NovelToon NovelToon
DUDA PEMILIK MALAMKU

DUDA PEMILIK MALAMKU

Status: sedang berlangsung
Genre:Beda Usia / CEO / One Night Stand / Ibu Pengganti
Popularitas:8.5k
Nilai: 5
Nama Author: Ditaa

"Saya menikahimu karena saya bertanggung jawab telah menidurimu, kamu jangan berharap apapun dalam pernikahan ini." ~Reno Mahesa.
-
-
Deana benci saat Reno memaksanya untuk menikah dengannya. Bukan karena cinta, tapi karena Reno takut Deana mengandung benihnya dan meruntuhkan karirnya saat anaknya lahir nanti.
-
-
Bagaimana kelanjutan kisah mereka? ayo klik tanda baca dan ikuti alur ceritanya✨️‼️

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Ditaa, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

BAB 26: Drama Makan Malam

Malam harinya, suasana di rumah Tuan Samuel masih ramai karena mereka semua sedang melangsungkan acara makan malamnya.

Keluarga Zavia sudah kembali ke rumah karena besok pagi, Noah harus kembali bekerja.

"Lena makan dulu, nanti habis ini istirahat ya...." ucap Deana yang masih menggendong Lena.

"Len mau tidur, Len nggak mau makan! Len kenyang Mommy!" gerutu Lena kesal. Menendang-nendangkan kakinya ke bawah.

Lena mengantuk, tapi bocah kecil itu belum mengisi perutnya, dikhawatirkan akan masuk angin dan sakit lagi.

"Gara-gara kamu sih, seharusnya tadi siang ajak cucuku untuk tidur siang, bukan malah main terus." ujar Nyonya Ellen menatap kesal ke arah Deana.

Deana menghela napasnya panjang, kenapa jadi dia yang disalahkan. Padahal siang tadi, ia juga mengantuk dan ingin tidur, tapi Zavia mengajaknya mengobrol di teras belakang, jadi Lena ikut-ikutan duduk bersama.

"Maaf." ujar Deana.

"Len makan sedikit saja ya, Mommy suapi." bujuk Deana lalu mendudukkan Lena di atas kursi kayu kecilnya.

"Kamu jangan makan di sini, ikut dengan para pelayan di belakang." usir Nyonya Ellen.

Deana mengangguk tipis. Ia berdiri tegap di samping kursi Lena, "Lena mau makan sama apa, hm?" tanya Deana lembut.

"Mommy temani Len makan." ucap Lena.

Deana mengelus pipi Lena, "Tentu saja, Mommy menyuapi Lena, asalkan Len mau makan banyak. Habis makan langsung tidur oke?"

Lena tersenyum sambil menganggukkan kepalanya, "Oke Mommy, sambil tunggu Daddy pulang kerja juga?" tanyanya.

Deana mengangguk penuh ragu, ia juga tidak tahu Reno pergi kemana dan dengan siapa. Deana tidak memperdulikannya.

Deana duduk di atas lantai sambil menyuapi Lena. Ada Tuan Samuel dan Nyonya Ellen juga yang sedang menikmati makan malamnya.

***

Selesai makan, Deana mengajak Lena duduk di atas gelaran karpet bulu, Deana mengajari Lena dengan buku-buku berisi nama-nama dan gambar hewan, tumbuhan dan benda langit.

Sesekali tawa keduanya terdengar sumbang menyeru ke seluruh sudut ruangan.

Kedatangan Reno ke dalam rumah, Lena mengabaikan Deana dan berlari ke arah Daddynya, "Daddy!" seru Lena.

Lena menarik tangan Reno, "Daddy ayo kita main sama Mommy!" ajaknya sambil menggeret tubuh Reno agar mau mengikutinya.

Deana tersentak kaget, ia langsung buru-buru duduk karena tadi Deana sedang dalam posisi tengkurap.

"Lena, Daddy harus membersihkan tubuhnya dan makan malam dulu. Lena main sama Mommy saja." ucap Deana. Walaupun kesal dan Reno hanya menganggap orang asing, Deana harus mengajarkan Lena dari hal-hal kecil agar disiplin dan terarah.

"Daddy mau makan? Kan Mommy juga belum makan." ucap Lena.

Reno mengernyit lalu mendelik ke arah Deana. Yang ditatap hanya terdiam dan membisu.

