NovelToon NovelToon
Suami Sombong Jatuh Cinta

Suami Sombong Jatuh Cinta

Status: tamat
Genre:Romantis / Tamat
Popularitas:6.8M
Nilai: 4.8
Nama Author: Ratu Asmara

Vian dan Putri terlibat pernikahan kontrak yang konyol. Keduanya saling cuek satu sama lain, bahkan memiliki pujaan hati masing-masing. Seiring berjalannya waktu, Sifat sombong Vian pun terkikis oleh sikap jutek tapi perhatian dari Putri.

Nah lo, jadi, apakah Putri juga punya perasaan yang sama pada Vian? Penasaran?

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Ratu Asmara, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Chapter 25

Malam hari, waktu Paris.

“Ternyata, menara Eiffel lebih indah di lihat dari dekat,

lebih indah dari yang aku lihat di televisi, ini sungguh luar biasa.”  Putri sangat takjub saat melihat keindahan

menara Eiffel di malam hari, Dion yang memilih waktu untuk berkunjung ke sana.

Menurutnya mengunjungi menara  saat  malam hari lebih bisa menikmati keindahannya.

“Tentu saja, coba kamu lihat sekeliling, lampu-lampu terang

itu hampir menyerupai  berlian yang

gemerlap, sangat indah.”  Dion mengatakan

itu sambil berjalan memutari Putri. Perempuan itu  tertawa kecil mendengar pernyataan Dion.

“Apa yang sedang kamu tertawakan?” Dion nampak  bingung,  apa yang membuat  Putri tertawa.

“Caramu mengumpamakan lampu yang bersinar dengan berlian,

menurutku itu sedikit lucu.” Putri masih saja tertawa, sementara Dion masih

bingung dan mencari dimana letak kelucuan kalimatnya. Meskipun sudah di

jelaskan, Dion masih saja tidak memahaminya dengan baik.

“Baguslah, kalau kata-kataku bisa menghiburmu. Baru kali ini

aku melihatmu tertawa sampai seperti ini. Put...  kalau misalnya Vian tidak memiliki pacar, apa

kamu tidak tertarik untuk menjadi pacarnya?” Pertanyaan Dion membuat tawa Putri

berhenti.

“Hmm.. aku tidak berani berharap lebih tinggi. Menjadi teman

saja, itu sudah lebih dari cukup. Mengapa tiba-tiba kamu menanyakan ini?”  Putri yang menghadap ke arah Dion menatap

lelaki itu lekat-lekat. Ia ingin tahu,  apa tujuan Dion menanyakan hal itu.

“Apakah itu berarti pengusaha bukan tipemu?”  tanya Dion lagi, Putri mengernyitkan dahi, mencoba

mencerna makna kalimat yang di ucapkan oleh Dion.

“Aku tidak memiliki tipe khusus dalam memilih pasangan.

Bagiku, pria baik dan juga tulus itu sudah lebih dari cukup. Aku tidak suka

pada pria yang sombong apalagi suka memamerkan kekayaannya.  Lebih tepatnya, aku suka seorang pria yang

sederhana.” Cerocos Putri, Dion sangat memperhatikan kata demi kata yang di

ucapkan oleh gadis itu.

“Pria yang sederhana?” Dion mengulang kalimat terakhir yang

di ucapkan oleh Putri. Ia bingung, apa devinisi pria sederhana yang di inginkan

oleh Putri.

“Ya, pria sederhana yang selalu apa adanya, meskipun ia

berkecukupan. Lebih bisa membuat hatiku bahagia, tanpa hadiah. Bagiku, pria

seperti itu yang bisa menjadi seorang pangeran impian.” Putri nampak sangat

serius saat mengatakan ini, sementara Dion, hanya manggut-manggut tanda

mengerti.

“Put, kamu pernah merasakan tiba-tiba di tinggalkan oleh

orang yang kamu sayangi? Maksudku adalah pacar.” tanya Dion sambil menyapukan

pandangannya ke  Menara Eiffel dan

sekitarnya, suasana yang cukup ramai membuat mereka harus sedikit menghindar

dari keramaian.

