NovelToon NovelToon
Pemuas Ranjang CEO

Pemuas Ranjang CEO

Status: tamat
Genre:Romantis / Romansa-Solidifikasi tingkat sosial / Duda / Tamat
Popularitas:19.3M
Nilai: 4.8
Nama Author: Momoy Dandelion

Season 1: Bara x Retha

Jalinan cinta antara dua orang yang saling menguntungkan antara seorang duda dengan seorang guru yayasan yang memiliki pekerjaan sampingan. Bara membutuhkan wanita untuk mengobati kesepiannya dan Retha membutuhkan uang untuk melunasi hutang ayahnya.

Bagaimana perjalanan kisah cinta mereka dan lika-likunya menghadapi dunia? Akankah keduanya akan bersatu?


Season 2: Hendry x Citra

Cinta masa SMA yang dipertemukan kembali saat keduanya baru saja mengalami kegagalan berumah tangga. Hendry ditinggalkan istrinya karena permasalahan kesuburan. Sedangkan Citra memutuskan bercerai dari suaminya yang telah berselingkuh dan menghamili wanita lain.

Akankah mereka bisa menghadapi trauma hubungan sebelumnya? Bagaimana cara mereka bisa kembali membuka hati dan akhirnya hidup bahagia bersama.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Momoy Dandelion, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Mama Datang

"Orangnya sudah tertangkap, Bar. Dia juga sudah mengakui perbuatannya."

Zack mengajak Bara ke gudang kantor mereka. Ada seorang lelaki yang terikat di sebuah kursi dengan mulut tertutup lakban. Bara pernah melihat orang itu menjadi salah satu pekerja di tempat proyeknya. Sesuai dugaan Bara, orang itu memang sengaja ingin mencelakai petinggi perusahaan.

Kejadian yang menimpa Bara bukan rekayasa. Ia benar-benar cedera, namun tidak parah. Rencananya berpura-pura sakit parah telah mampu membuka sedikit demi sedikit kedok orang-orang yang sebenarnya tidak terlalu mendukung proyek tersebut. Bahkan, mereka sering melakukan usaha pengacauan, salah satunya dengan membayar orang untuk berdemo masalah pembayaran penggantian lahan dari masyarakat.

Usaha-usaha yang selalu gagal, membuat mereka kembali memikirkan cara menyingkirkan otak proyek, salah satunya dengan kecelakaan yang direkayasa.

"Kenapa tidak kamu langsung serahkan pada polisi?" tanya Bara. Ia memandangi lelaki itu yang tampak tenang meskipun sudah jelas ia bersalah.

"Aku sedang menunggu ia membuka mulut. Yakin 100 persen ia pasti disuruh seseorang untuk melakukannya. Mungkin memang target awal adalah ayahku, namun akhirnya kamu yang kena." Zack diam-diam melakukan penyelidikan atas perintah Bara. Mereka sangat kompak berakting dengan perannya masing-masing. Zack tidak terlalu disorot oleh lawan bisnis sehingga bisa lebih leluasa bergerak dari pada Bara.

"Jaga ayahmu dengan baik, Zack. Kalau bisa kamu saja yang menggantikannya. Jika ada yang berniat mencelakainya, setidaknya ayahmu akan selamat," usul Bara.

Zack langsung menoyor kepala Bara dengan kesal. "Jadi kamu mau aku yang jadi sasarannya? Sialan!" gerutunya.

"Setidaknya kamu masih muda. Cukup kuatlah kalau disuruh menahan sakit." Bara cukup suka bergurau dengan Zack. Dia ingin membalas gurauan yang sering dilontarkan kepadanya.

"Bagaimana dengan kakimu? Apa Sudah benar-benar sembuh?" tanya Zack.

"Aku rasa sudah. Seperti yang kamu tahu, pemasangan gips memang untuk lebih mendramatisir peranku supaya lebih meyakinkan."

"Lalu, harus kita apakan dia?"

"Masukkan ke penjara saja. Terserah dia mau bekerja untuk diri sendiri karena motif balas dendam atau bekerja sendiri aku tidak peduli. Aku harus cepat pulang!"

"Kenapa buru-buru? Setidaknya kita makan siang bersama, Bar!" Zack menatap aneh temannya itu.

"Tidak bisa, aku sudah ada janji!" Bara melambaikan tangannya kepada Zack. Ia ingin segera kembali ke hotel.

Drrt drrt drrt

Ponsel Bara berbunyi. Ada telepon masuk dari ibunya. Ia heran kenapa sang ibu tiba-tiba menelepon dirinya. "Halo, Ma?"

"Kamu dimana? Mama sudah ada di lobi hotel bersama Kenzo."

Deg!

Jantung Bara seakan mau copot mendengar ibunya sudah ada di hotelnya. Kalau sampai beliau tahu tentang keberadaan Retha di dalam kamarnya, ia pasti akan dimarahi habis-habisan.

