Aku naima umurku 19 tahun.Aku tak tau siapa orang tua ku yang aku tau aku hidup bersama ibu panti ku " ibu sari".
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon rahmaza, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
26.Jangan!!!
Ternyata untuk melepas yang kita sayangi itu bukan hal yang mudah, apa lagi orang yang aku sayangi berada di rumah ini, "h**uuuufff!!" Alex menghela nafas nya yang begitu berat, dia sudah tau kalau Naima ada di rumah ini Alex sudah melihat dari jendela nya dan mengintip secara diam-diam, sejak naima melangkah sampai masuk kedalam rumah.
"tok.. tok.. tok" suara pelan ketukan pintu dari luar menyadari Alex dari lamunan nya, dan dia tahu itu pasti naima wanita yang sangat dia cintai yang kini sekarang berubah status nya.
Alex masih diam tak beranjak dari tempat tidur nya.
Dan suara ketukan itu pun datang lagi dengan iringan salam.
Akhirnya dengan terpaksa Alex pun turun dari tempat tidur nya, dengan langkah berat Alex membuka pintu pelan tapi pasti.
Terlihat lah wajah Naima yang cantik membuat Alex tersenyum, namun senyum itu seketika hilang saat dia mengingat status nya kembali.
Mereka saling terdiam tiba-tiba suasana menjadi dingin, hanya suara desiran angin dari balik jendela Alex.
Tanpa banyak bicara Alex pun menyuruh Naima masuk ke kamar nya.
"masuk lah kalau memang ada yang ingin kamu bicarakan". ucap Alex cuek
"terimakasih Lex kamu udah ijinkan Nai untuk bicara, sebelum nya Nai minta maaf kalau Nai ada salah sama kamu, sungguh Lex,Nai sebelum nya tidak tahu kalau orangtua kamu adalah orang tua kita juga" ucap Naima panjang lebar sedangkan air mata sudah menetes di pipi Naima yang mulus.
Alex terus diam tapi mata coklat nya terus menatap Naima dengan garang.
"Lex, kita bisa baikan lagi kan tanpa ada hubungan kita sekarang kakak adik lex"
praaaaanggg....!!!
Naima terkejut dan ketakutan melihat Alex melempar gelas itu ke lantai, di tatap nya Alex.. dan dia mundur berapa langkah karena Alex terus mendekati nya.
"Lex, kamu mau ngapain? sadar Lex.. sadar!".
Tapi Alex tidak perduli dia terus maju hingga tanpa sadar Naima sudah terpojok di ujung tempat tidur.
Alex tertawa seperti orang gila ditatap nya Naima dengan kesedihan kemarahan dan juga rasa sayang, di belai nya rambut Naima yang panjang sampai ke pipi mulus nya.
Tak sampai disitu Alex terus mendekati wajah nya ke wajah Naima, di cium nya Naima secara paksa, Naima berontak sekuat tenaga tapi apa daya tenaga seorang wanita kalah dengan seorang pria.
Naima terus berusaha mendorong Alex dia takut hal yang tidak-tidak terjadi.
"Lex sadar lex.. kita bukan lagi pasangan kekasih tetapi kita kakak adik, status kita sudah berubah Lex, aku mohon jangan begini Lex" ucap naima di sela-sela rontakan nya.
Alex tidak perduli di buka nya kancing baju Naima hingga terlihat lah apa yang tidak pantas di lihat.. dan Alex pun tersenyum "kamu harus jadi milik ku Naima".
" hiks... hiks.. Alex ingat aku bukan siapa siapa kamu lagi jangan begini Lex aku mohon" Naima terus meronta sambil menangis memohon kepada Alex.
Alex terus mencium bibir naima dengan kasar.
Tiba-tiba ada yang menarik Alex dari belakang hingga Alex terjungkal jatuh ke lantai.
Naima yang saat itu hanya bisa menangis dengan cepat mengambil selimut yang ada di dekat nya untuk menutupi tubuh nya yg sudah setengah terbuka.
"sialan.. bisa-bisa nya lu ganggu kesenangan gue, gue hajar mati lu"
"hahahha sini maju gue ladeni lu, lu sakau apa??!! ingat Lex dia adik lu bukan pacar lu lagi, lu tega ngancurin kehidupan dia kalau lu nodai, itu sih sama saja lu dengan binatang" ucap Darren dengan geram nya.
"gue bilang jangan ikut campur urusan gue, gue udah gak ada artinya lagi.. lu dengar kan ren.. gue gak ada artinya lagi lebih baik gue dan dia sama-sama hancur"
" lu emang bodoh Lex, sebajing-bajing nya gue, gue masih sadar gak ngancurin anak orang"
"aaahhhh.... banyak bacot lu!!!".
perkelahian pun tak terelakkan untung saja Pak Bayu segera datang bersama asisten nya dan dua satpam yang ada di rumah.
Dokter keluarga juga sudah di persiapkan bila terjadi hal yang tidak di inginkan.
Alex terus meronta Walaupun tangan nya sudah terikat.
Dokter segera memberi nya suntikan bius agar Alex bisa tenang.
***
Naima yang sudah berada di kamar tamu bersama mamah Rani terus menangis sambil memeluk mamah nya.
Naima juga sudah berganti pakaian, karena sebelum nya pakaian naima sudah di sobek Alex dengan kasar nya.
Mamah Rani menghala napas nya dan berkata kepada Naima untuk bersabar karena Alex memang belum pulih dari kejiwaan nya, mamah harap Naima bisa memaafkan Alex atas tindakan yang memalukan itu.
Naima hanya meanggukan kepala nya pelan.
mamah Rani meminta Naima untuk istirahat sebentar di kamar tamu agar tenaga dan pakiran nya bisa pulih kembali.
🌿🌿🌿🌿
bersambung.....
**selamat menjalankan ibadah puasa all🤗🤗🤗
jangan lupa ritual nya y like komen n rate favorit juga Terima kasih**
next 🌹🌹🌹