Kapal angkasa Zee yang telah digunakannya selama 15 tahun tiba-tiba saja mengalami error sistem dan meledak, ledakannya sangat besar hingga menewaskan Zee..
Zee pikir itu adalah akhir dari hidupnya tetapi ternyata bukan, Zee kembali terbangun tetapi dia tidak terbangun di dunianya lagi melainkan Zee terbangun di 30 tahun yang lalu dan juga tubuh yang di masuki Zee sekarang tidak tahu mengapa dia sedang dalam keadaan panas (terangsang)...
apakah yang sebenarnya terjadi pada Zee dan tubuh Zee yang sekarang??!!...
bagaimana Zee akan menangani keadaannya sekarang??!!...
apakah Zee akan mendirikan apa yang sudah dia capai dahulu??!!...
Transmigrasi wanita jenius abad 21 dan tiga anaknya yang imut akan segera di mulai!!!...
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon A.A.Hana, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Nasihat Kasih dari Sahabat.
*di mobil
Setelah moment pertemuan kembali, Zee, Karen, serta buyut-nya Zee pun pulang ke rumah Zee menggunakan mobil Karen,
"Nak Karen, apa Zoe masih suka berlebihan bekerja sekarang?" tanya buyut Zee dengan lembut
"Kenapa Hae-nya tidak menanyakan langsung padaku, tentu saja aku,," ucap Zee yang langsung dipotong oleh Karen,
"Tentu saja kamu masih suka sekali berlebihan saat sudah berada di lab mu sendiri, walaupun kehamilan mu sudah di tahap seperti ini, dia masih saja suka lupa makan karena itulah setiap kali dia makan, dia akan makan sangat banyak seperti orang yang tidak pernah diberi makan hingga orang yang melihatnya makan akan berpikir dia tengah mengalami eksploitasi, apa Hananim tahu seperti apa tatapan orang-orang padaku saat aku sedang berjalan bersamanya, mereka semua menatapku dengan tatapan tajam serta menghina dan bahkan ada yang sampai ingin menelpon kan ku ke polisi, Hananim tahu kenapa?,, itu karena dia terlihat sangat berantakan dan menyedihkan, rambut yang sedikit berantakan, lingkaran yang sangat hitam di kantung matanya serta mata yang memerah sebab kurangnya tidur, wajah yang pucat, bibir kering, dia sudah benar-benar seperti mayat hidup, Hananim ngerti kan bagaimana perasaanku sebagai sahabatnya, tidak bisa berbuat apa-apa lagi karena dia yang sangat keras kepala itu." ucap keluh kesah Karen dengan sangat menggebu-gebu.
mendengar keluh kesah Karen, Zee hanya bisa membuang muka saja tidak ada rasa penyesalan karena tidak mendengarkan Karen sambil bergumam "itukan wajar" mungkin bagi Zee hal yang dilakukannya itu wajar jika seseorang tekun terhadap kerjanya, masalahnya Zee ini bukan tekun kerja tapi lebih seperti dia ini terhipnotis oleh pekerjaannya hingga lupa dunia.
"Wajar kau bilang!! Sahabat ku yang sangat jenius, kamu pasti tahukan bahayanya Kafein itu? kamu juga pasti tahu bahayanya bergadang bagi tubuh manusia itu jika kamu masih menganggap dirimu manusia dan bukan Robot tidak, bahkan robot saja kenal yang namanya Lelah karena itulah dia butuh yang namanya Charge jika tidak dilakukan dan terus dibuat bekerja, robot itu akan mati, jadi apa kabar dengan manusia yang terus membuat dirinya bekerja sepanjang hari, wahai sahabatku yang paling jenius, saya yang begitu bodoh di bidang Medis ini, dan hanya ahli Matematika saja bertanya pada anda?!" ucap Karen kesal hingga urat di dahinya menegang menahan amarahnya.
