Daniel Deron Kenzo, Dikenal sebagai sosok pria yang dingin dan juga berparas sangat tampan, Namun dibalik sikap dingin ya itu ada tersimpang masa lalu yang belum bisa Daniel lupakan, Yaitu tentang perselingkuhan Kevin Deron Kenzo (Papah Daniel) dan Yuliana, Yang mengakibatkan Mamah Daniel bunuh diri Vanesa Deron Kenzo.
Sampai suatu hari, Daniel dipertemukan dengan sosok seorang anak perempuan yang sangat ceria dan cantik yaitu Selin Callista Amor di sebuah taman sekolah Daniel.
Namun, Suatu hari setelah pertemuan itu Daniel kecil tidak bertemu lagi dengan Selin kecil, Daniel tampak sangat semakin murung dan merasa sangat kesepian. Hingga Daniel menyuruh anak buahnya mencari Selin sampai kemana pun. Namun hasilnya pun tetap mengecewakan.
Setelah Daniel Dewasa, Daniel pun menjalankan bisnis gelapnya, Yaitu perdagangan senjata api secara ilegal. Namun bukan hanya Daniel saja, Ada begitu banyak juga yang menjalankan bisnis ini, Tetapi tidak sesukses Daniel, Maka dari itu Daniel di tandai sebagai King Mafia yang paling Disegani diantara para Mafia. Dibalik kesuksesan ya itu Daniel memiliki banyak musuh, Salah satunya itu adalah Varon Calsta yang juga seorang Mafia.
Setelah Daniel kecil dan Selin kecil dewasa, Akankah mereka dipertemukan kembali??
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Yanti sihite, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Episode 26
Selin pun langsung mendekat kearah sumber suara itu, Meskipun ketakutan datang menyelimutinya. "Tapi kalau benaran hantu?Aaakkhhh" Selin pun langsung melangkah mundur, Namun suara itu pun kembali lagi Selin dengar, "Kok suara nya seperti orang lagi mimpi ya?" Gumam Selin, Dan semakin tajam lagi suara itu terdengar ditelinga Selin, "Iya, Suara itu berasal dari rak buku ini, Tapi bagaimana bisa ada suara disini? Inikan rak buku" Gumam Selin lagi sambil melangkah untuk lebih dekat lagi. "Aakkhh mungkin ilusi aku aja kali" Pikir Selin.
"Mahhh....Maahhh Daniel rindu Hiks..hiks" Itulah yang Selin dengar sedari tadi, "Apa? Mamah? Apa tuan Daniel ada di dalam rak buku ini? Tapi bagaimana bisa?" Tanya Selin semakin bingung.
"Mahhh, Daniel butuh mama" Tangis Daniel lagi.
"Yaa ampun, ini benar-benar suara tuan Daniel" Ujar Selin langsung membongkar-bongkar isi rak buku itu, "Tapi bagaimana bisa aku menemukannya?" Dengan rasa penasaran, Selin pun selalu mencari sesuatu di dalam rak buku itu. "Ini apa?" Tanya Selin saat tangannya menyentuh sebuah tombol
Selin pun yang sudah semakin merasa penasaran tetap menekan tombol itu. Dan detik itu juga Rak buku itu bergeser, membuat Selin langsung melompat kaget.
"Astagaa" kaget Selin. Kemudian Selin melangkahkan kakinya untuk memasuki ruangan itu. "What...? Tu-tuan Daniel" Kejut Selin langsung melihat Daniel. Lalu mendekati kearah Daniel yang sedang tertidur diatas ranjang mewanya itu, "Yaa ampun, Apa yang membuat tuan bisa seperti ini?" Gumam Selin sambil mendudukan dirinya di atas bibir ranjang super mewah Daniel. Kemudian melapin keringat Daniel dengan tangannya sendiri. "Tuan, kenapa kamu sangat kesepian sekali? Apa masalah yang sedang tuan hadapi? Apa tuan tidak punya teman untuk berbagi cerita?" Begitulah pertanyaan yang Selin lontarkan kepada Daniel yang sedang tertidur.
