seorang gadis SMA menyukai seorang polisi ganteng yang memberikan surat tilang kepadanya saat dia mengendarai mobil nya tanpa SIM, perjuangan berat yang harus dia lakukan untuk melepaskan sang polisi ganteng dari masa lalunya
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Wachid Tiara, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
26
...
"Papa, mama?" Panggil Hana saat sudah berada di rumahnya dan melihat kedua orang tuanya sedang berada di ruang tamu
"Duduklah" perintah papanya dengan suara yang datar tanpa perasaan
"Ada apa, langsung saja ke intinya" ucap Hana to the point
"Kamu bisa lebih sopan dengan orang tua!" Bentak Seno baskara papa hana, sedangkan mama Hana hanya bisa terdiam
"Kenapa? Bukankah papa juga tidak pernah mau berbicara pada Hana sebelumnya, kenapa sekarang tiba-tiba ingin bertemu dan membicarakan sesuatu" jawab Hana ketus
"Hana, bisakah kamu menghormati papamu nak?" Pinta Indri mama Hana
"Baiklah, sekarang katakanlah apa mau kalian?" Tanya Hana lagi
"Ikut papa ke Australia" ucap Seno dengan tegas
"Untuk apa?" Tanya Hana yang merasa tidak tertarik sama sekali
"Kamu selalu mengatakan ingin ikut kami bukan?" Tanya Indri lembut
"Mungkin dulu iya, tapi sekarang sama sekali tidak ingin" jelas Hana tanpa basa-basi
"Anak kurang ajar! Mau tidak mau kamu harus ikut, karena kamu akan papa nikah kan dengan rekan bisnis papa!" Teriak Seno yang sudah tidak bisa mengontrol emosi nya lagi
Hana membelalakkan matanya mendengar ucapan papanya itu
"Papa mau jodohin Hana? Sama siapa?" Tanya Hana seolah tertarik dengan pembicaraan itu
"Tidak penting dengan siapa, yang jelas mereka orang terpandang dan bisa menambah aset kekayaan kita nantinya"
Hana ingin tertawa terbahak-bahak mendengar ucapan sang papa itu
"Lalu, bagaimana dengan orangnya, seperti apa dia?" Tanya Hana lagi
"Dia baik dan punya tampang yang bagus, walaupun dia sakit" jelas Seno lagi, sedangkan Indri hanya bisa menuruti perintah suaminya
"Sakit?"
"Iya dia sakit"
"Sakit apa?"
"Sakit jiwa, sekarang dia masih berada di rumah sakit jiwa"
Hana kembali membelalakkan matanya mendengar penuturan papanya.
"Hahahaha" Hana tertawa terbahak-bahak sembari memegangi perutnya yang sakit karena tertawa
"Kenapa kamu tertawa?!" Teriak Seno
"Papa mau jodohin Hana sama orang gila?! Wah papa emang yang terbaik" Hana mengacungkan jempolnya pada papanya.
"Tidak penting dia seperti apa, tapi keluarga nya sangat kaya raya, dan kamu akan bisa menikmati semuanya" jelas Seno lagi, dia meyakinkan Hana untuk mau menerimanya
"Begitu kah? Tapi setahu Hana papa benci pada anak perempuan bukan? Lalu kenapa sekarang malah mendekati anak perempuan dan meminta pertolongan kepadanya agar menuruti keinginanmu? Minta saja pada Jayden putramu!!" Teriak Hana, sangat marah saat ini, kenapa orang tuanya begitu benci padanya hingga dia harus menjodohkan dirinya dengan orang yang jelas jelas sedang berada di rumah sakit jiwa
"Plakkk!!!"
Suara tamparan yang keras terdengar begitu nyaring
Hana tersungkur ke dinginnya lantai rumahnya, Indri melihatnya begitu ketakutan dia sungguh tidak tega menyaksikan itu semua, tapi mau bagaimana lagi, dia tidak bisa berbuat apa-apa, atau Hana akan mendapatkan yang lebih buruk dari ini, katakanlah dia memang seorang pengecut.
Air mata indri menetes membasahi pipinya, begitu juga Hana, bukan hanya air matanya tapi juga darah segar menetes dari sudut bibirnya.
