NOVEL PERTAMA, MAAF JIKA BANYAK TYPO.
Autor hanya ingin menulis bercermin dari kehidupan sehari-hari, jauh dari CEO atau lehidupan yang kaya raya. selamat membaca.
Queen! begitulah teman-teman dia sering memanggil, seorang gadis sederhana berusia 18 tahun yang baru lulus SMA. Tidak banyak impian gadis ini, hanya ingin segera mendapatkan pekerjaan, dan membantu ekonomi keluarganya.
queen memiliki kekasih sejak 1 tahun terakhir, tepat nya saat queen duduk di bangku kelas 3 SMA.
Bagaimana perjalanan cinta seorang queen, apakah dia bisa mewujudkan keinginannya membantu ekonomi keluarga??
Selamat membaca, saran dan kritik saya nantikan, jangan menghujad yang bisa meruntuhkan mental autor ya...
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Dewi ars, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
AKU MENERIMA MU QUEEN!!! 2
Manusia memiliki mata, telinga dan mulut untuk melihat mendengar dan bicara, tetapi manusia juga memiliki otak yang berfungsi untuk berpikir lalu mencerna setiap apa yang di lihat dan di dengar, jangan mudah menghasut dan terhasut, jangan pula mudah menghakimi setiap peristiwa... meskipun kamu tau kebenaran nya.
Queen naik ke atas saung di ikuti erfan, mereka duduk berdampingan menghadap hamparan laut bebas, dari jauh terlihat buih-buih putih bergulung saling mengejar, suara-suara deburan ombak menghantam karang seolah alunan simfoni yang mengalun mengiringi hati 2 manusia.
" kamu di kasih tau ibu ku kalau aku ke sini?" queen memecah kesunyian dan kecanggungan.
" iya" jawab erfan singkat.
"kenapa tidak menunggu sampai aku pulang saja?" lanjut queen
" kenapa? , biar bisa kamu abaikan? Kamu cuekin? tanpa tau salah ku apa" jawab erfan bernada datar.
" aku tidak bermaksud mendiamkan mu mas" jawab queen
"lalu kenapa kau menghindari ku?" kata erfan.
Queen diam... dia bingung harus berkata apa, di sisi lain dia merasa sudah tidak pantas untuk bersama erfan, meskipun dia akui... dia masih mencintai erfan.
"aku.... " queen ingin berkata-kata... Tapi dia.. ragu .
" kenapa?, kamu sudah tidak ingin bersama ku? " erfan langsung menebak.
Entah kenapa tiba-tiba queen mengangguk, membuat erfan kaget. Dia tidak menyangka tebakan nya benar.
" kita putus saja mas, masa depan kita masih panjang, kita masih ingin memiliki cerita masing-masing" kata queen.
Erfan... dia bukan pria pemarah seperti abdi, sakit?? Pasti, tetapi dia pria yang tenang dalam menghadapi situasi. Erfan adalah pria yang pandai menguasai emosi jiwa, hati nya lembut penuh kasih sayang, walaupun dia terlahir dengan didikan militer dari sang ayah.
"kenapa sayang? , kenapa kamu meminta untuk berpisah?" tanya erfan.
" huffft.... Aku tak pantas untuk mu mas... Maafkan aku" jawab queen.
"lalu siapa yang pantas untuk mu?" tanya erfan.
"tidak ada" jawab queen.
Erfan tersenyum, dia tau queen tidak benar-benar ingin berpisah dengan nya, tetapi sesuatu telah terjadi pada nya... Entah apa....
perlahan... Erfan berbalik menghadap queen, di raih nya dagu queen agar menatap mata nya.
" lihat aku sayang, dan katakan kebenaran itu pada ku... aku menerima keputusan mu jika kamu jujur..." erfan menangkup kedua pipi queen
Lidah queen kelu, tak mampu berkata... Dia takut menyakiti, dia malu mengakui, dan... Dia merasa rendah diri. Erfan kembali menangkup wajah queen, pelan.... Mengecup sekilas bibir pink milik queen, " katakan sayang... Aku siap mendengarkan"....
Queen tidak mampu menahan air mata nya, erfan segera menghapus dengan ibu jari nya...dia semakin yakin sesuatu terjadi pada wanita nya. Erfan membawa queen ke pelukannya, membuat queen semakin menangis.
"menangislah sayang... Menangislah dalam pelukan ku, tetapi setelah itu ceritakan semua pada ku tentang kesakitan mu, aku tak akan menghakimi mu, percayalah... Aku akan terus ada di samping mu... " kata erfan., di mana setiap kalimat yang keluar bagai cambuk yang menghantam hati queen.
Tidak ada kesalahan yang tidak termaafkan, sejati nya setiap manusia di anugerahi rasa, rasa keinginan, rasa kepuasan, rasa penyesalan dan sebagainya. Queen salah satu nya, dia memiliki rasa nafsu yang ingin terpuaskan, tetapi dia juga memiliki keinginan akan sebuah kesetiaan. Dia melakukan hal yang di larang agama, tetapi dia juga ingin melakukan sesuatu atas dasar suka sama suka bukan pemaksaan. Itu yang menjadi dasar queen merasa bersalah pada erfan, merasa rendah diri pada diri nya sendiri.
Setalah tenang dan mampu berkata, queen akhirnya memutuskan menceritakan semua yang dia alami, dia pasrah seandai nya nanti erfan meninggalkan nya dan membenci nya. tak ada satu hal pun yang terlewat.
Erfan mengepalkan tangan nya menahan amarah yang membakar jiwa nya, dada nya naik turun mata nya menatap tajam seolah siap memangsa manusia yang mencabik cabik hati nya.
" aku siap mas tinggalkan, lagi pula kita memang tidak mungkin bertahan mas karena bisa saja aku hamil" queen mengakhiri cerita nya.
" jadi kamu berniat mengakhiri hubungan ini dek?" tanya erfan.
" iya" jawab queen singkat.
"jika kamu hamil, bukan kah bisa jadi itu anak ku, malam sebelum nya kita melakukan nya, dan aku juga tidak memakai pengaman. Lalu dengan mudah nya kamu ingin berpisah??" kata erfan syarat dengan kekecewaan.
" aku bisa merawat anak ku mas, tidak peduli siapa ayah nya, sudah niat ku seperti itu. Anak siapa pun yang aku kandung, aku tetap bertahan dalam kesendirian" jawab queen.
"kamu pikir mudah menjalani kehamilan sendirian??, ya! Kamu bisa... Tapi aku... Aku tak akan bisa membiarkan itu terjadi. Aku menerima mu dek, entah anak itu anak ku atau anak pria itu, aku tetap akan menikahi mu, bukan hanya karena anak itu, tetapi karena kamu sangat berarti bagi ku, bagi hidup ku" erfan berkata penuh ketegasan tanpa keraguan.
...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...