Susan siswa baru kelas 10 yang baru saja menyelesaikan ospeknya ternyata disukai oleh cowok populer disekolahannya sejak berada dibangku SMP. Levy berpacaran dengan Susan secara diam diam, Levy yang didepan para penggemarnya bersikap dingin namun tidak apabila dia didepan Susan. Levy selalu perhatian pada Susan hingga ada konflik besar yang menimpa keduanya namun semua itu tidak menggoyahkan rasa sayang mereka berdua.
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Daisy Puppy 1412, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
aesthetic love
...Levy mencoba memegang tangan Susan namun di tapis oleh Susan....
...Di Depan mobil Levy membukakan pintu mobil untuk Susan, “gak perlu repot-repot, aku bisa sendiri” ucap Susan dengan nada datar sambil masuk mobil....
...Di Dalam mobil Levy mendekati Susan sangat dekat hingga hidung mereka hampir bersentuhan, “kamu mau ngapain?” Ucap Susan deg degan....
...Tangan Levy memegang seat belt yang berada di samping kursi Susan, “biar aman” Levy menarik selt belt....
...“Oh” ucap Susan menahan salah tingkahnya....
...Ditengah perjalanan Susan terus melihat kedepan tak mau melirik atau melihat Levy yang berada disampingnya yang sedang mengemudi mobil....
...Levy menyodorkan beberapa permen kesukaan Susan yang dia ambil di saku bajunya, “buat naikin mood kamu”....
...“Gak”...
...“Udah gak usah gengsi gak ada Kayla atau Siska disini” ucap Levy sambil membuka permen lalu memasukkan permen tersebut di dalam mulut Susan....
...“Kasar banget nyuapinnya” Susan cemberut....
...“Lain kali aku suapin pakai bibirku” ledek Levy tersenyum tipis....
...“Gak lucu, gak akan, gak mau juga” ucap Susan memalingkan mukanya ke arah jendela mobil....
...Dirumah Susan, om Leon datang langsung masuk ke ruang kerja kakaknya. Kakinya melangkah pelan lalu berdiri tegak di depan foto yang terpajang di dinding, foto keluarga kakaknya yang om Leon pandangi dengan rasa puas “akhirnya dendamku terbalaskan” ucapnya dalam hati....
...“Akibat ulah istrimu sendiri aku menjadi seperti ini kak, kalau dulu istrimu gak ikut campur aku gak akan sekasar ini balas dendamnya ya mungkin kalian masih hidup sampai sekarang menjadi keluarga bahagia. Kalau aku gak bahagia kalian juga gak boleh bahagia” gumamnya dengan nada sengit....
...Om Leon membalikkan badan meneruskan rencananya waktu lalu yang sempat tertunda yaitu mencari sesuatu di dalam ruang kerja kakaknya, dia terus mencari sampai mengobrak Abrik buku yang di rak, file yang tersimpan di laci, bahkan saking putus asanya om Leon membayar teknisi untuk membongkar brankas yang berada di ruangan tersebut....
...Beberapa jam brankas tersebut akhirnya bisa dibuka dan sialnya brankas tersebut tidak ada isinya alias kosong, “sial, dimana Namira menyembunyikan chip itu” ucap om Leon marah sambil melenggang kan kedua tangannya di masing-masing sisi pinggangnya....
...“Mbok mbok” panggil om Leon....
...“Ya pak Leon” mbok inem berdiri disamping om Leon....
...“Susan dimana jam segini belum pulang?” Tanya om Leon dengan nada kesal....
...“Masih di sekolah pak, mungkin sebentar lagi pulang” ucap mbok inem menundukkan kepalanya....
...“Apa wanita yang terakhir kesini datang lagi? Terus teman cowok Susan kesini lagi juga gak?” Tanya om Leon....
...“Keduanya sudah tidak pernah kesini pak karena nona Susan tidak mau les dirumah lagi kalau teman cowoknya nona Susan juga sama yang saya dengar sih nona Susan sudah putus” jawab mbok inem terbata-bata....
...“Baguslah” ucap Leon tersenyum tipis....
...“Jangan bilang sama Susan kalau saya datang kerumah, tolong rapikan barang yang berserakan ketempat semula” ucap om Leon langsung pergi....
...“Baik pak” ucap mbok inem sambil mengelus dadanya....
...(Flashback) Ketika om Leon masuk ruang kerja kakaknya untuk mencari barang yang dia cari mbok inem diam diam merekamnya di balik pintu....
...Setelah sampai di rumah sakit Susan dan Levy masuk ke kamar inap Tante Rasti, “tant” panggil Levy kepada tantenya....
...“Levy” Tante Rasti mencoba untuk duduk di atas bed....
...“Jangan gerak dulu”....
...“gadis manis itu siapa Lev?” Tanya Tante Rasti penasaran....
...“To the point aja Tante, saya disini gak lama dan gak mau juga lama lama” Susan memberikan beberapa foto pada Tante Rasti....
...“Masih ingat laki laki itu?” Ucap Susan sengit....
...Tante Rasti yang melihat foto itu sangat terkejut, “kamu” Tante Rasti memandangi foto dan Susan....
...“Benar tebakan tante, saya anak dari Gani laki laki yang Tante gandeng itu” ucap Susan dengan nada tinggi....
...“Puas sudah menghancurkan rumah tangga orang, puas jadikan saya anak yatim piatu, puas memisahkan anak dengan orang tuanya, puas sudah membuat suami istri bertengkar sampai bunuh bunuhan” teriak Susan tak bisa membendung lagi amarahnya....
...“Bukan gitu” ucap Tante Rasti sedikit bergetar suaranya....
...“Bukan gitu apa sudah jelas foto itu jadi bukti perselingkuhan kalian” sahut Susan masih dengan nada tinggi....
...“Bisa gak kamu gak berteriak ini rumah sakit san” ucap Levy....
...“Niat apa tantemu jadi selingkuhan papaku lev? Harta? Mau posisi mamaku? Atau apa?” Tanya Susan....
...“Kenapa gak jawab?” Teriak Susan lagi....
...Susan menangis terisak-isak sampai suaranya serak, dadanya terasa sesak....