NovelToon NovelToon
Sang Pendekar Pengendali Naga

Sang Pendekar Pengendali Naga

Status: sedang berlangsung
Genre:Action / Fantasi / Balas Dendam
Popularitas:1.1k
Nilai: 5
Nama Author: cici aremanita

Lue Ang yang hampir mati diselamatkan oleh wanita tua, di sana Lue Ang diberitahu kalau dirinya memiliki spirit.

Untuk membalaskan dendam yang diterimanya selama ini, Lue Ang mencoba berkulivasi dan mengembangkan spirit yang ada di dalam tubuhnya.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon cici aremanita, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Kebaikan Ketua

Dengan cara yang diberitahu Ameng Lue Ang berhasil menahan nafas tanpa melepasnya sekalipun, seperti yang diminta oleh ketua Tiang Lue Ang bahkan masih melakukannya walau saat ini matahari telah bersinar sangat terang.

Dari jauh ketua Tiang yang melihat Lue Ang masih belum menyelesaikannya bergegas menghampirinya, seharusnya Lue Ang sudah selesai karena dirinya hanya meminta sampai matahari terbit.

"Sudah cukup, sebelumnya aku mengatakan padamu kalau kamu bisa berhenti setelah matahari terbit, tapi kenapa sampai sekarang kamu masih menahan nafasmu?" Tanya ketua Tiang.

Lue Ang membuang nafasnya dengan sangat panjang sebelum menjawab perkataan ketua Tiang, Lue Ang melakukannya karena tidak berani mendahului ketua Tiang yang tidak berada di sana untuk menghentikannya.

"Ketua hanya mengatakan pelatihan bisa terhenti setelah matahari terbit, tapi ketua tidak mengatakan padaku kalau aku boleh berhenti walau tidak ada ketua," ucap Lue Ang.

"Baiklah, karena kamu sudah melebihi yang aku pikirkan aku akan membawamu keluar," sahut ketua Tiang.

Lue Ang yang tidak menjawab hanya menganggukkan kepala, Ketua Tiang yang memegangi pundak Lue Ang langsung membawanya menghilang, keduanya berpindah langsung ke kota hanya dengan satu kedipan.

"Aku sudah membawamu kemari, kamu carilah makanan untuk beberapa hari, ambil ini," ucap ketua Tiang sambil menyerahkan belasan keping emas pada Lue Ang.

"Tidak perlu ketua, Aku memiliki uang ku sendiri," sahut Lue Ang.

"Ambil saja," ucap ketua Tiang.

"Baik, terima kasih ketua," sahut Lue Ang yang terpaksa menerima walau sebenarnya dirinya masih memiliki cukup banyak keping emas.

"Setelah satu jam datanglah lagi kemari," ucap ketua Tiang.

Lue Ang menundukkan kepala memberi hormat ketua Tiang sebelum pergi, karena waktunya hanya satu jam Lue Ang memilih membeli beberapa makanan yang sudah siap di pinggiran pasar semua yang dibelinya dimasukkan ke dalam cincin penyimpanan miliknya.

Setelah membeli banyak makanan Lue Ang bergegas ke toko pakaian, saat ini dirinya hanya mempunyai satu baju Lue Ang berpikir dirinya setidaknya membutuhkan beberapa pasang lagi untuk berganti setiap hari.

Lue Ang yang sudah selesai bergegas kembali ke tempatnya pertama datang, setibanya di sana ketua Tiang sudah menunggu dirinya.

"Apa makanan yang selama beberapa hari sudah kamu siapkan?" Tanya ketua Tiang.

"Sudah ketua," sahut Lue Ang.

"Baguslah, kalau begitu kita kembali sekarang," ucap ketua Tiang.

Keduanya kembali menghilang berpindah kembali ke perguruan, Lue Ang yang sudah mengisi perutnya sudah siap dengan pelatihan pertamanya.

Setibanya kembali di lapangan Lue Ang terkejut karena di sana banyak patung kayu yang bisa bergerak, patung kayu yang terlihat seperti manusia terlihat sedang menatap ke arah Lue Ang.

"Pelatihan pertamamu adalah mengalahkan semua patung kayu itu," ucap ketua Tiang.

"Baik ketua," sahut Lue Ang dengan penuh semangat.

"Aku ingin bertanya ketua, bagaimana cara untuk mengendalikan artefak yang ketua tanam di tubuhku?" Tanya Lue Ang.

"Memangnya kenapa dengan artefak itu?" Tanya ketua Tiang balik.

"Sebenarnya tidak ada yang salah dengan artefak itu, tapi aku juga ingin menggunakan kekuatanku sendiri dan tidak terlalu bergantung dengan artefak, maka dari itu aku sangat ingin mengendalikannya," ucap Lue Ang.

