Elmo namanya. Aku pernah menyimpan perasaan padanya. ketika kami sama sama duduk di kelas 1 SMU, namun semua itu menguap begitu saja seiring kepindahannya di kota lain. Aku bahkan sudah melupakannya. Namun takdir mempertemukan kami berdua. Setelah hampir 10 tahun kami berpisah, tiba tiba saja kami bertemu di sebuah mall di kota Yogyakarta. Pertemuan itu adalah awal dari terungkapnya sebuah rahasia besar yang tidak pernah aku ketahui sebelumnya.
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Rini, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Jalan dengan Dinda
Pagi ini aku bangun sedikit siang karena semalam aku dan Elmo pulang sampai jam 12 malam, karena keasyikan ngobrol.
Aku sangat ngantuk sehingga setelah sholat subuh aku langsung tidur lagi.
Tiba tiba hpku berdering
" Hallo ", kataku masih dengan nada mengantuk.
" Hallo sayang kamu masih tidur ya ?"
" Iya Bim ?"
" Pasti semalam begadang ya masak udah jam 8 belum bangun?"
" Iya Dinda tuh ngajakin ngobrol sampai malam habis sholat tadi ketiduran lagi deh ", kataku berbohong.
" Semalam kemana ?"
Aku kaget, " Aduh apa Bima tau semalem aku pergi sama Elmo ya ?"
" Pergi kemana Bim ?"
Masih berusaha berbohong.
" Masak nggak pergi to semalem ".
" Pasti nih orang sedang menjebakku, pantes jadi dokter, otaknya ternyata cerdas ".
" Aku di rumah aja Bim ngobrol sama Dinda ", jawabku karena mulai bisa membaca niat dia untuk menjebakku.
" Ooohh kirain pergi ".
" Ya enggaklah kalau pergi aku pasti telfon kamu ".
" Kok semalem nggak telfon aku Bim ?"
" Iya aku lagi sibuk banget soalnya ".
" Huuuu baru aja 3 hari pergi udah lupa telfon, gimana kalau perginya 1 bulan ".
" Ya kalau 1 bulan mendingan kamu aku ajak aja Ve nemenin aku kerja karena aku bisa gila kalau nggak ketemu kamu 1 bulan ".
" Hhhhhmmm gomballl....".
" Pulangnya kapan ?" kataku manja.
" Kenapa sayang ?"
" Aku kangen banget nih, emangnya kamu nggak kangen aku ?"
" Ya kangenlah buktinya aku nelfon ".
" Oh kirain udah lupa ".
" Enggaklah sayang mana mungkin aku lupa sama gadis secantik kamu Ve ".
" Terus kapan ?"
" Kalau udah selesai kerjaanku, mungkin hari Kamis kalau nggak Jumat aku udah di Yogya ".
" Hmmm lama ", gerutuku.
" Kenapa sih ?"
" Bete nggak ada yang ngajak main ".
" Ya mainlah sama Dinda ".
" Boleh ?"
" Ya bolehlah yang penting sama Dinda ya ".
" Kalau sama cowok lain hehehe ?"
" Hmmmm berani berani ya ?"
" Hehehe enggak kok, aku pengen main sama dinda kok kemana aja boleh ya ?"
" Iya boleh cintakuuu ".
" Asyiiikkkk makasih ya sayang I love you full pokoknya ".
" Hhhmmm gitu kalau lagi seneng ya ".
" Ya lebih seneng pergi sama kamulah ".
" Nanti kalau aku pulang mau dibawain apa ?"
" Apa yahhh....???? dibawain cinta kamu bolehhh hehehe ".
" Iiihhhhhh pinter gombal ya sekarang ? siapa yang ngajarin ?"
" Yang ngajarin dokter Bimaku...."
" Ya udah ya sayang, hati hati kalau main, nanti kalau udah mau pulang aku telfon kamu ".
" Iya sayang I miss you ".
" Miss you to ".
Setelah selesai telfonan dengan Bima aku langsung ke kamar Dinda, terlihat Dinda sedang membereskan kamarnya.
Aku langsung masuk dan tidur di kasurnya.
" Eeehhhh bangun bangun mau aku beresin dulu ".
Sambil menarik tanganku.
" Udah biarin aja ntar juga aku berantakin lagi hehehe ".
" Huuuu dasar kamu tuh ".
" Dasar negara kita Pancasila hehehe ".
" Ihhhh pagi pagi udah ceria gitu kenapa baru nembus togel ?"
" Togel dari Hongkong ".
" Cerialah baru ditelfon yayang kok ".
" Yayang Elmo apa Yayang Bima ".
" Bimalah Din masak Elmo ".
" Iya kalau Elmo kan yayang gelsp ya Din ?"
" Huusss sembarangan ".
" Hubungan kalian membaik Ve ?"
" Semakin membaik Din, dan dia buat aku jatuh cinta lagi Din ".
" Idihhh kayak abg aja ".
" Iya beneran, dia sekarang tambah sayang, tambah perhatian, dan tambahhh romantis ", bisikku di telinga Dinda.
" Iiihhhh jijai ah ".
" Diromantisin sama cowok seganteng Bima mana bisa nolak Dinda ", kataku sambil memeluknya.
" Hiiiiiii sana sana merinding aku dengarnya ".
" Hahaha kamu tuh ".
