Arsen coline harus menelan pil pahit dalam hidupnya, Marlen Lee istri yang baru saja ia nikahi harus ternodai karena ulah seseorang yang memperkosa istrinya dimalam pertama.
Cinta Arsen yang begitu besar pada Marlen Lee. Harus berkhir dengan kekecewaan.
"Jangan pernah kau sentuh diriku! bagi ku kau hanyalah kotoran debu yang berserakan, rasanya kau tak pantas untuk ku sentuh! Hardiik Arsen.
Seorang Jendral muda bernama Alan Smith, datang sebagai perisai dan pelindung bagi Marlen. Ia sanggup menghancurkan siapa saja yang menyakiti wanitanya.
Akan kah Arsen akan menerima kembali Marlena sebagai istrinya? atau sebuah perceraian yang terjadi?"
Mampu kah Alan mengembalikan kepercayaan Marlen padanya...?
@Ada unsur Dewasa 21 + tolong bijaklah dalam membaca.
Yuk ikuti terus kisahnya🙏
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon enny76, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Teringat kembali.
Pagi itu disebuah perkantoran wilayah perbatasan Benua Eropa, Alan sedang duduk termenung sambil memandang tanah lapang di depannya.
"Ahh,, Marlen, kenapa aku begitu merindukan mu, hampir seminggu aku tidak bisa bersamamu, hanya orang suruhan ku yang selalu mengikutimu kemana pun kau pergi,,"
Alan mengambil sebuah botol berisi wine di depannya dan menuangkan kedalam sebuah gelas, ia mulai meminumnya perlahan dan menyesapinya. Rasa pahit dari anggur merah itu sangat terasa. Tubuh yang dingin seketika menjadi hangat, setelah meminum beberapa teguk.
"Apa aku mulai mencintai Marlen? wanita yang aku nodai malam itu.
*Flash Back On*
Malam itu di Hotel Berbintang Lima, sedang diadakan Acara party yang sangat meriah. ibunda dari seorang jendral termuda di Perancis Alan Smith.
"Bagaimana Andreas, apa keadaan di rooms sudah banyak tamu?"
"Tentu saja Tuan, Nyonya Clara sudah menunggu tuan di rooms."
"Mana jas ku?!
Alan Smith beranjak dari duduknya dan berjalan kearah cermin, Andreas memakaikan jas ketubuh kekar Alan.
"Sempurna, Anda sangat tampan dengan Tuxedo putih yang melekat ditubuh atletis anda Tuan"
"Terima kasih Andreas,, Ayo kita ke Rooms sekarang."
Alan Smith dan Andreas berjalan menuju ruangan rooms dimana acara Party Ny Clara yang ke 55 tahun, Ibunda dari Alan Smith sedang berlangsung.
"Tuan ke arah sini,,?
"Bukan kah ini jalan rooms menuju Party Mama ku? tanya Alan bingung, karena begitu banyak tamu yang datang dan berjalan kearah rooms.
"Party Ny Clara sebelah sini, Tuan,," Andreas menunjuk salah satu ruangan khusus yang juga dikunjungi para tamu.
"Lalu rooms ini, ada acara apa?
”Apa Tuan tidak tahu? Itu acara pernikahan Arsen Collins seorang pemilik perusahaan Agensi ternama di kota ini, bahkan sudah mendunia. Dia menikah dengan seorang model terkenal Marlen Lee."
"Marlen Lee? Arsen Collins? kurasa aku mengenal nama itu?" Bukankah Marlen Lee wanita yang berada di galery waktu itu? aku memberikan wanita itu sebuah saputangan saat ia menangis. Akankah pernikahn wanita itu bahagia? gumam Alan pelan
"Tuan Alan,silahkan,,"
Andreas membuyarkan lamunannya. Alan Menarik nafas dalam, dan berjalan pergi menuju pintu rooms satunya, bersama Andreas asisten pribadinya.