"Iya Daddy mau ke kamar sebentar. Len main dengan Mommy dulu." Reno mencium kedua pipi putrinya lalu mengelus punggungnya.

"Sudah jam sembilan malam, Lena harus segera tidur." ucap Reno menatap Deana.

Dari tatapannya, Deana mengerti jika Reno menyuruhnya untuk membawa Lena masuk ke dalam kamar dan beristirahat.

"Baik Tuan." Deana mengangguk.

"Len mau tidur sama Mommy...." Lena melepaskan genggaman tangannya pada Reno dan menghampiri Deana lalu beralih menggenggam tangan Deana, "Lets go Mommy, Len mau tidur sama Mommy." ajaknya.

Deana berdiri lalu menuntun tangan Lena, "Iya, ayo." ajaknya lagi.

Reno menatap kedua punggung yang berbeda ukuran itu.

Reno ingin memasuki kamarnya, tapi Mommy Ellen lebih dulu memanggilnya.

"Reno."

Reno menghampiri kedua orang tuanya, "Iya?"

"Dad." ucap Mommy Ellen pada suaminya.

"Reno, maksudmu apa membeli rumah baru? Ingin pindah rumah begitu?" tanya Daddy Samuel diselimuti rasa kesal.

Reno membeli rumah memang tanpa sepengetahuan siapapun, hanya Jordi saja yang mengetahuinya.

"Iya." balas Reno cuek.

"Mommy tidak setuju. Bagaimanapun keadaannya, Mommy juga ingin andil mengurus dan merawat Lena. Bagaimana nanti jika Deana mencelakainya? Kalau benar begitu, Mommy tidak akan memaafkannya."

"Mom...." ucap Reno pelan.

"Tidak! Jual saja!" pekik Mommy Ellen dengan sungut yang dipenuhi amarah, "Pokoknya Mommy tidak setuju." lanjutnya membuat Reno bungkam.

Reno berbalik badan dan berjalan melenggang pergi dari hadapan kedua orang tuanya.

"Reno! Kamu mendengarkan Mommy berbicara tidak!" seru Nyonya Ellen.

"Daddy, Daddy harus bisa mencari solusinya. Apa gara-gara perempuan jahan*am itu sampai Reno mau pisah rumah dengan kita." geram Nyonya Ellen mendengus kasar.

"Mungkin Reno ingin menempatkan Deana saja di sana, tidak untuk ditinggali berdua." ucap Tuan Samuel mencoba berpikir jernih.

Mommy Ellen bersedekap dada, napasnya naik turun karena memang ia masih kesal.

***

Reno membersihkan diri di bawah guyuran shower yang mengalir deras itu. Disigarnya rambutnya dengan jari-jarinya sembari memejamkan matanya. Tubuhnya sangat lelah, ingin segera diistirahatkan, tapi perutnya meronta kelaparan.

Hari ini ia sudah kembali resmi menyandang sebagai seorang suami, "Argh." gumam Reno kesal. Kenapa harus ada kejadian buruk yang menimpanya, padahal ia sama sekali tidak mencintai Deana.

Reno menyudahi acara mandinya, ia melilitkan handuknya di bawah pusar, keluar dalam keadaan setengah terlan*jang, berjalan ke arah ruangan pakaian, dan mengganti bajunya serta memakai parfum.

Sebelum makan, Reno ingin melihat putrinya lebih dulu.

"Suster Ina di luar? ini untuk siapa?" tanya Reno ketika melihat Suster Ina membawa nampan berisi makan malam yang akan dibawa masuk ke dalam kamar Lena.

"Ini untuk Nyonya Deana, Tuan." ucap Suster Ina, "Nyonya Dea belum makan malam." sambungnya.

Reno menatap tajam, "Bawa ke belakang. Suruh dia makan di belakang, jangan manja." balasnya.

Suster Ina tentu saja menurut karena Reno lebih berkuasa daripada Deana.

"Pergi." usir Reno lagi.

Ceklek~

Dalam pandangan Reno, Deana sedang menepuk lembut punggung Lena, dan Lena yang memeluk tubuh Deana erat. Mulut Deana berkomat-kamit yang entah bernyanyi atau apa.

Deana membuang pandangannya kala kedua matanya menatap ke arah mata Reno. Memang sih Reno ganteng, tapi untuk apa jika dia jahat. Pikir Deana malas.

Reno kembali menutup pintu kamar Lena, lalu menghela napasnya panjang, "Kenapa Lena lengket sekali dengan perempuan itu...." gumam Reno pelan.

