NovelToon NovelToon
Dendam Aqila

Dendam Aqila

Status: tamat
Genre:CEO / Selingkuh / Percintaan Konglomerat / Pelakor / Tamat
Popularitas:146.8k
Nilai: 5
Nama Author: saputri90

Aqila Mahendra, seorang gadis cantik berusia 21 tahun. Dia merupakan seorang mahasiswi disebuah universitas swasta di kota Jakarta. Ia bisa dibilang sebagai mahasiswi yang berprestasi di kampusnya, hal ini bisa di buktikan dengan beasiswa yang ia dapatkan dari tahun ke tahun hingga ia sampai di semester akhirnya.

Kemulusan hidupnya di dunia pendidikan tak sama dengan kemulusan hidupnya di dunia nyata. Hidup menjadi korban broken home bukanlah keinginannya, namun takdir sudah menuliskan kisah hidupnya sebagai seorang korban dari keegoisan sepasang suami istri yang sudah tak lagi sejalan, apalagi ada orang ketiga yang hadir di pernikahan mereka.

Selepas perceraian sang ayah dengan bundanya, Aqila tinggal bersama sang bunda dan keluarga barunya. Disaat tinggal bersama sang bunda malapetaka pun terjadi di dalam hidup Aqila.

Mau tau malapetaka apa yang terjadi di hidup Aqila?
Yuk simak ceritanya sampai selesai ya. Happy reading guys..

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon saputri90, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

bab 26

"Kau tak ingin menunjukkan bagaimana isi unit apartemen ku Mas?" Ucap Aqilla yang menatap punggung Diro yang hendak masuk ke dalam unit apartemennya.

"Tidak, tubuhku sangat lelah. Aku butuh istirahat. Lagi pula sekarang sudah larut malam Qilla, besok aku harus kembali menjaga Tita di rumah sakit." Tolak Dito tanpa memandang wajah Aqilla.

"Kau memang benar-benar menghindari ku Mas," gumam Aqilla di hatinya ketika ia mendengar penolakan halus Dito padanya.

Bukan Aqilla namanya jika ia tak bisa mendapatkan apa yang ia inginkan. Tanpa perduli dengan statusnya yang sudah menjadi istri Bram. Aqilla menerobos masuk ke unit aparteman Dito, ketika Dito ingin menutup pintu apartemennya.

"Apa yang kau lakukan Qilla?" Tanya Dito saat Qilla berhasil masuk ke unit apartemen Dito. Meninggalkan dua koper besar di antara dua pintu unit apartemen mereka.

"Aku merindukan mu Mas, tak bisakah malam ini kita lalui bersama?" Jawab Aqilla yang sudah meraba bagian dada Dito.

"Kau sudah menjadi istri Bram, Qilla." Ucap Dito yang mengingatkan status dirinya saat ini.

"Aku tahu, bisakah kita lupakan status itu untuk sementara waktu." Jawab Aqilla yang seakan tak perduli dengan statusnya saat ini.

"Aku selalu ingin melupakan status mu dan mengurung mu di dalam kungkungan ku setiap malam Qilla." Balas Dito dengan tatapan penuh gairah, ketika Aqilla mulai melepas blazer berbahan jins yang ia gunakan. Hingga bagian dadanya yang menyembul benar-benar terekspos oleh mata Dito.

"Lupakanlah status ku malam ini Mas, kurunglah aku selama yang kau bisa. Karena aku sangat merindukan belaian mu malam ini." Sahut Aqilla dengan suara yang sedikit serak dan terdengar begitu seksi di telinga Dito.

"Kau menodai pernikahan mu Qilla." Ucap Dito yang masih mengingatkan Aqilla.

"Dia pun pasti melakukan hal yang sama dengan wanita lain diluaran sana Mas, sedang aku tak sama sekali melakukannya. Aku hanya ingin melakukannya bersama dengan mu." Jawab Aqilla yang sudah mulai mengikis jarak bibirnya dengan bibir Dito.

"Jangan menyesal jika aku tak akan berhnti menikmati tubuh indah mu Qilla." Balas Dito yang hembusan nafasnya menambah Aqilla semakin bergairah.

"Aku tak akan menyesal. Aku akan menyesal jika kerinduanku pada mu tak tersampaikan. Aku tak mau menjadi orang yang munafik, aku mau dirimu juga mau dirinya. Seperti kalian yang tak mau melepaskan istri kalian demi aku." Sahut Aqilla yang membuat Dito menarik pinggang ramping Aqilla.

"Tentukan hati mu ingin bersama siapa Qilla, jika Tita sembuh nanti dan kau memilih diri ku, aku berjanji akan meninggalkan Cella demi diri mu." Balas Dito yang kemudian mendaratkan bibirnya di bibir Aqillanyang sudah lama tak ia jamah.

Emmmm.... [Suara lenguhan keduanya ketika saling bertukar saliva].

"Puaskan aku Mas," pinta Aqilla yang berada dalam gendongan Dito.

