Sekilas hampir mirip dengan cerita yang sempat viral beberapa waktu lalu. Tetapi ini murni karya Author, hanya ada sedikit kemiripan alur saja.
Menceritakan tentang seorang gadis bernama Zahwa Qarira Nazhira yang mencintai pengawal pribadinya yang bernama Liam Martin Robinson. Akan tetapi, Liam justru berbuat jahat ke Zahwa hingga suatu ketika Zahwa bertemu dengan seorang pria yang ternyata mengagumi dirinya sejak dulu.
Akankah Zahwa memaaafkan Liam dan kembali mencintai Liam?
Simak ceritanya ya..
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Riya Wardu, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Bab 26 Teringat Ucapan Zahwa
Perlahan pagi yang hangat berganti siang yang menyengat dan kembali sejuk ketika sore menyapa.
Seperti yang direncanakan pagi tadi jika Mama Inayah akan mengajak Zahwa dan Gabriel untuk jalan-jalan ke Mall. Tidak hanya mereka saja suster Beti juga ikut bersama mereka, Rocky dan beberapa anak buahnya juga ikut untuk menjaga mereka. Sebenarnya Zahwa sempat menolak untuk apa ada penjagaan seketat itu, Theo mengatakan dengan halus jika mereka itu keluarga pengusaha yang banyak rival jadi untuk berjaga-jaga saja. Bukan berarti mengharapkan terjadi hal yang buruk, tetapi lebih untuk waspada dan berjaga-jaga.
Theo mengatakan dengan nada bercandanya jika pergi mengajak Rocky dan beberapa anak buahnya kan bisa disuruh buat bawa barang belanjaan mereka. Mendengar apa yang dikatakan sang suami, Zahwa hanya memutar malas bola matanya dan tetap mengikuti perintah suaminya. Akan tetapi, Zahwa meminta agar Rocky dan anak buahnya jangan terlalu mencolok menjaga mereka. Theo pun mengangguk menerima permintaan Zahwa dan memerintahkan ke Rocky seperti yang dikatakan Zahwa.
Untuk Theo sendiri tidak ikut bersama mereka. Sejak pagi tadi dia dan Papa Leon bertolak ke kantor untuk membahas sebuah proyek.
"Sayang, tas ini bagus nggak? "Tanya Mama Inayah ke Zahwa tentang tas edisi keluaran terbaru.
"Bagus Ma.. "Jawab singkat Zahwa.
Mama Inayah menghela nafasnya, dia tau jika bertanya ke Zahwa selalu dia menjawab bagus. Antara heran dan bangga dengan menantunya --- Zahwa. Di saat seorang wanita mendapatkan seorang suami yang bergelimang harta mereka berlomba-lomba membeli berlian dan barang branded namun itu tidak berlaku untuk Zahwa.
Dia tidak pernah menghambur-hamburkan uang pemberian suami dengan membeli barang-barang hanya untuk pamer. Dia lebih memilih membeli suatu barang melihat fungsinya, untuk uang pemberian suaminya dia lebih memilih untuk ditabung atau dibelikan aset atau saham di beberapa perusahaan. Selebihnya lebih baik dia sumbangkan untuk orang-orang yang lebih membutuhkan.
"Mama heran ke kamu Zahwa.. Jangan-jangan anak Mama tidak memberi uang ke kamu ya? Masa kamu nggak kaya istri-istri orang lain yang membeli barang-barang mewah, tas misalnya... "
Ucap Mama Inayah dengan nada agak sedikit kesal ya walau hanya pura-pura
Zahwa terkekeh mendengar ucapan sang mertua.
"Mama, Mas Theo memberi uang Zahwa kok dia nggak lupa kewajibannya sebagai suami.. Ya tapi memang dari dulu Zahwa nggak suka aja belanja-belanja barang seperti itu, hanya sesekali saja beli itupun Zahwa lihat fungsi nya Ma.. Tas 500 ribu sama 50 juta fungsi nya juga sama buat naruh makanan dan minuman Gabriel, nih lihat.. "
Balas Zahwa yang memperlihatkan isi tas nya yang tidak lain berisi minuman dan cemilan Gabriel.
"Astaga.. Ada-ada saja cucuku itu, ya udah kita lihat-lihat aja dulu di toko tas itu ya siapa tau ada tas yang besar buat wadah jajanan Gabriel.. "
Ucap Mama Inayah dan Zahwa yang saling terkekeh
Drrrttt
Drrrttt
Drrrttt
(Ponsel Zahwa berdering)
"Ma, Zahwa terima telepon dulu ya.. Mama masuk dulu aja nanti Zahwa nyusul.."
Pamit Zahwa yang dibalas anggukan kepala Mama Inayah
Sementara Zahwa sedang menerima panggilan telepon dan Mama Inayah sedang berada di dalam outlet tas branded, Gabriel sedang bersama Rocky dan suster Beti bermain di timezone.
"Hallo.. Iya Ma, sedang di jalan mau pulang.. "
-----
"Iya, sama Kak Liam.. "
-----
"Tas lagi? Astaga Mama.. Mama mau buka toko ya? Udah berapa aja tuh koleksi tas Mama.. "
-----
"Iya iya.. "
Ucap seorang gadis setelah menerima telepon dari Mama nya.
"Siapa yang telepon? "Tanya pria itu yang tidak lain adalah Liam ke gadis yang di sampingnya.
Gadis itu adalah Helena, dia menghela nafasnya sebelum menjawab pertanyaan Liam.