Dengan rasa tidak takut, Selin pun mengusap-usap kepala Daniel dengan Lembut dan penuh kasih sayang, Seperti tau apa yang sedang Daniel butuhkan saat ini. Seketika Daniel pun kembali tidur nyenyak. "Selamat tidur tuan, Semoga tuan mimpi indah, Dan Maafkan kelancangan saya tuan yang telah melewati batas ku" Bisik Selin langsung keluar dari ruangan itu dan kembali melakukan pekerjaan yang sempat tertunda.
15 Menit pun telah berlalu, kini Selin telah selesai membersihkan semua isi ruangan Daniel. Lalu Selin langsung mengumpulkan kembali semua peralatannya. "Huuffffff.... Akhirnya siap juga" Senang Selin langsung keluar meninggalkan ruangan Daniel.
.
"Hhooaaammmm" Uap Daniel merentangkan kedua tangannya, Kemudian Daniel langsung bangkit berdiri dari atas ranjangnya menuju jendela kaca, "Kenapa aku merasa seperti ada seseorang ya yang mengusap-usap kepala ku ya?" Gumam Daniel sambil menyentuh kepalanya. Namun Daniel tidak mau ambil pusing, Daniel pun langsung melangkah masuk ke dalam kamar mandi untuk membersihkan tubuhnya.
Setelah 15 menit kemudian didalam kamar mandi, Daniel pun langsung keluar dan segera memakai pakain kantornya yang selalu tersedia di dalam lemari pakainnya, Kemudian Daniel keluar dari dalam kamarnya.
"Pagi tuan" Sapa Harsan yang telah berada diruangannya.
"Bagaimana dengan makan malam-nya?" Tanya Daniel too the poin.
"Tuan Thomas sangat marah tuan, Saat mereka tau tuan tidak bisa hadir" Jawab Harsan.
"Hheemmmm" Daniel pun langsung tersenyum sinis.
"Tuan Thomas tidak akan pergi dari Mension, sebelum tuan pulang ke Mension" Lapor Harsan.
"Biarkan saja, Kita akan lihat sajauh mana paman akan bertindak" Ucap Daniel Sinis.
Harsan pun langsung mengalihkan pembicaraannya, "Apa tidur tuan menyenangkan?" Tanya Harsan. Soalnya Daniel selalu menggunakan obat tidur agar bisa tertidur dengan nyenyak, Namun kali ini berbeda, Daniel ketinggalan obat tidurnya di dalam mobil, Dan tampak wajah Daniel sangat segar pagi hari ini.
"Hhmmmm... tidak seperti biasanya, Malam ini terasa sangat nyaman sekali" Jawab Daniel sambil duduk dikursi kebesarannya.
Harsan pun langsung menganggukkan kepalanya, Lalu Harsan bertanya lagi "Apa tuan Daniel membawa obat tidur semalam?" Tanya Harsan lagi dengan penasaran.
"Tidak, Aku pun bingung kenapa malam itu aku bisa merasa sangat nyaman sekali seperti ada seseorang yang menemani ku dan mengusap-usap kepala ku dengan penuh kasih sayang. Dan Akupun sangat menyukai usapan itu, kemudian membuatku langsung tertidur dengan nyaman, Dan tangan itu seperti tangan Mamah Vanesa" Jawab Daniel dengan membuang nafas panjang.
Harsan pun kembali mengangguk, dan tampak Daniel dan Harsan tidak ada merasa curiga.
.
Sedangkan dilain tempat, Varon sedang kedatangan tamu yang tak lain adalah Radit, Yoga dan juga Agung.
"Bagaimana ini tuan? Apa yang akan kita lakukan untuk membalas Daniel?" Tanya Radit dengan kesal.
Tampak Varon masih sangat marah, Dia selalu mengumpat Daniel, Ingin sekali Varon langsung membunuh Daniel dan mematahkan semua anggota tubuhnya.