"Mama kenapa menyusul ke sini segala? Memangnya Kenzo tidak sekolah?"

"Kenzo tidak mau sekolah. Katanya guru kesayangannya tidak masuk jadi dia juga tidak mau masuk sekolah."

Bara memijit keningnya. Guru favorit anaknya selama beberapa hari ini memang sedang bersamanya, menjadi teman tidurnya. Masalahnya akan semakin rumit kalau ibunya tahu ternyata guru Kenzo punya pekerjaan sampingan sebagai wanita penghibur lelaki kesepian seperti dirinya.

"Mamamu ada di sini, Bar?" tanya Zack lirih.

"Iya."

"Wah, aku bakalan laporan ke Tante Ratih kalau putra kesayangannya tidur bareng wanita bayaran. Pasti akan seru. Hahaha ...."

Bara langsung menoyor kepala Zack.

"Mama pulang saja deh, aku repot kalau ada Kenzo jadi tidak bisa fokus kerja." Bara mencoba mencari alasan agar ibunya mengalah. Alasan utamanya ia tidak ingin momen-momen kebersamaan dengan Retha juga hilang. Hanya seminggu saja ia ingin egois menyenangkan dirinya sendiri. Meskipun hanya bisa sebatas memeluk dan menciumnya, kehadiran wanita yang tanpa sengaja masuk ke dalam kamarnya sungguh bisa mengobati kesepiannya.

"Kamu apa-apaan, sih? Kok jadi mengusir Mama? Padahal Mama datang juga untuk menjengukmu, kondisi kaki pincang masih memaksakan diri bekerja!"

Bara sampai menjauhkan ponselnya karena omelan sang ibu begitu memekakan telinga. "Aku sudah sembuh, Ma. Pokoknya jangan khawatirkan aku."

"Mama tidak percaya sebelum melihat langsung! Berapa nomor kamarmu? Mama ingin masuk ke sana!"

Bara semakin bingung saat ibunya menanyakan nomor kamarnya. Retha masih ada di dalam sana. Kamar juga penuh dengan barang-barang Retha.

"Eum, kebetulan aku juga sudah mau pulang, Ma. Tunggu aku di lobi."

"Kalau lama, Mama akan langsung ke kamarmu!"

"Sebentar, Ma ... paling 10 menit."

Bara mematikan teleponnya. Ia melirik ke arah Zack yang sedang tertawa puas melihatnya panik.

"Akhirnya aib lelaki baik-baik ini akan terbongkar. Hahaha ...."

"Aku juga tahu banyak tentang aibmu. Apa perlu aku bongkar satu-persatu di hadapan ayahmu?" Bara melotot kepada Zack.

"Aduh, Tuan Bara yang baik masa tega dengan sahabatnya sendiri ...." Zack langsung berubah sikap. Ia langsung mendekat dan menepuk pundak Bara agar rahasianya tidak dibocorkan. "Aku bisa kehilangan hak sebagai ahli waris kalau mulutmu terbuka. Bagaimana kalau kita saling menjaga rahasia ini berdua, bukankah lebih menguntungkan?" rayunya.

"Kalau begitu, kita sama-sama pergi ke hotel. Aku akan menemui ibuku dan Kenzo, sementara kamu menyembunyikan Retha sebentar. Beresi barang-barangnya dari kamarku."

Zack mengulaskan senyum. "Bagaimana kalau Retha jadi teman tidurku saja. Kamu sudah puas kan, tidur beberapa hari dengannya? Aku juga mau coba."

Bara tidak terima. Ia mencengkeram kuat kerah leher Zack sembari memberikan tatapan intimidatif. "Berani kamu macam-macam dengannya, aku tidak akan segan menghajarmu!"

Zack terpukau dengan reaksi Bara. Baru kali ini ia terlihat begitu ambisi terhadap seorang wanita yang bahkan hanya sebatas wanita panggilan. "Jangan bilang kamu menyukai Retha, Bar ... dia hanya wanita bayaran. Bahkan kerjanya di klab malam. Kamu yakin mau serius dengannya?"

Bara melepaskan cengkramannya. Ia sendiri tidak tahu kenapa bereaksi seperti itu. Retha mau menurutinya karena sudah dibayar, bukan karena keduanya saling cinta. Hubungan mereka sebatas dua orang saling membutuhkan yang tidak sengaja dipertemukan.

"Itu bukan urusanmu, Zack. Aku telah mengganti uangmu. Selama seminggu ini, dia hanya milikku. Jangan coba-coba merebutnya dariku."

"Iya, iya ... meskipun aku juga sangat tertarik padanya, kalau kamu memang menyukai Retha, aku tidak akan mengambilnya darimu. Baru kali ini juga Bara tertarik dengan wanita, kan ... itu sudah termasuk berita baik. Artinya kamu bukan golongan penyuka jenis."

