NovelToon NovelToon
Suami Khayalan

Suami Khayalan

Status: sedang berlangsung
Genre:Romantis / Komedi / Fantasi / Romansa Fantasi
Popularitas:146.3k
Nilai: 4.9
Nama Author: Marimar

Kisah Jerry, Eza dan Nilo seorang wanita 21 tahun yang sangat suka sekali berdiam diri di Rumah dan memiliki ilusi yang sangat kuat.
Bahkan Nilo bisa menceritakan bagaimana rupa suaminya itu, bagaimana mereka menikah, bagaimana mereka melewati malam pertama dengan begitu detail. Namun itu semua hanyalah khayalan Nilo.

Nilo tersesat antara kehidupan nyata dan imajinasinya.

Akankah Nilo tersadar dan bagaimana Nilo menemukan cinta sejatinya.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Marimar, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

eps. 26

Nilo bersiap untuk tidur di tatapnya lelaki yang berada di sebelahnya yang kini menyandang status sebagai suami dari wanita yang sudah tercemar oleh seseorang yang ia cintai walau tidak begitu yakin namun dia lebih condong pada perasaannya bahwa benar ia sudah tercemar mengingat beberapa waktu lalu ia turun dari tempat tidurnya dengan rasa sakit di bawah sana hingga dia memilih berada di kamar sepanjang hari agar rasa sakit itu tidak begitu terasa karena banyak berjalan.

Terlintas juga dalam ingatan Nilo di sore harinya Bibi Nata memberikan pembalut khusus untuk malam hari dengan mengucapkan "agar tidak tembus ndok" pada saat itu Nilo mengerti bahwa Bibi Nata mengira dirinya sedang menstruasi.

Nilo tersadar dalam lamunannya saat melihat lelaki yang kini menjadi suaminya itu mengerjap.

Seketika Nilo menutup matanya tanpa mengubah posisinya yang berhadapan dengan lelaki yang tidur di sebelahnya.

Eza melihat Nilo dan mengira istrinya itu telah tertidur, Eza pun menarik selimut menutupi tubuh Nilo dan menarik bantalnya lebih dekat dengan Nilo.

Apa yang mau dia lakukan? batin Nilo bertanya - tanya merasakan Eza menarik bantal lebih dekat dengannya.

Eza lalu kembali merebahkan tubuhnya dengan melingkarkan tangannya di atas selimut yang menutupi tubuh Nilo.

Setelah beberapa saat tidak terasa lagi adanya pergerakan, Nilo bertanya-tanya dalam hatinya "apa yang terjadi" pelan - pelan Nilo membuka mata dan terkejut melihat wajah Eza berada tepat di depan wajahnya dengan cepat Nilo kembali menutup mulutnya agar tidak menimbulkan suara.

Ditatapnya lagi wajah Eza tanpa memindahkan tangan Eza yang melingkar di atas selimutnya hingga dia tertidur.

Pagi hari pun telah kembali, terlihat sepasang suami istri itu masih terlelap.

Nilo merasakan ada sesuatu yang bergerak di buah melon yang berada di dalam tempatnya, Nilo membuka matanya dan melihat tangan Eza sedang meremas buah melonnya langsung di dalam tempatnya.

“Pemaksa, kenapa kau merogol melon ku?” pekik Nilo keras hingga membangunkan Eza sembari menjauhkan tangan Eza dari buah melonnya.

“Apa sih?” tanya Eza bingung mendengar istrinya sepagi ini sudah ngedumel, dia bergerak memperbaiki posisinya.

Nilo diam tak tau harus berkata apa.

Eza terlentang dan memperbaiki selimut ia merasa hawa dingin merasuk hingga ke tulangnya “Kau menggagalkan hidung ku saja!”

Garis muncul di antara alisnya. Nilo mencoba memahami apa yang di ucapkan oleh suaminya itu.

“Apa maksud mu?”

Eza hanya menggerakkan tangan di depan wajahnya seolah berkata "sudahlah" dia sudah tidak sabar untuk melanjutkan tidurnya.

Nilo mengguncang tubuh suaminya saat mata suaminya itu tertutup ”bangun, aku mau tau” Nilo penasaran apa yang di maksud oleh Eza, Nilo berpikir Eza memiliki penyakit yang bisa membuat Eza tiab-tiba berhenti bernapas.

