NovelToon NovelToon
Suami Dadakanku Penjual Bakso Bakar

Suami Dadakanku Penjual Bakso Bakar

Status: sedang berlangsung
Genre:Cinta Seiring Waktu / Perjodohan / CEO
Popularitas:21.4k
Nilai: 5
Nama Author: Anjay22

Arumi tidak pernah menyangka hidupnya akan berakhir sebagai "jaminan" utang. Dipaksa menikah dengan seorang rentenir tua yang kejam demi melunasi hutang keluarganya, Arumi nekat melakukan aksi gila .
Dalam keputusasaan di tengah taman kota matanya tertuju pada sosok pria tampan yang sedang sibuk mengipasi tusukan bakso. Tanpa pikir panjang, Arumi menarik tangan Elang, sang penjual bakso bakar, dan mengakuinya sebagai calon suami di hadapan Ayahnya
Siapa sangka, Elang yang terlihat sederhana dengan apron hitamnya itu menyanggupi tantangan Arumi. Namun, di balik aroma asap arang dan bumbu kacang, ada rahasia besar yang disimpan Elang. Apakah pernikahan Dadakan ini akan membawa kebahagian ?

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Anjay22, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Topeng sang Elang

## Bab: Topeng Sang Elang

Mentari pagi baru saja merangkak naik, menyiram aspal jalanan dengan cahaya keemasan yang hangat. Elang Dirgantara berdiri di pinggir jalan raya, matanya menatap Arumi masuk ke lobi kantornya .

Ia melambaikan tangan dengan senyum tulus yang selalu ia pasang untuk istri dadakannya,senyum seorang suami pekerja serabutan yang sedang berjuang menyambung hidup.

Begitu Arumi masuk raut wajah Elang berubah dalam sekejap. Garis-garis kelelahan yang sengaja ia buat-buat menghilang, digantikan oleh tatapan tajam dan dingin yang memancarkan otoritas mutlak. Ia menghela napas panjang, merapikan kaus oblongnya yang sedikit lembap karena keringat, lalu berjalan menuju gang sempit di samping minimarket yang sudah tutup.

Di sana, sebuah motor metic tua dengan cat yang sudah terkelupas terparkir. Elang menaikinya, lalu melaju santai menuju sebuah area ruko yang agak sepi di pinggiran kota. Ia memastikan tidak ada mata yang mengawasi, terutama tetangga kontrakannya yang gemar bergosip.

Setelah menempuh perjalanan sepuluh menit, Elang berhenti di depan sebuah gudang tua yang tampak tidak terawat. Namun, di balik pintu seng yang berkarat itu, sebuah SUV hitam mengilap dengan kaca antipeluru sudah menunggu.

Sesosok pria dengan setelan jas navy yang dipotong sempurna berdiri di samping mobil. Pria itu adalah Bima. Saat melihat Elang mendekat dengan motor bututnya, Bima hampir saja menyemburkan tawa, namun ia segera menahan diri karena menyadari kilatan peringatan di mata bosnya.

"Jangan berani-berani tertawa, Bim," ancam Elang pelan sambil turun dari motor.

"Maaf, Tuan Muda. Hanya saja, melihat pewaris tunggal Dirgantara Group memakai helm yang kacanya sudah buram begitu ... itu pemandangan yang langka,dan unik," ujar Bima sambil membukakan pintu mobil untuk Elang.

Elang mendengus. "Ini demi misi papi,dan juga Arumi. Aku belum bisa memberitahunya yang sebenarnya. Aku ingin dia menerimaku karena aku adalah Elang yang sederhana, bukan karena angka di rekening bankku."

"Tapi sampai kapan, Elang? kamu tidak bisa selamanya hidup di kontrakan empat kali enam itu sementara portofolio sahammu bisa membeli satu kecamatan," tanya Bima seraya mulai mengemudikan mobil menuju pusat kota.