"Pasti, kita akan melewatkan malam panjang kita bersama malam ini." Jawab Dito dengan senyum yang begitu menggoda.

Kedua anak manusia ini pun kembali melakukan penyatuan ilegal mereka setelah tiga tahun berpisah. Mereka saling menikmati sensasi sentuhan demi sentuhan yang lama tidak ia rasakan. Entah sudah berapa ronde yang mereka lewati, tanpa merasa lelah mereka terus melakukan penyatuan tanpa henti-hentinya. Seakan membalas dendam pada waktu yang telah memisahkan mereka.

Sedangkan di tempat yang berbeda, tak berbeda dengan Aqilla, Bram juga tengah menikmati malam panasnya dengan wanita bayaran yang ia dapati dari club malam. Entah sudah berapa ratus wanita yang telah menemani malam sepinya semenjak Aqilla pergi meninggalkan dirinya, karena keegoisan sang Daddy.

Ia lebih baik menyentuh wanita malam daripada menyentuh istrinya sendiri yang selalu menunggu kepulangannya di rumah utama setiap harinya.

"Ughhh baby, teruslah bergerak! Milik mu membuat ku menggila. Siapa namamu baby?" Tanya Bram saat ia menikmati wanita bayarannya malam ini.

"Na-ughhh.... Na-ughh.... Nani Om ahhh..." jawab wanita itu yang kesulitan menjawab pertanyaan Bram karena dia sedang merasakan sakit namun nikmat dibagian intinya saat milik Bram yang berukuran besar itu menyentuh bagian intinya hingga ke ujung.

"Nama yang bagus, mau kah kamu menjadi patner ranjang ku Baby?" Tawar Bram yang merasa ketagihan dengan milik Nani.

"Ahh... Ma-mau Om asal bayarannya cocok." Jawab Nani yang menyetujui tawaran Bram.

"Bagus, kau akan aku berikan apartemen, mobil dan uang bulanan. Apa kau suka hemm?" Tawar Bram lagi yang membuat Nani tersenyum senang dan merasa terbang ke angkasa mendapatkan jeckpot kali ini.

"Mau Om..." jawab Nani yang tak bisa melepaskan senyumnya.

"Bagus, kau benar-benar wanita pintar, kau harus berhenti menjadi wanita malam dan hanya boleh melayani aku saja baby, bagaimana?" Tanya Bram lagi yang dijawab anggukam kepala dari Nani.

Bram tersenyum senang dan terus meminta Nani terus bergoyang diatas miliknya.

1
Mama Gezkara
aku suka ceritanya kaaakkk
Orang Pinggiran
ceritanya bagus terus gimana kalau mau lanjut ngebacanya?🙏🙏
Ricka Monika
kisahnya drama banget 👍
Ricka Monika
wah Dito kayaknya mau bundir nih
Ricka Monika
apa yg di bilang td sm Bram,hellooo perbuatan mu itu salah tau salah besar😡
Ricka Monika
lah gak sadar diri,cermin mana cermin🪞
Ricka Monika
beh egois cinta tp menelantarkan istridi saat badai menghantam nya kalo gak ada Dito udah KO istrimua
Ricka Monika
jelaslah kau saja TDK mau menyelamatkan istrimu dr ortu mu yg gila itu, wajar dia melupakanmu bercerminlah🤧😡
Ricka Monika
istri orang hanya status tapi TDK di nafkahi sm Bram berarti sudah bisa dibilang bercerai Krn TDK di beri nafka lahir dan batin,
Ricka Monika
dendam Aqila terbayar sudah,tapi kenapa Dito tau ya Aqila melakukan balas dendam terhadap keluarganya 🤔dan anehnya si Dito Mala menyetujui tindakan Aqila hanya gara" puas dngn pelayanan Aqila di ranjang 🙄😏🤨
Ristieriswanharti
bener² nyesek
Ristieriswanharti
sebenarnya dito sudah mencintai qila
tp dia sadar hanya Bram yg di cintai qila
Ristieriswanharti
ini sebenarnya alurnya mau di bawa ke mana thor
kok kaya aneh gitu ya aq bacanya
Ristieriswanharti
sebenarnya aku ga mudeng blas alur ceritanya tapi udah terlanjur baca sampai disini nanggung kalo ga di terusin
Ristieriswanharti
owalah dasar qila goblok
bram kaya gitu masih mau saja
diminta untuk ninggalin wanitanya aja Masih pikir² ee masih mau aja sama bram
Ristieriswanharti
ini sebenarnya gimana si qila
Ristieriswanharti
cerita muter ga karuan
Ristieriswanharti
aq kok sebal dengan si Bram laki² gak punya ketegasan bisanya menangis menangis dan menangis serta meratap
egois ingin memiliki tanpa mau berusaha dengan cara yg benar
Ristieriswanharti
cerita ini kebanyakan pemeran jadi kadang pemeran lain sampai hilang gitu aja
Ristieriswanharti
ngeri yaa
mungkinkah dunia para bangsawan seperti itu di dunia nyata
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!