Elias merupakan sosok lelaki idola di kampus, dan ia adalah seorang playboy.
Cyara adalah mahasiswi baru di UI Kediri. Mereka bertemu saat Masa Orientasi Siswa baru. Cyara jatuh hati pada Elias.
Elias menjadikan Cyara kekasihnya, namun tidak lama kemudian putus setelah Cyara mengetahui bahwa semuanya adalah settingan.
Setelah putus dari Cyara, Elias baru menyadari jika dia menyukai Cyara yang juga masih memendam rasa untuknya. Mereka bertemu lagi di Rumah Sakit karena Elias terinfeksi corona virus. Akankah Elias sembuh, dan apakah dia menyadari kesalahannya di masa lalu, bisakah ia menaklukkan kembali hati Cyara dan bersaing dengan Fandy untuk mendapatkan hatinya.
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon ruby kejora, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Eps.25 Hati Sedingin Es
Beberapa hari setelah Elias membawa botol merah muda milik Cyara. Setiap hari di saat longgar dia memegang dan memandangi botol itu dan kembali teringat pada Cyara.
Beberapa pegawai Elias ada memperhatikan tingkah lakunya. Dua pegawai di luar kantor membongkar barang.
"Kau lihat itu, bos kita sejak beberapa hari ini agak aneh. Dia sering memandangi botol air minum warna pink." kata salah satu pegawai tertawa.
"Pink kan warna khas untuk cewek. Mungkin bos sedang kasmaran."
"Tidak ada gadis yang mencarinya ke sini. Jika dia punya, pastilah gadis itu berkunjung ke sini."
Elias memperhatikan dari kejauhan kedua pegawai nya yang sedang ngobrol lama, kemudian ia keluar ruangan dan menghampiri mereka.
"Apa yang kalian bahas, kembali bekerja. kata Elias sambil mengawasi.
"Iya bos..." kata ke dua pegawai Elias kembali bekerja.
Elias mengawasi mereka sebentar, kemudian berjalan dan berkeliling untuk mengecek karyawan yang lain. Dua jam kemudian ia selesai berkeliling dan kembali duduk di kursi mejanya.
Ia kembali memandangi botol pink di mejanya.
"Aku ingin mengembalikan botolmu, tapi aku belum berani bertemu denganmu, menurut u belum saat nya kita berjumpa. Mungkin kau juga tidak ingat jika kau meninggalkan botol mu.
Elias menatap kosong botol milik Cyara. Terbayang wajah Cyara yang tersenyum menatap matahari di langit.
Dari kejauhan terdengar suara langkah kaki berjalan, suara high heel yang menghentak ke lantai. Seorang wanita berbadan seksi dan berambut pendek sebahu memakai kaca mata hitam berjalan masuk ke kantor Elias. Ia melepas jaket jins dan menaruh di bahu nya, sehingga terlihat ia memakai tank top berwarna merah terang.
Wanita itu terlihat berkilauan, dia memakai tiga kalung dengan ukuran pendek, sedang dan panjang dengan liontin berlian berbentuk hati. Ia juga mengenakan gelang di pergelangan tangan kiri dan kanan, cincin di tiga jari tangan kiri dan tiga jari tangan kanan.
"Halo... "kata wanita itu melepas kaca mata di depan Elias.
Elias tidak mendengar panggilan wanita di depan nya dan masih melamun, pikiran nya sedang melayang.
Karena Elias tidak menjawabnya, wanita itu menekuk tubuh dan mencondongkan ke Elias menyentuh pipinya.
Sontak Elias sadar dari lamunannya, karena merasakan sentuhan di pipinya, dan menatap wanita di depannya dengan kaget.
"Kau mengagetkanku saja...!" Teriak Elias kaget kemudian menarik mundur tubuh nya dan berdiri.
"Aku memanggilmu, namun kau tidak mendengarnya."
"Aku akan memanggil kan petugas untuk melayani anda." kata Elias berjalan memanggil pegawainya.
"Aku ke sini bukan untuk mengirim ataupun mengambil paket, namun aku ke sini atas permintaan Ayahmu." kata wanita itu menarik tangan Elias.
"Maksud mu...apa ada masalah ?"
"Kau pasti Elias kan..." kata Wanita itu dengan nada menggoda.
Elias hanya diam melihatnya.
"Aku Loisa..." kata Loisa menjabat tangan Elias dan menggelitik dengan ujung jari nya. Elias langsung menarik tangannya cepat dan sedikit berdebar.
"Untuk apa Ayah mengirimmu ke sini ?"
"Jadi... Ayahmu belum menceritakannya padamu..."
"Duduklah dulu, aku akan menelpon Ayah dan mengambilkan minum untukmu." kata Elias pergi meninggalkan gadis bernama Loisa itu dan memanggil petugas pantry untuk menyajikan minuman.
Elias mengeluarkan ponsel dan menelpon Ayahnya.
tut... tut... tut
Ayah sedang di kantor mengobrol bersama El, dia mendengar ponselnya berbunyi kemudian mengambil dan melihat lnya.
