Kisah sukses seorang istri gendut yang berhasil bertransformasi menjadi istri yang cantik dan seksi.
Kok bisa sang istri mati-matian merubah penampilanya menjadi cantik dan seksi, setelah itu suami masuk bui begitu saja.
Inilah kisah rumah tangga pasangan yang kurang harmonis, Kate Winslet dengan Jason Statham. Sampai pada akhirnya Kate berlabuh pada Nathan Wu
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Ayu_Merdeka, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
CCTV
"Ibu kebangetan, dah bikin kita jantungan" ujar Lea ikut kesal
"Maafkan istri saya ya nak Kate" tutur Jonathan merasa tak enak hati dengan menantunya
"Tidak papa ayah Jo, ibu mau aku tambahin uangnya, ini sepuluh juta lagi untuk mu, dan ini untuk Lea dan ini untuk ayah" Kate memberikan segebok uang sepuluh juta pada mereka, masing-masing mendapatkan sepuluh juta rupiah
Tentu saja Marina dan Lea tersenyum bahagia ketika melihat tumpukan uang kertas berwarna merah itu
Tetapi ayah Jo menolak pemberian Kate " tidak nak Kate, ayah tidak mau menerima uang ini"
Marina langsung menyerobot uang itu dari tangan suaminya yang akan dikembalikan pada Kate "Sini buat ibu aja, ayah memang bodoh, nggak ngerti duit" cerocosnya pada sang suami
"Biarkan saja yah, besok pagi sebelum aku bangun, aku minta kalian semua meninggalkan rumah ini, entah mau pergi shopping, nyalon atau pergi kemana, terserah kalian. Tetapi ingat sebelum jam 8 malam kalian harus pulang, kalau terlambat sedetikpun, kalian berdua akan tidur di luar... Apa kalian mengerti" kata Kate sembari menjelaskan perintahnya, ternyata Kate tidak memberikan uangnya secara cuma-cuma, ia seperti memiliki rencana lain
"Ayah boleh pergi kemanapun ayah mau, tetapi Kate minta untuk besok ayah jangan dirumah dulu ya" imbuh Kate menoleh ke arah Jonathan
"Baik nak" jawab Jonathan
Kate kembali menatap manik Marina dan Lea
"Baik nak Kate, terimakasih" jawab Marina
"Terimakasih mbak" jawab Lea juga
"Sekarang kalian semua istirahatlah" terang Kate bergegas keluar dari kamar Marina
Tubuh Kate lolos dari pandangan mereka semua
"Yeah... akhirnya kita bisa shopping, memanjakan diri" seru Marina kegirangan
"Ibu memang cerdik, rencana ibu pura-pura stroke benar-benar manjur" puji Lea tersenyum sambil mengacungkan jempolnya pada sang ibu
"Kalau stroke beneran bagaimana?, ingat penyakit tidak boleh dibuat lelucon, hal itu bisa nampik pada dirimu sendiri" tutur Jonathan memberikan penuturannya pada sang istri
"Ayah nyumpahi ibu ya? Dasar lelaki nggak tahu diuntung, kalau bukan karena menantu sial*n itu membela mu, sudah ku tendang kamu dari rumah ini. Keluar sana? buatkan teh untuk ku" bentak Marina kesal dengan penuturan suaminya
"Ayah sok baik sih, makanya omongan itu di jaga, kalau bukan karena ibu, kita mana bisa tinggal bersama kakak di rumah megah ini" imbuh Lea menyudutkan sang ayah
Jonathan tampak diam saja, ia melangkah keluar untuk membuatkan teh untuk istrinya
Rencana Kate berjalan mulus, semua orang sudah pergi, Sekarang yang tersisa tinggal dirinya saja
Ia menelfon Nathan untuk segera datang, melancarkan rencana keduanya. Yaitu rencana pemasangan kamera cctv secara sembunyi-sembunyi untuk memantau aktivitas keluarga Jason, selama dirinya tidak ada di rumah
Cara ini juga untuk mengumpulkan bukti-bukti kejahatan yang mereka lakukan, siapa saja pelaku yang sudah berkonspirasi untuk melenyapkan dirinya. Ia ingin segera menuntaskan kasus kecelakaannya kala itu.
Sebelum mendapatkan bukti-buktinya, ia harus melakukan drama pada mereka semua.
Seluruh pekerja sudah datang, ada lima orang lelaki yang bertugas memasang kamera pengintai, Nathan dan Kate menginstruksikan pada mereka semua, untuk memasang kamera yang berukuran sebiji jagung itu sesuai yang mereka tunjukkan
Tak lupa Kate juga memasang kamera cctv tersebut di seluruh kamar di rumah megahnya, termasuk juga kamarnya sendiri. Hanya kamar mandi saja yang tidak terpasang kamera pengintai
Setelah semuanya selesai, Kate bergegas pergi ke kantor bersama Nathan. Mereka berdua mengendarai mobil milik Kate, Nathan yang menyetir mobil itu
"Semoga saja rencana kita cepat berhasil ya Mbak, aku nggak sabar pengen lihat suamimu masuk penjara" terang Nathan sambil memfokuskan netranya pada jalanan
"Semoga saja, aku ingin mereka mendapatkan hukuman yang setimpal" jawab Kate geram
Sebenarnya hatinya tengah bergejolak, ia masih tidak percaya kalau Jason dalang dari kecelakaannya waktu itu
"Nathan gimana proses pencarian mamaku, apa sudah menemukan titik terang" tanya Kate
Ia sudah rindu dengan pelukan ibunya, akhir-akhir ini ia sangat merindukan ibunya, rasa kekhawatiran seorang anak tengah melanda hatinya
"Bersabarlah, aku masih mengusahakan itu, jangan sedih ya Mbak, nama mu pasti baik-baik saja" tutur Nathan menenangkan kegelisahan Kate
"Terimakasih ya Nathan, kamu baik banget"
Langit yang tadinya cerah, kini tampak gelap dan mendung. Gemuruh petir mulai menyambar, tetesan air dari langit mulai turun dengan derasnya
"Hujannya deras sekali" Kate bergumam sambil menatap gelapnya dari kaca jendela
"glek...." tiba-tiba mobil yang mereka kendarai mogok, mereka berdua terjebak di dalam mobil.
Di luar hujannya sangat deras, kemerlap petir sangat menakutkan. Kate melipat kedua tangannya di depan perutnya, hawa dingin mulai merasuki tubuh mereka berdua
Karena tak ingin melihat pujaan hatinya kedinginan, Nathan melepaskan jaket jumpernya, menyisakan kaos tipis berwarna putih yang masih menempel di tubuhnya
"Pakai ini mbak" Nathan memberikan jaketnya pada Kate
"Lha kamu gimana? apa kamu tidak kedinginan"
"Sudah ambil saja, mana mungkin aku tega melihat mbak Keket kedinginan" Nathan memaksa Kate mengambil jaketnya, kemudian Kate mlai memakai jaket itu menyelimuti tubuh atasnya
"Terimakasih ya Nathan, kamu baik banget"
"Sama-sama mbak, sesama manusia kan harus tolong menolong"
Bisa saja jawaban si Nathan, kalau suka bilang bos
Keburu diambil orang
Eh...eh... jangan dulu, kan Keket masih istri sahnya Jason, nanti kalau sudah janda baru di tembak
Sekarang tebar-tebar pesona dulu, buat naklukin hatinya mbak Keket