SELAMAT MEMBACA🤗🤗🤗
Tentang perjodohan konyol yang dilakukan oleh kedua orang tua mereka membuat Raffa dan Kaila tumbuh dewasa lebih cepat
Raffa Arsenio mau tak mau menyetujui permintaan papanya untuk menikah karena terlibat janji dengan sahabatnya.
Kaila Leteshia diam-diam menyukai Raffa namun ia tidak bisa mengungkapkan perasaannya kepada Raffa dan entah keberuntungan apa yang ia dapat hingga suatu hari orang tuanya menjodohkannya dengan laki-laki yang ia cintai.
Awal pernikahan mereka saling berusaha untuk terbiasa satu sama lain dan Raffa berusaha untuk mencintai Kaila dengan hatinya.
Namun apakah cinta keduanya akan berjalan mulus? apa saja masalah yang akan dihadapi oleh keduanya?
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Listri Amanda Putri, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Urusan penting apa?
Malam harinya Raffa dan Kaila kembali menuju ke apartement mereka selepas melaksanakan sholat magrib bersama di cafe.
Raffa fokus menyetir walaupun ia masih kepikiran dengan perkataan Kaila saat si ruangannya tadi, tentang perasaannya sendiri.
"Bagaimana bisa dia sejujur itu? apa dia tidak takut kalau aku mendengarnya dan malah marah?" gumam Raffa pelan.
"Kenapa Raff?" tanya Kaila saat ia mendengar sedikit suara Raffa yang tengah bergumam.
Raffa menggelengkan kepalanya, "Gak papa, cuma laper aja."
"Ya udah mampir sebentar ke supermarket aja, biar gue beli sayuran buat makan malem." ujar Kaila.
Raffa menganggukkan kepalanya, ia melajukan mobilnya menuju ke salah satu supeemarket terdekat dengan apartemenr mereka.
Saat sampai di pusat perbelanjaan tersebut, Raffa langsung memarkirkan mobilnya dan membantu Kaila untuk turun dengan perlahan.
Kaila dan Raffa masuk bersamaan ke dalam, Raffa mendorong troli dan Kaila didepannya sibuk memilih beberapa sayuran untuk mereka berdua dan beberapa makanan lainnya.
"Lo ada alergi seafood Raff?" tanya Kaila sebelum membeli, bisa gawat kalau sampai Raffa ternyata alergia sesuatu dan Kaila tidak mengetahuinya.
Raffa menggelengkan kepalanya, "Gak ada, gue bisa makan apa aja." jawabnya.
Kaila menganggukkan kepalanya lalu mengambil sebungkus udang beku agar bisa disimpan lebih lama dan beberapa ikan serta cumi-cumi.
Kaila juga membeli beberapa buah-buahan segar, "Lebih bagus makan buah langsung daripada minum jusnya doang." kata Kaila sambil memasukkan beberapa buah apel, anggur, jeruk dan kiwi kesukaannya.
Saat Kaila sudah berjalan lebih dulu, Raffa sempat melirik ke sampingnya, buah peach yang sulit didapat ada disana. Buru-buru Raffa memasukkan beberapa buah peach tersebut, karena Raffa memang menyukai buah-buahan 4 musim.
"Udah semua La?" tanya Raffa.
Kaila menganggukkan kepalanya, "Udah kok, ya udah langsung bayar aja sekarang." ajak Kaila.
......💜💜💜......
Setelah sampai di apartement, Kaila langsung menuju kedapur bersama dengan Raffa. Kaila mendudukkan tubuhnya di kursi meja makan mengambil minum untuk melegakan kerongkongannya yang terasa kering.
"Lo mandi aja dulu Raff, udah isya juga gue mau sholat duluan abis itu masak. Lo jangan lupa sholat." ucap Kaila.
Raffa menganggukkan kepalanya, ia langsung berlalu menuju ke kamar mereka dan masuk ke dalam kamar mandi membersihkan tubuhnya yang terasa lengket sedangkan Kaila masuk ke dalam kamar mandi yang ada didekat dapur untuk mengambil air wudhu dan menunaikan sholat di dalam kamar setelahnya.
Begitu selesai sholat, Kaila langsung kembali lagi ke dapur, menyiapkan sayur yang akan ia masak untuk dirinya dan juga Raffa.
Hanya 30 menit Kaila berkutat di dapur, wangi masakan menyeruak di seluruh ruang apart mereka, Raffa sudah menunggu di meja makan dengan setia tentu dengan cacing yang sudah mendemo ingin segera makan.
Kaila menyajikan tumis kangkung dan juga udang crispy di atas meja, mengambilkan piring dan juga nasi untuk dirinya dan Raffa.
"Selamat makan!" ucap Kaila selepas berdoa.
Dengan khikmad Raffa dan juga Kaila memakan makanan yang ada di depannya dengan lahap terutama Raffa, ia sangat menyukai masakan Kaila karena rasanya yang begitu enak, mungkin Raffa akan segera gemuk nantinya.
