NovelToon NovelToon
MENIKAH KARENA HAMIL

MENIKAH KARENA HAMIL

Status: tamat
Genre:Romantis / Tamat
Popularitas:393.9k
Nilai: 5
Nama Author: Irhen Dirga

Harus menikah namun tak aku cintai, lelaki itu adalah kesalahan yang pertama dan terakhir dalam hidupku, kami terbangun di saat sudah saling tak mengenakan pakaian. Kami terjebak di kamar hotel dalam keadaan mabuk dan berakhir dengan kehamilanku.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Irhen Dirga, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Perawatan NICU

Rumah sakit.

Pukul 3 malam akhirnya ambulance tiba di rumah sakit Harapan, hanya ada Gani dan Manda yang menemani Nesa yang kini masih kritis. Sedangkan yang lainnya mengurusi pemakaman putri Devan, begitu pun dengan Devan.

Nesa di bawa ke ICU untuk menerima perawatan di sana, Manda sejak tadi menangis karena tak ikut pemakaman ponakannya.

Gani yang menemani istrinya, hanya bisa berpasrah pada keadaan, Allah mehendaki ini.

Sesaat kemudian, dokter yang menangani Nesa dan putranya keluar dari ruang pemeriksaan.

"Im, gimana kondisi mereka?" tanya Gani, yang tak lain tak bukan adalah teman kuliah Gani dan Devan.

"Untungnya, teknologi medis saat ini memungkinkan bayi prematur untuk bertahan hidup selama beberapa hari pertama, minggu, atau bahkan bulan sampai tubuh mereka cukup kuat untuk melakukannya sendiri. Begitu lahir, bayi prematur memang harus dirawat ke Neonatal Intensive Care Unit (NICU)."

NICU dilengkapi dengan berbagai peralatan yang memonitor kondisi bayi. Meski berbeda di tiap rumah sakit, umumnya mesin monitor yang ada di NICU memiliki sistem kerja yang sama: mencatat detak jantung, laju pernapasan, tekanan darah, dan suhu. Selain itu terdapat pula oksimeter yang digunakan untuk mengukur jumlah oksigen dalam darah.

"Kondisi ibunya masih harus dirawat di ICU, karena masih terjadi pendarahan," sambung Baim.

"Tapi, bayinya masih bisa bertahan kan, Im?" tanya Mandi.

"Untuk sekarang kondisi bayi memang lemah, dan meski ibunya sudah membaik, tapi bayinya akan tetap di rawat di rumah sakit," jawab Baim, membuat Gani dan Manda menghela napas panjang.

"Tapi masih ada harapan bayinya bisa hidup, 'kan?" tanya Manda.

"Kita lihat perkembangannya nanti." Baim menganggukkan kepala.

***

Esok paginya, Devan menggendong bayinya yang sudah di bungkus kain kafan dengan air mata yang menggenang, sejak tadi ponselnya sudah berdetar, namun Devan memilih mengabaikan dari siapa pun itu.

Devan memutuskan mengubur putrinya di Depok, dekat rumah ibunya, agar ketika pulang kemari, ia bisa berziarah, meski tak sempat melihat dunia, namun Devan merasa sangat kehilangan.

Prosesi pemakaman pun dilakukan, semuanya terlihat sedih, Devan, Alwi, Ningrum dan Winda menitikkan air mata.

Ningrum menepuk punggung Devan, ketika duduk didekat makam anaknya dengan air mata menggenang.

Beberapa menit setelah pemakaman, semuanya meninggalkan makam putri Devan, dan keluarganya masuk ke rumah.

Ningrum menghela napas panjang dan duduk di kursi kebesarannya.

"Bibi," panggil Ningrum. Membuat Bi Ijah bergegas menemui sang majikan.

"Iya, Bu?"

"Bawakan packingan saya," pintah Ningrum.

"Baik, Bu," jawab Bi Ijah, dan melangkah meninggalkan majikannya.

"Kita langsung berangkat saja, Mbak," kata Winda.

"Iya." Ningrum menganggukkan kepala.

