NovelToon NovelToon
SANG MUTIARA YANG TERSEMBUNYI

SANG MUTIARA YANG TERSEMBUNYI

Status: tamat
Genre:Romantis / Komedi / Cintamanis / Perjodohan / Tamat
Popularitas:4.5M
Nilai: 4.8
Nama Author: Ramanda

Muhammad Azzam Ramadhan pria tampan berusia 26 tahun, yang terkenal dingin terhadap wanita. Bahkan banyak yang mengira bahwa dia takut dengan wanita. Makanya tidak heran bila ia tak pernah berpacaran.

Mengapa ia begitu dingin terhadap wanita? Itu dikarenakan dimasa kecilnya ia selalu dijahili oleh seorang gadis tomboi yang selalu membuatnya kesal, sehingga ia benci dengan yang namanya wanita.

Bagaimana kisah Cinta Azzam,? Yuk ikutin kisahnya.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Ramanda, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

AKU BUKAN BAYI

08:15

Tok..Tok..Tok..

Terdengar suara ketukan pintu di kamar Naisha, membuat Azzam terbangun, sebenarnya ia tadi sudah bangun saat sholat subuh, namun ia tidur kembali, karena tadi malam ia memang tidur sudah menjelang pagi..

Azzam melirik Naisha yang masih tertidur, kemudian ia memegang dahi Naisha memeriksa suhu tubuhnya..

"Alhamdulillah, demamnya sudah turun" Gumam Azzam, lalu ia membetulkan selimut Naisha, setelah itu ia pun turun dari ranjangnya kemudian langsung menghampiri pintu yang tadi di ketuk seseorang, lalu ia pun membukanya dan ternyata Frans dan Reyhan sudah menunggu di depan kamar mereka..

"Ada apa?!" tanya Azzam ketus..

"Hari ini nggak ngantor zam?" tanya Frans balik..

"Lo hendel kantor ya, gue harus jaga Naisha masih sakit, oh iya, kalau ada hal yang penting, Lo Bawak kesini saja oke!" ujar Azzam pada Frans.

"Baiklah ya sudah kalau gitu gue berangkat ya, Assalamu'alaikum" pamit Frans..

"Wa'alaikumus salam, " jawab Azzam dan Reyhan.. setelah mendapatkan jawaban Frans pun pergi meninggalkan mereka, setelah kepergian Frans, padangan Azzam kini beralih pada Reyhan..

"Ada apa?!" sama seperti Frans, ia pun bertanya pada Reyhan dengan nada ketus..

"Gue mau periksa bini Lo lah, karena setelah itu gue harus kerumah sakit lagi nih" jawab Reyhan..

"Ya sudah tunggu sebentar, gue bangunkan bini gue dulu" ujar Azzam, dan ia langsung masuk ke kamar Naisha, tanpa menunggu balesan dari Reyhan, setelah di dalam ternyata Naisha sudah bangun..

"Alhamdulillah, syukurlah kamu sudah bangun Nai?" ujar Azzam sembari menghampiri Naisha..

"Iya mas, emang ada apa?" tanya Naisha yang suaranya masih lemah..

"itu Nai, Reyhan mau priksa keadaan mu, pakailah cadarmu sekarang Nai, " ujar Azzam sembari memberikan kain hitam kecil pada Anisha..

"Baiklah mas.." bales Naisha sambil mengambil kain hitam itu, lalu ia pun menutupi wajahnya dengan kain hitam tersebut..

Setelah di rasa istrinya telah siap Azzam pun membuka pintu kamarnya mempersilahkan Reyhan untuk memeriksa keadaan Naisha

Reyhan pun masuk dan ia sedikit kaget saat melihat Naisha bercadar..

"Eh, kakak ipar memang bercadar, atau suami kakak ipar saja yang tak ingin saya melihat wajah kakak ipar?" tanya Reyhan penasaran..

"Saya memang bercadar akhy, " bales Naisha apa adanya..

"Oh, pantas ia meminta di bawakan dokter wanita, rupanya karena kakak ipar bercadar ya?"

"Iya akhy"

"Sudah jangan banyak tanya!, cepat priksa saja dia!" timpal Azzam yang sepertinya tidak suka Reyhan banyak bertanya pada istrinya..

