamat membaca 🙏😊
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Yeni Sw, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Berlatih Pedang
"Tidakkah kau malu melakukan hal seperti itu" tanya pangeran Zian pada Xiao Tan yang sedang duduk memeluk lututnya di hadapan pangeran Zian
"Malu kenapa?" tanya Xiao Tan dengan polosnya, pangeran Zian memilih diam dan menuangkan tehnya pada gelas dihadapannya.
"Aku akan mengajarimu memanah dan berlatih pedang" ucapnya kemudian, Xiao Tan terperangah menatap ke arah pangeran Zian dengan tidak suka
"Tidak! aku tidak mau belajar itu semua! itu semua sungguh membosankan!" ucap Xiao Tan
"Apa kau tau jika seorang permaisuri tak memiliki kelebihan apapun maka nasibnya akan berakhir di tiang gantung" ucap pangeran Zian menakuti Xiao Tan dengan wajah datarnya, tentu saja Xiao Tan langsung takut mendengarnya
"K-kau yang benar saja yang mulia, apa sekejam itu era Shāng ini?" tanya Xiao Tan takut
Jika tau begini aku tidak akan pernah merampok peninggalan dinasti Shāng!. batinnya menyesal
"Apa kaisar selalu terlihat bercanda menurutmu?" tanya nya kembali dengan menarik salah satu sudut bibirnya
"Ti-tidak, dia sangat menyeramkan,... juga berwibawa" ucap Xiao Tan dengan takut
"maka turuti perintahku"
"Oke! aku bersedia, kapan kita berlatih?" tanya Xiao Tan dengan tidak sabar, sementara pangeran Zian berjalan melewatinya dengan menarik salah satu sudut bibirnya
"Ikut aku" ucapnya kemudian
Xiao Tan yang merasa kesal mengarahkan tinju pada pangeran Zian, namun ternyata pangeran Zian tiba-tiba berbalik dan melihat apa yang Xiao Tan lakukan
"Kau berniat mencelakai pangeran? apa kau tau huku... "
"Cukup!!" Xiao Tan berteriak menutupi kedua telinganya "aku... tidak bermaksud seperti itu yang mulia, maafkan aku" ucapnya dengan menyesal, samar ia mencebikan bibirnya menggerutu tanpa suara.
****
"Ibu kapan aku akan menjadi raja!" ucap pangeran mahkota yang nampak gelisah karna ingin segera menjadi kaisar negeri ini
"Sabarlah nak, kau pikir ibu tidak ingin melihatmu menjadi raja?" jawab selir agung, tampaknya pangeran mahkota tidak puas dengan jawaban ibunya, kemudian munculah sebuah ide dari pikirannya
"Ibu bagaimana jika... " pangeran mahkota membisikan sesuatu pada telinga ibunya, seketika selir agung membulatkan matanya
"Jangan bertindak bodoh! itu penghianatan kau bisa terancam hukuman mati!" teriak selir agung terkejut dengan ide yang diberikan putranya itu.
"Lalu aku harus bagaimana lagi!" bentaknya
"Tunggulah ibu akan memikirkan caranya" selir agung nampak berfikir
Sementara di sisi lain permaisuri Jia nampak berjalan dengan para pelayannya menuju kediaman kaisar, sang kasim pun memberitahukan kedatangan permaisuri Jia
"Permaisuri agung tiba.."
Pintu pun dibuka tampak kaisar sedang duduk entah menulis apa yang pasti permaisuri Jia ingin memberinya sesuatu
"Salam yang mulia" ucapnya memberi salam, sementara sang kaisar tanpa menoleh padanya hanya mengangguk
"Yang mulia saya membuatkan anda camilan, kau ingat saat kecil kau sangat menyukainya?" tanya permaisuri Jia dengan senangnya mengingat memori masa kecil mereka
"Saat kau berlatih memanah kau selalu meminta camilan ini dariku" ucapnya kembali, rasanya permaisuri sangat merindukan sosok kaisar yang ia kenal dulu, namun yang diceritakan seperti tak menghiraukan keberadaannya
"Yang mulia bagaimana jika anda.. "
"Permaisuri aku sangat sibuk, bisakah kau meninggalkanku sendiri disini?"
Jleb
Sakit rasanya, bukan hanya sekali dua kali permaisuri Jia mendapatkan perlakuan seperti ini, tapi setelah ia dinyatakan belum bisa memberikan anak sikap kaisar padanya begitu berbeda, bahkan ketika permaisuri sudah memiliki 2 putra pun sikapnya tetap sama, yang ia cintai dan sayangi hanya selir agung dan para putranya.
tentu itu sudah bukan rahasia lagi, semua orang mengetahuinya, hanya saja kadang kala permaisuri Jia nampak terluka melihat semuanya.
karna ia lah yang menjadi pendamping pertama raja disaat remaja hingga kini, tentu ia begitu terluka dengan perubahan-perubahan sikap raja padanya seiring waktu
"Baiklah yang mulia, jangan terlalu lelah, istirahatlah walau hanya sejenak" ucap permaisuri sebelum beranjak bangun dan memberi salam.
****
"Lihat teknikku memegang pedang" ucap pangeran Zian memperagakan cara memegang pedang, Xiao Tan berusaha untuk memahaminya dengan mengangguk-angguk
Sreng sreng
Pangeran Zian mulai memainkan pedangnya "Kau tidak boleh lengah pada serangan musuh" ucapnya disela-sela latihannya
Aahh sungguh membosankan! jika memegang senapan mungkin aku ahlinya. batin Xiao Tan
"Ayo cobalah" ucapnya menyodorkan pedang, sementara Xiao Tan bingung bagaimana harus mengulangi apa yang diajarkan suaminya itu, ia pun hanya menatap pedang itu dengan bingung
Bagaimana caranya tadi ya? aku tidak memperhatikannya. batin Xiao Tan
"Ah coba saja" ia langsung mengambil pedang itu dan berusaha mengikuti cara yang diajarkan pangeran Zian, namun seketika pangeran Zian mengerutkan dahinya ketika ia melihat gerakan yang dipakai Xiao Tan
"Gerakan macam apa itu! kenapa tampak seperti menari?" tanya pangeran Zian bingung
"Oh aku lupa! ku kira seperti menari ballet hihi" ucap Xiao Tan terkekeh karna memang benar ia malah memainkan pedangnya dengan tarian ballet.
"Apa itu ballet?" aneh, itulah yang dipikirkan pangeran Zian, istrinya itu selalu saja bertingkah aneh dan berbicara hal aneh, apa Xiu Tan'er menjadi tidak waras setelah tenggelam di danau? setidaknya itulah yang selalu terlintas di fikirannya, bahwa Xiu Tan'er menjadi aneh setelah tenggelam.
"Ahh itu sebuah tarian yang mulia, nanti akan ku perlihatkan padamu" ucapnya dengan santai kembali mengayunkan pedang dengan sesuka hatinya, sementara pangeran Zian hanya bisa menghela nafasnya.
.
.
.
Terimakasih utk yang sudah mau membaca karya ini hehe 😁