Sedangkan Devan sibuk dengan ponselnya. Ia mengirim pesan kepada Lestari jika ia tidak bisa menjemput, karena ia sedang berduka.

Sesaat kemudian, Bi Ijah membawa koper majikannya ke depan dan dimasukkan ke bagasi mobil.

"Ayo, kita berangkat sekarang," kata Winda.

Ningrum melihat putranya yang masih bermain ponsel, meski matanya sudah sembab.

"Devan, apa kamu dengar kalau kita akan berangkat sekarang?" tanya Ningrum, membuat Devan menoleh menatap ibunya.

"Dengar, Ma."

"Mama tahu kamu terpukul atas meninggalnya putrimu. Apalagi kamu baru saja mengantar putrimu ke pemakaman, namun belajar lah menjadi pribadi yang lebih baik dari masalah ini, dan anggap semua ini adalah teguran Allah. Mengapa Allah memberikan cobaan ini? Apa yang salah? Apa semua ini salahmu? Dan, ini salah siapa? Sempurna kah kamu jadi suami? Ingat lah semua itu, Devan. Sebagai Mama kamu, Mama sangat malu, ketika Nesa mengalami semua ini karena dirimu." Ningrum menyeka air matanya.

"Mama menikahkanmu dengan Nesa bukan hanya sekedar dia sedang hamil anakmu, namun Mama menikahkanmu karena Nesa adalah anak yang baik dan penurut," sambung Ningrum. "Dan, ingat, bayimu masih ada di rumah sakit, begitu pun dengan Nesa, jadi lah suami dan ayah yang baik bagi mereka."

"Tante nggak pernah menyangka ini mengalami Nesa. Kandungan Nesa baik-baik saja selama ini, bahkan dia memiliki fisik yang kuat, namun entah mengapa bisa jadi seperti ini," kata Winda, membuat Ningrum menyeka air matanya.

"Semua ini karena Nesa tak pernah mendapatkan kasih sayang dari suaminya sendiri," sindir Ningrum. "Mama selalu mengajarkanmu menjadi suami yang baik untuk Nesa yang sedang hamil anakmu, namun kamu tak mendengarkan itu, semua ini membuat Mama terpukul dan—" Ningrum memegang dadanya. Membuat Winda menggenggam tangan kakaknya.

"Mbak jangan banyak pikiran, tolong." Winda takut jika penyakit kakaknya kambuh didepan Devan.

"Mama kasihan sama Nesa, kasihan sekali anak itu, di usianya yang masih muda harus mengalami semua ini," kata Ningrum, memegang dadanya.

***

Manda terus menatap putra Devan dan Nesa lewat jendela kaca, saat ini ponakannya itu sedang didalam inkubator, alat medis menjadi penopang hidup bagi bayi tersebut.

"Sayang, nggak tidur? Ini udah pagi, tapi kamu masih terus berada di sini," tanya Gani, merangkul bahu istrinya.

"Mas, aku kasihan sama Nesa," lirih Manda.

"Sayang, aku juga kasihan sama dia, tapi semua ini sudah kehendak Allah, apa yang bisa kita lakukan selain berpasrah?"

"Semua ini karena Devan, dia menemui Lestari dan mengabaikan istrinya, Devan telah mendzalimi istrinya, bahkan melupakan kehamilan Nesa. Sunggub, dia kejam," celetuk Manda.

Gani tak bisa membela Devan didepan istrinya, Devan memang salah, namun tak sepenuhnya sahabatnya itu salah, ini hanya masalah perasaan.

"Ibu menelpon, pemakaman baru saja selesai," kata Gani, sengaja mengalihkan pembicaraan.

"Jadi mereka udah mau ke sini?"

"Iya. Mereka semua ke sini, Ibu juga ngambil cuti beberapa hari."

Manda menganggukkan kepala.

"Kamu juga tidur dulu ya, dari semalam kamu nggak tidur," kata Gani.

"Iya, Mas, aku akan beristirahat di kamar Nesa."

Gani meminta pihak rumah sakit untuk memindahkan Nesa ke kamar Vvip dengan perawatan ICU, pihak rumah sakit pun menyetujui.