“Ya oke, Aku bermimpi sedang meremas tanah liat ku untuk membuat hidung dan menyempurnakan patung ku.” jawab Eza lalu membelakangi Nilo, dia benar-benar ingin tidur lagi.

Mata Nilo terbelalak mendengar ucapan Eza ”apa kau tau ? kau meremas payud*ra ku, bahkan masuk ke dalam bra ku.” jelas Nilo. Dari semalam Nilo sudah berjaga-jaga bila saja tangan Eza kemana-kemana saat ia tertidur, buah melonnya masih terlindungi oleh bra yang sengaja tidak ia lepas.

Seketika Eza berbalik dan duduk menghadap ke arah Nilo mendengar ucapan wanita yang sedang kesal itu. ”Benarkah? pantas saja aku merasa sangat nyata.” mata Eza berbinar membayangkan sesuatu di kepalanya dengan wajah memandang buah melon Nilo yang tidak terlihat.

“Bisakah aku mengulanginya lagi?” tambah Eza dengan menyeringai dan menggerakkan kedua tangannya seolah sedang meremas di depan Nilo.

“Jangan harap!” tegas Nilo sembari turun dari tempat tidur bergegas untuk segera mandi.

Eza mengikuti Nilo dengan pandangan matanya dengan tersenyum bahagia penuh makna, terlintas mimpi yang baru saja ia katakan pada Nilo, saat ia mencari-cari tanah liat kecil yang pas untuk membentuk hidung itu pasti saat tangannya menyusup ke dalam bra Nilo dan saat Eza meremas-remas tanah liat itu adalah saat tangannya meremas pay**ara Nilo.

“Hahaha.” Eza tertawa terpingkal-pingkal setelah menyambungkan mimpinya dan kenyataan yang terjadi.

Haruskah besok aku bermimpi mencetak gol. batin Eza yang membuat senyum di wajahnya.

Nilo keluar dari kamar mandi dan melihat Eza tengah senyum-senyum sendiri di atas tempat tidur.

Apa yang sedang ia pikirkan, hingga tersenyum-senyum seperti itu. kicau Nilo dalam hatinya.

“Apa kau tidak bekerja? hari ini aku mau kembali ke rumah ku.” ucap Nilo berjalan ke arah meja rias dan duduk untuk mengeringkan rambutnya.

Eza turun dari tempat tidur berjalan menghampiri Nilo.

“Kau tidak di ijinkan keluar dari rumah ini beb.” larang Eza dengan suara berayun berdiri di belakang Nilo tampak pantulan mereka di dalam cermin.

“Kenapa? aku hanya ingin mengambil sesuatu.” jawab Nilo seraya mengambil hairdryer dan menyambungkan dengan stop kontak di meja riasnya.

“Baiklah, jangan coba-coba untuk tidak kembali !” Eza mengambil hairdryer dan mengintimidasi Nilo dengan kata-katanya.

“Jangan bermain di belakang ku, kalau kau tak ingin sesuatu yang buruk akan menimpa keluarga mu.” tambah Eza dengan nada intimidasi yang semakin berat namun dengan lembut mulai mengeringkan rambut Nilo.

Nilo mencoba mengambil hairdryer di tangan Eza namun Eza tak memberikannya, ia ingin mengeringkan rambut istrinya itu walau kata-kata yang keluar dari mulutnya sangat tidak cocok dengan gerakan yang ia lakukan.

Nilo hanya berdehem setelah mendengar ucapan Eza, Nilo mengerti bahwa Eza sedang mengawasi dirinya.

Nilo bertanya pada Eza mengapa Eza bisa sangat santai bersama dirinya yang baru saja ia kenal, dan Eza pun memberitahu semua kenyataannya. Nilo terkejut mengetahui bahwa suaminya saat ini adalah seseorang yang sudah ia kenal hanya saja menutupi rupa aslinya.

“Kenapa kau lakukan itu?” tanya Nilo yang duduk diam saja menanti rambutnya selesai di keringkan oleh Eza.

“Aku malu.” jawab Eza.

Mata Nilo membulat mendengar jawaban Eza. “ Orang seperti mu bisa malu?” Nilo terkekeh.