"Mau tidak mau, kamu harus menikah dengan pria pilihan papa, anggap saja, kamu sedang membalas budi mu karena aku telah merawat mu sampai saat ini, kamu tahu betapa marahnya saat aku tahu mama mumelahirkan anak perempuan. Aku ingin sekali langsung membunuhmu saat itu juga, hanya saja karena mamamu memohon padaku untuk membiarkanmu hidup. Aku tidak melakukannya, dengan syarat yangku ajukan padanya, agar mamamu tidak akan pernah menyayangimu dan harus mengabaikanmu, maka aku membiarkanmu hidup sampai saat ini, jadi tidak ada pilihan lain untukmu selain menuruti semua keinginanku!!!" Teriak Seno pada Hana.
Air mata Hana mengalir bertambah deras, dia sekarang mengetahui bahwa mamanya sebenarnya selalu menyayanginya, hanya saja dia tidak bisa menunjukannya karena perjanjian nyawanya dengan papanya sendiri
"Terserah, aku tidak peduli, aku lebih baik mati daripada harus menuruti keinginan papa, lagi pula Hana juga akan segera menikah dengan suami pilihan Hana sendiri" Hana tidak peduli lagi dengan apa yang akan terjadi, dia hanya bisa memikirkan Nathan saat ini
"Kamu!!! Beraninya akan menikah tanpa sepengetahuan ku, bahkan dengan laki-laki yang tidak tahu latar belakangnya, aku tidak akan mengizinkannya, aku tetap akan menikahkan mu dengan rekan kerja ku, itu akan lebih membantu perusahaan kita" bentak Seno
Seno hanya ingin perusahaan nya lebih maju dengan adanya perjodohan ini
"Tidak akan pernah, Hana tidak akan pernah mau, karena Hana sedang hamil, ini buktinya" Hana membuka kancing bagian atas bajunya dan terlihat banyak tanda merah bekas gigitan Nathan yang saat itu.
Hana sengaja berbohong agar orang tuanya membatalkan perjodohan gila ini
"Bughh"
Seno menendang tubuh kecil Hana hingga kepalanya membentur dinding rumahnya.
Indri tidak bisa lagi menahan dirinya, dia berlari memeluk putrinya yang sudah berlumuran darah dan menangis tersedu-sedu
"Dasar jal*ng tidak tahu malu!!!! Aku menyesal telah memberikan kesempatan pada mu untuk hidup, lihat kelakuan anak yang kamu korban kan segalanya hanya untuknya!!!" Teriak Seno
Dia mendekati Hana yang berada dalam pelukan Indri, yang sudah berlumuran darah, dia menarik istrinya untuk menjauhinya, dan kembali memukuli dan menendanginya, hingga Hana tergeletak tidak sadarkan diri.
Jerit tangis Indri menggema di seluruh rumahnya, dia bersimpuh dikaki suaminya untuk menghentikan aksinya
"Hentikan lah, aku mohon, jangan lagi, dia sudah menderita, ini semua salahku karena tidak pernah memberikan perhatianku. Aku mohon hentikan lah, aku akan melakukan apapun, aku mohon beri dia kesempatan untuk hidup" tangisnya.
"Kamu masih membelanya!!!" Teriak Seno pada istrinya.
"Bagaimanapun dia tetap putriku, aku yang melahirkannya, aku mohon hentikan lah" pinta Indri masih dengan tangisannya yang tidak kunjung berhenti.
"Kalian para wanita sungguh menjijikan, segera siapkan semuanya, kita akan membawanya ikut bersama kita dan akan tetap menikahkannya dengan pilihanku, ini justru mempermudah kita, kita akan mendapatkan untung besar jika kita mengatakan Hana telah hamil dengan putra gila dari tuan George" kata Seno dengan liciknya.
"Bagaimana mungkin, kita bahkan..."
"Cukup!!! kamu hanya perlu mendengarkan ku, tidak perlu menasehatiku, aku akan mengatur nya dengan caraku sendiri, dan jangan lakukan apapun, atau aku tidak akan segan-segan untuk membunuhnya saat ini juga!!" Ancam Seno, Indri hanya mampu menangisi nasib putri nya yang terlihat sangat menyedihkan.
Persiapan keberangkatan Seno baskara beserta Indri dan Hana yang masih tidak sadarkan diri ke Australia telah disiapkan dengan baik, dengan alasan akan pergi berobat untuk anaknya dengan mudah Seno memboyong Hana ke Australia meninggalkan Nathan dan semuanya yang Hana sayangi
---------
Author pengen dengar komentar kalian 😘
Dan jangan lupa tap jempolnya ya 😉
ceritanya sangat menarik