NovelToon NovelToon
Night Flower

Night Flower

Status: tamat
Genre:Romantis / Tamat
Popularitas:5M
Nilai: 5
Nama Author: Riria Raffasya Alfharizqi

Namanya Bunga, gadis remaja yang hidup bergelimang harta dengan apa yang dia dapatkan. Jika kalian mengira Bunga salah satu anak dari orang kaya raya atau pesohor di tanah air, maka itu salah besar. Bunga gadis cantik yang masih duduk di bangku SMA dengan segudang cerita malamnya.


Cantik dan sexy itu yang tersemat jika kalian melihat seorang Bunga. Gadis yang selalu menjadi incaran teman-teman sekolahnya. Namun tidak satupun yang bisa dekat dengannya, Bunga teralalu cuek dan penutup. Sampai pada akhirnya Bian datang dan membawa sejuta cerita untuknya, merubah Bunga secara perlahan, namun ditengah-tengah hubungan mereka masalah cukup serius datang dan membuat keduanya sama-sama saling membenci namun masih menyimpan rasa.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Riria Raffasya Alfharizqi, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Sisi Lain Bian

Sudah sekitar pukul 11 malam, Bian masih setia menunggu di depan pintu apartemen Bunga, ia sengaja untuk menunggu gadis itu pulang. Bahkan sedetikpun ia tidak akan melewatkan untuk pergi dari tempat itu. Meski Bian akui, gadis itu sering kali pulang di pagi buta. Tetapi kali ini Bian tidak akan sampai kecolongan.

"Beg*!" umpatnya pada diri sendiri.

Cowok dengan perawakan tinggi dan wajah tampan itu mulai merasa jengah, ia mengambil ponselnya untuk bermain game seraya menunggu kepulangan dari gadis yang entah kenapa begitu menarik perhatiannya.

Setengah jam berlalu, Bian mulai bosan dengan game yang dimainkannya. Cowok itu memang tidak begitu menyukai permainan dalam bentuk online seperti teman-temannya. Ia lebih suka mencoret-coret bukunya atau kertas besar dengan bentuk gambar yang sedap di pandang mata.

Ceklek

Pintu apartemen Bunga terbuka. Membuat Bian buru-buru menoleh ke asal suara. Ada rasa terkejut melihat kemunculan Bunga dari arah dalam, itu berati gadis itu sedari tadi berada di dalam apartemennya.

"Ngapain?" tanya Bunga melihat wajah bodoh Bian yang sayangnya masih teta terlihat tampan.

"Minggir!" usir Bunga yang tidak mendapat jawaban dari Bian.

"Stop!" Bian menghentikan Bunga yang akan melangkah keluar dari apartemennya.

"Lo mau keluar dengan baju si*lan itu?" tanya Bian memperhatikan baju tidur Bunga yang jelas saja akan membuat semua mata yang melihat menegang seketika.

Sudah menjadi kebiasaan Bunga memang berpakaian sexy, bahkan bertelanjang juga sudah menjadi makanan disetiap malam Bunga, hanya saja Bian yang memang belum tahu, dia mengira apa yang dilakukan oleh Bunga bentuk dari pelampiasan masalah di keluarganya.

"Bukan urusan lo!" Bunga kembali berniat untuk pergi.

Dia memang ingin keluar sebentar untuk membeli makan. Tadi ia ketiduran karena begitu lelah meladeni Om Praja di sore hari.

Tetapi bukan Bian namanya jika membiarkan begitu saja. Dengan gerakan cepat Bian menggendong tubuh Bunga untuk menuju ke apartemennya. Sontak saja Bunga terkejut dan mencoba untuk berontak dengan sekuat tenaga. Sumpah serapah terus Bunga lontarkan untuk cowok yang Bunga sebut aneh itu.

"Lepas bege!" teriak Bunga yang tidak dihiraukan oleh Bian.

Dalam hal ini kerja keras Bian selama gym sangat dipertaruhkan, Bunga terus mencoba berbagai cara agar dilepaskan.

Bruk

Setelah susah payah membawa Bunga untuk sampai ke apartemennya. Akhirnya ia berhasil membaringkan tubuh Bunga di atas sofa. Meski dengan cara sedikit kasar tadi.

Bunga mengatur posisinya dengan duduk. Ia melirik ke arah Bian yang sedang melepas sepatu dan juga tas sekolah miliknya.

"Gue laper," ucap Bunga yang sudah tidak bisa menahan rasa laparnya.

Padahal tadi sebelum pulang dari hotel bersama Om Praja mereka sudah makan terlebih dahulu. Tetapi terbangun di tengah malam membuat Bunga merasa kembali lapar.

"Ada makanan di lemari," jawab Bian berlalu meninggalkan Bunga.

Bunga mendengus kesal. Sebenarnya niat Bian membawanya ke apartemen miliknya itu untuk apa? Unutuk membiarkan Bunga kelaparan? Yang benar saja.