Eza menoyor lembut kepala Nilo melihat Nilo menertawakannya.

“Lebih tepatnya, aku bisa mengenal mu apa adanya.” jawab Eza sembari terus menggerakkan hairdryer di tangannya dari atas ke bawah.

“Dan aku menyukai mu, kau juga harus menyukai ku!” tambah Eza menatap mata Nilo melalui cermin di depannya.”

“Wah gaya rambut ku jadi lebih bagus.” tutur Nilo jujur sembari mengalihkan kalimat yang baru saja Eza katakan.

Eza meletakkan hairdryer dan mencabut dari stop kontak “Cepat pergi dan cepat kembali.” ucap suami Nilo dan bergegas menuju kamar mandi.

Nilo keluar dari kamar dan di dapatinya beberapa pelayan sedang mengerjakan tugas mereka masing-masing, terlihat juga seorang koki yang sedang berada di dapur.

Nilo bertanya pada koki yang sedang berada di dapur “Apa kemarin libur?” pertanyaan Nilo pun di jawab oleh Koki bahwa mereka di liburkan selama 1 minggu, namun pelayan bagian kebersihan selalu datang setiap pagi hari dan hari ini semua pelayan kembali bekerja. “Apa Nona kesulitan?” tanyanya pada Nilo.

“Oh tidak, sekarang aku akan pergi sebentar.” ucap Nilo dan pergi meninggalkan koki dan rumah itu.

Sesampainya di rumah, Nilo mendatangi bibi yang sedang menyiapkan sarapan, Nilo telah mengabari Bibi Nata, bahwa dirinya akan ke rumah sebentar pagi ini.

Nilo melangkah menuju kamar tidurnya ketika Nilo masuk ke dalam kamar Nilo melotot melihat seseorang yang sedang tidur di atas tempat tidur miliknya.

Nilo mengucek matanya, memastikan Jerry yang dia lihat sedang berbaring di tempat tidurnya adalah benar.

1
Yasmin Risno
cerita author bkin aku pusing......
olle
kak up nya jangan tersendat2 dong penasaran bgt sm ceritanya sy sih lebih like nilo jerry
Fabro Os
makasih kak dah up lagi....
Fabro Os
Evan kembar g, sih kak?
💜⃞⃟𝓛ㅤ ᴀʀᴜɴᴀ
ya Allah Thorrrrr
kangen banget aku Ama Nilo
penasaran aku gak ilang² lho Thor Ama novelmu ini
setiap up adaaaa aja misterinya😁
Jan lama² ya Thor up nya aku setia nunggu lho😚
Olle Riu Olle
penasaran happy ending nya thor, jangan lama2 dong up nya
Shalwa Sabil
lanjut thour
💜⃞⃟𝓛ㅤ ᴀʀᴜɴᴀ
ampun dah Thor...
kelakuan Evan... jadi suka akunya sama doi🤭
Jerry kemana Thor? kangen juga ama cerita si Deddy satu ini😁
Iniaku: Follback kak
total 1 replies
Shalwa Sabil
lanjut thour
Fabro Os
makasih kak dah up lagi.....
Irsa Arini
lha langsung aja tidak pakai trik dulu kamu evan
D'wie author
Waduh,siapa tuh cewek? Jgn khayalan jg kyk J dulu ya! Trs Gou itu siapa ya? Jgn2 anak Gara sama Divine.Hmmm...🤔
D'wie author
Eza, itu Nilo putrimu yg kau abaikan. Kau tak tahu Nilo hamil Krn perbuatanmu, dasar lelaki menyebalkan.
D'wie author
Kasian ya Jerry, hatinya mati sepeninggal Nilo. Tempo hr jg aq gk rela Nilo mati,kasian Jerry soalnya.
D'wie author
Baru tw kisah anak Nilo dilanjutin.😌
Nouna Jumie
🤣🤣🤣🤣 Evan berguru dlu sama papah mertua wkwwk
Gitaemutz
hahaha
Shalwa Sabil
waduh evan2..lanjut kak...penasaran kpn evan bisa nembus nilo...hhhh
Shalwa Sabil
lanjut thour
Marfuad Namlia
jangan d bikin pusah thoor nilo ama evan
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!