NovelToon NovelToon
Tuan Muda Harta Langit

Tuan Muda Harta Langit

Status: sedang berlangsung
Genre:Epik Petualangan / Fantasi / Mengubah Takdir
Popularitas:95.9k
Nilai: 5
Nama Author: Boqin Changing

Ini adalah cerita Gao Rui, murid sekte terkuat yang sekaligus salah satu pemilik Kelompok Dagang Harta Langit. Salah satu kelompok dagang besar dan paling berkembang di Kekaisaran Zhou...
Simak petualangannya di sini

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Boqin Changing, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Pemimpin Rumah Dagang Naga Emas

Pria itu tersenyum. Senyum yang terlihat licik. Ujung bibirnya terangkat tipis, namun matanya sama sekali tidak menunjukkan kehangatan. Justru… ada sesuatu yang dingin dan penuh perhitungan di sana.

“Kalau begitu…” katanya ringan, seolah berbicara tentang hal yang sepele, “mari kita nikmati pesta malam ini. Mungkin… akan banyak kejutan nantinya.”

Ia menekankan kata kejutan dengan nada yang sedikit berbeda. Lalu, tanpa menunggu jawaban, pria itu berbalik. Jubah mahalnya berayun pelan mengikuti langkahnya saat ia pergi, perlahan menghilang di antara kerumunan tamu.

Gao Rui memperhatikannya hingga sosok itu benar-benar menjauh. Ia lalu melirik ke samping. Lan Suya masih berdiri di tempatnya. Senyum tipis masih terpasang di wajahnya namun jelas itu hanya lapisan luar. Tatapannya sedikit mengeras, dan ada jejak kekesalan yang tak sempat ia sembunyikan sepenuhnya.

Hal itu… tertangkap jelas oleh Gao Rui.

“Bibi…” ucap Gao Rui pelan, sedikit merendahkan suara, “siapa pria itu?”

Lan Suya terdiam sejenak.

Ia menghela napas pelan, seolah menahan sesuatu, sebelum akhirnya menjawab,

“Dia… Cao Ren.”

Nada suaranya datar. Terlalu datar.

“Pemimpin kelompok dagang… Rumah Dagang Naga Emas.”

Gao Rui sedikit mengernyit. Lan Suya melanjutkan,

“Kelompok dagang itu sudah beberapa kali mencoba mendekati keluarga Shou. Mereka ingin keluarga Shou menjual senjata kepada mereka.”

Ia berhenti sejenak, lalu menatap lurus ke depan.

“Itu jelas akan merugikan Harta Langit. Selama ini… kita yang menjalin kerja sama dengan keluarga Shou dalam distribusi senjata-senjata mereka.”

Gao Rui perlahan mengangguk. Sekarang ia mengerti. Ini bukan sekadar pertemuan antar tamu pesta… ini adalah permainan kepentingan. Dan pria tadi, Cao Ren, jelas bukan orang yang bisa dianggap enteng.

“Jadi… dia lawan kita,” gumam Gao Rui pelan.

Lan Suya tidak langsung menjawab. Namun senyum tipisnya kembali muncul… kali ini lebih tenang, lebih terkendali.

“Di dunia ini,” katanya lembut, “tidak semua lawan datang dengan pedang di tangan.”

Gao Rui terdiam. Kalimat itu… terasa jauh lebih berat daripada yang terdengar.

Lan Suya lalu menoleh padanya.

“Ayo. Kita masuk.”

Gao Rui mengangguk.

Keduanya melangkah lebih dalam ke ruangan perayaan. Begitu mereka benar-benar masuk ke bagian utama aula… Gao Rui tanpa sadar sedikit menahan napas.

Ruangan itu luar biasa. Luasnya jauh melebihi yang ia bayangkan dari luar. Pilar-pilar tinggi berdiri kokoh, dilapisi ukiran rumit yang memadukan logam dan kayu. Di bagian atas, kain-kain halus menggantung seperti tirai langit, berkilau lembut terkena cahaya lentera kristal yang tergantung di seluruh ruangan.

Meja-meja bundar tersusun rapi. Setiap meja dikelilingi kursi-kursi elegan, dengan taplak halus dan peralatan makan dari bahan berkualitas tinggi. Di atasnya tersaji berbagai hidangan, daging panggang, sup harum, buah-buahan segar, hingga arak berkualitas yang baunya saja sudah terasa mahal.

