NovelToon NovelToon
BiarLah Cintamu Menjadi Kenangan

BiarLah Cintamu Menjadi Kenangan

Status: tamat
Genre:Romantis / Patahhati / Balas Dendam / Tamat
Popularitas:42.1k
Nilai: 4.8
Nama Author: dheandra

Violensia Robertson gadis berusia 23 tahun berparas cantik, karena cintanya yang mendalam dia rela mengubah wajah demi ingin memiliki pria tampan pemilik nama Alvarendra.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon dheandra, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Episode 25

Pagi pun datang Alva masih setia dalam selimut nya, setidaknya bisa melupakan kesedihannya walau hanya sesaat.

"Nak.., sarapan dulu" kata Kholifah ajak Natasya.

Ajakan Umi nya Nata abaikan ia terus melangkah kan kaki nya keluar rumah.

"Nata.., Umi panggil kenapa tidak jawab?"

"Nata masih kenyang Mi, Nata sarapan di kantor saja" saut Nata sedikit ketus.

Kholifah sedikit berpikir ada apa dengan putri nya, biasanya Nata selalu sarapan bersama sebelum berangkat kerja kali ini Nata langsung pergi tanpa menyalami terlebih dulu.

Sampai gedung bertingkat tinggi Mobil pun masuk ke area parkir Nata merapihkan pakaiannya lalu keluar dari mobil melangkah menuju lobby kantor berdiri di depan lift.

"Assalamu'alaikum..." sapa salam pagi Dhea.

"Wa'alaikumsalam.." saut Nata tapi tidak biasa nya pagi ini suasana hati Nata tidak lah sedang baik.

"Tidak baik loh anak gadis pagi-pagi sudah cemberut" kata Dhea.

Natasya pun berusaha tersenyum di depan sahabat nya meskipun hatinya belum hilang rasa kesalnya.

"Iya gue lagi kesel nanti makan siang gue ceritain" ucap Nata.

"Ok, sekarang fokus dulu kerja lakukan aktivitas nya, jangan sampai menganggu pekerjaan"

Sampai ruang kerja Nata menetap kan pantat nya dan bersandar di bahu kursi ia sedikit melamun atas sikap orang tuanya tadi malam dengan Alva.

Kenapa Umi sampai saat ini belum juga bisa menerima kehadiran Alva padahal dia sudah baik tapi masih saja Umi tidak menyukai nya" gumam nya Nata sambil memainkan kan pena di tangannya,kemudian Nata berusaha untuk melupakan masalah nya lalu ia membuka Laptop nya mulai fokus dengan komputer.

Tok...tok...tok.

Nata menengok ke arah pintu memastikan kalau pintu ada yang mengetuk nya.

"Masuk" Saut Nata.

Pintu telah di buka oleh seseorang nampak pria yang datang wajah tak asing lagi buat Nata.

"Alva.., kamu kesini ada apa?," tanya Nata sebelum mempersilahkan duduk.

"Oh.., iya silahkan duduk"

"Aku bawakan makan buat kamu, tadi Umi bilang kalau kamu tidak sarapan"

"Oooh.."

"Aku tidak lapar" kata Nata sedikit malas menjawab

Mereka saling bertatapan selangkah maju mendekati tubuh Nata dan Nata melangkah mundur menahan tubuh Alva yang terus maju, Nata menengok kebelakang karena langkah nya terhenti.

"Alva kamu mau apa?, jangan gila ini kantor gimana kalau ada yang melihat"

Alva tersenyum kemenangan saat Nata merasa ketakutan namun itu semua tidak berlaku untuk Alva yang terus maju sampai tubuh mereka beradu, perlahan Alva mengendus aroma harum nya parfum Nata.

Nata yang masih berdiri mematung jantung nya berdebar kencang saat bibir Alva sedikit menyentuh pipinya.

Sentuhan itu membisikan ke telinga Nata dengan suara sedikit menggugah bulu roma yang sedang beredar.

"Aku mencintaimu" Kata Alva.

Seketika mata Nata pun melebar seakan tak percaya kalau pria yang selama ini dia dambakan akan menjadi milik nya.

"Aku tidak percaya" Ucap Nata kembali membisikan ke telinganya.

Alvarendra tertawa lebar seakan semua itu hanya candaan belaka tidak ada niat serius.

"Kamu tidak percaya, atau kamu tidak mau dengan ku?"

"Aku tidak percaya" ucap lagi Nata.

"Ingin buktikan apa agar kamu percaya kalau aku ini benar-benar cinta"

"Sudah ya, sekarang kamu pulang dan tunggu aku di rumah"

"Aku tidak mau" kata Alva.

"Lalu..?" tanya Nata.

