adult romance ❤
Kecantikan Alya Sanjaya yang membuat kaum adam rela bertekuk lutut,bahkan kecantikannya membuat Daffa Rahardian, suami Alyza Putri Pratama, kembar tidak identik dari Alya, mengejarnya untuk mendapatkannya dan menjadikannya istri dan ibu dari anaknya.
"Aku berharap akulah yang dipilih papa Reza dan mama Emy untuk diasuh mereka, tapi mereka malah memilih Alyza dan membuangku..."*Alya.
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon nophie, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Episode 26. Janji Daffa
hai gengsssss, like dulu dongggg
ini thor kece badai balik lagi...
maap ya, kalau slow update
tapi plis pliisssssss kasih likenya donggggg
kalau ada yng kasi vote pasti akan kubalas vote juga ha ha ha ha
komen ditunggu juga..
salam receh dari thor kece si #pengemislikedanvote.
\========================================================
Daffa menanti dengan penuh kekhawatiran. Daffa sangat membuat seluruh orang tahu
kalau Alya sudah menjadi miliknya.
Tiba tiba pintu ruangan terbuka, semua orang memandang takjub pada pesona seorang Alya
Sanjaya, gaun yang elegan dan apik sangat pas ditubuhnya yang ramping. Kulitnya
yang putih mulus dan wajahnya yang bersinar menambah kecantikannya. Daffa tidak habis
habisnya mengagumi keindahan mahakarya Tuhan yang diciptakan untuknya itu.
“Untung saja dia sudah kunikahi, pandangan pria pria disini saat menatap Alya membuat aku
gerah.” Gunam Daffa lirih sambil mengepalkan tangannya.
Alya dan papi Reza pun sampai ke Altar dimana Daffa menunggu istri cantiknya itu dengan
raut tidak sabar.
“Daffa, papi serahkan Alya sama kamu, jangan buat dia menangis. Dia sudah banyak menderita
oleh karena kami. “ ujar papi sambil menaruh tangan mungil Alya di genggaman
tangan Daffa yang besar sambil menepuk bahu menantunya itu perlahan.
“Tenang saja, Pi! Daffa akan berusaha membuat Alya menangis karena bahagia bersama
Daffa.” Sahut Daffa yakin.
Daffa menggandeng tangan Alya dan melakukan janji pernikahan di hadapan Tuhan dan
para undangan.
“Saya Daffa Rahardian, mengikat janji dihadapan Tuhan, menerima Alya Sanjaya Pratama
sebagai istri saya yang sah dan satu satunya, mengasihi, melayani dalam susah
maupun senang, kaya maupun miskin, sehat ataupun sakit, menjaga cinta kita
dengan setia, hingga maut memisahkan.” Ucap Daffa dengan lantang dan yakin.
Bahkan ia menghapalnya dan mengucapkan Janji Sakral dihadapan Tuhan dengan satu tarikan nafas.
Setelah Daffa, giliran Alya pun mengucapkan ikatan janji pernikahan yang sama dengan
Daffa. Alya mengawalinya dengan memejamkan mata supaya dia bisa berkonsentrasi dengan baik.
“Saya Alya Sanjaya Pratama, mengikat janji dihadapan Tuhan, menerima Daffa Rahardian
sebagai suami saya yang sah dan satu satunya, mengasihi, melayani dalam susah
maupun senang, kaya maupun miskin, sehat ataupun sakit, menjaga cinta kita
dengan setia, hingga maut memisahkan.” Ujar Alya dengan tenang dan jelas, tidak
ada sorot keraguan di tatapan cinta mereka berdua.
“Demi nama Tuhan, dan dengan kekuatan yang diberikan kepada saya sebagai pemuka agama,
maka dengan ini saya nyatakan kalian suami istri yang sah dihadapan Tuhan, dan
akan hidup bersama dalam senang maupun susah sampai maut memisahkan. Silahkan
Mempelai pria menyematkan cincin ke tangan mempelai wanita. Sebagaimana cincin
ini dibuat tanpa ujung dan pangkal, maka cincin ini adalah sebuah symbol bahwa cinta kalian sebagai suami istri tidak berujung dan berpangkal, akan senantiasa bersama sampai akhir hayat.”
Daffa memasukan cincin ke jari manis Alya, dan begitupula sebaliknya. Mereka sudah
sah terikat menjadi suami dan istri.
“Sekarang silahkan mempelai pria mencium mempelai wanita.” Jujur diantara seluruh prosesi
yang dilakukan, hal inilah yang paling ditunggu tunggu Daffa. Bingung gak?
Kan udah sampe wik wik wik, kenapa ciuman di ruang public seperti ini dinantikan oleh Daffa??
Karena Daffa mau menunjukkan kepemilikannya atas Alya. Posesif? Tentu saja… karena wanita
yang dinikahinya itu memang memiliki daya tarik yang luar biasa besar bagi laki laki.
Dengan mengundang seluruh kolega dan pegawai yang ada di perusahaannya , Daffa ingin
menunjukan bahwa wanita cantik itu ISTRINYA!