Para tamu duduk atau berdiri berkelompok, berbincang dengan nada rendah namun penuh arti. Tawa kecil terdengar di sana-sini, bercampur dengan alunan musik lembut dari para pemain di sudut ruangan.

Gao Rui benar-benar terpukau. Matanya bergerak ke sana kemari, mencoba menangkap setiap detail.

“Ini…” gumamnya dalam hati, “benar-benar dunia yang berbeda…”

Ia terbiasa dengan jalanan, penginapan sederhana, atau medan pertarungan yang keras. Namun tempat ini semuanya terasa begitu halus, begitu teratur dan entah kenapa, juga terasa berbahaya dengan caranya sendiri.

Lan Suya berjalan dengan tenang di sampingnya, seolah sudah sangat terbiasa dengan suasana seperti ini. Beberapa tamu kembali menyapanya. Ia membalas dengan anggun, tidak terlalu lama berhenti di satu tempat. Gao Rui mengikuti di belakang setengah langkah, tetap mengamati.

Seorang pelayan berpakaian rapi tiba-tiba mendekat dari sisi kiri. Gerakannya halus, hampir tanpa suara, namun cukup jelas menunjukkan bahwa ia sudah memperhatikan kedatangan mereka sejak tadi.

“Nyoya Ya, silakan,” ucapnya sopan sambil sedikit membungkuk.

Tanpa banyak bicara, pelayan itu mengangkat tangannya, memberi isyarat halus untuk mengikuti. Lan Suya hanya mengangguk ringan, lalu melangkah maju. Gao Rui mengikuti di sampingnya, menjaga jarak setengah langkah seperti sebelumnya.

Mereka berjalan melewati beberapa meja yang sudah terisi sebagian. Beberapa pasang mata sempat melirik ke arah mereka, sebagian mengenali, sebagian lagi hanya sekadar penasaran.

Langkah pelayan itu akhirnya melambat, lalu berhenti di salah satu meja bundar yang posisinya cukup strategis. Tidak terlalu dekat dengan pusat acara, namun juga bukan di pinggiran.

“Silakan duduk di sini,” katanya.

Lan Suya mengangguk… namun saat pandangannya jatuh ke arah kursi-kursi di meja itu, senyumnya langsung berubah. Senyum kecut. Di sana… sudah duduk seseorang yang sangat ia kenal. Cao Ren.

Pria itu bersandar santai di kursinya, satu tangan memegang cangkir arak, sementara matanya langsung terangkat begitu melihat mereka. Sudut bibirnya perlahan terangkat, membentuk senyum tipis yang sama seperti sebelumnya… licik dan penuh arti.

Selain dia, sudah ada beberapa orang lain. Mereka tampak seperti perwakilan dari keluarga-keluarga besar lain dari pakaian, sikap, dan aura yang mereka pancarkan, jelas bukan orang biasa. Orang-orang itu menyapa Lan Suya dengan hangat.

Cao Ren terkekeh pelan.

“Ah…” katanya santai, “benar-benar sebuah takdir… kita bisa bertemu kembali secepat ini.”

Nada suaranya ringan, seolah hanya kebetulan menyenangkan. Namun bagi Gao Rui… kalimat itu terdengar kosong. Basa-basi yang terlalu rapi.

Ia tidak mengatakan apa-apa, tapi dalam hati sudah memberi penilaian. Orang ini… tidak pernah berbicara tanpa maksud.

Lan Suya tidak membalas senyuman itu dengan kehangatan. Ia hanya mengangguk tipis, lalu langsung menarik kursi.

“Kalau begitu… kita tidak akan menolak takdir,” jawabnya singkat.

Ia duduk. Gao Rui pun ikut duduk di sampingnya, tetap tenang, namun matanya sesekali mengamati orang-orang di meja itu.

Cao Ren kemudian mengalihkan pandangannya. Kali ini… langsung tertuju pada Gao Rui. Tatapannya tidak tajam, namun terasa meneliti. Dari ujung kepala hingga kaki, seolah mencoba membaca sesuatu yang tersembunyi.

Lalu, ia kembali tersenyum.

“Kau ini…” katanya santai sambil menoleh ke arah Lan Suya, “aku tidak menyangka… kau sudah mempunyai anak.”

Kalimat itu diucapkan dengan ringan. Namun jelas, ada nada sengaja memancing di dalamnya.