"Aku akan tunggu jawaban kamu"

Nyatanya Nata masih belum percaya karena Alva selalu anggap Nata itu tidak lebih dari teman Alva yang super cuek dan tidak banyak bicara wajar saja kalau Nata menyebut nya pria es batu dan tiba-tiba Alva menyatakan Cinta nya pada saat Nata mulai menerima Alva sebatas teman.

"Alva.., Aku sudah mendapatkan kabar dari Abi dan Alhamdulillah Abi baik-baik saja saat ini Abi sedang berada di Surabaya, sumpah aku senang banget Alva"

"Alhamdulillah shukur lah kalau Abi baik-baik saja aku ikut senang mendengar nya."

"Ya sudah aku pulang ya" kata Alva dan mengejutkan Nata saat bibir Alva ******* bibir Nata dengan buas.

"Assalamu'alaikum.., tersenyum Alva"

"Wa'alaikumsalam.., dasar ya otak mesum" ucap Nata.

Alvarendra pun meninggalkan kantor tempat Nata bekerja dia melihat seorang gadis berwajah cantik berhijab berjalan dengan langkah menunduk Dhea pun bingung saat Alva menatap nya dengan tajam.

Siapa dia seperti nya aku baru melihat nya di kantor ini. gumam dalam hati Dhea

Dhea pun terus melangkah menuju ruangan kerja Nata.

Tok..Tok..Tok.

"Masuk"

"Dhe ada apa?"

"Nat aku tadi melihat pria seperti nya aku baru lihat di kantor ini?, baru saja keluar dari ruangan kerja kamu?" Tanya dhea penasaran.

"Ooo itu yang sering aku ceritakan sama kamu namanya Alva"

"Ooo.. itu Alva pria yang selalu kamu dambakan lumayan tampan" kata Dhea.

"Awas jangan naksir" ucap Nata canda

"Tidak akan kalau tidak hilaf"

"Dhea...!!" Teriak Nata

"Sudah yok ah.., makan sudah lapar nih" ajak dhea.

Di tempat lain Vio sedang mengemas pakaian ke dalam koper besar.

"Kamu mau kemana Vio" tanya Andrew

"Gue harus pulang Dre, gue harus jelas kan semua ini kalau gue pergi bukan di culik atau apa pun gue pergi atas kemauan gue sendiri gue takut saja kalau Alva nanti bermasalah dengan Dady" kata Vio.

"Bagus itu Vi lu harus berani mengambil keputusan yang tepat, lu tahu kan bokap lu emosian saat di rumah sakit gue saksikan sendiri kaya apa bokap lu pukuli teman lu itu" Kata-kata Andrew itu ternyata mengejutkan Vio

"Apa! di pukuli, siapa yang lu maksud Dre?" tanya Vio karena saat Alva di pukuli Vio dengan keadaan belum sadar

"Sori Vi gue nggak sengaja bilang tapi itu kenyataan nya"

"Sori Dre gue harus balik sekarang" kata Vio.

Vio segera pergi dari rumah Andrew dengan menggunakan taksi tawaran Andrew untuk mengantar nya Vio tolak karena Vio tidak ingin masalah nya dengan Robert di ketahui oleh temanya.

"Bang cepat sedikit ya" kata Vio perintah kan sang pengemudi.

"Baik Non" si pak supir pun menaikan kecepatan nya 30 menit taksi tiba di depan mension mewah berukiran modern Eropa.

"Ini pak uang" Vio membuka pintu Mobil lalu turun melangkah dengan cepat.

"Non kembali nya" kata supirnya

"Ambil saja bang"

Vio di sambut oleh petugas penjaga gerbang dan mengambil alih koper Vio.

"Selamat siang Non"

"Siang" jawab Vio singkat karena hati nya sedang dalam emosi dengan Dady nya.

Berak...! suara banting pintu.

"Mbok..Mana Dady?"

"Tuan di kamar Non" kata Bibi

Vio pun melangkah kan kaki nya ke kamar dimana Robert dan Veronica berada.

Dor...! Dor...! Vio menggedor pintu kamar orang tua nya.

Veronica membuka pintu dengan cepat.

"Vio apa kabar sayang?"

"Dady!, apa yang sudah Dady lakukan pada Alva?" teriak Vio.

"Kamu kenapa datang-datang marah-marah tidak sopan!" bentak Robert

"Kenapa Dady hajar dia?"

"Ooo kamu sudah tahu?, harusnya kamu terimaksih Dady lakukan ini buat kamu!"

Kali ini Robert benar-benar sangat marah dengan putri kesayangannya nya.

"Dady itu pengecut Mom..! dia pukul Alva sampai berdarah" Kata Vio sambil tunjuk wajah Robert.