"Memangnya kenapa kalau aku seperti itu?"

"Oh, tentu saja aku akan menjauhimu. Ketampananku bisa saja membuatmu tertarik. Tapi maaf, aku masih normal dan suka dengan wanita."

"Kalau aku tidak normal juga tidak akan menyukaimu. Kamu bukan tipeku!" Sekali lagiBara menoyor kepala Zack.

Keduanya berjalan beriringan menuju hotel yang letaknya tak jauh dari tempat mereka berada.

1
✨️ɛ.
syaiton mana yg telah meminjam tubuh si Zack ini ya.. /Facepalm/
ℳ𝒾𝒸𝒽ℯ𝓁𝓁 𝒮 𝒴ℴ𝓃𝒶𝓉𝒽𝒶𝓃🦢
ya semoga kamu juga di balas Tuhan karena pengkhianatan mu sm suami trus menelantarkan anak plus membunuh calon bayi, udah 3 itu berati karma mu lebih banyak nanti 😜🤣
ℳ𝒾𝒸𝒽ℯ𝓁𝓁 𝒮 𝒴ℴ𝓃𝒶𝓉𝒽𝒶𝓃🦢
hmm dasar gemblung
ℳ𝒾𝒸𝒽ℯ𝓁𝓁 𝒮 𝒴ℴ𝓃𝒶𝓉𝒽𝒶𝓃🦢
mbak nya ni kocak minta di bawain kaca ibu tiri nya snow white kali ya, dia ngatain orang lain pelacur karena mau sama suami nya lha dia sendiri isteri orang tp minggat ga ada kabar trus jd peliharaan laki lain 😂🤣 halah halah gaya sama omongan mu mbak mbak, sekolah dulu kata ku mendingan biar otak mu ga kosong2 bgt gitub😜
ℳ𝒾𝒸𝒽ℯ𝓁𝓁 𝒮 𝒴ℴ𝓃𝒶𝓉𝒽𝒶𝓃🦢
bener2 ni manusia bukannya tobat malah nambahin dosa 😮‍💨
ℳ𝒾𝒸𝒽ℯ𝓁𝓁 𝒮 𝒴ℴ𝓃𝒶𝓉𝒽𝒶𝓃🦢
ya bodo itu nama nya mbak, emang situ mau ngerawat anak yg bukan darah daging, bara ngelakuin itu sekali karena udah terlanjur sayang kenzo juga kalo sekali lagi ya dapet piring cantik kok masa seumur idup biayain sm ngurusin anak yg bukan dr bibit dia 🤣
ℳ𝒾𝒸𝒽ℯ𝓁𝓁 𝒮 𝒴ℴ𝓃𝒶𝓉𝒽𝒶𝓃🦢
ya ga salah mbak nama nya isteri minta suami, gua juga begitu tp minta mu tu ga masuk di akal kalo ratusan juta di abisin buat tas sm sepatu, emang tas mu sm sepatu mu kalo laper bisa bikin kamu kenyang 😩 kecuali duit nya suami mu sebulan unlimited ya, kalo udah di jatah sebulan 200 juta ya harusnya diatur, boleh aja beli tas perhiasan tp kan harusnya manajemen duit mu ga langsung habis bunda, bisa itu buat nabung sm makan gojek 3x sehari lebih dr cukup 😌
ℳ𝒾𝒸𝒽ℯ𝓁𝓁 𝒮 𝒴ℴ𝓃𝒶𝓉𝒽𝒶𝓃🦢
nah kalo ini isteri nya sih yg bermasalah trus mengkambinghitam kan mertua nya, emang dasar nya lu matre aja mbak 😌 mosok 200 juta abis seminggu, makan tambang ama belerang lu? 🤪
ℳ𝒾𝒸𝒽ℯ𝓁𝓁 𝒮 𝒴ℴ𝓃𝒶𝓉𝒽𝒶𝓃🦢
sebenernya juga kalo mantu nya baik pasti sedikit banyak bakal bantu ya kalo tau dr keluarga isteri emang kureng tp kok anda ndremis😩 ngasih itu berdasar kemampuan orang nya pakde kalo anda matok jumlah nama nya gatau diri 😤🤬😡
Gintania nia
Luar biasa
pdm
sek diajari sinau edis tp aku sek moco kok melu puyeng /Facepalm/
Arsina Zain
Buruk
Intan Risma Wandy
hamidun kayakne si silvi
Intan Risma Wandy
ciey cieyyyy sayang 😀😀
Fitri Zalfa
Luar biasa
Diah Anggraini
maachi ka..
ceritanya bagus
Diah Anggraini
zack
paling paling kau..
haaa
Diah Anggraini
salut sama bara yang tenang dan baik
Diah Anggraini
parah silvia..
keluar juga sifat aslinya
Diah Anggraini
haaaaa.
guut Bara..
puas dah tawain thea
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!