Gao Rui tetap diam. Lan Suya langsung menjawab, tanpa jeda sedikit pun.

“Dia keponakanku.”

Nada suaranya ketus. Lebih dingin dari sebelumnya.

Cao Ren tertawa kecil mendengar itu.

“Begitu ya…” katanya sambil mengangguk pelan, “reaksimu masih sama seperti dulu.”

Ia tidak melanjutkan, namun senyum tipisnya tidak menghilang. Suasana meja itu pun kembali tenang… setidaknya di permukaan.

Sementara itu, ruangan perlahan semakin ramai. Satu per satu tamu terus berdatangan. Suara percakapan semakin padat, gelas-gelas mulai diangkat, dan para pelayan bergerak lebih sibuk dari sebelumnya.

Tak lama kemudian, kursi-kursi di meja mereka mulai terisi.

Seorang pria paruh baya dengan jubah abu-abu duduk di sisi berlawanan, diikuti seorang wanita anggun dengan kipas lipat di tangannya. Lalu datang lagi dua orang lainnya, masing-masing membawa aura berbeda. Ada yang ramah, ada pula yang terlihat berhati-hati.

Sapaan ringan mulai terdengar.

“Nyonya Ya… sudah lama tidak bertemu.”

“Tuan Ren, tampaknya Rumah Dagang Naga Emas semakin berkembang.”

Percakapan kecil mulai mengalir. Senyum-senyum sopan dipertukarkan. Namun di balik itu semua… Gao Rui bisa merasakan sesuatu. Meja ini… bukan sekadar tempat duduk. Ini adalah tempat berkumpulnya orang-orang yang memiliki kepentingan.

Ia melirik sekilas ke arah Cao Ren. Pria itu masih tampak santai, sesekali tertawa kecil, sesekali menyesap araknya. Namun entah kenapa… justru itulah yang membuatnya terlihat lebih berbahaya.

Gao Rui menyandarkan punggungnya perlahan. Malam ini… sepertinya tidak akan berjalan dengan tenang.

1
adek Darma
kok up ny cmn keseringan 1eps truss thorrr
budiman_tulungagung
masih satu mawar 🌹
Armoire
Aduh duh duh duh duh... Author nya paling pinter bikin readers mati penasaran... Lagi seru2 nya malah "To be continued" 😭😭😭😭
@ᴛᴇᴘᴀsᴀʟɪʀᴀ ✿◉●•◦
Rui emang numero uno 🔥🌽
Nanik S
Naga Baja... apakah akan mengubah Kerjasama Patriak Shoi dan Harta Langit terus berlanjut
Nanik S
Gao Rui... membuat kejutan gak main main....Bahkan tidak sebanding dg Emas dan Permata ..Baru Naga Baja
Arie Chaniago70
kapan Thor Gao rui ini melanglana buana seperti gurunya,,,masak main dikandang aja nggak paten,,,jadi kurang Greg ceritanya
Eka Haslinda
hadiah pertama.. hadiah kedua.. ketiga.. owalaahhhh buanyak.. gak payu lagi hadiah rumah dagang Naga Emas 🤣🤣🤣
BOIEL-POINT .........
very niCe Thor .............
tariii
ayo, Rui.. kamu mau kasih hadiah apa? yg pasti harus lebih wowwww dari si cincaooooo itu yaaa...😂😂
will
klo ada pil anti miskin..mau donk gao rui 🤭👍
Heri Victor Purba
maen kali ceritanya bah.. bikin dag dig dug ser.. jalan ceritanya macam jalan kelok 44 .. gas thor
y@y@
⭐👍🏾🌟👍🏾⭐
Eko ☠️⃝🖌️M⃤♬⃝❤️
hehehehe...hadiah yg melebihi hadiah orang lain🤣👍👍
Zainal Arifin
joooooooosssss 😍😍🤭
indrawanto djiwanto
hadiah pertama berarti ada hadiah lanjutan. hadiah kedua pil utk membantu kultivasi, hadiah ketiga pil kecantikan.
Jeffie Firmansyah: Bisa jadi pil kecantikan tuk istrinya
total 1 replies
Maz Shell
lagi update terbaru
sam
Jagoan turun tangan
Arie Chaniago70
🙂🙂🙂🙂🙂👍👍👍👍💪💪💪💪🍩🍩🍩🍩☕☕☕🌹🌹🌹
y@y@
👍🏿💥👍🏼💥👍🏿
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!