Lysaa seorang gadis yatim piatu yang berusaha keras mencari tahu siapa yang telah membunuh kedua orang tuanya. Namun siapa sangka, ia tanpa sengaja malah membongkar kasus besar yang selama ini berusaha di tutupi oleh sejumlah pihak.
Berbekal ilmu bela diri yang di ajari oleh Ayahnya serta kepiawaiannya dalam meretas data serta informasi yang di ajari Ibunya membuat Lysaa memantapkan tujuannya untuk menghukum orang-orang yang telah menjadikannya seorang gadis sebatang kara.
Bagaimana cerita selanjutannya?
Yuk baca kisahnya...
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon LaQuin, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Bab 26 Pulau Jeju
Bab 26
Pulau Jeju
Di sinilah Lysaa, di pulau Jeju yang terkenal sebagai penghasil kerang Abalonenya. Angin laut menerpa wajah Lysaa hingga mengacak-ngacak rambutnya yang melambai-lambai.
Tawaran untuk menangkap suami sang klien ia terima dengan imbalan 500jt jika berhasil, plus 100 juta karena telah mampu melacak keberadaan si target. Tentu dengan imbalan sebesar itu, nyali Lysaa menciut untuk menolaknya.
"Hei Lysaa, kita kesini untuk misi apa jalan-jalan huh?! Kenapa dua orang itu mengikuti kita?" Tanya Dojun kesal melihat dua pemuda yang bagai air dan minyak tapi tetap bersama mengikuti Lysaa.
"Haah.." Lysaa menghela napas berat, sambil memandang dua pemuda yang tersenyum padanya. Namun Lysaa merespon mereka dengan wajah datar.
"Aku tidak mengajak mereka. Tahu-tahu mereka sudah ada di kapal yang sama dengan kita."
"Kasihan mereka."
"Kenapa?" Tanya Lysaa dengan polosnya menatap Dojun dengan wajah serius.
"Sama-sama menyukai wanita yang memiliki kelainan."
"Mati saja kau!!" Umat Lysaa lalu meninggalkan Dojun yang terkekeh sendiri.
"Hehehe..., Yaaa Lysaa tunggu aku!" Seru Dojun.
Lysaa tidak peduli sambil terus melangkah, ia mengacungka jari tengah ke atas tanpa menoleh ke belakang.
Flash Back On
Hyun : Lysaa, apa kau tidak masuk hari ini? Apa kau sakit? Jam pelajaran hampir di mulai.
Lysaa : Aku ada urusan ke Jeju hari ini.
Hyun : Buat apa kau kesana? Dengan siapa?"
Lysaa : liburan
Hyun : Kau dimana sekarang?"
Lysaa : Masih di rumahku.
Setelah membaca balasan terakhir pesan Lysaa, Hyun tanpa membuang waktu segera berlari menuju gerbang sekolah yang sudah akan di tutup.
Seseorang yang melihat gelagat Hyun yang tidak biasa, segera mengikuti Hyun menuju gerbang sekolah.
Hyun segera mengendarai mobilnya dan melaju membelah jalan. Pemuda yang mengikutinya tadi pun ikut mengambil mobilnya dan menyusul Hyun sedikit agak jauh.
"Mau Kemana dia?!" Gumam si pemuda pada angin.
Hanya sepuluh menit melaju kencang di atas aspal, Hyun sudah berada tepat di depan rumah Lysaa. Kebetulan gadis itu dan Dojun baru saja keluar dari rumah dan mengunci pintu rumah mereka.
Lysaa memandang tajam mobil yang berhenti tepat di depannya, begitu pula dengan Dojun. Perlahan kaca mobil turun, munculah wajah Hyun yang tersenyum menyapa Lysaa.
"Kau!! Bagaimana kau tahu rumahku?!" Ucap Lysaa terkesiap.
Dojun menghela napas kasar memandang Hyun yang kini sudah mengetahui tempat tinggal mereka.
"Naiklah, akan aku antar ke pelabuhan."
Lysaa dan Dojun kemudian naik dan duduk di kursi belakang.
"Bisakah salah satu dari kalian duduk di depan? Aku bukan supir pribadi."
"Ck!"
Lysaa berdecak lalu akhirnya turun dan pindah ke depan.
Kembali mobil Hyun membelah jalan, melaju menuju pelabuhan kapal yang akan membawa Lysaa ke pulau Jeju.
Mobil hitam pun mengikuti mereka hingga ke pelabuhan tanpa mereka sadari.
Begitu tiba di pelabuhan, Lysaa dan Dojun segera menaiki kapal di ikuti Hyun.
"Apa yang kau lakukan?" Tanya Lysaa bingung melihat Hyun juga menaiki kapal yang sama dengan mereka.
"Tiba-tiba saja aku ingin ke pulau Jeju." Jawan Hyun dengan santainya.
Belum rasa kebingungan Lysaa mereda, tiba-tiba seorang pemuda yang sangat ia kenal berjalan perlahan juga menaiki kapal yang sama dengan mereka.
"Hai, kita bertemu lagi. Apa kau juga ingin ke Jeju?" Tanya pemuda itu.
Lysaa menepuk jidatnya lalu memandang si pemuda seakan-akan tak percaya kalau pertemuan mereka hanya sebuah kebetulan saja jika pemuda itu juga akan ke pulau Jeju.
Flash Back Off
Sebuah penginapan dengan beberapa kamar terpisah menjadi pilihan mereka untuk bermalam di sana. Lysaa memutuskan untuk segera mencari sang target agar ia tidak perlu lama berada di pulau itu.
"Disini ada beberapa tempat yang di pasang Cctv. Kau bisa melacak dimana tepatnya dia berada."Ujar Lysaa kepada Dojun.
