Hidup yang dijalaninya mungkin impian semua orang, tapi nyatanya bagi Ziano terasa membosankan. Hal itu membawanya pergi tanpa tujuan, berharap bisa hidup seperti orang lain. Alih-alih bahagia, dunianya malah jungkir balik terjungkal bahkan guling-guling karena bertemu Ara, gadis yang membuat hidupnya berubah total.
"Gue nggak mau makan beginian, bisa mati." Graziano Argantara Rahardian.
"Ya udah kalo gitu Aa mati aja, tinggal makan kok ribet." Elara Seraphi Nareswari.
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Net Profit, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Tergeser
"Aku cuma bercanda, A. Ini beneran buat A Ano." Ara kembali menyerahkan HP dan paper bag nya dengan paksa.
"Aku ikhlas kok. Meskipun ngumpulin uang lima juta itu nggak mudah sih." lanjutnya sambil tersenyum.
"Jadi sebenernya lo ikhlas apa kagak nih?" Ziano mengasongkan HP nya pada Ara.
Ara menepisnya. "Aku ikhlas, A. Beneran."
"Makasih udah bantuin aku belajar, udah jagain Lusi juga. Terus juga bantu Abah di warung, ya meskipun awalnya beban banget sih. Tapi ternyata emang bukan ahlinya kalo Aa harus kerja banting tulang sih, kayaknya lebih cocok ngitung."
"Iya lah masa gue-"
"Udah stop!" sela Ara.
"Aku tau Aa pasti bakal bilang kalo Aa nggak pernah kerja, orang kaya, dan lain-lain... Udah, aku udah bosen dengernya." ejek Ara.
"Di HP itu udah ada kontak aku, namanya Elara. Aku simpan juga kontak Abah, Ambu sama A Yudi. Sekarang aku mau istirahat dulu, akhirnya bebas dari uji kompetensi, tinggal ujian akhir sekolah minggu depan." Ara merenggangkan tangan kemudian beranjak dari sana. Tanpa makan malam, gadis itu langsung menghilang dibalik kamar.
Andai punya kamar, Ziano juga pengen pergi ke ruangan yang ada privasi untuk dirinya sendiri. Tapi roda hidupnya memang ia putar sendiri hingga sekarang berada terlalu di bawah dan nggak naik-naik. Ziano beranjak ke depan TV, di kasur lantai tempat ia tidur biasanya.
Merebahkan kepala pada bantal yang lumayan empuk meski tak senyaman miliknya di rumah, Ziano mulai menyalakan HP barunya. Aneka media sosial sudah terinstal disana. Bahkan WA nya sudah aktif, dengan satu-satunya chat disana dengan nama Elara. Isinya simple cuma 'tc'
Dibukanya foto profil kontak Ara, senyumnya reflek tersungging. "manis juga."
Jempolnya beralih ke aplikasi lain, ternyata IG dan Tik tok serta facebook nya belum login. Ziano berniat menghapus aplikasi itu tapi ia urungkan, teringat adiknya seringkali menghabiskan waktu di aplikasi yang menurut Ziano unfaedah itu. Tak jarang dirinya juga jadi korban tren yang mau tak mau harus diikuti gara-gara Raizel si paling medsos.
Ziano segera membuat email baru guna membuat akun. Bukan karena tak punya akun medsos,jujur sudah dibuatkan oleh Raizel tapi jarang ia gunakan, kebanyakan juga yang posting Raizel sendiri. Jika ia membuka akun lama sudah dipastikan adiknya akan tau.
Tak sampai sepuluh menit satu akun untuk semua sudah jadi. Ziano menahan tawa melihat banyak postingan Raizel. Seperti biasa, absurd. Dan anehnya, semakin absurd malah semakin banyak yang komen. Ziano hanya berharap postingan Raizel tak fyp hingga warga desa sini.
Postingannya beragam, dari mulai sedih ditinggal dirinya pergi. Ketawa-ketiwi merasa happy karena kakaknya minggat dan dirinya akan jadi pewaris tunggal hingga postingan mencari orang hilang. (ya ampun aku jadi nggak sabar pengen bikin kisah Jeli wkwkwk... gimana dong ini mana Ziano aja belum apa-apa bahaha)
8 maret 20xx
@JeliQueen_
Kak Razia kenapa minggat nggak ngajak Jeli... @RaziaQueen
Razia tersenyum tipis, "sorry Jel, lo masih sekolah makanya nggak gue ajak." gumamnya sambil terus scroll ke bawah.
