NovelToon NovelToon
Takhta Yang Di Curi

Takhta Yang Di Curi

Status: sedang berlangsung
Genre:Mengubah Takdir / Crazy Rich/Konglomerat / Action
Popularitas:13.4k
Nilai: 5
Nama Author: Siti Marina

karena ambisi untuk menjadi kaya, seseorang rela menukar bayinya dengan bayi dari pria masa lalunya....
yuk ikuti kisah nasib bayi yang di tukar...
akankah berakhir bahagia atau semakin menderita....





Assalamualaikum....
masih biasa, bertemu lagi dengan Author receh... yang masih asal njeplak kalau bikin cerita... tanpa memikirkan plot dan twist...asal ngalir saja di pikiran...
yang masih setia dengan cerita-cerita author,mohon dukungannya... yang tidak suka , bisa di skip tanpa meninggalkan bintang satu....
dukungan kalian, adalah motivasi author...
terimakasih...
salam sehat selalu...

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Siti Marina, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Bab 19

Rasya berdiri di tengah lobi bandara yang steril, namun pikirannya terasa sangat kotor karena teka-teki yang tidak masuk akal. Sebagai pemilik perusahaan yang keamanan siber nya sangat kuat merasa gagal mengidentifikasi seorang gadis adalah penghinaan pribadi.

"Tuan Rasya, ini aneh," lapor Kevin sambil menyodorkan tablet dengan grafik yang berantakan. "Setiap kali algoritma kami mencoba memetakan fitur wajah gadis bersyal pink itu dari rekaman CCTV, sistemnya mengalami crash. Seolah-olah wajahnya memancarkan frekuensi yang mengacak sensor kamera kita. Ini bukan sekadar penyamaran, ini teknologi pengacak biometrik tingkat militer."

Rasya menatap layar dengan mata menyipit. "Maksudmu, dia sengaja membuat dirinya tidak bisa dilacak oleh mesin?" Tanya Rasya tak habis pikir.

"Sepertinya begitu, Tuan. Dan mengenai gadis bercadar yang keluar setelahnya... identitasnya di pangkalan data sipil terdaftar sebagai Maudi Daneswara, putri tiri yang baru pulang dari pesantren. Namun, ada enkripsi berlapis di balik data pendidikannya. Kami tidak bisa masuk lebih dalam tanpa memicu alarm di server pusat."

Rasya mendengus, ia menyemprotkan sanitizer ke tangannya yang baru dari toilet VIP bandara dengan gerakan elegan. "Gadis lusuh itu adalah kunci. Tidak mungkin ada dua orang masuk ke toilet dan satu menghilang begitu saja. Maudi Daneswara... jika dia adalah bakteri yang kucari, dia adalah jenis yang paling berbahaya. Dia pintar menyamar di tempat kotor."

Rasya berjalan menuju mobilnya, sebelum memasuki mobilnya....Kevin menyemprotkan desinfektan ke seluruh kabin mobil agar terhindar dari bakteri.

___

Sementara itu, mobil rombongan Kakek Harison berhenti tepat di depan tangga teras mansion. Maudi turun dengan sigap, membantu Kakek Harison berpindah ke kursi roda.

"Kakek, Papa... Maudi izin pamit sekarang," ucap Maudi dengan nada memelas. "Ojek pesanan Maudi sudah di depan gerbang. Maudi takut terlambat ikut kuis... karena hari ini, dosen mengumumkannya secara mendadak"

Seina, yang baru turun dari mobil dengan wajah yang masih pucat karena cemas, langsung menimpali. "Iya, Don. Biarkan Maudi pergi. Jangan sampai kakek merasa terganggu karena bau debu jalanan yang menempel di baju Maudi. Biar Eliza yang menemani Kakek masuk."

Kakek Harison menghela napas, ia menatap Maudi lama. "Pergilah, Nak. Tapi ingat janji kita, makan malam nanti kau harus ada."

"InsyaaAllah, Maudi usahakan, Kakek. Assalamualaikum." Maudi mencium tangan Doni dan Kakek, lalu berlari kecil menuju gerbang.

Begitu Maudi keluar dari jangkauan pandangan keluarga Daneswara, ia tidak menaiki ojek. Sebuah mobil sedan hitam biasa, yang terlihat tidak mencolok di jalanan berhenti di depannya. Maudi masuk ke dalam, dan di sana sudah tersedia laptop yang menyala.

***

Tiga puluh menit kemudian, Maudi sampai di sebuah gudang tua di pinggiran Jakarta, Disana tempat dirinya dan rekan-rekannya menjalankan misi rahasia. Di dalam, suasana sangat dingin. Tiga pria suruhan Seina, termasuk yang menyamar sebagai petugas medis tadi, duduk terikat dengan wajah babak belur akibat pelajaran singkat dari tim keamanan Maudi karena sempat melawan saat sudah sadar.