"Sampai waktunya tepat. Sampai aku yakin kebusukan perusahan cabang terbongkar dan aku menyelesaikan misi dari papi,Sekarang, berikan laporannya."

### Transformasi di Balik Kaca Gelap

Di dalam mobil yang kedap suara itu, transformasi Elang terjadi secara total. Ia melepas kaus oblong dekilnya, melemparkannya ke kursi belakang seolah itu adalah benda tak berharga. Bima sudah menyiapkan kemeja putih bersih hasil setrikaan tangan profesional, lengkap dengan jas custom-made yang terbungkus rapi.

Dengan gerakan tangkas, Elang mengenakan pakaian kebesarannya. Ia memasang kancing manset emas di pergelangan tangannya, menyisir rambutnya yang berantakan dengan pomade beraroma sandalwood yang maskulin, dan mengenakan jam tangan * Patek Philippe yang harganya setara dengan sepuluh rumah kontrakan tempat ia tinggal sekarang.

"Rapat dewan direksi dimulai tiga puluh menit lagi,dan Tuan Surya meminta kamu menghadirinya ," lapor Bima sambil melirik kaca spion. "Beberapa pemegang saham mulai mempertanyakan keberadaanmu yang sering menghilang di sore hari. Mereka mengira kamu sedang menjajaki bisnis baru di luar negeri."

Elang tersenyum miring. "Biarkan mereka berasumsi. Selama laba perusahaan naik lima belas persen kuartal ini, mereka tidak akan punya nyali untuk protes."

Mobil itu meluncur membelah kemacetan Jakarta. Berkat pengawalan terselubung dari tim keamanan yang menjaga jarak dua mobil di belakang, mereka sampai di gedung pencakar langit berlogo huruf 'D' besar dalam waktu singkat.

### Sang Penguasa Dirgantara Group

Dirgantara Tower adalah simbol kekuasaan. Begitu SUV hitam itu berhenti di lobi khusus VIP, sekuriti langsung bersiap dalam posisi tegak sempurna.

Tidak ada orang luar yang diizinkan berada di area ini. Keamanan diperketat untuk menjaga privasi sang CEO muda yang identitas wajahnya tidak terekspos media karena kebijakan privasi keluarga yang ekstrem.

Elang melangkah keluar dari mobil. Langkah kakinya yang mantap menggema di lantai marmer lobi. Aura yang ia pancarkan begitu kuat, membuat para karyawan yang kebetulan berpapasan dengannya secara refleks menundukkan kepala. Ia bukan lagi pria yang tadi pagi terlihat miskin depan Arumi. Ia adalah predator puncak di dunia bisnis.

"Tuan Elang, berkas akuisisi lahan di Kalimantan sudah ada di meja Anda," ujar seorang sekretaris yang sudah menunggu di depan lift pribadi.

"Batalkan jika mereka tidak mau menurunkan harga sebesar lima persen. Saya tidak suka diperas hanya karena mereka tahu siapa saya," jawab Elang dingin tanpa menghentikan langkahnya.

Bima mengikuti di belakang, membawa tas kerja Elang. "Lalu bagaimana dengan rencana sore ini? Anda bilang ingin pulang lebih awal."

Elang masuk ke dalam lift dan menekan tombol lantai teratas. "Ya. Aku harus membersihkan kontrakan. Kemarin Arumi mengeluh ubin dapur terasa lengket. Aku tidak mau dia kelelahan membersihkannya sepulang kerja nanti."

Bima hampir saja tersedak air liurnya sendiri. "Kamu ... CEO dari perusahaan dengan aset ribuan triliun, ingin pulang lebih awal untuk mengepel lantai?"

"Itu namanya kasih sayang, Bim. Sesuatu yang tidak kau mengerti karena kau terlalu sibuk dengan angka-angka," balas Elang sinis, namun ada binar kebahagiaan di matanya saat memikirkan istrinya.