Hamparan karpet merah mendominasi Ruangan party yang sangat mewah dan berkelas, para tamu undangan dari berbagai kalangan turut hadir di acara party Ny Clara ibunda dari Alan Smith. Ia bersama suaminya Albert Smith sudah berada diatas panggung.
"Sayang,, kenapa kau baru hadir, acara baru saja akan dimulai" tanya Clara saat Alan datang mendekat.
"Maaf mah, tadi masih ada tugas di markas, aku berganti pakaian dulu baru kesini. Mana mungkin aku kesini memakai baju militer."
"Ya sudah Ayo kita mulai sekarang, tamu sudah menunggu lama."
Andreas memberi perintah pada pembawa MC untuk melanjutkan acara party nya, acara pun dimulai. Beberapa kata sambutan dari Tuan Albert selaku Ayah Alan, dan kata sambutan terakhir dari Alan Smith. acara puncak dimulai, Ny Clara meniup lilin dan memotong kue ulang tahun bertingkat berukuran besar, gemuruh tepukan tangan terdengar nyaring di dalam ruangan. ucapan selamat dari para tamu undangan, kolega, pejabat setempat, pembisnis dan para artis. Alunan musik dan para penyanyi memeriahkan acara tersebut, berbagai hidangan tersaji diatas meja, para wanita sosialisasi sedang ngerumpi bersama Ny Clara
"Wah, kau sungguh hebat Clara, lihat pesta party yang sangat meriah di usia mu 55 tahun."
'Ini berkat kasih sayang Anakku, Alan" tersenyum sumringah.
"Sungguh senangnya memiliki anak seorang jendral" ujar teman Clara.
"Jelas saja Alan jendral termuda. Selain tampan ia juga sangat cerdas di usianya 34 tahun. jadi kapan kau ingin memiliki seorang mantu, Clara?"
"Sudah ada kandidat calon istri untuk Alan, tinggal tunggu waktu saja, pasti kalian akan tau siapa calon istri anak ku nanti,,?!"
"Siapa,,,?
"Siapa,,,?
"Masih rahasia, nanti kalian semua akan aku undang diacara pertunangan anak ku Alan, dengan cucu dari wakil presiden di Negara ini"
"Apa? Cucu seorang presiden?!
"Wow... seorang jendral menikah dengan cucu seorang presiden. semoga makin sukses negara ini"
Sementara Alan sedang sibuk dengan para kolega nya, saling bersulang dengan minuman wine di tangan mereka, gelak dan tawa menghiasi obrolan mereka. Seorang wanita cantik bertubuh sintal berjalan kearah Alan sambil membawa wine ditangan nya.
"Malam Tuan Alan,," ucap wanita itu lembut tersenyum sumringah
"Malam Nona Sinta, senang bisa bertemu denganmu."
"Bisa kita bicara sebentar,,? Oiya kakek ku tidak bisa hadir di pesta ini, tapi ia memberikan hadiah untuk Mama mu." tersenyum manis.
"Hmmm,,, Baiklah, tidak masalah."
"Maaf Tuan, Aku tinggal sebentar. kalian nikmatilah perjamuan pesta ini." ucap Alan mohon diri.
Alan berjalan mengikuti langkah Sinta, dan masuk kedalam room khusus, mereka duduk disebuah kursi yang sudah dipersiapkan. keduanya duduk saling berhadapan. Sinta mengambil dua buah gelas dan menaruhnya di atas meja. sebuah botol beralkohol berisi wine ia tuangkan ke dalam dua gelas itu.
"Silakan Tuan Alan,, minum lah"
"Maaf,, aku sudah terlalu banyak minum, beri aku Air putih biasa saja"
"Apa kau ingin mengecewakan tamu undangan atas nama Tn Abraham, kakek ku seorang wakil presiden negara ini jendral?" Shinta tersenyum lebar, terus menggoyang goyangkan gelas berisi wine, lalu menyesapi nya perlahan.