Dengan langkah pela Bunga menuju dimana letak lemari dekat dapur yang tadi Bian beritahu. Memang benar apa yang Bian katakan. Di sana banyak sekali berbagai makanan, tapi hanya makanan ringan. Bunga mengambil salah satu senek dengan ukuran besar, lalu menuju kulkas untuk mengambilminuman dingin. Ia kembali ke sofa untuk menikmatinya.

Sudah sekitat 5 menit berlalu, tetapi Bian belum juga muncul. Bunga merasa bosan karena ia sama sekali tidak membawa ponsel hanya dompet yang tadi ia bawa.

Ekor matanya menangkap sebuah majalah di bawah meja. Karena bosan ia mengambil untuk mengusir rasa bosannya. Baru saja ia pegang majalah tersebut. Bunga kembali dibuat terkejut dengan gambar wanita yang hanya memakai bikin* saja. Ternyata Bian suka membaca majalah dewasa, atau hanya melihat foto-foto wanita yang hampir telanjang di majalah tersebut.

"Pantes mes*m," komentar Bunga mengingat apa yang Bian lakukan padanya akhir-akhir ini.

Bunga mengembalikan majalah tersebut di tempatnya. Tetapi jemari tangannya kali ini meraih sebuah buku yang Bunga yakini milik Bian.

Sebuah buku dengan ukuran lumayan besar. Di depan buku ada tulisan nama Bian sendiri, Arbian Anpraja.

"Unik," komentar Bunga pada nama panjang Bian.

Setelahnya ia mulai membuka lembar demi lembar pada buku tersebut. Matanya dibuat takjub dengan gambar dengan bolpoin sebagai garis bentuknya. Ternyata Bian pandai menggambar selain mengusili dirinya.

Bunga terus merasa takjub disetiap lembar dengan berbagai macam yang Bian gambar. Dan berakhir dengan sebuah gambar seorang gadis yang memakai baju seragam sekolah sexy dengan paha terlihat dan bagian dada yang sengaja Bian gambar dengan begitu menonjol. Yang membuat Bunga tidak habis pikir ialah tangan gadis itu yang sedang di ikat menggunaka tali.

"F**k," umpat Bunga merasa kesal. Pasalnya dia tahu gambar terakhir itu ditujukan untuk siapa. Dari rambut dan wajahnya saja sudah bisa Bunga tebak.

"Ayo!" Bian tiba-tiba muncul dengan baju yang sudah diganti.

Bunga menoleh. Ia hampir saja menjatuhkan buku yang masih dipegang olehnya karena rasa terkejut.

"Pakai ini!" Bian melemparkan sebuah jubah dengan ukuran cukup besar dan juga panjang.

Tanpa menjawab, Bunga mulai memakai jubah yang diberikan oleh Bian tadi. Ia juga mengikuti Bian dari belakang, sebelumnya ia menaruh kembali buku tersebut sebelum pergi.

"Gue mau pulang," ucap Bunga setelah keluar dari apartemen Bian.

Bian tidak menjawab. Dia hanya mengikuti kemana langkah Bunga kini.

"Ngapain?" tanya Bunga melihat Bian yang terus mengikutinya sampai di depan pintu apartemennya.

"Oh...ini." Bunga melepaskan jubah yang tadi Bian berikan. Lalu menaruhnya di tangan Bian. Dan berniat untuk masuk ke dalam. Tetapi tangan Bian sudah lebih dulu menariknya untuk ikut masuk.

Melihat sikap Bian yang memang aneh membuat Bunga merasa geram. Ia memejamkan matanya dan....

Matanya melotot disaat Bian sudah berada tepat di depan wajahnya dengan jarak yang begitu tipis, bahkan hidung keduanya hampir saja bersentuhan.

Deg

Mendadak rasa gugup muncul, Bunga teringat dengan gambar yang Bian buat apa lagi Bunga yakin jika itu dirinya.

"Lo apa-apaan sih?" Bunga mendorong tubuh Bian.

Terlihat senyum miring dari cowok itu. "Lo masih virigin?" tanya Bian membuat Bunga samakin kesal.

Dia tahu maksud dari ucapan Bian itu. Ternyata cowok yang menjadi idola di sekolahnya memiliki keperibadian yang aneh, selain suka menggambar hal menjijikan, Bian juga sangat mes*m. Tetapi tunggu... Bian bertindak dan bersikap seperti itu hanya pada Bunga.

"Bukan urusan lo!" tegas Bunga seraya berjalan menuju pintu. Dia berniat untuk membukakan pintu untuk Bian, sacara tidak langsung Bunga sedang mengusir Bian untuk pergi dari apartemennya.

"Kalau lo lupa itu pintu keluarnya, gue mau istirahat." Bunga mempersilahkan Bian untuk keluar.

Seakan tidak mempunyai malu lagi, Bian dengan sengaja kembali menutup pintu tersebut. Secara sepontan Bian menarik tubuh Bunga sampai tidak ada lagi jarak di antara mereka. Dan bahkan benda kenyal yang selalu menjadi fantasi teman-teman Bian itu kini benar-benar menempel pada dada bidang miliknya.