Maudi masuk ke dalam gudang, masih mengenakan cadarnya. Ia berjalan dengan langkah berat yang bergema di ruangan kosong itu.

"Nona, mereka sudah bicara," lapor salah satu agennya, menyodorkan rekaman suara.

Maudi duduk di kursi depan mereka, menyilangkan kakinya dengan tenang. Ia menurunkan cadarnya sedikit, memperlihatkan mata yang dingin yang bisa membuat nyali siapa pun menciut.

"Jadi," suara Maudi terdengar rendah dan bergetar karena emosi yang tertahan. "Ibu Seina ingin Kakekku mati hari ini juga? Dan kalian dibayar berapa untuk menukar obat itu?"

"Kami... kami cuma butuh uang, Nona! Nyonya Seina bilang itu hanya obat tidur dosis tinggi agar Tuan Harison istirahat lama!" rintih salah satu pelaku.

Maudi tertawa kecil, suara tawa yang terdengar mengerikan di gudang sepi itu. Ia melemparkan hasil uji lab botol yang ia tukar tadi ke pangkuan mereka. "Obat tidur? Ini potasium sianida dosis rendah yang akan memicu serangan jantung dalam tiga puluh menit. Jika Kakekku mati, kalian bukan hanya dipenjara, tapi kalian akan lenyap dari muka bumi ini tanpa jejak."

Maudi mencondongkan tubuhnya. "Sekarang, hubungi Bram. Katakan padanya rencana berhasil. Tuan Harison sedang istirahat dan tampak lemas. Aku ingin Seina merasa menang sore ini, agar saat makan malam nanti, kejatuhannya terasa jauh lebih menyakitkan."

Maudi memberikan ponsel salah satu dari mereka, lalu menghubungi nomor Bram yang seharian ini ia matikan dari jarak jauh....

Sehingga hanya satu nomer saja yang bisa menghubungi,dan itu adalah salah satu anak buah Bram...

"Halo tuan... rencana berhasil, saat ini Tuan besar Daneswara sudah meninggal" ucap salah satu anak buah Bram dengan nada yang di buat santai, padahal tubuhnya menggigil karena sedari tadi di tatap oleh Maudi dengan tatapan yang seakan ingin mengulitinya.

___

Di kantor pusatnya yang steril, Rasya masih menatap layar monitor besar. Ia mengirim anak buahnya untuk mengikuti gadis bercadar....Ia melihat titik merah dari mobil yang membawa Maudi, tadi anak buah Rasya yang mengikuti Maudi, sempat menempelkan GPS mini pada mobil sedan sederhana sebelum akhirnya mereka kehilangan jejak.

"Dia berhenti di sebuah gudang tua di Jakarta Utara," Kevin melapor. "Aneh sekali untuk seorang mahasiswi yang pamit ikut kuis di kampus yang arahnya justru ke Jakarta Selatan."

Rasya berdiri, mengenakan sarung tangan kulitnya kembali. "Dia berbohong pada keluarganya. Dia bukan mahasiswi biasa, dan dia jelas bukan monster yang mereka bicarakan. Dia adalah pemain catur, Kevin."

"Siapkan mobil. Kita ke gudang itu. Tapi jangan mendekat, gunakan drone sterilisasi untuk memantau dari udara. Aku ingin melihat apa yang dilakukan bidadari bersyal pink itu di tempat kumuh seperti itu."

Rasya tidak tahu, bahwa Maudi sudah memasang radar pengintai di sekitar gudang. Begitu drone Rasya mendekat, Maudi langsung mendapatkan notifikasi di jam tangannya.

"Ada tamu tak diundang," gumam Maudi sambil menatap layar monitor yang menampilkan logo perusahaan Rasya. "Tuan Higienis ternyata punya rasa ingin tahu yang sangat kotor."

Maudi tersenyum geli, Siapa yang tidak tahu dengan pengusaha muda yang anti perempuan,anti kotor, anti bakteri, anti virus rela mengintai seorang Maudi yang sudah pasti penuh kuman dan bakteri . Ia memutuskan untuk memberikan Rasya sedikit pertunjukan sebelum ia kembali menjadi Maudi yang bodoh untuk makan malam nanti.

"Bawa semuanya pergi dari pintu belakang" ucap Maudi dengan pelan.

Maudi keluar dari gudang, ia mengambil p****l nya dan membidik drone Rasya dengan tepat sasaran sebelum Maudi dan kawan-kawan nya serta para tawanan untuk pergi menjemput Bram.

___

Rasya menatap layar monitor di dalam mobil van mewahnya yang telah disulap menjadi pusat kendali bergerak. Visual dari drone menampilkan gudang tua yang tampak sunyi. Namun, sebelum Kevin sempat memperbesar tangkapan gambar pada sosok yang keluar dari pintu gudang, sebuah kilatan cahaya muncul di layar.

DOR!