"Tuan, bagaimana kalau kita membayar seseorang untuk segera membunuhnya langsung" Saran Agung.
"Tidak, Saya tidak mau dia langsung mati begitu saja, Saya ingin membuatnya mati secara perlahan sampai Daniel sudah muak untuk hidup" Jawab Varon dengan sangat geram.
"Jadi, apa yang akan kita lakukan tuan?" Tanya Yoga lagi.
"Aarrkkhhh" Teriak Varon langsung dengan sangat marah sekali, Sampai membuat ketiga sejoli itu merinding ketakutan mendengar suara teriakan Varon.
"Daniel, Cepat atau lambat aku akan menghancurkan hidup mu" Geram Varon dengan mengepal kedua tangannya.
.
Hari pun sudah malam dan telah menunjukkan pukul 7 Malam. Dan Daniel pun telah berada didepan Mension mewah itu.
"Selamat malam tuan" Sapa Mahesa dan para pelayan lainya dengan hormat.
Dan seperti biasanya Daniel langsung masuk kedalam mension. Thomas dan Berli pun langsung tersenyum saat Daniel telah tiba dimension.
"Kak Daniel" Sapa Rara tersenyum dan langsung menghampiri Daniel, Dan dengan manjanya Rara langsung merangkul lengan kanan Daniel. Namun Daniel pun langsung menepis tangannya Rara dan membuat nyali Rara seketika menciut.
"Duduklah dulu Niel" Ucap Thomas.
Daniel pun langsung duduk diatas sofa empuk itu, Kemudian menyilangkan kedua kakinya dengan angkuhnya. "Apa tujuan paman dan Bibi datang kesini" Tanya Daniel too the poin.
"Tidak ada apa-apa, Paman dan bibimu hanya merindukan kamu saja, Karna Paman dan Bibi sudah sangat lama sekali tidak pernah datang kesini lagi untuk melihat mu, Kamu tau sendiri kan, Paman sangat sibuk sekali ngurusin Rara dan juga Rere yang baru saja selesai kuliah. Jawab Thomas tersenyum.
"Iya Niel, Masa kamu tidak merindukan Paman dan Bibi mu dan juga Rara dan Rere?" Sambung Berli ibunya Rara dan Rere.
Sedang Rara dan Rere hanya Tersenyum haru saat memandangi wajah tampan Daniel, "Sejak kapan kak Daniel bisa setampan ini?"Batin Rara.
Sedangkan Rere hanya berpikir biasa saja, tidak ada pikiran macam-macam hanya saja Rere tetap menikmati ketampanan Daniel.
"Hhmmmm" Daniel pun langsung tersenyum sinis, "Apalagi yang paman rencanakan sekarang?" Tanya Daniel.
"Niel, Paman tidak ada madsud apa-apa, Paman hanya mengabulkan permintaan Papa kamu saja untuk selalu menjaga mu sebelum mereka berangkat waktu itu" Jawab thomas.
"Menjagaku?" Ujar Daniel tersenyum sinis, "Paman, Daniel bukan anak kecil 5 tahunan lagi yang perlu dilindungi" Ledek Daniel, Kemudian bangkit berdiri dari sofa dan langsung pergi menaiki anak tangga menuju kamarnya. Tampa mendengarkan perkataan Thomas lagi.
Brakkk...... (suara pintu kamar Daniel)
Thomas, Berlin dan juga Rara Rere langsung terkejut saat Daniel membanting pintu kamarnya dengan keras.
"Udah sayang, Besok kita bicara lagi dengan Daniel secara baik-baik" Saran Berli istrinya Thomas.
Sedangkan dibalik pintu, Daniel pun langsung meremas kuat rambutnya dengan frustasi, "Aku sangat membenci klian semua" Teriak Daniel mengepal kedua tangannya, Dan langsung menuju kamar mandi untuk membersihkan tubuhnya yang sudah sangat gerah dan juga sangat lengket.