Ingin berontak, tetapi Bunga sudah kalah cepat dengan tangan Bian yang sengaja menekan tengkuk leher Bunga agar mereka melakukan ciuman dengan cara paksaan. Iya, Bian kembali memaksa Bunga untuk melakukannya lagi.

"Baju lo yang udah nyiksa gue dari tadi," bisik Bian membuat Bunga terbelalak. Dibalik sikap cuek yang tersemat dari seorang Bian, ada sesuatu yang tersembunyi dan kini Bunga mengetahui itu.

Mes*m batin Bunga ditujukan untuk Bian.

Bahkan cowok itu mulai memberi sentuhan-sentuhan dengan bibirnya, yang si*lnya meski Bunga ingin menolak tetapi dia juga menikmati.

1
Qaisaa Nazarudin
Alhamdulillah..Waah udah SAH aja. Semoga Bian dan Bunga bahagia till jannah ya..🤲🤲
Qaisaa Nazarudin
Menurut ku malah ini lebih bagus..
Qaisaa Nazarudin
BEGITU LAH EGOIS NYA ORANG2 YG BERDUIT,SETELAH ITU MENGANCAM..SEAKAN MEREKA YG TERSAKITI DAN YG MENJADI KORBAN NYA.. HUJUNG2 NYA DI MAAFIN DAN HIDUP BAHAGIA,Selalu begitu Alurnya di mana2 novel,udah biasa aku baca..
Qaisaa Nazarudin
Nunggu lulus katanya?? Kalo keburu Bunga Hamil gimana kek?
Qaisaa Nazarudin
Biasanya yg kita baca perselingkuhan antara sahabat,sodara tiri atau sodara angkat,atau sodara kandung sendiri kan,Nah ini anak dengan bapak e..😂
Qaisaa Nazarudin
Biarkan mereka BAHAGIA,Kamu juga gak seriuskan dengan Bunga,Hanya utk bersenang2 doang,Sampai kapan Bunga akan bergumul dengan lembah dosa..Sebelum hadirnya Bian,Bunga hanya menyebut nama mu om,kamu lah pahlawan bagi Bunga,Tapi kamu hanya menganggap Bunga hanya sebagai wanita penghibur mu doang..Jadi tindakan Bian itu udah paling benar menurut ku..
Qaisaa Nazarudin
TAPI MENURUT KU KALO OM PRAJA EMANG SUKA DAN CINTA AMA BUNGA,KENAPA BELIAU MEMBIARKAN BUNGA MASIH BEKERJA DISITU,DAN MASIH MEMBIARKAN HUBUNGAN DOSA MEREKA BERLANJUT..HARUSNYA OM PRAJA BISA KAN NIKAHIN BUNGA,DAN MEMBUAT BUNGA BERHENTI DARI DUNIA MALAMNYA..
Qaisaa Nazarudin
Bagus, Selesai kan masalah sekarang juga,Apapun keputusannya Bian,Bunga,om Praja harus ikhlas..Dan menerima takdir masing-masing..
Qaisaa Nazarudin
BIAN..OMG GIMANA CARANYA DIA MASUK??
Qaisaa Nazarudin
Astaga Sel..gitu amat lo🤣🤣😜
Qaisaa Nazarudin
Betul Bunga,Masalah itu di hadapi bukan nya melarikan diri dari masalah..
Qaisaa Nazarudin
Ku bilang juga apa,Nyesel kan kamu.Rasain tuh..
Qaisaa Nazarudin
Aku juga tdk berharap,Bunga sudah biasa merasakan hidup yg pahit,penuh pancaroba ,Bunga udah gede juga,Udah tsk memerlukan perhatian lagi,Kalo emang Naura ibu yg baik,Harusnya dia tdk meninggalkan anaknya,atau dia akan mencari anaknya,Tapi ini malah milih anak tiri dari anak kandungnya..
Qaisaa Nazarudin
Kalo ibu nya masih hidup,Kenapa gak mencari Bunga??
Qaisaa Nazarudin
OMG kok bisa?
Qaisaa Nazarudin
Nah itu kamu tau kalo ayah mu kek gitu,Terus kenapa nyalahin Bunga..
Qaisaa Nazarudin
Tapi cara kamu itu salah Bodoh..Yang ada Bunga tambah membenci kamu..
Qaisaa Nazarudin
Nyesek aku thor..😭😭
Qaisaa Nazarudin
Bagus Bunga,Biarkan Bian hidup dgn penyesalannya,Dan biarkan dia Mulai Berjuang lagi dari awal,untuk mendapatkan maaf dari mu..
Qaisaa Nazarudin
Semoga aja hidup mu penuh dengan penyesalan Bian..Harusnya kamu tanyakan ke ayah kamu,Pasti ada alasan nya dia berselingkuh..
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!