Gani dan Manda melangkah meninggalkan ruangan Nicu, dan masuk ke kamar Nesa, dimana Nesa saat ini tengah dirawat, kantung darah sejak semalam tidak pernah terhenti, karena pendarahan yang hebat akhirnya Nesa harus menerima kantung darah.

Persiapan darah di rumah sakit pun mulai menipis, dan Gani menelpon keluarga Nesa di Banjarmasin, sekiranya keluarga tersebut datang, khususnya sang Ayah yang akan mendonorkan darah.

Hakim yang mendengar kabar putrinya langsung berangkat ke Jakarta bersama sang istri—Santi. Hakim mengira putrinya baik-baik saja, dan ia mendapatkan kabar buruk setelah harapan itu diberikan pada sang menantu yang ia anggap sangat baik.

"Mas, tenang lah, kita pasti akan sampai ke Jakarta," kata Santi, mencoba menenangkan suaminya.

"Gimana mau tenang kalau lama sekali, aku nggak sabar ketemu putriku."

.

.

Bersambung.

1
Shifa Burhan
thor jika ada wanita lain yang baik dan perhatian pada suami mu dan dia enteng nya mendekati suami dan mengatakan suka dan cinta pada suami, bagaimana tanggapan mu thor

pakai hatimu untuk merasakannya thor, jika jawabanmu itu bukan masalah, berarti kau bersikap adil

tapi jika jawaban mu, melaknat wanita itu, maka simple kau wanita egois karena kau membenarkan perbuatan juno

kalau aku simple wanita mana pun yang sok baik dan perhatian pada suamiku maka aku akan melaknat wanita itu dan harus adil aku juga melaknat siapapun lelaki yang sok baik dan perhatian padaku, itu baru namanya wanita dan istri sejati tidak egois
rya
karya imajinasi yg menghibur, jadi selalu nunggu up nya
rya
nunggu bucinya Devan sama nesa dan baby boy...
rya
semangat selalu Kaka, semoga lancar dan di beri kesehatan...
Irnawati wati
maaf thoor tdk usah di beri gambar visual, yang penting alur cerita nya masuk sesuai dengan judulnya. okee thorr semangat berkarya terima kasih
Christiani Natalia Yani
lanjut dong Thor jangan d gantung🙏
Dessy Flashin
ayo donk kk please lanjutin ceritanya jgn menggantung gini, ditungguin trus update nya ya kk 🙏🙏🙏 semangat kk 💪💪👍👌
Dessy Flashin
iiiissshhhhh Gedeg sm Devan, udah Thor klo emg besar hrs pisah sm Devan nnti klo udah pisah buat Nesa sm Juno ajalah, biar tau tuh si Devan sok kegantengan, dikira Nesa gk ada orang yg mau apa
Dessy Flashin
hadeeuuhhh ini kyk sinetron di ikan terbang nih, bikin keseeeeeeelllll....
rusidah siti
semangat buat nulisnya
kris tianti
lanjut dunk
Rosdiana Diana
lanjuttt
wili o
up
_kooky00
😭😭😭😭😭😭😭,,tau tk
...masa baca part ni aku sakit hati tau,, pstu bila dia menangis aku pun rasa mcm nk ikut menangis😤
Zhafirafira 225
fighting author
Ema Sofia
Keturunan turkey tapi mirip cina, canda turkey 🤣🤣🤣🤣🤭🤭🤔🤔🤔🤔🤭🤭🤔🤔
Suti Habdayani
ini di lanjutin gk ya ceritanya
샤샤
hai kak author, semangat selalu ya kak
semoga ide ceritanya mengalir terus, aku paham nyati ide cerita itu sulit, semoga kakak selalu lancar yaa
샤샤
hai author, semangat selalu buat novel nya
aku paham gimana lelahnya seorang author nyari ide untuk cerita yg ditulisnya, semangat selalu ya thor ☺️
Irhen Dirga: Wah terima kasih banyak❤
total 3 replies
샤샤
hai aurhor, semangat selalu yaa
aku pembaca baru nih ☺️✌🏻
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!