Fatimah dan Farrel, dua nama yang kalau disebut bareng, seluruh sekolah pasti langsung heboh. Bukan karena mereka pacaran, tapi karena setiap kali bertemu, pasti berantem. Farrel terkenal sebagai cowok jenius yang santai tapi super jail, tapi herannya jailnya cuma sama Fatimah. Sementara Fatimah dikenal sebagai cewek pintar yang gampang kesal dan nggak tahan lihat tingkah konyolnya.
Mereka dijuluki “Tom & Jerry versi sekolah” selalu ribut. Sampai suatu malam, sebuah kecelakaan tak terduga mengubah segalanya, setelah pertengkaran besar.
Saat sadar di rumah sakit, dunia mereka terbalik — Fatimah terjebak di tubuh Farrel, dan Farrel di tubuh Fatimah.
Dunia seakan berputar terbalik.
Farrel harus belajar jadi cewek yang biasa dandan, sementara Fatimah harus berpura-pura jadi cowok santai yang senyumnya bisa bikin satu sekolah teriak walaupun di saat dengannya kayak monyet. Bisa gak mereka bertahan di tubuh yang salah dan gak sesuai dengan gander mereka? Penasaran yuk baca Guys😘
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Fatimah Cutꪻᶠᵃᵗᶦ, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Bab 26 Pepatah mengatakan, usaha akan membuahkan hasil walaupun hanya seupil!
🧸🦋 Happy Reading 🦋🧸
Sebuah mobil mewah melaju dengan kecepatan sedang, membelah jalan yang lumayan masih banyak kendaraan berlalu-lalang, dengan lampu yang masih menyinari toko-toko yang masih buka.
Di dalam mobil seorang laki-laki ngomel dengan wajah kesel sedang duduk di jok kemudi, sedangkan di sebelahnya terdapat gadis dengan ekspresi lelahnya. Mereka adalah Fatimah dan Farrel.
"Duh! Ini serius kagak ada yang jual makanan Favorit gue!?" tanya Fatimah frustasi sambil melihat sisi jalan kanan-kiri, tapi tetap mengemudi dengan baik.
"Bukan kagak ada yang jual Fati! Tapi ini liat jamnya, pukul 23.25 mereka pada istirahat kampret, apalagi yang lu cari bakso yang di grobak," timpal Farrel berdecak kesel, udah dari tadi Fatimah mutar sana sini kagak ketemu-ketemu yang masih jual bakso. Yang ada dia di buat pusing dengan tingkah musuhnya ini.
"Dihh, sabar dong! Gue mau yang di grobak pokoknya! Lu niat temenin gue apa gak sih?! Kalo gak turun sana. Lu gak tau apa, pepatah mengatakan, usaha pasti akan membuahkan hasil walaupun hanya seupil," jelas Fatimah dengan membusungkan dadanya bangga.
Farrel mendadak pengen siram Fatimah pakek air comberan, tapi ia masih waras ... takut wajahnya yang tampan malah jadi jelek nantinya. "Itu sih pepatah yang lu buat sendiri!" decak Farrel sinis.
Fatimah terkekeh, "Itu beneran loh! Cuma gue tambahin dikit, hehe biar estetik," ucap Fatimah tiba-tiba matanya berbinar cerah saat melihat apa yang ia katakan bener-bener terjadi.
"NAH KAN! Lu liat kan? Tuh masih ada yang jual bakso, gas ke sana! Apa gue bilang usaha pasti akan membuahkan hasil walaupun hanya–" perkataan semangat Fatimah terhenti.
"Seupil," timpal Farrel dengan mencabik bibirnya malas.
Fatimah mengangguk semangat, "Nah cakep! Gas kita keluar!" seru Fatimah semangat, dan keluar dari mobil setelah memberhentikan mobil di depan mamang yang jual bakso.
BRAK!
Farrel buru-buru menyusul, takut sebelum ia susul Fatimah ... tiba-tiba hantu nongol kan gak lucu.
"Mang baksonya dua porsi, yaa!" ujar Fatimah bersemangat sambil menatap mamang seperti kayak natap harta karun membuat mamang itu bergidik ngeri, dia masih normal dan masih ingat anak dan istrinya di rumah.
"Maaf Den, baksonya tinggal satu porsi lagi," jelas mamang bakso itu hati-hati.
"Yahh ... yaudah deh Mang! Buat aja gapapa walaupun usaha ini membuahkan hasil hanya seupil, tapi berarti banget buat saya!" ucap Fatimah menggebu-gebu walaupun sedikit kecewa tadi.
Walaupun mamang itu gak ngerti maksud pelanggannya apa, tapi tetap melayani dengan baik, "Yaudah Den, tunggu sebentar di meja sana ya!" kata mamang itu, ia kira gak ada yang beli lagi tadi, baru rencana dia mau tutup eh ternyata ada yang beli. Alhamdulillah mayan setelah lembur biar jualannya habis.
Fatimah nurut duduk dengan anteng, sedangkan Farrel yang udah duduk duluan gak denger pembicara mereka, menghela napasnya, "Gimana? Masih ada gak baksonya?!" tanya Farrel penasaran.
"Kalo gue udah duduk di sini berarti masih ada! Mau gue gebuk lu, jangan bikin mood gue berantakan," decak Fatimah sebel melipat tangannya di perut.
"Aelah! Gue basa-basi aja kagak boleh," sahut Farrel mendengus sebal.
Tiba-tiba wajah Fatimah cemberut menatap Farrel, "Baksonya cuma tinggal satu porsi lagi jirr!"
Farrel mengerut keningnya, "Lah, emang lu gak cukup satu porsi? Gila lu! Jangan bikin tubuh gue gemuk! Awas lu," seru Farrel keras.
Fatimah mendatarkan wajahnya, "Buat lu maksudnya! Gila! Walaupun gue rakus dalam perihal bakso, tapi ini udah malem takut sakit perut nanti ribet jadinya," Fatimah memutar bola matanya malas.
"Cieee, perhatian bet! Lu suka sama gue kan, ngaku lu," seru Farrel jahil sambil reflek mendekatkan wajahnya ke wajah Fatimah.
Wajah Fatimah menegang seketika, begitu juga dengan Farrel yang agak terpesona mematung, ternyata wajahnya sendiri tampan juga kalo di liat kayak gini, tapi kenapa auranya beda yaa. Gak kayak pas ia liat di cermin, apa efek yang pakai.
Mereka saling tatapan dengan dalam, dan hidung hampir sedikit lagi bersentuhan, kalo aja ada yang maju sedikit, sampai...
"Ekhmm!"
Farrel dan Fatimah terperanjat kaget sampai membuat dahi mereka bertabrakan.
DUK!
"Awwhh!"
🧸🦋 Bersambung 🦋🧸
Begitulah rasanya yaya sebelum ini 🤭
itu pantas bagi kalian... karena kalian telah melakukan kejahatan yang begitu mengerikan/Angry/
Kok bisa g saling cinta punya anak 2 🤭
Sekarang terjadi di kalian 🤭
Mungkin alasan ini jg jiwa Fatimah & Farel ketukar 🤗