Karena lapar, Reno berjalan menuju ruang makan untuk makan malam. Hanya tersisa seorang diri saja, semuanya sudah beristirahat di kamarnya masing-masing.

"Tuan, sebentar saya siapkan soup kentangnya."ucap pelayan lalu buru-buru masuk ke dalam dapur karena salah satu lauknya perlu dihangati agar nikmat dimakan.

Suster Ina masih berada di dalam dapur. Ia merasa kasihan pada Deana. Ia menaruh nampan berisi makanan itu di atas meja dapur dan langsung bergegas menuju kamar Lena untuk menggantikan Deana yang menemani Lena tidur.

"Nyonya Dea, biar saya saja yang menemani Nona Lena. Nyonya Dea harus makan, nanti sakit. Sebenarnya saya sudah membawanya ke sini tapi... Tuan tidak memperbolehkannya, Nyonya." ucapnya begitu pelan karena takut membangunkan Lena yang tertidur pulas dalam dekapan Deana.

"Suster Ina... Aku belum ingin makan, nanti aku ke dapur sendiri kok sekalian pindah kamar. Tapi nanti Lena mencari Dea nggak ya?" tanya Deana.

"Tidak Nyonya, Nona Lena memang sudah mulai harus dibiasakan belajar tidur sendiri oleh Tuan dan Nyonya besar, agar tidak keterusan sampai besar." ucap Suster Ina.

Deana mengangguk. Dengan lembut, ia mengambil bantal guling dan menaruhnya di samping Lena untuk didekap Lena sebagai penggantinya. Lena menggeliat sebentar dan hampir terbangun.

"Sshh... Sshh.... Mommy di sini sayang." bisik Deana mengelus punggung Lena. Lena mengangguk dalam tidurnya dan kembali pulas.

Suster Ina yang melihat kedekatan keduanya serasa melihat syurga. Adem sekali... Suster Ina bisa merasakan jika Deana memang sangat mencintai Lena sepenuh hatinya.

"Sus, saya tinggal dulu ya...." ujar Deana tersenyum tipis menatap Suster Ina.

Suster Ina mengangguk, "Baik Nyonya."

Deana keluar dari kamar Lena menuju dapur. Ia melihat Reno sedang fokus makan seorang diri di atas meja makan.

Jika Reno laki-laki yang baik, maka Deana akan menemaninya makan dan tentu saja menyuapinya. Tapi itu hanya halusinasinya saja.

Deana masuk ke dalam dapur, melihat beberapa pelayan masih sibuk membersihkan peralatan dapur dan peralatan bekas makan malam.

"Nyonya Dea, Anda kemari... Apa perlu saya bantu?" tanya seorang pelayan mengajukan diri ketika Deana datang.

"Tidak Mbak, saya ingin makan di sini. Apa ada yang bisa saya makan? Mie instan juga tidak masalah." ucap Deana.

"Nyonya, mie instan tidak sehat, Tuan Reno pasti melarang Anda untuk memakannya. Tadi Suster Ina menaruh nampan berisi makan malam di atas meja, tadi Suster Ina mengatakan jika itu untuk Nyonya."

Deana mengangguk. Hatinya kalut kala membayangkan kebaikan Suster Ina. Suster Ina bahkan kena marah oleh Reno akibat terlalu baik padanya.

"Saya makan ini saja, Mbak. Makasih."

"Nyonya ingin menu apalagi? Pelayan dapur bisa langsung membuatkan menu baru untuk Nyonya."

"Tidak perlu Mbak, makasih... Ini saja sudah cukup." Deana tersenyum manis menatap tiga orang pelayan perempuan yang berbeda usia itu.

"Baik Nyonya. Nyonya ingin minumnya apa? Biar saya buatkan." ucap pelayan itu lagi. Pelayan itu juga membawakan semangkuk kecil soup hangat dan juga kerupuk di atas piring kecil.

"Deana ingin air teh hangat, apa boleh?"

"Tentu saja boleh Nyonya. Anda Nyonya di rumah ini, tentu saja semuanya boleh." balas pelayan itu tersenyum.

Deana mengangguk tipis. Nyonya setahun. Ucapnya membatin lalu tertawa.

1
🇮🇩
tau hamil kabur aja nanti ya..
Herlina Susanty
lanjut thor smgt 😍💪
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!