"Iya iya, senewen banget sih jadi orang!" gerutu Reyhan yang mulai memeriksa keadaan Naisha lewat denyut nadi di tangannya, lalu Meminta Susternya juga memeriksa tekanan darah Naisha..

"Gimana?" tanya Azzam yang sepertinya sudah tidak sabar mendengarkan hasilnya..

" Sudah mulai stabil semuanya, tinggal pemulihan saja, kok, banyak istirahat ya kakak ipar agar cepat pulih

"Iya Dok in syaa Allah" bales Naisha lembut

"Nanti kakak i..."

"Sudah sudah pergi Lo, kakak ipar..kakak ipar.. dia bukan kakak ipar Lo, !" protes Azzam, juga mengusir Reyhan karena sepertinya ia tidak suka Reyhan berlama-lama berbicara pada istrinya..

"Mas kamu kok gitu sih, dokter Reyhan kan belum selesai.." tegur Naisha yang melihat Azzam menarik tangan Reyhan menuju keluar dari kamar Naisha..

"Tau nih, dia memang seperti itu kakak ipar dia..."

BAAM.!!

perkataan Reyhan terpotong dengan suara pintu yang di banting oleh Azzam.. Naisha hanya menggelengkan kepalanya saja Melihat kelakuan suaminya..

Sedangkan Azzam dan Reyhan di luar kamar..

"Hiis, Lo nih pelit amat sih jadi orang, gue belum selesai memberikan Arahan pada kakak ipar jugaan, udah main tarik aja Lo" protes Reyhan.

"ah, jangan banyak omong Lo, sekarang baiknya lo pergi, dan ingat yang gue bilang tadi malam, dan gue minta Lo Awasin itu, sih Hanna, jangan sampai lengah, kalau tidak, dia akan gue buat hancur, dia!" ujar Azzam tegas..

'Oke!, gue tahu itu, ya sudah kalau gitu gue balik ya, Assalamu'alaikum" pamit Reyhan..

"Wa'alaikumus salam" setelah mendapatkan jawaban dari Azzam Reyhan dan susternya pun pergi meninggalkan apartemen Azzam. setelah Reyhan tak terlihat lagi, Azzam langsung melangkah kedapur, sepertinya ia ingin membuat sesuatu, namun belum selesai ia memasak tiba-tiba terdengar suara bel berbunyi, ia pun langsung pergi untuk melihat siapa yang datang, sesampainya di pintu ia pun langsung membukanya dan ternyata yang datang adalah seorang wanita paruh baya..

"Assalamu'alaikum den" salamnya..

"Wa'alaikumus salam, ibu siapa ya?" tanya Azzam seraya mengerutkan keningnya..

"saya Bu Inah den, kata pak Frans, Aden mencari pembantu, jadi saya kesini den" ucap wanita itu yang ternyata seorang pembantu bernama bi Inah..

"Oh, ya sudah masuk saja bi, langsung saja bikinkan sarapan buat istri saya yang sedang sakit" ujar Azzam memperintahkan bi Inah masuk

"Terimakasih den"

"Iya Bi, kalau begitu teruskan bubur yang tadi saya masak Bi, saya mau ke kamar dulu ya" ujar Azzam dan di anggukkan oleh pembantu baru mereka. kemudian Azzam pun masuk ke kamar Naisha, yang Ternyata istrinya sedang berusaha bangkit dari tempat tidurnya.

"Eh, kamu mau kemana Nai? " tanya Azzam yang langsung mempercepat langkahnya menghampiri Naisha..

"Icha mau ke kamar mandi mas" bales Naisha yang masih berpegang di kepala ranjangnya..

"Ya sudah, sini aku gendong, kamukan masih lemas"

"Tapi mas.."

"Sssht, sudah jangan protes" ucap Azzam, lalu ia pun langsung menggendong Naisha ala bridal style dan membawanya ke kamar mandi, setelah sampai di dalam..

"Udah mas di sini aja" ucap Naisha berharap suaminya menurunkannya segera..

"Kamu mau ngapain,?, apa mau mandi, biar aku bantu ya?" ujar Azzam polos, membuat Naisha melotot kaget..

"Haa, Nggak nggak, Icha cuma mau pipis aja kok, " bales Naisha malu..

"Kenapa?, mandikan biar badan kamu Segeran" ujar Azzam lagi..