Mendengar ucapan Lue Ang ketua Tiang kembali tersenyum, banyak sifat Lue Ang yang sangat dikagumi termasuk ingin mengandalkan kekuatannya sendiri padahal dirinya bisa menjadi kuat dengan bantuan artefak miliknya, walau begitu artefak itu akan sangat berguna bagi Lue Ang.

"Aku masih belum bisa memberitahumu caranya," ucap ketua Tiang.

"Setelah tingkat kultivasi bertambah nanti akan kuberitahu," sambung ketua Tiang.

"Kalau begitu apa aku boleh mau minta satu hal sebelum bertarung melawan patung kayu itu," sahut Lue Ang.

"Terlalu banyak yang kamu inginkan, cepat katakan aku akan mengabulkan satu permintaan mu," ucap ketua Tiang.

"Aku ingin melawan patung kayu itu tanpa menggunakan bantuan dari kekuatan batu artefak, bisakah ketua menyegelnya untuk sementara?" sahut Lue Ang.

"Tentu saja, tapi apa kamu bisa melawan semua patung kayu tanpa bantuan artefak?" ucap ketua Tiang cepat.

"Aku akan berusaha sekuat tenaga," sahut Lue Ang.

Ketua Tiang langsung mengangkat tangannya dan mengarahkannya ke Lue Ang, setelah membaca mantra dengan pelan ketua Tiang memberitahu Lue Ang jika dirinya sudah menyegel kekuatan dari artefak yang berarti Lue Ang harus melawan dengan kekuatannya sendiri.

"Apa kamu sudah siap?" Tanya ketua Tiang.

"Sudah Ketua," sahut Lue Ang penuh semangat.

"Sekarang aku akan meminta semua patung kayu itu mulai menyerang," ucap ketua Tiang.

Lue Ang langsung bersiap menghadapi belasan patung kayu yang sudah diaktifkan oleh ketua Tiang, melihat dari auranya Lue Ang sangat yakin patung kayu yang akan dihadapinya lebih kuat berkali-kali lipat darinya.

Buuuuug.

Baaaaag.

Lue Ang berulang kali terlempar jauh dan bangkit lagi, Lue Ang membiarkan para patung kayu bergantian menyerangnya sedangkan dirinya hanya menerima serangan.

Melihat Lue Ang yang sama sekali tidak melawan Ketua Tiang berpikir apa Lue Ang tidak mampu, tapi Lue Ang terlihat berbeda dari orang biasa tidak mungkin dirinya hanya akan diam sampai mati.

Braaaaaaaaaak.

Braaaaaaaaaaak.

Serangan brutal langsung diarahkan Lue Ang ke arah patung kayu, tidak lupa sambil menyerang Lue Ang menggunakan ingatannya saat di serang untuk menghalau pola serangan patung kayu.

Melihat cara bertarung Lue Ang yang terlihat berbeda dari lainnya karena mengandalkan pikiran membuat ketua Tiang takjub padanya, Walau begitu patung kayu yang digunakannya bukan kualitas rendah, Lue Ang masih membutuhkan banyak usaha untuk mengalahkan mereka.

Apalagi serangan Lue Ang tidak begitu kuat tanpa bantuan artefak miliknya, ketua Tiang semakin ingin melihat seperti apa setiap serangan Lue Ang.

"Apa kamu membutuhkan bantuan ku?" tanya Ameng.

Sejak tadi Ameng terus memperhatikan Lue Ang yang berulang kali di serang oleh patung kayu, Lue Ang yang berulang kali terlempar berulang kali juga muntah darah.

"Tidak perlu, jika aku mendapatkan bantuan darimu apa bedanya dengan mendapatkan bantuan dari artefak yang ada di tubuhku," ucap Lue Ang sambil terus menyerang.

Di setiap serangan Lue Ang terus bertambah kuat, saat dirinya dihajar Lue Ang yang tidak menyerah juga terus memberikan serangan, satu persatu patung kayu mulai mencapai batasnya, beberapa berhasil dikalahkan oleh Lue Ang hingga hancur tanpa bantuan apapun dan hanya mengandalkan kekuatannya sendiri.

Lue Ang membaringkan tubuhnya di tengah lapangan sambil menatap langit, ternyata dirinya memang lemah tanpa bantuan dari artefak dan spirit Naga api miliknya, walau begitu dirinya yang tidak menyerah ternyata mampu menghadapi patung patung kayu.

"Membutuhkan waktu cukup lama untukmu mengalahkan semua, kamu yang paling lambat di antara senior mu yang lain," ucap ketua Tiang yang berjalan ke arah Lue Ang.

1
Suciani Ade
Ditunggu up nya
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!