" Sstttt kalau diromantisin sama Elmo bisa nolak nggak ?"
" Sama Elmo ??? apalagi Din mau bangetttt dia kan lebih macho hehehe ".
" Hahhh kemaruk kamu tuh Ve ".
" Hihihi biarin aja ".
" Udah mandi belum Din ?"
" Menurut kamu ?"
" Menurut aku ???" sambil mengamati Dinda.
" Kalau aku lihat dari tampang kamu sekarang, kayaknya kamu belum mandi 1 minggu Din ". Kataku sok serius.
" Haaaa sialan kamu Ve, cantik gini dibilang nggak mandi seminggu ".
" Emang kamu udah mandi ?"
" Hehehe belum sihhhh ".
" Huuuuuu gitu kok ngaku ngaku cantik ".
" Ve berarti kamu udah yakin beneran nih ?"
" Iya Din, insyaalloh aku semakin yakin sama dia ".
" Ya udahlah Ve semoga semuanya lancar ya, jadi kapan lamarannya ?"
" Ini aku lagi mau ngajuin ijin Din, kalau disetujui mungkin minggu depan ".
" Memang mau cuti berapa hari Ve ?"
" Satu mingguan Din, kan aku pulang duluan dan mempersiapkan semuanya disana dulu, baru nanti Bima sama keluarganya datang belakangan ".
" Iiihhhhh seneng ya Ve udah mau dilamar, aku aja satu cowok belum juga dapet ".
" Ya kamu aja yang kebanyakan milih, kelamaan ntar keburu nggak kebagian lho ".
" Ih kan masih ada Aa Elmo Din ?"
" Bolehkan Din ?"
" Ihhh bodo ahh ".
" Iiihhhh boleh aja ya ?"
" Boleh sih Din dia pacaran sama cewek lain, asal bukan kamu ".
" Lho kenapa Ve ?"
" Aku dulu tuh nyimpen rasa sukaku sama Elmo juga karena temen akrabku suka sama dia, akhirnya aku jauhin Elmo, masak sekarang aku harus sakit lagi karena temenku lagi Din ?"
" Oalahhhh jadi itu sebabnya ?"
" Iyalah Din, nggak mungkin aku pertahanin perasaan aku sama Elmo sedangkan akan menikah dengan Bima, tapi aku nggak bisa kalau melihat dia pacaran sama temenku sendiri, egois memang Din, tapi memang seperti itu kenyataannnya, lambat laun aku harus melupakan Elmo Din ".
" Ohhhhh Dinda aku yakin kamu sama Bima pasti bahagia, dan lama lamu kamu juga bisa melupakan Elmo kok ", kata Dinda sambil memelukku.
" Iya Din doain aku ya ?"
" Pasti Ve, pasti ".
" Eh main yuk ??"
" Kemana Ve ".
" Ke Puncak Becici yuk seru lho foto foto disana kita nanti ".
" Hah gila kamu ntar kalau ketahuan Bima gimana ? apalagi kalau dia lihat foto kita, bisa ngamuk dia. Kamu kan nggak boleh pergi jauh jauh kalau nggak sama Bima ".
" Iiihhh nggak usah takut....tadi dia udah ijinin, aku boleh pergi kemana aja asal sama kamu, nggak sama yang lain ".
" Kalau sama Elmo nggak boleh dong ?"
" Kalau itu nggak usah ditanya Din ".
" Kemarin kamu baru aja pergi sama dia ".
" Ya itu kan diem diem Dinda sayanggg ".
" Udah ah mau nggak ?"
" Ya maulah Ve masak nggak mau ".
" Ya udah buruan siap siap mumpung masi pagi nggak panas ntar di jalan ".
Tak lama kemudian aku dan Dinda sudah siap untuk berangkat.
" Ve ntar kalau kamu nikah kita nggak bisa dong pergi pergi kayak gini lagi ".
" Bisalah Din...tapi ntar kalau kamu udah punya suami, kita jadinya pergi berempat, apalagi kalau kita udah punya anak nanti pasti tambah ramai ".
" Iya ya Ve tapi kapan aku punya suaminya ?"
" Hahaha ya cari pacar dulu dong baru cari suami, pacar aja belum dapet, gimana bisa dapet suami Dinda Dinda ".
Sampai di lokasi aku dan Dinda langsung mencari view yang bagus buat difoto, saat kami sedang asyik berfoto tiba tiba Dinda berbisik padaku.
" Sssttt Ve lihat tuh cowok di sebelah kiri kamu itu ".
Aku kemudian mencari cari pria yang dimaksud Dinda tadi.
" Yang mana Din ?"
" Itu yang bertiga lagi duduk, kamu liat yang pake kaos biru Ve, sumpah ganteng banget ".
" Huuuuu kirain apa Din Din....dasar ganjen ".
" Hahaha...." Dinda tertawa ngakak.
" Ada pemandangan indah sayang kalau dianggurin Ve ".
" Udah ahhh ayuk jalan ke atas daripada kamu nanti nggak bisa tidur bayangin cowok itu terus ".
" Ahhhh Ve kamu tuh nggak bisa melihat temen seneng ".
" Mau ikut nggak, aku tinggal ya ", kataku sambil berjalan.
" Iya iya tunggu ", sahut Dinda sambil mengikuti di belakangku.