9 maret 20xx
POV:
Punya kakak nyebelin 22 tahun.
Setiap hari berantem.
Setiap hari saling ejek.
Terus tiba-tiba dia pergi.
Dan ternyata rumah bisa sesepi ini.
Ternyata nggak ada yang rebutan HP juga nggak seru.
Nggak ada yang ngabisin makanan di kulkas juga nggak seru.
Nyebelin banget sih.
Balik sana.
Lagi, Ziano memberikan like. Postingan itu dilengkapi foto Raizel yang sedang manyun gemas. "pengen gue cubit, Jel."
10 maret 20xx
Katanya kalau kangen tinggal chat.
Masalahnya...
orang yang dikangenin malah nggak bisa dihubungin.
💔 @RaziaQueen
"Bahkan HP gue aja sekarang lo yang pegang, Jel." Ziano menggelengkan kepala, "awas aja kalo dipake jajan sesuka hati itu mbanking gue." gerutunya.
11 maret 20xx
Papa : "Kakak kamu pasti baik-baik aja."
Aku : "Iya lah. Si sombong itu mana mungkin kenapa-kenapa."
Juga aku jam 2 pagi:
cek chat lama
lihat foto lama
nangis dikit
12 maret 20xx
"Aku nggak kangen. Cuma kebiasaan ada orang nyebelin di rumah aja."
13 maret 20xx
"Lucu ya, pas ada malah pengen dia pergi. Pas pergi malah pengen dia pulang."
14 maret 20xx
"Rumah masih sama. Tapi rasanya beda."
15 maret 20xx
"Kalau ketemu nanti, aku bakal marahin dia dulu baru peluk."
16 maret 20xx
"Kakak itu nyebelin. Tapi ternyata kehilangan kakak lebih nyebelin."
17 maret 20xx
Yang bilang anak kedua hidupnya berat ternyata bohong.
Yang berat itu...
Kalau kakak pertama minggat terus nggak ada yang disuruh-suruh lagi.
18 maret 20xx
kak @RaziaQueen seriusan ini kagak mau balik?
Yes dah! Jeli jadi pewaris tunggal
19 Maret 20xx
📢 PENGUMUMAN ORANG HILANG 📢
Dicari satu orang laki-laki.
Nama: Graziano Argantara Rahardian
Alias:@RaziaQueen
Ciri-ciri:
Tinggi
Sombong
Merasa paling ganteng
Hobi nyuruh-nyuruh adik
Terakhir minggat dari rumah sambil sok misterius.
Bagi yang menemukan, harap segera dikembalikan ke rumah.
Tidak perlu dicuci.
Tidak perlu diberi makan.
Terima kasih.
20 Maret 20xx
Orang yang dicari belum ditemukan.
Sebagai adik yang baik hati dan tidak pendendam...
Saya bersedia memaafkan semua dosa-dosanya.
Asalkan dia pulang dan traktir saya dulu.
Satu jam yang lalu...
kak @RaziaQueen minggu depan Jeli ujian, kakak nggak mau nganterin Jeli ke sekolah?
Dibawahnya ada foto Raizel dengan wajah murung. Razia mengusap foto adiknya perlahan. "Gue do'ain ujian lo lancar, Jeli. Bisa masuk kampus impian lo juga. Maaf gue nggak bisa nganterin sekolah, gue yakin lo bisa. Tunggu gue selesai bantu Aki ngembangin usahanya deh, baru gue balik terus ngajak lo kesini buat jalan-jalan. Lo pasti seneng banget."
Sebelum keluar dari aplikasi Ziano meninggalkan satu komentar, "Lancar ujiannya. Masuk rank tiga teratas gue panggil lo RATU. Bonus boleh jajan sepuasnya."
Hari-hari berlalu begitu cepat, pagi ini Ara sudah pamit untuk pergi ujian di hari terakhir. Setiap malam ia tak pernah absen belajar dengan Ziano. Rencananya mulai besok mereka berdua akan mulai menerapkan sistem komputerisasi di warung Aki.
