bagi orang lain, cinta pertama seorang anak perempuan adalah seorang ayah tapi tidak Resty, karena baginya ayah adalah neraka baginya
inilah kisahnya
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon glaze dark, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
bab 3.
beberapa har setelah kepergian ibunya.Resty kini hanya tinggal berdua dengan ayahnya. dengan kepergian ibunya Resty semakin terabaikan. Ayahnya bahkan semakin acuh.
Sebelum berangkat ke sekolah Resty harus menyelesaikan pekerjaan rumah. Ia juga wajib menyiapkan kopi dan sarapan untuk ayahnya yang hendak jualan ke pasar
sebelum berangkat sekolah. Resty memberanikan diri."ayah...! bolehkah Resty minta uang jajan."
dengan nada membentak awi mengatakan." tidak ada uang jajan, bawa nasi goreng sisa yang ada didapur." setelah mengatakan itu awi langsung pergi kepasar dengan menggunakan motornya.
Dengan perasaan sedih, Resty memasukan nasi goreng kedalam bekal. tangan gemetar Tampa sepeser pun uang jajan. Ia cuma bisa menahan tangis atas semua perkataan ayahnya. dengan langkah berat. Ia mengunci pintu lalu berangkat kesekolah. saat sampai di gerbang sekolah. Ia bertemu dengan temannya yang bernama Mira.
."Hai...Resty!, bagaimana kabarmu." tanya Mira sambil merangkul bahunya.
dengan senyum getir Resty menjawab."aku baik-baik aja...mir!." padahal dada nya sesak.
"Eh ngomong-ngomong, hari ini kita ada ulangan matematika lho. Bu guru bilang yang mau ikut harus bayar Rp2.000 buat fotokopi soal," kata Mira polos.
Resty terdiam. Jantungnya berdegup kencang. Ia merogoh saku seragam yang kosong. Mukanya langsung murung."Aku... aku tidak bawa uang...Mir," bisik Resty pelan, menunduk dalam.
Saat memasuki kelas, ruangan kelas sudah rusuh oleh kelakuan teman-temannya. ada yang main pesawat terbang, lempar sepatu dan yang lainnya. Setelah beberapa menit bel sekolah berbunyi. tanda kelas akan dimulai.
guru pun Langsung masuk ke kelas untuk memulai ulangan, sebelum ulangan dimulai.
"anak-anak sebelum ulangan dimulai, silahkan kumpul uang 2000 nya untuk membeli kertas HVS".
setiap murid maju ke depan untuk mengumpulkan uang 2000, tapi tidak dengan Resty. Ia hanya bisa menunduk karena takut tidak bisa ulangan. Takut dimarahi oleh guru karena tidak mengumpulkan uang 2000. pada saat itulah gurunya menanyakan, "Resty kenapa kamu tidak mengumpulkan uangnya, apakah kamu tidak ingin ikut ulangan, jika kamu tidak ingin ulangan, silahkan keluar dari kelas".
"maaf...buk!, Resty tidak punya uang".
Dengan perasaan marah gurunya langsung berdiri."apakah ayahmu tidak memberikan kamu uang."Resty hanya bisa mengangguk kan kepalanya."kalau begitu, silahkan kamu keluar dari kelas saya dan jangan masuk ke kelas sebelum pelajaran saya selesai". Dengan perasaan hancur dan sedih, Resty keluar dari kelas dan duduk sambil menyudutkan dirinya ketembok.
selama 2 jam pelajaran berlangsung. selama itu pula Resty tidak mengikuti ulangan. setelah pelajaran selesai, gurunya datang menghampiri Resty." Resty....! kamu seharusnya sudah tau, kalau ulangan pada mata pelajaran saya harus bayar. dan ingat, jika ada ulangan lagi, kamu harus sediakan uangnya dan jika tidak ada uangnya, kamu tidak boleh ikut ulangan karena itu sudah peraturannya dan saya tidak mau mendengar apapun penjelasannya."
Resty hanya menjawab, "baik buk". Setelah itu guru langsung pergi.
pada saat jam rehat, semua murid langsung menuju kantin dan Mira langsung menghampiri Resty."Resty...!ayo kita kekantin".
Dengan rasa canggung Resty menjawab,"tapi, aku tidak mempunyai uang".
"ohh...! ya sudah, aku duluan ya" setelah Mira pergi ke kantin, Resty memasuki kelas dan memakan nasi goreng yang sudah dia sediakn dari rumah, walaupun nasi goreng itu hanya diberi garam dan bawang, tapi bagi Resty itu adalah makanan yang akan membuatnya menahan rasa lapar dari lelahnya dunia.