NovelToon NovelToon
The Destiny

The Destiny

Status: tamat
Genre:Romantis / Komedi / Sudah Terbit / Tamat
Popularitas:17.1M
Nilai: 4.9
Nama Author: Tianse Prln

Karena adik tirinya (Rachel) yang hamil, Ana terpaksa menggantikan posisi Rachel yang harus melakukan pernikahan bisnis dengan Ray.

Disisi lain Ray sedang mencari seorang gadis di masa kecilnya, dia adalah cinta pertama Ray. Apakah Ana akan terus menjadi mainan Ray? dan apakah pada akhirnya akan diceraikan oleh Ray, jika Ray dapat menemukan gadis masa kecilnya itu?

Silahkan ikuti kisahnya~

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Tianse Prln, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Clear the Obstacles

Dokter Brian mengetuk-ngetukan jari nya, ia masih fokus melihat komputernya yang menampilkan hasil rontgen terakhir Ana. Kemudian, Ia menghela nafas beratnya dan menatap Ana.

"Volume udara yang terperangkap semakin banyak, kau harus segera menjalani operasi, sebelum terjadi tension ptx." Ujar dokter Brian.

Ana mengangguk, ia tahu kondisinya, jika terus menunda operasi, itu tidak baik untuknya.

"Iya, aku akan segera menjalani operasi, lagipula waliku juga sudah menandatangani surat persetujuan operasi."

"Apa dia yang akan jadi walimu?" Tanya Dokter Brian sembari menatap perut Rachel yang sudah terlihat membuncit.

"Ah iya, dia yang akan menjadi waliku, dia adikku." Jawab Ana.

"Adik? Ah adik sepupu maksudmu."

"Dia adik tiriku." Ujar Ana.

"Farhan menikah lagi? Maksudku, ayahmu menikah lagi? Wah, aku tidak tau itu terjadi, tapi kau baik-baik saja kan?" Tanya dokter Brian yang tampak terkejut dengan kabar lama itu.

"Hm, awalnya sulit, tapi paman bisa lihat sendiri, aku dan saudari tiriku ini terlihat sangat akrab kan?" Ujar Ana, dokter Brian mengangguk dan tersenyum.

"Tapi, kenapa kau tidak memberitahu ayahmu atau Kenan?"

Ana menunjukkan senyum mirisnya,

"Paman pasti tahu, aku tidak akan mungkin memberitahu mereka."

"Ck, sifatmu itu sangat mirip sekali dengan mendiang ibumu. Jangan lakukan itu, jangan sama seperti ibumu, setidaknya kau harus hidup lebih lama lagi. " Ujar dokter Brian.

"Karena aku anaknya, tentu sifat kami akan memiliki banyak kesamaan."

Dokter Brian menarik nafasnya lagi,

"Ibumu itu teman baikku, dia sudah seperti kakak bagiku, melihatnya meninggal di bawah perawatanku, itu membuatku merasa kecewa pada diri sendiri. Marina, dia tidak mau operasi tranparansi ginjal karena ia tidak ingin hidup dengan ginjal anaknya yang pernah menderita karena kecelakaan, ia seolah tahu jika suatu saat pneumotoraksmu akan kambuh lagi."

Ana tersenyum miris mendengarnya, ibunya dulu memang tidak pernah memberitahukan penyakitnya pada siapapun. Mendiang ibunya itu selalu menahan sakitnya sendiri, pergi ke rumah sakit untuk cuci darah sendiri. Sama seperti dirinya saat ini, buah memang tidak akan jatuh terlalu jauh dari pohonnya.

"Ana, bagi paman— kau itu adalah keponakan paman sendiri. Jadi, paman akan berusaha yang terbaik untuk operasimu. Paman mempunyai seorang kenalan di bagian bedah kardiotoraks, ia dokter yang ahli di bidangnya, paman akan memintanya untuk menjadi dokter bedahmu." Ujar dokter Brian.

"Terimakasih, paman." Ucap Ana.

"Apa kau yang akan menentukan tanggalnya sendiri atau kau ingin meminta saran dariku?"

"Kalau pun aku yang menentukan tanggalnya sendiri, pasti yang akan menang adalah saran dari paman." Ujar Ana.

"Ya, kau benar. Bagaimana dengan lusa? Apa kau siap? Semakin cepat maka akan semakin baik bagimu."

"Aku tidak yakin, tapi akan aku usahakan." Jawab Ana.

Dokter Brian menatap Ana dengan senyum prihatinnya.

"Setelah operasi, kau juga harus dirawat inap selama lima atau tujuh hari."

Ana mengangguk,

"Iya."

"Selama perawatan kemungkinan tabung dada akan dipasang diantara paru-paru dan tulang rusuk, tapi itu tidak lama."

Ana menundukkan kepalanya, ia menggigit bibir bawahnya, membayangkan dirinya harus menggunakan alat seperti itu lagi, rasanya menyedihkan sekali.

Melihat kakak tirinya yang menundukkan kepalanya, perlahan Rachel menggenggam tangan Ana, memberikan dukungan dan semangat.

"Semua akan berlalu, aku percaya kau pasti bisa melewati semua ini kak. Kau harus semangat." Ujar Rachel.

•••

"Kak, apa kau sudah menghubungi Ana kalau kita akan makan siang di restorannya?" Tanya Alex pada Ray yang duduk di sebelahnya.