### Siasat Penyamaran

Sepanjang siang itu, Elang bekerja dengan efisiensi yang menakutkan. Ia memimpin rapat, menandatangani kontrak bernilai jutaan dolar, dan memecat dua manajer yang terbukti melakukan korupsi kecil-kecilan. Baginya, ketidakteraturan adalah musuh, baik itu di kantor pusat maupun di ubin dapurnya.

Namun, saat jam menunjukkan pukul dua siang, Elang mulai gelisah. Ia melonggarkan dasinya.

"Bima, siapkan motor butut itu lagi. Kita harus kembali sebelum Arumi pulang," perintah Elang.

"Tuan, Anda masih punya janji makan siang dengan perwakilan dari Singapura," protes Bima.

"Batalkan. Bilang saja saya ada urusan keluarga yang sangat mendesak. Dan ingat, kau harus membantuku. Aku butuh seseorang untuk mengawasi ujung gang. Kalau ada tetangga yang melihatku turun dari mobil mewah, penyamaranku berakhir."

Bima menghela napas pasrah. "Baiklah. Saya akan meminjam motor penjaga kebun di gudang tadi. Tapi jujur saja, Elang, melihatmu berjongkok dengan sikat plastik itu lebih mengerikan daripada melihatmu memarahi dewan direksi."

Elang tertawa kecil sambil mulai melepas jas mahalnya. "Justru itulah seninya, Bim. Di sini aku memerintah dunia, tapi di rumah, Arumi adalah ratuku. Dan seorang ratu tidak boleh pulang ke rumah yang kotor."

### Kembali ke Realita

Proses penggantian pakaian dilakukan kembali di dalam mobil saat perjalanan pulang. Kemeja sutra diganti dengan kaus oblong putih yang tadi pagi. Jam tangan mewah disimpan di dalam brankas tersembunyi di bawah kursi mobil. Elang mengacak-acak rambutnya agar terlihat sedikit lepek dan tidak beraturan.

Mereka berhenti di gudang tua yang sama. Elang kembali menaiki motor meticnya, sementara Bima mengikuti dari kejauhan dengan motor yang tak kalah bututnya untuk menyamar sebagai teman "buruh" Elang.

Saat motor itu memasuki kawasan pemukiman padat tempat kontrakannya berada, Elang kembali memainkan perannya. Ia menyapa Pak RT dengan ramah, mengeluhkan cuaca yang panas, dan berpura-pura menyeka keringat di dahi.

Begitu sampai di depan pintu kontrakan, Elang menarik napas dalam-dalam. Aroma lingkungan yang padat, suara anak-anak kecil berlarian, dan jemuran yang melambai-lambai di teras tetangga menyambutnya. Ia membuka pintu kayu yang sedikit miring itu, masuk ke dalam ruangan sempit yang hanya berisi perabotan seadanya.

Ia melihat sekeliling. Benar kata Arumi, rumah ini sudah agak berantakan. Tanpa membuang waktu, ia mengambil sikat plastik dan sebotol pembersih lantai murah yang ia beli di warung depan.

Ia mulai berjongkok di ubin dapur. Tangannya yang biasanya memegang pena berlapis emas kini menggenggam sikat kasar. Ia menggosok dengan sekuat tenaga, mencoba menghilangkan noda lemak yang membandel.

"Sial, kenapa noda ini tidak mau hilang?" gerutu Elang. Pikirannya melayang pada Bima yang berjanji akan menyusul untuk membantu—tentu saja dengan imbalan "uang tutup mulut" yang dalam dunia profesional disebut sebagai bonus gaji.

"Tapi kalau aku terlihat lemah pasti Arumi curiga padaku. Ini Bima jam segini belum muncul, katanya mau bantuin. Awas kamu Bim, gaji kamu akan aku potong," gumamnya kesal.

Elang tidak menyadari bahwa di ambang pintu, asisten sekaligus sahabatnya itu sudah berdiri dengan ekspresi antara kasihan dan ingin tertawa melihat sang Tuan Muda kini berduel dengan noda lantai.