"Baiklah, kau hati-hati. Bagaimana dengan mereka?" Tanya Dojun yang di maksudkan kepada Hyun dan si penolong Lysaa.
"Mereka bisa mengurus diri masing-masing. Aku pergi dulu." Ujar Lysaa setelah memasang earphone di telinganya.
Kali ini Lysaa tidak berkamuflase seperti biasanya. Ia memakai wujud aslinya dan berlagak seperti orang yang sedang liburan kesana.
"Kau mau kemana?" Tanya Hyun melihat Lysaa melangkah keluar dari penginapan.
"Aku sedang ada urusan. Jangan ikuti aku!" Ujar Lysaa lalu segera melangkah pergi tanpa menunggu Hyun berkata lagi.
Namun langkah kaki Lysaa segera di ikuti oleh pemuda yang satu lagi dan melewati Hyun yang terdiam begitu saja melihat kepergian Lysaa.
"Kau sengaja kan mengikuti ku?!" Tanya Hyun kepada si pemuda hingga menghentikan langkahnya.
"Aku sedang ingin liburan kepulau ini. Kebetulan bertemu kalian." Jawabnya santai.
"Ku peringkatkan kau, jangan dekati dia!" Perintah Hyun menatap tajam pemuda itu.
"Aku akan terus mendekat. Jika dia lari, itu keberuntungan untukmu. Tapi jika dia juga ingin mendekat, aku bisa apa." Balas pemuda itu dengan senyum mengejek dan segera melangkah pergi menyusul Lysaa yang nyaris tidak kelihatan lagi.
***
"Sepertinya di daerah sini." Gumam Lysaa pada angin namun di dengar oleh Dojun.
"Kau sudah berada di lokasi target." Ujar Dojun dari balik earphone yang sedang memantau pergerakan Lysaa melalui GPS yang di kenakan Lysaa di sebuah cincinnya.
Lysaa mengeluarkan sebuah foto yang ia dapat dari kliennya. Ia pun berencana untuk menanyakan pria tersebut kepada warga sekitar.
"Permisi Nyonya! Apa anda pernah melihat pria ini?" Tanya Lysaa kepada wanita yang melewatinya sambil menggendong keranjang.
"Oh, Nona yang cantik. Kau sedang mencari orang rupanya. Sebentar aku lihat fotonya."
Wanita itu memandang si pria yang berada di foto dengan tenang.
"Maaf aku tidak mengenalnya." Ujar wanita itu lagi.
"Oh baiklah. Terima kasih Nyonya."
Wanita itu mengangguk, lalu menjalankan lagi langkahnya.
"Perlu aku bantu?"
Lysaa terkesiap mendengar suara yang familiar dan segera menoleh ke belakangnya.
"Kau mengikutiku?!" Tanya Lysaa yang merasa tidak suka di ganggu saat ia sedang bekerja.
"Aku sedang jalan-jalan dan melihatmu disini."
Lysaa tahu itu hanya sekedar alasan.
"Kita sudah sering bertemu tapi kita masih belum berkenalan."
"Kau pasti sudah tahu namaku."
Pemuda itu terkekeh mendengar jawaban Lysaa.
"Apa kau juga tahu namaku?"
Lysaa terdiam. Benar, sampai sekarang dia belum tahu nama pemuda itu meski sudah berapa kali bertemu.
"Aku Yoojun." Kata pemuda itu memperkenalkan disini sambil mengulurkan tangannya untuk di jabat.
"Lysaa." Mau tidak mau Lysaa pun meraih tangan yang sudah terulur itu.
Sesaat mereka terdiam. Yoojun memperhatikan foto orang yang ada di tangan Lysaa.
"Mau ku bantu menemukan orang yang ada di foto itu dengan cepat?"
Lysaa tidak menjawab. Ia hanya terdiam sambil melihat apa yang akan di lakukan Yoojun.
Foto itu di ambil dari tangan Lysaa, kemudian Yoojun berdiri di tengah-tengah jalan di arena pemukiman warga.
"Semua orang berkumpul, aku mau bagi-bagi hadiah!!!" Teriak Yoojun menggema.
"Semua orang!! Kemarilah, aku ada hadiah untuk kalian!!"
Satu persatu orang yang penasaran keluar dari rumah dan mendekati Yoojun. Mereka berkumpul dan saling bertanya satu sama lainnya mengenai apa yang Yoojun lakukan.
Setelah melihat orang-orang yang cukup ramai telah berkumpul mendatanginya, Yoojun pun mulai melakukan tujuannya.
"Terima kasih kalian sudah mau berkumpul disini. Aku menawarkan sesuatu yang menarik untuk kalian. Perhatikan orang ini! Barang siapa diantara kalian menemukan orang ini lebih dulu, aku akan menghadiahkan uang 1jt untuk kalian yang berhasil."
Ya, uang pemenang segalanya. Tentu saja hal itu tidak terpikir bagi Lysaa yang mengerjakan pekerjaan itu untuk menghasilkan uang.
"Aku tahu dia!" Kata salah seorang wanita paruh baya berteriak.
"Oh, aku juga kenal dia!" Kata salah seorangnya lagi.
Mereka yang mengetahui siapa laki-laki itu segera berpencar dan berlari. Mungkin mencari dimana lelaki itu biasanya berada.
Bersambung...
**Baca juga novel ku yang berjudul PEMBALASAN ISTRI YANG TERANIAYA bagi yang suka kisah rumah tangga yang menguras emosi. **
Atau Cintai Aku Seikhlasmu bagi yang menyukai kisah penuh haru biru. Terima Kasih 🙏
Note : jangan lupa untuk selalu like dan komen setiap bab ya, karena jejak kalian sangat berharga bagi Author. Terima kasih 🙏😊