Layar monitor Rasya seketika berubah menjadi bintik-bintik statis seperti semut bergerombol sebelum akhirnya mati total.

"Tuan! Drone kita hancur! Sinyalnya terputus total!" seru Kevin panik. "Seseorang menembaknya tepat di lensa sensor. Ini gila... drone itu berada di ketinggian yang cukup sulit dibidik dengan p****l biasa."

Rasya terdiam, jemarinya yang terbungkus sarung tangan kulit mengetuk meja dengan ritme cepat. Bukannya marah, sudut bibirnya justru terangkat sedikit. "Dia tidak hanya mengacak sinyal biometrik, dia juga seorang penembak jitu. Bakteri ini benar-benar punya gigitan yang mematikan."

"Kita masuk sekarang, Tuan?" tanya Kevin sambil menyiapkan tim pengamanan.

"Jangan. Jika kita masuk sekarang, kita hanya akan menemukan gudang kosong. Dia sudah tahu kita di sini," jawab Rasya tenang. "Dia sengaja menghancurkan drone itu sebagai peringatan. Dia ingin bilang, "Jangan mengintip privasiku''. Menarik. Bersihkan sisa-sisa puing drone itu, jangan tinggalkan satu pun kuman atau jejak perusahaan kita di sana."

1
Uba Muhammad Al-varo
bagaimana pun keadaannya semoga Maudy baik' saja dan Rasya selalu setia menemani Maudy dari sakit sampai sembuh kembali 💪💪💪
Aisyah Virendra
🙄🙄🙄🙄🙄🙄
Eliza bakalan jadi musuh lagi buat Maudi, bakalan mengira kalau Maudi merebut Rasya darinya 🤣🤣🤣🤣 padahal Rasya menyelamatkan Eliza karena Maudi 😂 ahh elahhj Elizaaaa jangan jadi kacang lupa kulit kau, atau kami piteeeessss palamu yaaa 😏
@Mita🥰
wah semoga Eliza jangan ...jadi cinta sama Rasya ya
Lovita BM
berasa lihat film action 😁
suti markonah
lanjut maning thor🙏
suti markonah
karna othor hr ini dah bikin aku seneng maka ☕ pun mendarat maning
suti markonah
hari ini othor bikin aku deg deg gan trs plus bikin penasaran..kuharap eliza tidak iri ketika rasya jatuh cinta sm maudi..eliza untuk kevin aja
Uba Muhammad Al-varo
Rasya dari pandangan pertama sampai dititik ini selalu terpesona oleh pesona nya Maudy dan kau Hans, Seina sebentar lagi kehancuran akan menghampirimu
Uba Muhammad Al-varo
Eliza lawan mamamu Seina, jangan sampai kau terperdaya oleh nya, Rasya....../Joyful//Joyful//Joyful//Facepalm//Facepalm//Facepalm/
Uba Muhammad Al-varo
good....... Rasya kau bantu dan tolong jaga Maudy, lindungi dan berikan rasa aman Maudy hajar, Hans jangan biarkan kejahatan Hans membuat keluarga besarnya Maudy celaka 💪💪💪
Diana Dwiari
klo part Rasya inginnya tertawa ae....ni orang lucu banget sih....eh,emang ada ya di dunia nyata orang kayak rasya
Aisyah Virendra
Pertempuran yg seruuu 🤩🤩🤩
Kata Rasya si Maudi orang asing ehh kata Hans, maudi datang bersama suaminya 🤣🤣🤣🤣🤣 ucapnmu bagian dari doa yg ku aamiin kann hans 🤣🤣
Tahan napas pas Maudi lompat dari pintu Helikopter untuk misi penyelamatan Eliza, smg setelah ini Eliza tidak akan melupakan jasa Maudi yg bertaruh nyawa untuk menyelamatkan dirinya dari racun Ibu kandungnya sendiri 🙄
@Mita🥰
🤣🤣🤣🤣 Rasya terkagum " 🤣🤣🤭🤭
Lovita BM
ternyata Eliza tk spti ibunya yg rakus dan serakah....
suti markonah
lanjut thor ojo gawe aku dak dik duk
Yuyun Srie Herawati
rokok tanpa cukai
suti markonah
aku baca smpe tahan nafas karna tegang, bayangke maudi menyelamatkan eliza
suti markonah
eliza jgn terpengaruh sm seina..berpihak lah sm maudi agar hidupmu tidak berakhir di jalan..inget lah maudi yg sering di siksa sm mama mu saja masih mrangkul mu jadi saudara
@Mita🥰
semoga Eliza ada yang nolong
Aisyah Virendra
/CoolGuy//CoolGuy//CoolGuy//CoolGuy//CoolGuy/
Seina Seina.... bisa²nyaa seorang ibu tapi tak memiliki jiwa keibuan sama sekali bahkan dengan anak yg dilahirkan dari rahimnya sendiri, benar² wanita gila yg haus dan serakah akan harta.
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!