NovelToon NovelToon
Pesona Antagonis Novel

Pesona Antagonis Novel

Status: sedang berlangsung
Genre:Transmigrasi
Popularitas:10.3k
Nilai: 5
Nama Author: mejiku

Asha, seorang gadis SMA yang gemar membaca, tanpa sengaja menemukan sebuah novel romantis bergenre dark yang langsung menarik perhatiannya. Awalnya hanya iseng, ia mulai membaca kisah kelam penuh obsesi, cinta yang beracun, dan tokoh antagonis yang kejam namun memikat. Tanpa sadar, ia terbawa suasana hingga larut malam.
Namun saat ia terbangun, dunia di sekelilingnya terasa asing.
Asha terkejut ketika menyadari bahwa dirinya bukan lagi berada di dunianya sendiri, melainkan masuk ke dalam novel yang semalam ia baca. Lebih buruk lagi, ia bukan tokoh utama yang memiliki perlindungan plot, juga bukan antagonis yang berkuasa melainkan hanya seorang figuran.
Seorang figuran yang dalam cerita aslinya dikenal karena satu hal: tergila-gila pada sang antagonis.
Dan yang paling mengerikan, Asha tahu persis bagaimana akhir dari karakter itu nasib paling mengenaskan yang bahkan tak layak disebut sebagai akhir bahagia.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon mejiku, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

26

"Ngerii bener idup lo, Mel. Niat hati mau cari yang cupu buat tameng, eh malah dapetnya suhu psikopat," celetuk Rere sambil geleng-geleng kepala, masih nggak habis pikir sama nasib sahabatnya itu.

​Melody menyandarkan punggungnya ke kursi dengan gaya lemas yang dibuat-buat. "Emang ya, pepatah 'keluar dari mulut harimau masuk ke mulut buaya' itu nyata. Bedanya, gue keluar dari mulut psikopat, masuk lagi ke pelukan kulkas berjalan. Apes banget emang nasib gue, kayaknya bintang gue minggu ini lagi offside."

​"Tapi jujur ya, Mel," Rhea mencondongkan badannya, "si Kaisar pas nolongin lo itu... beuh, vibrasi 'pahlawan kegelapan'—nya dapet banget nggak sih? Gue yang denger ceritanya aja merinding-merinding sedep."

​"Merinding mah merinding aja, Rhe, nggak usah pake sedep! Gue yang di lokasi udah kayak mau mati berdiri!" sahut Melody sewot.

​Tiba-tiba, suasana kelas yang tadinya bising mendadak hening. Dari arah pintu, geng Amours masuk dengan gaya mereka yang seperti sedang catwalk di atas runway internasional.

​"Woy, ada yang lagi bahas pahlawan nih?" celetuk Jigar dengan cengiran lebarnya, langsung duduk di meja depan Melody tanpa izin.

​"Pahlawan apa? Pahlawan kesiangan?" sindir Melody, sok berani padahal jantungnya sudah mulai disko lagi karena melihat Kaisar yang berjalan di belakang Jigar.

​David ikut bergabung sambil menyugar rambutnya. "Yaelah, Mel. Bersyukur dikit lah. Kalau bukan si bos yang dateng, mungkin lo sekarang udah jadi koleksi pajangan di rumah si kacamata itu."

​"Iya, Mel. Kemarin itu si Kaisar udah kayak kesurupan maung," timpal Azka sambil tertawa kecil. "Mobil dia sampe ringsek dikit gara-gara ngebutnya nggak ngotak demi nyari koordinat lo."

​Kaisar berdiri tepat di samping meja Melody. Ia tidak ikut duduk, hanya berdiri dengan tangan di saku celana, menatap Melody dengan tatapan tajam namun ada kilat protektif di sana.

​"Gue denger ada yang bilang gue 'kulkas berjalan'?" tanya Kaisar dingin, suaranya rendah dan mengintimidasi.

​Melody langsung tersedak ludahnya sendiri. "Eh? Siapa? Gue? Enggak ya! Gue tadi bilangnya... k-kulkas masa depan! Iya, karena elo itu... dingin-dingin canggih!" jawab Melody ngasal, wajahnya mulai memerah.

​Jigar langsung tertawa meledak. "Kulkas masa depan! Gue suka gaya lo, Mel! Emang ya, cuma lo yang berani ngatain bos kita di depan mukanya."