"Elias menelpon... Ayah akan angkat dulu." kata Ayah pada El.
"Ayah... siapa wanita yang Ayah kirim ke kantorku, apa ada masalah yang belum aku ketahui ?"
"Oh... jadi dia sudah datang. Maaf Ayah lupa bilang padamu semalam. Loisa adalah putri dari teman baik Ayah."
"Lalu..."
"Kami sepakat memperkenalkannya pada mu, maksud Ayah jika kau merasa cocok dengannya, Ayah harap dia akan menjadi menantu di keluarga kita."
"Apa maksud Ayah menjodohkan ku dengan wanita norak itu ? Dia bukan tipe ku sama sekali. Aku ini sudah dewasa, aku bisa mencarinya sendiri, tidak perlu repot menjodohkanku segala."
"Ayah pikir sudah waktunya kau serius menjalani suatu hubungan."
"Sudah ku bilang dia bukan tipeku, Ayah. Jangan memaksaku. Jika dia masih menemuiku! lagi besok, aku akan meninggalkan perusahaan ini." kata Elias mengancam.
"Jika kau tidak cocok dengannya, Ayah bisa mencarikan yang lain."
"Aku tidak mau Ayah mencampuri urusan ku lagi. Ku bilang aku akan mencarinya sendiri." kata Elias menutup ponsel dengan kesal.
"Elias... tunggu... Ayah belum selesai bicara, kau seenaknya menutup telpon."
"Apa Ayah menjodohkan Elias ?"
Ayah mengangguk menatap El.
"Dia menolaknya kan ?"
Ayah mengangguk lagi menatap El.
"Aku sarankan Ayah tidak melanjutkan nya dan berhenti menjodohkan Elias."
"Memangnya kenapa ?"
"Ayah tahu seperti apa Elias, jika dia bilang tidak, dia tetap tidak akan mau di paksa, selain itu dia..."
"Kenapa berhenti bicara..."
"Jika Ayah memaksanya, dia akan depresi, karena dia sebenar ya sudah menjalin hubungan dengan seseorang, namun dia sedang dalam masalah. Beri dia waktu untuk membereskan masalah nya."
"siapa dia..."
"Ayah tunggu saja, Elias pasti akan membawanya ke sini."
"Baiklah aku akan bicarakan baik-baik dengan temanku dan meminta maaf pada nya nanti." kata Ayah menatap El kemudian berjalan keluar kantor.
Elias kembali menemui wanita itu yang tengah duduk menunggunya kembali sambil meminum lemon tea.
"Kau sudah kembali..." kata Loisa berdiri.
"Maaf sudah menunggu lama. Aku barusan menelpon Ayah, dan aku sudah mendengar ceritanya, tentang perjodohan kita."
"Lalu...selanjutnya..."
"Maaf... aku tidak bisa."
"Tapi kenapa, kita tidak harus langsung menikah, maksud ku kita bisa saling mengenal lebih dulu."
"Sekali lagi, aku sampai kan maafku pada mu, aku tidak ingin menyakitimu atau memberimu harapan palsu. Sebenarnya aku sudah mempunyai calon. Dan aku yakin ada seseorang yang lebih pantas dariku yang akan menemanimu." jawab Elias tegas.
"Kau tidak berbohong pada kukan ?"
"Tidak, aku serius. Aku menolak perjodohan ini."
"Beruntung sekali gadis itu, bisa mendampingimu. Tapi setidaknya kita akan tetap berteman kan ?"
Elias mengangguk menatap Loisa dan berharap ia segera pergi dari hadapan nya.
tut... tut... tut
Ponsel Loisa berdering, kemudian ia mengambil dan mengangkatnya.
"Halo Bella... aku sedang di jalan, ada apa ?"
"Aku sudah sampai di tempat karaoke dan menunggu mu hampir tiga puluh menit. Cepat ke sini."
"Baik lah, jangan pergi dulu, aku akan sampai sepuluh menit lagi." kata Loisa menutup telpon.
Elias... sebenar nya aku belum ingin pulang, tapi aku ada janji dengan teman ku. Dia sudah menungguku tiga puluh menit. Aku balik dulu, sampai ketemu lagi." kata Loisa berdiri kemudian keluar dari kantor Elias.
Elias mengantarnya sampai ke depan pintu dan melihat Loisa melaju dengan mobilnya, kemudian dia berbalik dan kembali duduk di depan mejanya.
Elias membuka lacinya dan mengeluarkan pigura foto, menaruhnya dekat botol pink milik Cyara kemudian memandanginya lama.
kok Elyas sama Cyara blom sampai pelaminan
maksud,y hubungan orang.
cerita,y keren 👍 semakin menegangkan
Penuh arti dan juga makna
Semua karyaMu kan kagumi
Jika memberi kesan sempurna
maaf ya Author cerita,y ku suka dan pengen kejutan. biar berasa nyata.
gemessss😁
👍
_ _ _
pikiran ku terhantut.
hrus,y kn klo cinta bahagia mlihat seseorang yg d cintai,y bahagia.
_ _
ak aj bahagia pdahal ak salah satu mantan Elyas🤫
🤫