"La, boleh ambilin nasi lagi nggak?"
Kaila menatap ke arah Raffa bergantian dengan piring kosong yang diangkat oleh Raffa dan secepat kilat Kaila langsung menganggukkan kepalanya dan mengambilkan nasi untuk suaminya itu.
"Gimana La? luka lo masih sakit?" tanya Raffa tiba-tiba.
Kaila menggelengkan kepalanya, "Enggak kok, cuma luka kecil dan udah kering juga." ucap Kaila.
Raffa menghela nafas lega mendengarnya, "Baguslah, jadi lo udah bisa kan diajak naik motor lagi?" tanya Raffa.
Kaila terdiam sejenak, "Kenapa Raffa nanya begitu? apa dia gak suka naik mobil? Gue tanya aja kali ya?" gumam Kaila.
"Bisa kok, lo gak suka naik mobil ya?" tanya Kaila tiba-tiba.
Raffa terlihat berpikir sejenak dan bergumam kecil, "Mungkin? gue lebih suka naik motor karena bisa menghindari kemacetan aja sih dan lebih nyaman aja menurut gue." jelas Raffa.
Kaila mengangguk-anggukkan kepalanga, "Oh jadi itu alasannya, keliatan sih Raffa bukan tipe cowok yang suka umbar harta." gumamnya.
"Oh ya La, gue besok ada urusan diluar sepulang sekolah jadi gue anter lo pulang aja ya? mungkin besok gue pulang jam-jam segini juga." izinnya.
"Raffa ada urusan apa ya besok? apa dia mau pergi sama Celine? kok tiba-tiba dada gue sakit ya ngebayanginnya, gue gak rela..." batinnya.
"Lo mau kemana Raff?" tanya Kaila, ia penasaran dengan apa yang dimaksud urusan oleh Raffa.
"Eemm.. urusan penting La, nanti gue kasih tau." ujar Raffa.
Kaila menganggukkan kepalanya, "It's oke, Raffa gak mau ngasih tau berarti dia emang mau pergi sama Celine besok?" batinnya lagi.
"Udah selesai?" tanya Raffa.
"Udah." jawabnya.
"Ya udah elo masuk aja, belum mandi juga kan? biar dapur gue aja yang beresin." kata Raffa.
Kaila menganggukkan kepalanya, ia langsung berjalan masuk ke dalam kamar untuk membersihkan dirinya sedangkan Raffa langsung membereskan sisa makanan mereka dan mencucinya.
Selepas mandi Kaila langsung berjalan menuju ke meja belajarnya, duduk terdiam disana sejenak lalu mengeluarkan sebuah buku diary miliknya.
*Dear Deary...
Kapan kebahagiaan akan mendatangiku lagi? mengapa rasanya semakin sakit setiap harinya? aku seperti tidak ingin suamiku bersama dengan wanita lain, hatiku sakit jika mengingatnya bahkan melihat mereka bersama.
Apakah aku boleh berharap lebih? walaupun aku sadar, Celine lebih dulu ada dihati Raffa. Tapi aku hanya manusia biasa apalagi aku memiliki status yang jelas dengannya bagaimana bisa aku tidak berharap karena itu?
Aku harap, Raffa akan segera mencintaiku, aku dengan tulus berdoa sepanjang hari disetiap sujudku semoga Allah menjaga pernikahanku ini, dan aku akan memperjuangkan kebahagiaan dirumah tangga kami*.
Kaila menutup buku diarynya setelah menulis isi hatinya, hanya buku diarylah yang Kaila miliki untuk mencurahkan keluh kesahnya dan rasa sedihnya.
Kaila menguap kecil, matanya ikut berair dan tubuhnya juga terasa kelelahan, dengan perlahan Kaila beringsut naik ke atas ranjang, menutupi sebagian tubuhnya dengan selimut dan tak berapa lama kemudian Kaila lansung tertidur dengan pulas.
Raffa masuk ke dalam kamar, tadinya ia sempat video call dengan Celine diruang tv karena pacarnya itu mengatakan merindukannya apalagi Raffa yang tidak mengantarnya pulang tadi.
Raffa naik ke atas ranjang dengan perlahan agar tak membangunkan Kaila yang sudah pulas dalam tidurnya, ia memperhatikan wajah Kaila lalu mengecup dahinya singkat.
"Astaga mengapa aku mengecup dahinya?" gumam Raffa.
Ia langsung menutup bibirnya dengan telapak tangan, dan langsung tidur membelakangi Kaila. Namun sayangnya Raffa sulit tertidur karena tidak memeluk Kaila, ia sudah membuang guling dikamar karena ia berpikir untuk apa guling jika ada istri yang bisa dipeluk saat tertidur.
Akhirnya Raffa membalikkan badannya dan merengkuh Kaila ke dalam pelukan hangatnya, dan ikut masuk ke alam mimpi.
btw siapa yg d'pesan raffa TF uang yyyy 🤔
moga aja celine g'ada niatan n rencana jahat buat misah'in kaila n raffa 😏