Plak...! tamparan pun melayang ke wajah Vio.

"Ingat!, ini semua aku lakukan semata-mata buat kamu!"

Vio memegangi pipinya tamparan itu sangat keras membekas merah di pipi, Vio lari dari keluar dari kamar orang tua nya.

"Apa benar yang di katakan Vio?" tanya Veronica.

"Ah.... terserah kalian!" Ucap Robert sambil meraih jas nya yang tersampir di bahu kursi lalu ia pergi dari rumah.

Vio yang masih menangis sejadi-jadinya Veronica menghampiri Vio di dalam kamar nya.

Mendorong pintu tidak di kunci sehingga Veronica bebas untuk masuk.

"Vio..., nak apa kamu sudah bertemu dengan Alva?" tanya Veronica dengan hati-hati

"Dady jahat Mom di pukuli Alva bahkan aku sendiri tidak tahu kalau tidak dari Andrew"

"Sabar sayang.., kalau kamu sayang dengan Alva sebaiknya kamu jauhi Alva kasihan dia, kamu tahu sendiri Sifat Dady kamu tidak memiliki belas kasih sayang, Momy mohon sama kamu jauhi Alva kamu tidak mau kan Alva kenapa-kenapa Dady mu sangat tidak menyukai Alva, jadi Vio yang harus mengalah Nak"

"Tapi Vio sangat menyayangi Alva Mom" Ucap Vio sambil menangis.

Veronica pun tidak ingin lagi mendengar alasan apa pun dari Vio untuk mempertahankan Alva karena Veronica sediri menahan kesedihannya di depan Vio maka dari itu Veronica melangkah cepat keluar dari kamar Vio masuk kedalam kamar nya.

Kenapa hatiku sakit mendengar semua itu kamu tega Dad memukul anak yang hanya ingin berteman dengan anak kita, Veronica mengusap Air matanya lalu ia mencuci wajahnya ia takut suaminya akan kembali dan mengetahui nya kalau ia habis menangis.

Tiba saat nya makan malam Vio sudah duduk di meja makan tidak lama Veronica duduk tanpa menyapa Vio yang sudah dudu di meja.

"Selamat malam Mom" Vio mencoba menyapa

Sangat mengejutkan buat Vio sapaannya tidak di terima oleh Veronica, mereka makan tanpa suara hingga makanan di piring Veronica habis ia segera bergegas bangun dari duduknya melangkah pergi ke kamar.

Ada apa Dengan Mommy apa dia marah . batin Vio

Ada apa dengan Salman di Surabaya.

Malam itu anak buah Salman sudah melarang Salman agar tidak pergi sendiri tapi Salman tetap ngotot ia akan pulang tanpa pengawalan tapi diam-diam anak buah Salman mengikuti dari belakang Orang suruhan Robert sudah siap tepat nya tidak jauh dari kantor salman, saat kecelakaan itu Salman tertolong oleh para orang pengikutnya, dan membawa nya mengungsikan diri seakan kecelakaan itu Salman sebagai target Robert benar-benar tidak terselamatkan.

Anak buah Salman membawa nya ke Surabaya untuk pengobatan alternatif karena salah satu tulang belakang tergeser, saat Salman sadarkan diri ia segera menghubungi anak dan istrinya mengatakan kalau ia baik-baik saja ia tidak ingin mengatakan sejujurnya karena takut akan khawatir dengan keadaanya.

...----------------...

Terimakasih Jangan lupa like dan komentar nya di kolom bawah ini👇

1
Qūuēn🅰īsHā
lanjuttt
Qūuēn🅰īsHā
nexttt
Qūuēn🅰īsHā
boom like
Qūuēn🅰īsHā
mantap visual nya👍👍
Qūuēn🅰īsHā
swmngatt
Qūuēn🅰īsHā
like like
Qūuēn🅰īsHā
walaikum salam...semangat kka
Qūuēn🅰īsHā
lanjutt kaka
M⃟3💋 ˢ⍣⃟ₛ༄⃞⃟⚡𝐜𝐜🍃⃝⃟𝟰ˢ🫦
cantik & ganteng
Qūuēn🅰īsHā
semngatt ka
Qūuēn🅰īsHā
semngattt alva..
Qūuēn🅰īsHā
like like
Qūuēn🅰īsHā
alva bakal nyesell..
Qūuēn🅰īsHā
lanjutt lagii
Qūuēn🅰īsHā
panas wehhh🏃‍♀️🏃‍♀️🏃‍♀️🏃‍♀️
Qūuēn🅰īsHā
nexxttt
Qūuēn🅰īsHā
up up
Qūuēn🅰īsHā
lagiii
Qūuēn🅰īsHā
mangatttss
Qūuēn🅰īsHā
like like
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!