"Mama yang telepon.. "Jawab nya dengan wajah cemberut.
Liam terkekeh "Kenapa jadi cemberut gitu habis terima telepon dari Mama kamu? "
Tanya Liam yang sedikit melirik ke arah Helena namun dia tetap fokus menyetir.
Saat ini mereka sedang dalam perjalanan pulang, setelah menjemput Helena di rumah sakit Liam hendak mengantarkan Helena pulang ke rumahnya.
Baru setengah perjalanan Mamanya Helena menelepon menyuruh Helena mengambil tas pesanannya di salah satu outlet di Mall kota itu. Sebenarnya Helena malas disuruh Mamanya, terkadang Helena heran dengan Mamanya yang suka mengoleksi tas banyak sekali. Dia sendiri justru tidak pernah mengoleksi tas sebanyak Mama nya.
"Padahal fungsinya sama palingan buat naruh dompet, bedak, lipstik sama ponsel.. Beli yang ratusan ribu juga bagus, mending uangnya ditabung apa disumbangin buat orang membutuhkan.. "
Ucap Helena dengan nada sedikit kesal
Mendengar ucapan Helena, Liam jadi teringat dulu ketika bekerja menjadi Bodyguard Zahwa.
Flashback On
Kala itu Zahwa sedang berada di salah satu toko tas branded ternama. Dia membelikan tas untuk Michelle dengan harga yang lumayan fantastis. Sekesal-kesalnya dan sebenci-bencinya dia dengan Michelle, dia masih ada rasa sayang dengan Michelle. Hari itu adalah hari ulang tahun Michelle jadi dia membelikan tas untuk Michelle sesuai permintaan Michelle, bukan permintaan lebih tepatnya pemaksaan.
"Terima Nona atas kepercayaan berbelanja di toko kami.. Kami tunggu kedatangan Anda kembali.. "
Ucap salah seorang karyawati toko tas branded tersebut sembari menyerahkan papper bag ke Zahwa.
"Sama-sama.. "
Balas Zahwa yang kemudian menerima papper bag itu.
Masih di dalam toko tas di sana Michelle masih melihat-lihat tas branded lagi dan menginginkan agar Kakaknya membelikan lagi.
"Kak.. Itu --- "
"Apa?! Nggak usah aneh-aneh, lain kali lagi..! Nih..!
Ucapan Michelle terpotong karena dengan cepat Zahwa memotong ucapannya
Zahwa tahu jika Michelle ingin meminta tas lagi, tapi dengan lantang dia menolak permintaan Michelle lalu menyuruhnya pulang.
"Iya cerewet.. Aku nanti mau jalan sama temen-temen aku, aku udah ijin Papa.. "
Ucap Michelle dengan nada ketus yang menerima pemberian Zahwa kemudian berlalu meninggalkan Zahwa di dalam toko tas bersama Liam.
"Terima kasih Kak Zahwa yang cantik tapi lebih cantik lagi kalau kamu belikan kalung yang tempo hari itu.. "
Michelle melanjutkan ucapannya yang berjalan ke luar membelakangi Zahwa.
"Dasar adik nggak ada akhlak..! "Gerutu Zahwa ke Michelle
Liam yang melihat interaksi Zahwa dan Michelle mengira itu hal yang biasa. Menurut Liam, Michelle tidak salah jika meminta Zahwa karena Liam mengira Zahwa yang menguasai harta mereka.
"Apa ada yang mau dibeli lagi Nona? "
Tanya Liam ke Zahwa yang masih berada di dalam toko tas branded
"Tidak ada.. Kalau bukan karena Michelle aku juga nggak akan ke sini buang-buang uang untuk pamer ke teman-temannya.. Tas ratusan ribu sama yang puluhan juta sama fungsinya juga, lebih baik uangnya ditabung atau disumbangkan ke orang yang membutuhkan.. "
Ucap Zahwa panjang lebar seraya berjalan keluar dari toko tas branded itu.
"Sok bijak.. "Gerutu Liam dalam hati
Flasback Off
"Kak Liam, kenapa? Kok melamun? Apa Kak Liam sakit? "Tanya Helena yang melihat Liam terdiam walau tetap fokus menyetir
"Ah, nggak papa kok.. Sebentar lagi kita sampai.. "Jawab Liam yang masih fokus menyetir
Di Dalam Mall
Di area timezone Gabriel sedang bermain bersama suster Beti. Dia sangat senang sekali bisa bermain-main di sana.
Hosh Hosh Hosh
"Sus, udah dulu yuk.. Riel laper nih.. "
Ajak Gabriel ke suster Beti yang sudah merasa lelah dan juga lapar setelah puas bermain di area timezone
"Ayok.. "Balas suster Beti yang kemudian menggandeng tangan Gabriel
Mereka berdua berjalan dengan diikuti Rocky di belakang mereka menyusul Mommy dan Oma nya di outlet tas branded.
Ketika sedang asik berjalan sambil bersenandung riang Gabriel melihat sebuah kunci mobil jatuh dari saku celana seorang pria.
Dia melepaskan genggaman tangan suster Beti dan mengambil kunci itu lalu berlari mengejar pria itu.
"Uncle..! Uncle tunggu.. "
Teriaknya ke pria itu namun tidak didengar oleh orang itu.
"Uncle..!! "
BRUGH
zahwa diperlukan kurang baik, jgn kelihatan lemah zahwa tunjukan kpd kedua orgtua sangat kuat dan tanggung....