"Itu karena kau menggosoknya dengan emosi, bukan dengan teknik, Tuan Muda," suara berat Bima memecah keheningan, memulai perdebatan yang akan membawa mereka pada kerja bakti paling rahasia dalam sejarah Dirgantara Group.

1
MayAyunda
iya kak 😁
Nanik Arifin
surat perjanjian yg ditanda tangani ayah Arumi lsg masuk dokumen pengacara Dirgantara grup, klo wan prestasi siap" masuk bui
MayAyunda
he he
aku
pakai pengacara, surat putusan, apalah pokoknya biar gk malakin lg tuh kamvret 😌
Caramel23
semangat kak😍
Nanik Arifin
heleh, gayamu Bim... walau sekarang tinggal di rumah petak, Arumi kan anak pengusaha. mknya dia itu jas mahal buatan Italia, beda dgmu yg cuma kebetulan dipungut pengusaha besar 🤪🤪
MayAyunda: ha ha kakak bisa aja 😁😁
total 1 replies
🌹🌹WINA🌷🌷
elang sangat misterius jangan-jangan anak horang kaya yg nyamar...
🌹🌹WINA🌷🌷: 😃😃😃😃😃
total 2 replies
Neng Saripah
lama2 istrimu bisa curiga kamu belanja sebanyak itu ,lang 🤭
MayAyunda: he .he. .Iya kak
total 1 replies
🌹🌹WINA🌷🌷
suatu saat nanti gilang akan membahagiakan arumi, sabar ya arumi sapa tahu gilang anak horang kaya😃
🌹🌹WINA🌷🌷: wkwkwk🤣🤣🤣 sory salah sebut ternyata elang🤭
total 5 replies
🌹🌹WINA🌷🌷
Arumi tidak sudi menikah sama juragan dirga, mending hidup jadi gembel dijalanan.. Elang bersedia menikah sama arumi...
🌹🌹WINA🌷🌷
Bagus arumi jangan mau menikah juragan dirga sibandot tua itu🤭
🌹🌹WINA🌷🌷
Elang hanya penjual bakso tusuk bakar, dihina abis2an...
🌹🌹WINA🌷🌷
bagus itu baru pria gentmen elang...
🌹🌹WINA🌷🌷
Kasian arumi yg jadi korbannya menikah sama bandot tua botak🤣🤭
MayAyunda: iya kak😄😄
total 1 replies
Rosmenti Sitanggang
lanjut thor💪💪
MayAyunda: terimkasih
total 1 replies
🌹🌹WINA🌷🌷
Ini mah kebalik cewek ngelamar cowok🤣dasar arumi belum kenal dah berani ngelamar😃
MayAyunda: he he 😁
total 1 replies
Nanik Arifin
semoga pernikahan kalian samawa & langgeng. baik tinggal dikontrakan petak maupun di mansion
MayAyunda: aamiin
total 1 replies
Nanik Arifin
tenang Arumi, suamimu ceo, pemilik perusahaan t4 kamu kerja
MayAyunda: iya kak .he.he
total 1 replies
Nanik Arifin
puas"in senyumnya Bu Lastri, krn setelah kepergian Arumi, gaya hidupmu & anakmu minta dilunasi. klo tak ada uang, ya udah bayar aj putrimu atau dirimu sendiri. lumayan kan, jadi istri Tuan Dirga yg kaya...😜
MayAyunda: .he .He ..betul itu kak😁
total 1 replies
Nanik Arifin
enak aj suruh Arumi yg membuat hutang lunas, kan yg pakai uangnya kalian? suruh aj tuh Rina nikah sama juragan Dirga, lagian pacarnya yg direktur blm tentu mau nikahi juga kan ? y ogahlah punya istri + mertua benalu
Nanik Arifin: masama. semangat thor
total 2 replies
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!