Alan menarik nafas dalam dan mengambil gelas didepannya, ia lngsung meneguk wine itu tanpa rasa curiga. Sinta terus menerus memberikan wine itu kedalam gelas Alan. Obrolan mereka berdua terlihat berjalan normal. Tiba-tiba Alan merasakan suhu badannya panas, ia menarik dasi kupu-kupu yang berada dilehernya dan membuka beberapa kancing baju, tersungging senyuman manis di bibir Shinta. Melihat Alan yang sudah tidak bisa terkendali lagi, Shinta mendekatinya, mengalungkan kedua tangannya dari belakang dan mengusap lembut dada bidang milik Alan, Alan yang sejak awal sudah mengerti gelagat tidak baik Sinta, dengan halus ia melepas pelukan tangan shinta.
"Maaf Shinta, aku harus ke toilet sebentr"
"Apa perlu aku bantu Alan?"
"Tidak perlu..! ucap nya tegas
Alan beranjak dari duduknya dan berjalan menuju pintu keluar, Shinta menatap kesal dengan kepergian Alan.
"Ahh,,, Sial,,!! aku tidak bisa membujuk nya.
Alan berjalan sedikit sempoyongan dengan tubuh panas, ia masuk kedalam toilet, membasuh wajahnya tapi hawa panas tubuhnya masih belum hilang.
"Sial,, obat apa yang sudah wanita itu masukkan kedalam minuman ku!
Alan mengacak ngacak rambutnya, karena kesal.
"Aku harus telpon Andreas, aku harus tenangkan diri dikamar dan berendam di bathtub"
Alan mngambil ponsel dari saku celananya dan mulai menghubungi Andreas.
"Hallo Andres, nomor berapa kamar ku, aku perlu istrahat sekarang!
"Di nomor 223 Tuan? Apa perlu saya antar tuan,,,?!
"Tidak perlu, kau ikuti saja acaranya, kalau mama dan papa ku tanya, beritahu aku istrahat sebentar, kepalaku sangat pusing."
"Baik Tuan,,,"
Alan berjalan menuju lift, dan masuk kedalam saat pintu lift sudah kebuka.
"Ting!
"Silahkan Tuan,," ujar pegawai hotel saat pintu lift terbuka. Alan terus berjalan melangkahkan kakinya menuju kamar hotel yang sudah Asistennya siapkan.
"Nomor berapa tadi,,? Hah sial! tubuhku semakin panas, rasanya ingin meledak, kemana aku harus menyalurkan hasratku, untung aku tidak mudah tergoda oleh wanita ular itu!" kaki Alan berhenti di depan kamar mewah "Tadi Andreas bilang nomor 223 apa 224? Ahh! Kenapa aku lupa? lebih baik aku menghubunginya lagi," Alan merogoh ponsel dalam saku jasnya "Ya Tuhan,, ponsel ku lowbet!"
Ceklek!
"Pintunya terbuka, berarti benar kamar ini, nomor 224. kenapa pintunya tidak dikunci? padahal aku belum masukkan PINnya. Apa Andreas yang sudah membukanya?
karena kondisi tubuhnya yang sudah tidak karuan, Alan masuk kedalam kamar itu.
'
'
'
@Bersambung......
PENGUMUMAN!
Assalamualaikum,, Author mau ucapkan banyak Terima kasih pada Readers semua yang sudah mendukung di semua karya Author, tapi maaf,,, untuk saat ini "Tuan Jendral Cinta Aku" kemungkinan akan HIATUS dulu untuk sementara waktu, karena Author mau fokus di Dua novel yang masih on going, Author sangat bersedih karena belum bisa Up tiap hari dan memenuhi keinginan para Readers yang harus up tiap hari, karena kesibukan di Real dan harus membagi waktu dengan buat novel, kalian bisa mengikuti novel author yang lain dan yang sudah tamat, setelah satu novel sudah tamat, novel ini akan Autor lanjutkan kembali, sekali lagi Author minta maaf 🙏,, dan terus dukung karya Author yang lain, Author sayang kalian semua 🙏😍
@tetap favorite kan novel ini, nanti akan diberi tahukan kelanjutan nya
Wassalam
BUNDA ENNY♥️
tapi mmg itu skenario nya Thor 🤭🤭