“Aku belum pernah pacaran. Jadi hal seperti itu belum pernah

aku rasakan sebelumnya. Apa kamu punya pengalaman patah hati karena di

tinggalkan?” Putri balik bertanya pada Dion, ia menempatkan diri sebagai

sahabat pria itu dan siap menjadi pendengarnya yang setia.

Selama ini Dion memang banyak teman, tetapi untuk

membicarakan hal pribadi, ia sangat sungkan. Obrolan yang sering ia lakukan

dengan teman-temannya tentu yang berhubungan dengan bisnis, juga beberapa hal

receh lainnya. Bertemu dengan Putri, seperti sebuah keberuntungan tersendiri. Baginya,

sosok Putri memang seorang yang sederhana, tetapi ia pantas untuk di impikan.

“Seperti yang aku ceritakan padamu kemarin, karena aku sibuk

bekerja dan tidak ada waktu untuk berkencan, pacarku diam-diam menjalin

hubungan dengan pria lain. Padahal, aku berniat untuk menikahinya, bahkan aku

sudah menuruti apa yang dia mau, hampir segala yang ia inginkan aku berikan,

tapi apalah daya, yang tulus pada akhirnya kalah dengan yang selalu ada. Itu yang

juga menjadi salah satu alasan, kenapa aku masih bertahan menyendiri sampai

hari ini.”  curhat Dion panjang lebar. Putri

meresapi apa yang pria itu ceritakan.

“Kejadian itu pasti membuatmu sangat terpukul. Pantas saja,

kamu memilih sendiri. Jika aku memiliki seorang kekasih yang sudah mengorbankan

banyak hal untukku sepertimu, aku pasti akan mempertimbangkan berulang kali

untuk menghianatinya, karena menemukan sebuah cinta yang tulus itu tidaklah

mudah. Terkadang cinta tulus dan modus itu sangat tipis perbedaannya, begitu

pula dengan Vian..”  tanpa sadar Putri

menyebut nama Vian, meskipun sebenarnya intonasi ucapannya sangat rendah, Dion

dapat mendengarnya.

“Ada apa dengan Vian? Apa kamu mengetahui sesuatu

tentangnya? “  ternyata perkataan Putri menarik

perhatian Dion, seketika Putri merasa sangat ceroboh karena harus menyebut nama

Vian saat melakukan obrolan dengan Dion.

Meskipun belum cukup bukti, Putri memang merasa kalau Vian

juga di manfaatkan para wanitanya. Gaya hidupnya yang selalu menyelesaikan

segalanya dengan uang membuat wanita-wanita itu enggan untuk melepaskannya. Terlebih,

Vian uga gila pujian, sedikit saja wanita memuji, ia pasti akan menyerahkan isi

dompetnya.

“Ah, itu... tidak apa-apa, anggap saja aku salah bicara. Bagaimana

kalau kita melanjutkan jalan-jalan lalu segera kembali ke hotel? Sudah cukup

malam dan udara juga semakin dingin.” Putri nampak sedikit kedingingan, ia

tidak membawa jaket dan tidak menyangka kalau  udaranya akan sedingin ini sampai menembus baju hangatnya.

“Kamu kedinginan? Kalau begitu, pakai saja jaketku...” Dion

melepas jaketnya dan memakaikan ke punggung Putri. Perilaku sederhana Dion ini

membuat Putri sedikit terkesan.

“Terima kasih, tetapi sebaiknya tidak usah. Bagaimana kamu

bisa membiarkan dirimu kedinginan sementara kamu justru memberikan jaketmu

untuk melindungiku dari udara dingin yang cukup menusuk ini?” Putri mengambil

jaket Dion dan menyodorkannya kembali pada Dion.

