Pernahkan kalian melihat angsa? Berenang dan menari dengan anggunnya di tengah sungai.
Tapi tahukah kalian? Di balik ketenangan tubuhnya di atas permukaan, Angsa berjuang mengayuhkan kakinya di dalam air agar dapat terlihat anggun di permukaan.
Begitulah hidup Gisella,
Tak ada yang tahu perjuangan hidupnya selama ini,
Pribadi yang selalu tersenyum riang di depan orang-orang, ternyata memiliki masa lalu yang kelam.
Bergumul dengan masa kecilnya yang selalu di rundung oleh teman-temannya, dan trauma masa kecilnya,
"Dasar anak pembawa sial!"
Ibunya sendiri mengatainya sebagai anak pembawa sial dan mengusirnya dari rumah.
Sang sopir membawa Gisella pergi dari rumah dan membuangnya di tempat antah berantah.
"Nak, kenapa menangis di sini?" tanya seorang wanita paruh baya yang melihat Gisella duduk menangis di pinggiran kebun.
Gisella kecil hanya menatapnya, lalu kembali meringkuk menangis pilu.
"Nak, ikut Emak mau?" tanya suara lembut itu lagi, mengulurkan tangannya kepada Gisella.
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon CloverMint, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
CHAPTER 26
Kawan adalah orang yang bersedia menanggung kesulitan, kemelut, penderitaan, atau memberi hadiah senyum paling tulus untuk kebahagiaan kita.
^^^-Dzikry el Han^^^
...----------------...
"Farah.. " panggil Alex mendekati Farah
"Hey.. Lex, kebetulan kamu kemari, kenalin nih teman-temanku yang akan jadi lawan kamu nanti," ujar Farah tertawa kecil.
"Kenalkan saya Alexander Hardiman, semoga kita bisa berteman," ujar Alex mengenalkan dirinya.
Ella terkejut mendengar nama Alexander Hardiman, Apa benar ini Alex temanku dulu? Ella mengamati Alex dengan seksama. Remaja tampan berbadan tinggi dan tegap, kulitnya putih mulus, terlihat sangat terawat. Garis wajah dan tatapan mata yang tegas. Beda dengan Alex yang dikenalnya dulu, Alex yang kurus, berkacamata juga tak memperdulikan penampilannya.
"Hey, kok malah bengong La? Ditanya tuh namamu," tegur Farah yang melihat Ella terdiam sambil menatap Alex.
"Eh.. Ma-maaf, saya Ella," jawab Ella gugup.
Farah dan Alex kembali berbincang jauh dari ruang tunggu. Mereka takut mengganggu anak-anak yang sedang belajar, meski demikian, Ella diam-diam terus mengamati Alex. Dari jauh, Ella melihat Sherly datang menghampiri Alex dan Farah.
Sherly terlihat marah, entah apa yang mereka bicarakan hingga membuat Sherly berlari ke luar gedung.
"La, kamu kenapa?" tanya Arka yang sudah disisinya.
"Eh.. Nggak kenapa-napa, Kak" jawab Ella kaget.
"Ayo siap-siap, sebentar lagi mulai. Kamu jangan tegang," pesan Arka sambil berjalan diikuti Ella dibelakangnya.
" Jangan tegang La, santai saja. Ayo tarik nafas," seru Denis begitu mereka sudah berkumpul.
Ella mengikuti nasehat Denis. Setelah menenangkan hatinya, Ella menghembuskan nafas kuat-kuat.
Seperti yang sudah diduga, SMAN 02 masuk ke babak final tanpa rintangan berarti. Ella, Denis, dan Arka, juga para guru pembimbing bersorak sorai atas kemenangan mereka. Pembawa acara memberitahukan bahwa Babak Final akan dimulai pukul 15.00. Masih ada waktu dua jam untuk makan siang dan belajar.
"La, ke food court yuk." Arka mengajak Ella dan Denis makan siang bersama.
"Aku sama Farah aja, Kak. Makasih tawarannya," tolak Ella dengan sopan.
"Ya udah bareng aja sekalian." Kali ini Arka menatap Farah yang sudah ada di sebelah Ella, meminta persetujuannya.
"Iya, La. Bareng aja, yuk," ajak Farah langsung menggandeng Ella.
Sesampainya di food court, Arka langsung mengambil menu. Tak banyak menu yang ditawarkan di sana. Akhirnya. Arka memesankan empat piring ayam goreng, sepaket dengan es teh manis.
"Ayam goreng mau kan?" tanya Arka ke pada teman-temannya.
"Iya Ka, nggak ada yang menarik di sini," jawab Denis masih melihat-lihat menu.
"Kak, aku enggak.. Aku pesen tahu aja.." jawab Ella cepat-cepat sebelum pelayan yang mencatat menu pergi. Ayam goreng harganya 25.000.. Mahal banget.. Bisa buat 4-5 kali makan di warung Mpok Ati..
"Ella nggak suka ayam?" tanya Denis.
"Udah, La. Nggak papa, sekali-kali makan ayam," potong Farah yang mengerti kondisi Ella.
Arka yang peka pun langsung berucap, "Hari ini gue yang traktir. Kita harus menang ya hari ini." ucapnya sambil tersenyum.
"Wah beneran? Makasih Kak!" jawab Farah lagi saat Ella baru membuka mulutnya, ingin menolak traktiran dari Arka.
Arka yang melihat hal itu pun tersenyum, Farah peka juga.
Ella pun tak jadi mengutarakan penolakannya. "Makasih, Kak.." ucap Ella pelan.