"Pfft,,, Zoe, bersyukurlah kamu punya Sahabat seperti Karen, baik untukmu mendengarkan Karen karena yang dikatakan oleh Karen itu benar sayang. kamu tidak bisa terus menerus mengabaikan kehidupan pribadi mu demi penelitian mu, apalagi nanti kamu akan punya anak bukan hanya satu tapi tiga sekaligus, jadi bukan hanya kehidupan pribadi mu saja yang harus kamu perhatikan tapi juga kehidupan anak-anak mu juga, jangan bilang kamu akan menelantarkan anak-anak mu karena penelitian, jika seperti itu lebih baik kamu beri saja dia ke panti asuhan atau ayah anakmu jika kamu tahu siapa ayah nya, daripada anak-anak mu harus hidup dalam rasa ketidak pedulian mu dan rasa kesepian sebab kamu sering tidak pulang kerumah." ucap buyut Zee yang disambut anggukan setuju dari Karen.
"Hae-nya, Karen, kalian tenang saja aku tahu apa yang kulakukan serta dampaknya ke tubuhku, aku bekerja lebih keras dari biasanya itu karena aku ingin istirahat sejenak selama 1 tahun lebih hanya untuk mengurus anak-anak ku, dan saat aku sudah mulai bekerja juga aku tidak akan pernah membuat mereka merasa kesepian apalagi merasakan ketidak pedulian dariku, aku tahu betul kondisi tubuhku sendiri karena itu aku tidak akan sakit ataupun mati muda disaat mereka masih kecil, aku adalah keluarga, pendukung, rumah serta cahaya untuk kehidupan mereka jadi aku tidak bisa pergi meninggalkan mereka begitu saja, sebab itulah juga aku mempunyai Asisten." ucap Zee
"bagus jika kamu sudah berpikir sampai sejauh itu." ucap buyut Zee sambil tersenyum,
"iya,, bagus itu, jadi kejeniusan mu itu bukan hanya untuk orang lain saja tapi juga untuk dirimu sendiri serta keluarga berharga mu juga." ucap Karen sambil tersenyum juga.
"Sebab itulah penelitiannya R.00 (R.ZeroZero) harus dilakukan segera sebelum waktu melahirkan ku tiba." ucap Zee sambil melihat ke tablet yang berisi data penelitiannya.
"Kenapa??" ucap Karen serta buyut Zee sambil serentak memiringkan kepala mereka dengan ekspresi bertanya-tanya,
"Karena,,, R.00 akan membantuku saat mengasuh anak-anak nanti." ucap Zee sambil tersenyum menatap data di tabletnya.
*Cerita Tambahan....
Zee dan Karen mereka berdua menjemput buyut Zee menggunakan mobil milik Karen bukan mobil mewah milik Zee,
Kenapa?,,, itu karena entah mengapa Zee selalu merasa mual dan tidak nyaman saat berada di mobilnya sendiri, lalu semenjak perutnya bertambah besar yang membuatnya tidak dapat menyetir mobil sendiri dan membutuhkan sopir jadi Jika ingin berpergian jadi Zee akan selalu duduk dibelakang lalu meminta Karen untuk menyupirinya atau jika Josephine ada waktu dia akan mengusulkan dirinya sendiri untuk mengantar Zee karena Zee tidak suka orang asing jadi dia tidak mau menyewa seorang sopir pribadi,
Lalu mobil yang sering dipakai berpergian oleh Zee adalah mobil milik Karen dan bukan miliknya sebab hanya di mobil Karen sajalah Zee tidak merasakan mual ataupun tidak nyaman, sangking nyamannya Zee bahkan bisa sambil tidur ataupun makan camilan selama perjalanan.
jadinya sekarang mobil Karen bukan seperti mobilnya lagi, sekarang di segala sudut mobilnya penuh jejak Zee, mulai dari bangku belakang yang di renovasi jadi bisa untuk menaruh camilan serta minuman kesukaan Zee, Karena Zee selalu merasa lapar jadi setiap kali Zee akan berpergian menggunakan mobil, dia akan selalu membawa camilan untuk dia makan selama di perjalanan, sebab kebiasaan Zee yang selalu bawa cemilan inilah, kini mobil Karen penuh dengan camilan serta minuman kesukaan Zee, camilan serta minuman itu bukan hanya yang dibawa oleh Zee, tapi Karen sendiri juga bahkan sering menyiapkan camilan serta minuman untuk Zee makan di mobil.