“Sudahlah, tidak perlu sungkan. Bukankah, kita ini teman? Lagipula,

aku ini seorang lelaki. Bagaimana bisa aku biarkan seorang wanita kedinginan?”

Dion menolak jaketnya dan tetap bersikeras untuk meminta Putri memakainya.

“Dasar keras kepala, baiklah, aku akan pakai jaket ini. Nanti,

kalau kamu sampai demam, jangan salahkan aku.”  Putri segera memakai jaket Dion karen udaranya

memang semakin menusuk. Pria itu  cukup senang,  Putri mau memakai jaketnya, meskipun

sebagai konsekuensi, sekarang ia yang merasakan dingin yang seperti merasuk ke

dalam tubuhnya melalui pori-pori.

“Aku tidak akan sakit hanya karena udara dingin. Sudah, ayo

kita jalan-jalan sebentar lagi sebelum pulang. Apa kamu mau makan lagi? Mau beli

sesuatu untuk di makan di hotel?”  Dion

berinisiatif jalan terlebih dahulu di ikuti oleh Putri. Bagi Dion, gadis di

sampingnya itu sangatlah menarik, semakin hari, rasanya ingin memberikannya

perhatian lebih.

“Jangan terlalu memanjakan aku, takutnya, aku menjadi gemuk,

nanti aku tidak akan kuat lagi menemanimu jalan jauh seperti sekarang.”  Mendengar ucapan Putri, Dion terpanggil untuk

tertawa, bagaimana tidak, gadis yang ada di sampingnya itu justru menghubungkan

antara makan, kegemukan dan juga dirinya. Meskipun bagi orang lain itu hal

biasa, entah mengapa bagi Dion, segala yang di lakukan Putri terasa istimewa.

“Aku paham, wanita memang selalu sibuk memikirkan hal-hal

sepele, terkadang rela tidak makan hanya karena takut gemuk, padahal itu belum

tentu terjadi.” Dion menyatakan pendapatnya, Putri tersenyum, apa yang di

katakan Dion ada benarnya juga.

“Wanita memang rumit, jadi jangan heran, jika wanita juga

banyak menuntut...”

1
Ray Jepara
Lumayan
Ray Jepara
Biasa
Nur Adam
smgt untuk krya mu thoor
Rima baharudin
wih...... mulutmu vian, tunggu kebucinanmu
Rima baharudin
visualnya sudah bikin aku meleleh kaka😍
Fredy: masukkin kulkas lg mba biar ga meleleh 😂😂
total 1 replies
aihhh visual nyaaa 😍😍😍😍
harwanti unyil
jangan terlalu banyak menghina entr malah jadi buncin
Dewi Nurmalasari
suka cerita nya g b|rtele2 n g terlalu banyak jahat2 yg g masuk akal
Dewi Nurmalasari
lah dia duluan yg bilang mo nik@hin cwe lain malah dia yg lebih sakit h@ti
Dewi Nurmalasari
yg ad malah dirimu yg hnacur sndri, gaya2 nerima erjodohna,, nnt malah shock klo tau putri dh nik@h
Dewi Nurmalasari
ngarep bilang bos
Dewi Nurmalasari
awas lu nyesel
Iis Isma
thor kpn vian tahu klo udah di selingkuhin sama vanesa
luiya tuzahra
puuut kmpungmu dimana siih ?klw dr penngambarannya gubuk reot miskin banget.
luiya tuzahra
ini yg ada bukan putri yg cemburu tpi vian yg bakalan uring2an ma vanessa krn cmburu hahah...
luiya tuzahra
ajak dolion aja put
luiya tuzahra
keren amat gaji 3jt bisa kuliah bisa ngebiayain adiknya 2 sekolah SMP blum lgi bwt bayar kos + makan sehari2....
yenni
baca dari bab satu sampai 20,
mulai suka dan coment.
lanjut....
panty sari
kapan ka kelanjutan nya
panty sari
hubungin dion biar putri jalan sama dion aja dari pada jadi obat nyamuk
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!