###
Pertandingan lomba kali ini benar-benar menegangkan, di mana sang juara bertahan, SMA Bhakti Guna, akhirnya menemukan lawan yang seimbang
Tim SMA Bhakti Guna memecahkan soal-soal yang diberikan dengan sangat cepat, mereka tak memberi celah untuk SMAN 02, Tapi tim SMAN 02 juga tak mau kalah, mereka terus berusaha mengejar ketinggalan mereka.
60 menit pertandingan berjalan, saat ini mereka berada di posisi nilai seimbang. Akhirnya, juri sepakat untuk istirahat sejenak, dan akan memberikan satu soal tambahan sebagai babak penentuan.
Pembawa acara terlihat sangat antusias. "Lomba cerdas cermat tahun ini lebih menegangkan daripada tahun-tahun sebelumnya. Belum ada sekolah yang bisa menyamai sang juara bertahan, yaitu SMA Bhakti Guna. Apakah rekor bertahan selama 9 tahun berturut-turut akan dipatahkan oleh SMAN 02 kali ini? Kita akan break dalam waktu lima belas menit!"
Alex sendiri terkejut melihat tim SMAN 02 bisa mengejar skornya. Karena dari pengamatannya, SMAN 02 biasa-biasa saja. Guru-gurunya tak ada yang luar biasa seperti guru-guru SMA Bhakti Guna, yang sebagian lulusan luar negeri, atau pemenang olimpiade sains. Guru pembimbing mereka juga terkejut melihat hasil pertandingan tersebut.
"La, ingat harus rileks," pesan Denis yang bersemangat melihat hasil lomba hari ini, begitu juga Arka.
Ella tersenyum kecil sambil berusaha menenangkan dirinya. Mak, doain Ella menang, ya.. ucapnya dalam hati. Karena Emak-lah satu-satunya alasan Ella sanggup berjuang dalam kehidupan yang keras.
Waktu istirahat lima belas menit berlalu, sang pembawa acara pun berjalan ke tengah-tengah panggung membuka babak penentuan kali ini.
Tak hanya para peserta, para guru pembimbing dan para penonton juga tegang menyaksikan pertandingan yang akan dilangsungkan. Ruangan pun menjadi hening.
Ketika soal matematika dibacakan, semua peserta langsung sibuk dengan kertas buramnya, kecuali Ella. Dengan cepat, Ella menekan tombol merah di depannya, membuat semua orang berhenti melakukan aktivitasnya. Semua mata menatap ke arah Ella, tak terkecuali Denis dan Arka yang juga terkejut melihat apa yang dilakukan Ella.
Dengan lancar Ella menjawab soal matematika itu. Juri menatap Ella dengan tatapan puas saat Ella mengutarakan jawaban beserta pemecahannya dengan jelas dan rinci.
Tanpa diragukan lagi, SMAN 02 berhasil mengalahkan SMA Bhakti Guna dan meraih juara satu. Perjuangan mereka belajar setiap sebelum dan sesudah pulang sekolah selama tiga bulan ini terbayar sudah. Arka dan Denis langsung melompat kegirangan.
Sedangkan Alex menatap Ella dengan perasaan rindu. Alex tiba-tiba teringat sahabat kecilnya, Gisel yang juga jago matematika. Kamu ke mana, Sel.. Kenapa nggak ada kabar sama sekali.. Apakah kamu baik-baik saja..?
"Kita menang!" teriak Denis senang. Spontan, ia memeluk Arka dan Ella, sehingga membuat Ella gelagapan.
Pak Kepala Sekolah dan Pak Haryadi pim menghampiri mereka. Terlihat mata Pak Haryadi yang bersinar senang, ia mengucapkan terima kasih sambil memeluk mereka bertiga.
"Terima kasih, kalian sudah membuat Bapak bangga!" ucap Pak Haryadi yang puas akan hasil pertandingan.
"Ella..Selamat ya," Ella mendengar suara pria dibelakangnya. Ella menoleh. dilihatnya Alex berdiri gagah di sana sambil mengulurkan tangan.
"Terima kasih," jawab Ella sambil menunduk.
Alex juga memberi selamat kepada Arka dan Denis, kemudian berlalu meninggalkan mereka.
Ella menatap punggung Alex, dulu kamu juga pasti memberi selamat jika aku mendapat nilai tinggi di matematika Lex. Kamu tak mengenalku lagi, tapi aku senang bisa bertemu denganmu, melihatmu sekarang sudah jadi pria gagah dan tampan. Ella tersenyum, berterima kasih karena diberi kesempatan melihat sahabatnya lagi, berterima kasih karena Alex tumbuh dengan baik.
"Ayo, La. Malah melamun," tarik Denis mengajak Ella keluar ruang pertandingan.
"Kita makan dulu, ya. Seusai janji Bapak kalian akan Bapak traktir sepuasnya," ucap Pak Haryadi di dalam mobil.
...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...
...HAI!! Terima kasih buat para pembaca yang sudah mendukung saya agar tetap semangat melanjutkan cerita ini setiap harinya!!...
...Agar saya tetap semangat update, dukung saya terus dengan memberikan LIKE, dan VOTE sebanyak-banyaknya ya!!...
...Jangan lupa tinggalkan bintang lima...
...(⭐️⭐️⭐️⭐️⭐️)...
...dan klik FAVORIT agar tak ketinggalan episode selanjutnya ya!!...
...Terima kasih.❤...
...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...
Udah teman teman mengejek Eh kakaknya juga ikutan ...
Tapi YG membuat Tambah sedih mama nya kok cuek Amat...