"A, nanti pulangnya jemput di warung batagor yang waktu itu yah? aku sama temen-teman abis ujian mau jajan dulu disana." ucap Ara setelah menyalami Ziano.
"Siap. WA aja kalo udah mau pulang."
Siang ini Ziano menjemput Ara bersama Lusi karena gadis kecil itu rewel ingin ikut padahal cuaca di luar lumayan panas. Sampai di warung batagor, Ziano tak masuk. Ia menunggu di parkiran dengan Lusi, membiarkan Ara menikmati waktu dengan teman-temannya.
Ziano dan Lusi kompak melambaikan tangan saat melihat Ara dan Marcel keluar bersama.
"Salim sama Aa Marcel." Ucap Ziano seraya membantu Lusi mengulurkan tangan ke Marcel.
Marcel nampak resah, "A, kok bawa Lusi sih? ntar ngadu ke Abah loh."
"Aman, aja." balas Ziano enteng.
"Iya, aman aja Cel. Lusi nurut sama A Ano kok, udah kayak anaknya malahan." timpal Ara.
"Udah yah aku duluan, Cel." pamit Ara.
"Besok beneran nggak bisa, Ra?" tanya Marcel sekali lagi. Tadi ia sudah mengajak Ara pergi jalan-jalan besok mumpung ada agenda main bareng temen sekelas, pasti nggak akan bikin abah curiga, tapi Ara menolak.
"Sorry, Cel. Aku nggak bisa, besok mau keluar sama A Ano nyari komputer. Lain kali aja yah." Tak menyangka Ara menolaknya lagi.
"Ya udah." balas Marcel dengan lesu. Ia memacu motornya dengan cepat. Sampai rumah Marcel melempar kunci motornya dengan kasar ke atas meja hingga abi nya yang sedang ngopi jadi melotot padanya.
"Kamu ini kenapa? pulang-pulang nesu."
"Nggak apa-apa, Abi. Aku cuma ngerasa sekarang Desa kita nih nggak aman."
"Nggak aman gimana? orang aman damai gini kok." jawab Abi sambil meneguk kopi hitamnya.
"Abi emang nggak denger yah ada orang yang tinggal di warung Abah Dikun?" tanya Marcel.
"Yang orangnya nggak bisa bahasa sunda itu?" tebak abi, pasalnya ia pernah mendengar ceritanya dari Umi yang pulang pengajian. Biasa lah ibu-ibu di tempat ngaji aja masih ngegosip.
"Iya, Bi. Yang itu. Udah beberapa minggu loh, bi. Mana nggak jelas asal-usulnya."
"Tapi kata Umi sih anaknya baik, ramah juga kok."
"Itu kan katanya doang, Abi. Pokoknya Abi harus lapor ke Desa deh biar dia di usir. Kalo perlu gerebeg rumah Abah Dikun terus usir dari sana sebelum bikin masalah di desa kita." jelas Marcel.
Abi menghela nafas pelan, "Marcel nggak boleh kayak gitu, selama dia nggak merugikan jangan diganggu. Lagi pula Abah Dikun juga udah lapor ke RT setempat pastinya. Aturannya kan tamu 1x24 jam wajib lapor, selama ini juga nggak ada keluhan apa-apa. Sudah jangan dibikin ribet."
"Kalo Abi nggak mau laporan ya udah biar aku aja langsung lapor ke pak Kades." pungkas Marcel, ia beranjak ke kamar lalu menutup pintu dengan keras.
"Liat aja gue pastiin nggak sampe hari minggu kamu udah nggak di Desa ini Ano." gumam Marcel.
semoga Abah Dikun gak terpengaruh dengan omongan warga yang menganggap Ara dan Ziano berzina . padahal mereka cuma mau kerokan .
ya ampuuunnnn.... bingung aku mau ngetik gimana , yang di otak rasanya bundet saking banyaknya yang mau di ungkapkan😅😅😅🤭🤭
lanjut terus kak semangat moga sehat slalu 😍😍😍
si kucel emang perlu di ruqyah otaknya🤣
contok~contoh
Jadi salah sangka deh semua gara2 Marcel
semoga misi Ziano mengembangkan toko Abah Dikun bisa sukses tanpa meski harus dengan pelan-pelan saja tapi pasti .
lanjut terus kak semangat moga sehat slalu 😍😍😍
ini gimana kak?🙏