Melody menghela napas panjang, memutar bola matanya malas mendengar godaan teman-teman Kaisar. "Halah, berisik lo semua! Mending urusin tuh cewek idola kalian datang," ucap Melody sambil menunjuk dengan dagunya ke arah pintu masuk kelas.

​Sontak, semua mata kompak menoleh. Di sana berdiri Zoya dengan wajah yang—seperti biasa—terlihat sangat sendu, menunduk malu-malu dengan tangan yang saling bertautan di depan tubuh.

​"Kai... kamu nggak apa-apa kan? Aku denger kemarin kamu berantem hebat gara-gara nolongin Melody," ucap Zoya dengan suara lirih yang dibuat selembut mungkin, matanya menatap Kaisar dengan penuh kekhawatiran yang dramatis.

​Rere langsung menyenggol lengan Melody, suaranya sengaja dikeraskan. "Aduh, Rhe... kok tiba-tiba udara di kelas jadi penuh sama bau-bau akting ya? Lo ngerasa nggak?"

​"Iya nih, Re," sahut Rhea sambil mengibas-ngibaskan tangan di depan hidungnya. "Baunya kayak parfum antagonis yang cosplay jadi protagonis. Wangi-wangi polos tapi bikin bersin."

​Zoya tampak tersentak, matanya mulai berkaca-kaca menatap Rere dan Rhea. "Aku... aku cuma khawatir sama Kaisar. Maaf kalau kehadiran aku ganggu kalian."

​"Dih, mulai deh keluar jurus air mata buaya daratnya," celetuk Melody sambil menyandarkan punggung ke kursi, melipat tangan di dada. "Tenang aja, Zoy. Kaisar sehat walafiat kok. Cuma mobilnya aja yang agak penyok, nggak sebanding lah sama hati gue yang lo bikin penyok lewat bisikan maut lo dulu."

​Kaisar yang berdiri di sana mengernyitkan dahi. "Melody, jaga ucapan lo. Zoya nggak ada maksud apa-apa."

​Melody tertawa renyah, tawa yang penuh sindiran. "Tuh kan! Pangerannya langsung pasang badan. Emang ya, kalau udah kena pelet 'polos-polos bangsat', logika langsung masuk ke laci."

​Melody berdiri, mendekati Zoya yang pura-pura ketakutan di samping Kaisar. "Zoya sayang... akting lo keren banget, sumpah. Harusnya lo nggak sekolah di sini, tapi di Hollywood. Tadi bagian 'aku cuma khawatir' itu beneran oscar-worthy banget!"

​"Mel, cukup," suara Kaisar merendah, memberi peringatan.

​Melody justru semakin berani. Ia menatap Kaisar dengan tatapan mengejek. "Kenapa, Kai? Takut cewek suci lo ini kena mental gara-gara omongan gue yang jujur? Tenang, dia kuat kok. Buktinya dia kuat banget kan ngawasin gerak-gerik gue biar nggak deket-deket sama lo?"

​Ia kemudian melirik Zoya lagi dari atas ke bawah. "Lain kali kalau mau dapet simpati, air matanya harus keluar dari kedua mata ya, jangan sebelah doang. Biar estetik dikit kayak di Webtoon yang gue baca!"

​"Udah yuk, Re, Rhe. Kita ke kantin aja. Di sini banyak polusi udara, sesak gue liat drama pagi-pagi," ajak Melody sambil menyambar tasnya, menabrak bahu Kaisar dengan sengaja saat berjalan keluar kelas, meninggalkan Zoya yang makin terisak dan Kaisar yang terdiam menatap punggung Melody dengan perasaan yang makin kacau.

1
emalia
Lanjut kak 🤭🤭
Irsyad layla
lagi dong thor masa cuma 1
Nazia wafa abqura
kak novel ny bagus banget. aq tunggu up ny y kak. 💪
Irsyad layla
thor up lagi dong hari ni nggak cukup 1 bab perhari
Natasya
👌
Wahyuningsih
😅😅😅 drama korea ada aja nih melo
Wahyuningsih
thor buat asha aka melodi badaz abiz biar mkin seru bla perlu dpt bonus ruang dimensi atau sistem yg srba bisa 💪💪💪 thor
Wahyuningsih
mampir q thor
**Maulina**
lanjut thor semangat💪
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!