" Oke icha mandi, tapi mandi sendiri aja, mas keluar ya" bales Naisha yang berharap agar Azzam mau keluar dan membiarkan Naisha mandi sendiri..

"Kamu masih lemah nai, aku nggak berani membiarkan kamu sendiri di sini"

"Tapi mas, Icha kan malu.."

"Malu?" aku pikir kamu nggak punya malu, karena ku lihat kamu suka menciumku sembarangan" ujar Azzam, membuat Naisha kembali membesarkan matanya..

"Sudah jangan protes, lagian akukan suami kamu, jadi kamu nggak perlu malu sama aku Nai" ujar Azzam, sembari ia meletakkan Naisha di dalam bathtub yang kosong, Naisha Akhirnya hanya bisa pasrah dan ia membiarkan suaminya meletakkannya di dalam bathtub, setelah itu Azzam menghidupkan kran air hangat..

"Sekarang bukanlah bajumu nai" titah Azzam sembari membantu membuka kancing baju Naisha..

"Mas, Aku bukan bayi mas, yang harus di mandiin, Icha bisa sendiri mas" protes Icha sembari menahan tangan suaminya..

"Kamu bisa diam nggak?, Menurulah.!." Tegas Azzam, dan akhirnya Naisha pun pasrah dan membiarkan dirinya bak seorang bayi yang sedang di mandikan oleh orang tuanya..

Saat semuanya sudah terbuka dan hanya tersisa pakaiandalamnya saja, Azzam malah diam terpaku saat melihat tubuh mulus sang istri, dan tiba-tiba jantung mulai berdendang lagi, dan tubuhnya seketika memanas, sedangkan Naisha Hanya tertunduk malu dan berusaha menutupi bagian dadanya pakai tangannya..Azzam yang mulai tersadar saat melihat Naisha seperti malu ia pun langsung berdiri, dan langsung membalikkan badannya..

"Ya sudah mandilah, sendiri, aku ada di depan pintu, kalau sudah siap panggil aku ya" ucapnya dan ia pun langsung keluar dari kamar mandi, meninggalkan Naisha yang masih di dalam Bathtub., setelah di luar..

"Haiis, ada apa dengan diriku sih, kenapa tubuhku jadi bereaksi saat melihat Naisha dan ini juga jantung, kenapa kemarin bisa lupa sih untuk memeriksanya" _Batin Azzam bingung akan perubahan dirinya..

*******

maaf ya guys Author baru update, soalnya Author lagi nggak enak body, 🤒🤒🤒

jadi ya terpaksa updatenya sedikit di tunda,

Semoga para Readers memakluminya ya..

dan tetap dukung Author ya

LIKE, VOTE DAN KOMENTAR

SELALU AUTHOR TUNGGU SYUKRON 🙏

1
Yati Nah
hmmm ikut ngerasain bahagiaaa pokoknya kak author
Yati Nah
/Good//Good//Good//Heart//Heart//Heart/
Yati Nah
terharuuuuu Kaka authoir
Yati Nah
khaaan jadi mewekk kak authoor
Yati Nah
wong tuo gendeng pancene kok Yo kak author
Yati Nah
lanjuuuut kakak author ceritanya bagus banget pokoeee
Yati Nah
sambut bahagiamu zahra
Yati Nah
aaaah akhirnya azkhaaaa
Yati Nah
kurang ajar Tena kuwe zumiran
Yati Nah
nyelesein cerita kakak dulu bacanya ya kak
Yati Nah
mampuss lho Jampang mau main"sama bos azzam
Yati Nah
berjodoh mungkin Zahra sama azkha
Yati Nah
orang tua ngk punya hati anaknya sendiri mau di jual
Yati Nah
Azzam sama Frans kali yaah yg datang kak author
Yati Nah
sakiit khaa bang Reyhan
Yati Nah
hmm bang Reyhan seneng shi kena pukul istrinya Mulu
Yati Nah
kok malah di pukul ziaaaaahhh sakiit khaaaan
Yati Nah
sakiiiit aziaaaah babang reyhannyaa
Yati Nah
seruuuu Kaka author kereen pokoknya ceritanyaaa
Yati Nah
haduuuuh penasaraaan teruuus pokoknyaaa kakak authhoooorr
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!