"Kak." Panggil Alex yang masih menunggu jawaban dari Ray.

"Diamlah." Ucap Ray.

"Oh iya, aku sudah lama tidak melihat kak Yohan, dimana dia?" Tanya Alex.

Ray menghela nafasnya, telinga-nya terasa berdenging mendengar ocehan Alex yang tiada henti.

"Kak Yohan? Kau pikir dia kakak-mu? Apa kau akan memanggil semua orang seakan mereka itu adalah keluargamu?"

"Baiklah, kau kakak-ku satu-satunya, tidak ada duanya di dunia ini, kau yang terbaik." Ujar Alex dengan senyum lebarnya seperti biasa.

"Dia sedang melaksanakan tugasnya." Ucap Ray.

"Siapa? Assisten Yohan? Ah pasti masalah perusahaan ya. Kau bekerja sangat keras kak! Kau memang yang paling pantas di posisi itu." Ucap Alex.

"Kau pikir Yohan bekerja untuk perusahaan, dia itu assisten pribadiku, dia hanya melakukan pekerjaan untukku, bukan perusahaan. Dia bekerja untuk kepentingan pribadiku, bukan kepentingan bersama."

"Wah, pantas saja dia selalu memanggilmu tuan tuan tuan, dan mengikutimu kemanapun kau pergi. Kau juga sangat percaya sekali padanya." Ucap Alex.

Ray melihat kaca mobil yang ada di dalam, disana terlihat sekertaris Yuna seperti sedang mengawasinya dan mendengarkan pembicaraannya setiap saat. Ray tersenyum miring melihatnya.

"Tapi kak, apa kau tidak takut kalau assisten Yohan mengkhianatimu?" Tanya Alex.

Mendengar pertanyaan itu, batin Ray mengatakan, kau pandai Alex, kau melemparkan umpan yang bagus.

Ray masih menatap kaca mobil itu, ia dapat melihat jelas ekspresi Yuna yang seolah menunggu jawaban darinya.

"Entahlah, aku juga terkadang memikirkannya. Tapi, siapapun yang berani mengkhianatiku, aku tidak akan memaafkannya. Jika dia berani menusukku dari belakang, maka aku akan membalasnya ribuan kali lipat, kupastikan hidupnya hancur sampai ia tidak memiliki keinginan untuk hidup lagi."

Ray mengatakan itu dengan tatapan lurus kedepan, tapi itu hanya kelihatannya saja, sebenarnya ia menatap tajam seseorang yang duduk di depannya, sekertaris Yuna. Perempuan yang sudah membodohi Ray dengan membawa bukti palsu bahwa assisten Yohan adalah pengkhianat.

Ray tahu, perempuan di depannya ini ingin menyingkirkan assisten Yohan dari sisinya. Tapi, untuk saat ini Ray hanya akan diam saja. Dia akan berpura-pura tidak tahu, sampai ia mengetahui apa alasan sekertaris Yuna melakukan ini padanya.

1
Ray Aza
ana terlalu berisik ngabisin energi. udah tau ga bs melawan. kalem dong bls dgn elegan, think smart. dr awal terlalu berisik tp ga hasilin apa2
Erick Mogu
bertele tele
Dessy Yulia Azzahra: Hai kak, mampu yuk ke kisah Dessy dan Alex. judulnya Kak Dessy, I Love You!.
total 1 replies
Anonim
Hati bisa merasakan ketulusan
Retna Celya
terlalu membingungkan jln ceritanya
Dessy Yulia Azzahra: Hai kak, mampir yuk ke kisah Dessy dan Alex. kutunggu ya 😘
total 1 replies
Dee Na
nyebelin si ana lama2, maksa bgt kan
Ermilinda Sariati
bgus bgt
karlina ambar lestari
bagus ceritanya, menarik 🙂
Loveyucie xx
storynya menarik , on the point dan tidak bertele tele
Loveyucie xx
story menarik , on the point dan tidak bertele tele
tenny
sukaaa
tenny
sy suka ceritanya, sekali kali emang ceritanya hrs kayak gini adegan vulgarnya dihilangkan wkwk..
Romatua Siburian
ada perjanjian tapi tak jelas mana pihak 1 masa pihak 2 yg kasar
nurul jannah
rahel kok tdk mengenali aromanya alex
Rumy Tock
Ki
nurul jannah
selingkuh kok bilang bilang🤣🤣🤣
zha syalfa
kupikir mau telp suami 😄
zha syalfa
Ana?
zha syalfa
eh.. dia itu suka tiba² tahu tapi pura² tidak tahu..
ttg sekretaris yuna, ttg angel...
angel angeel.... (versi jawa. ha. h..)
zha syalfa
menghindari?? bukannya titik buta itu spot yg tidak tertangkap cctv ya??
artinya dia menghindari cctv dg berjalan di titik buta.
eh.. gmana sih, eh tau ah. itu lah 😅
🌃⃝⃟•ᵖᵈᶠMipan ZuZuZu
percayalah para reader tercuyunk, klian gk bakal nemu adegan2 yg kalian maksud, krn novel ini abis di revisi jdi bagian 20+ nya gk ada, so gk heran kalo Ana tiba2 hamil tanpa adegan 20+ dulu, tpi menurut gw bagus sih, ceritanya jdi gk bertele-tele, lopyu thor😍😍😍
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!