Akibat dari cinta satu malam membuat Nara harus merelakan masa mudanya, setelah dikeluarkan dari kampus, ternyata Nara juga di usir dari rumah oleh keluarganya
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon annis13, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
bab 26
sampai di dalam rumah tersebut, cara melihat suasana yang cukup ramai
beberapa pelayan yang terlalu lama,
di ruang tamu dua yang ternyata sudah menunggu kedatangannya , salah satu dari mereka ada yang Nara kenali,
Pak Reza yang sudah duduk di sofa menanti kedatangannya, Nara tersenyum manis untuk menyapa mereka dan tidak lupa mencium punggung tangan mereka,
" Rigel sini duduk deket Oma " ucap Omah Anita sambil menepuk sofa di sampingnya,
Rigel yang baru saja turun dari gendongannya Regan segera berlari kecil lalu menghampiri wanita yang ia Panggil Oma,
dengan penuh rasa yakin, Regan mengenalkan Nara dan Rigel ke papanya yang sejak tadi menatap dengan tatapan tajamnya,
" Pah kenalin ini Nara dan Rigel, "
" hmmm, lalu bagimana kelanjutannya Kalau sudah seperti ini Regan, ,,?
" rekan berencana akan tanggung jawab dan ingin menikahi Nara"
" baguslah Jadilah laki-laki yang bertanggung jawab atas perbuatannya" ucap Pak Reza sambil menepuk pundak putranya
Regan yang sejak tadi menunduk kan kepalanya ia mengangguk setuju dengan ucapan Papanya,
...****************...
saat ini Nara sedang membantu Mamah Anita memasak untuk persiapan makan malam, Mama Anggita sedikitpun menyinggung atau menanyakan kejadian 7 tahun yang lalu, Iya sangat bahagia melihat kehadiran cucunya di tengah-tengah mereka, kehadiran yang selama ini ia tunggu,
. " Ra Maafkan mama, saya baru tahu Atas kejadian ini, dan saya minta maaf atas perbuatan Putra saya"
" tante tante tidak perlu meminta maaf ini juga karena kesalahan marah karena kecerobohan marah lah sehingga terjadilah kejadian itu Nara Tidak marah ,Nara tidak menyalahkan siapa-siapa, Mungkin memang ini jalan takdir Nara untuk menjadi yang lebih baik"
sejujurnya Nara merasa terkejut mendengar penuturan dari Mamah Anita yang ternyata ia sangat baik Bahkan ia mau meminta maaf atas kesalahan putranya,
Iya pernah berpikir jika orang tua laki-laki yang pernah menundanya tidak akan setuju dengan kehadiran putranya ia takut kehadiran putranya membuat nama keluarganya tercoreng, seperti ayahnya yang telah mengusir dirinya saat tahu dirinya hamil dan membuat marah harus bertahan hidup sendiri demi untuk bertahan hidup,
beruntunglah setelah putranya lahir semua kebutuhan Nara terpenuhi sedikit demi sedikit Nara bisa mendapatkan uang tambahan meski saat itu Nara tidak bekerja selama 1 tahun,
berkat kepintaran Nara pernah mengikuti permainan Trend saham, sehingga marah mendapatkan jackpot besar, dan bisa membeli sebuah lahan dan rumah yang ia tempati saat ini,
" maafkan kami ya Ra, mulai sekarang jangan panggil tante lagi panggil mama seperti Regan Kamu pasti bisa kan, ,?
Nara menganggguk terbata bata,
...****************...
Regan sangat senang melihat kedekatan putranya dan papanya yang terlihat akur saat bermain puzzle, Iya jadi ingat saat pertama kali ketemu dengan putranya yang selalu saya ribut, tapi melihat kedekatan Papanya dan putranya ya senang mungkin Papanya merindukan sosok cucu laki-laki yang bisa diajak bermain, mengingat cucunya masih kecil anak dari adiknya,
Regan telah menggendong tubuh Rigel yang telah tertidur, malam ini mereka memutuskan menginap, mengingat hari sudah terlalu malam karena sejak tadi Mama Anita dan Papa Reza mengajak cucunya bermain terlalu lama sampai-sampai lupa waktu,
Regan meletakkan putranya dengan pelan agar tak terusik saat berpindah tempat, ngarah hanya mengamati dari jauh saat Ayah dari anaknya memandangi wajah putranya yang Sudah terlelap,
" Tidurlah Ra sudah malam, "
" anu pak Maaf kalau saya tidur di sini Lalu Anda tidur di mana, ,?
" Tenang saja saya tidur di luar di kamar lain Di sini banyak kamar sudah sana tidur temani Putra kita Saya keluar dulu ya, "
" kalau ada apa-apa atau ada yang mau kamu inginkan Segera hubungi saya"
Regan segera keluar dan menutup pintunya dengan pelan,
Nara yang melihat punggung Regan yang sudah tertelan di balik pintu menghela nafas kasarnya lalu berbalik menuju ke kamar mandi segera bersih-bersih dan tidur menemani putranya,
*
*
*
Rigel mengecap saat pantulan cahaya matahari menembus celah jendela kamarnya, saat menoleh ke samping ke arah sekitarnya ia merasa asing dengan kamarnya,
" bunda bangun, ini kamar siapa,,?
Suara Rigel membangunkan marah yang masih terlelap, setelah membuka mata merah sekarang menoleh ke samping ke arah putranya,
" kenapa sayang,,?. tanya Nara yang sudah melihat Putranya sendan wajah bingung,
Nara yang belum sepenuhnya terkumpulnya nyawanya segera memeluk tubuh putranya, .
" ada apa hmm, kenapa,,?
" hehe Rigel lupa, ini kamar siapa,,?
" Ini kamar milik om Regan, "
baru saja disebut namanya Orangnya sudah datang dengan muka bantalnya ia mendekati Nara dan Rigel,
" pagi boy"
" pagi juga om bos"
" ayo siap-siap bukan kah mau berangkat sekolah"
" iy om bos,
tidak butuh waktu lama Nara dan putranya sudah selesai mandi,
Mereka pun segera turun setelah bersiap berpakaian
" Halo cucu Opa Sini Sini Sayang ayo makan-makan, mau makan pakai apa biar Opah ambilkan, "
Regan mengernyit heran melihat ke antusiasnya papa yang berlebihan,
" cih tumben, biasanya juga sendirinya kalau makan di ambilin mama" ucap sinis Regan
" sirik aja kamu Gan, tuh tinggal bilang sama Nara minta di ambilkan sarapan, apa susahnya si, malu di pelihara, ".
" udah diem Jangan ribut malu sama cucu, kamu juga Regan sudah jadi ayah masih aja kayak anak kecil" lerai mama Anita
Nara menuduk menahan tawa,
Regan melirik sebak ke Nara, lalu fokus segera makan mengingat akan ada meeting pagi ini,