Dan tentu saja, Daffa tidak akan melewatkan momen PAMER Istri melalui wedding kissnya yang dibuat super lama, sampai Alya hampir kehabisan nafasnya, saat Daffa mencium bibirnya dengan sangat ‘PANAS’.
“I love you… aku gak akan melepaskan kamu sampai kapanpun, dan akan membahagiakan kamu,
menjadikan kamu satu satunya penghuni hatiku, itu JANJIKU!” bisik Daffa lirih di
telinga Alya, membuat seluruh bulu kuduk Alya meremang. Bukan karena ada
penampakan, tapi karena ucapan Daffa yang sukses mengaduk aduk hatinya.
“Love you too..” balas Alya dengan menyunggingkan senyum bahagianya saat menatap netra
Daffa yang hanya tergambar wajahnya.
Saat ini dunia Daffa hanya berputar pada Alya, sepanjang acara resepsi, hanya Alya yang
ada di benaknya, yang ada di matanya, yang ada di pikirannya. Katakanlah Daffa
budak cinta Alya, dia gak peduli!! Hanya Alya yang dia pikirkan.
“Hei, Masih ada banyak tamu nih, Daf… kalau salaman sama orang tuh yang dilihat wajah
orangnya, ini malah mata kamu gak pernah bisa lepas dari istri kamu.” Bentak
Sean Putra Pratama, kakak ipar Daffa, sekaligus sahabat Daffa yang paling dekat.
“Satu tempat ini gak ada yang bisa buat aku memalingkan wajah dari Alya sih! Salahmu
sendiri, punya adik tapi cantiknya kebangetan, jadi pengen ngunciin Alya di
dalam kamar aja, dan gak boleh keluar keluar.” Ucapan Daffa yang cukup keras
itu bisa didengar juga oleh Alya, membuat capitan panas singgah di lengan
Daffa, siapa lagi kalau bukan cubitan mesra dari Alya yang merasa jengah dengan ucapan Daffa.
“Kamu itu loh, dad! Kalo ngomong menjengkelkan banget!!” sergah Alya dengan suara
tertahan, karena masih banyak tamu disekelililng mereka.
“Kamu cantik banget soalnya, sayang! Kamu membuat mataku gak bisa memandang yang lainnya.”
Rayu Daffa dengan nada manja manja. Membuat Sean yang masih ada didekatnya membikin gesture ingin muntah.
“Emang Kevin dan Arga gak kamu undang ya?” tanya Sean dengan nada lketus. Ia ingin mengalihkan perhatian Daffa supaya gak hanya memandangi Alya saja. Kadang kadang melihat kelakuan Daffa yang terlalu bucin
membuat Sean jadi jijik. Dimana Daffa temannya yang dingin dan cool, pikir Sean dengan desahan pelan yang keluar dari mulutnya.
“Diundang lah… paling paling langsung menyantap makanan, atau lagi godain cewe cewe. “
ujar Daffa sambil memutar bola matanya dengan sebal karena mengingat kelakuan
teman mereka yang bernama Kevin dan Arga yang masih jomblowan sejati itu.
“Daff, nanti ada acara dansa kan? Aku boleh berpasangan sama Alya ya?” tanya Sean dengan
nada penuh harap, ia ingin memperbaiki hubungan mereka sebagai kakak adik.
“Enak aja! Kamu berpasangan sama istri kamu aja.” Bentak Daffa tidak terima.
“Iya kamu dulu, tapi nanti gantian. Sebentar saja, aku mau ngomong penting sama dia.” Pinta Sean dengan wajah melas.
“Laik kali aja… kalau dansa aku mau monopoli Alya hanya untuk aku. Apalagi dia cantik
gini, gak terima aku kalau dia dansa sama kamu.”
“Aku ini kakaknya, Daff!!”
“Tapi aku suaminyaaa!!”
“Sumpah kamu sekarang ngeselin!”
“Hei… sudahlah, dad! Biar nanti setelah dansa sama kamu, aku mau pasangan sama Papi
dan Kaka, boleh ya, sayang?” tanya Alya sambil mengedipkan matanya, dan mengerling
manja sama Daffa membuat Daffa semakin klepek.. klepek.
“Bo .. bo .. boleh sayanggg, apa sih yang ga buat kamu.”
Ucapan Daffa yang terahir bikin Sean mual, dan memutar bola matanya dengan sebal. Alay
banget sih, si Daffa!
“Makasih sayangku..” balas Alya sambil memberikan gesture ciuman jauh kepada Daffa dan
dibalas oleh Daffa berpura pura menangkap ciuman Alya diudara dan memasukkan
kedalam hatinya.
"Itu si Kevin dan Arga menuju kesini, kamu urus mereka dulu, aku mau dansa dengan adikku yang cantik."
Sean langsung menggandeng dan mengajak Alya turun ke lantai dansa, menjauhkan Alya dari Daffa yang sekarang fix menjadi pria paling alay menurut Sean.
.
.
.
TBC
mudah banget muve on...bedalah sama perempuan suka mikir 2x
mksih byk
maap
:)