"Mengapa wajahmu selalu merasuki pikiranku setelah mencuri ciuman pertama darimu" Kim Charlos Antony
"Sialan wajah laki-laki itu merusak pikiranku setelah ia mencuri ciuman ini" Puput Fernandez
"Mengapa hati ini begitu sulit mengungkapkan perasaan padanya" Devander
Kisah cinta segitiga antara seorang anggota TNI dengan seorang agen rahasia yang memperebutkan sebuah hati beku dari wanita tomboy
Dapatkan mereka memperjuangkan cinta & juga akan mengulik masa lalu dari agen rahasia yang di panggil jendral tersebut yang merupakan anak dari ketua mafia yang berjaya pada masanya.
cuss baca aja cerita lengkapnya.
SILAKAN PROMO DI LAPAKKU
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon othor_si_tomboi, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Part 22
Kedua pengantin itu di kejutkan dengan kehadiran seseorang yang sangat mereka kenal tersebut tengah bersandar di tembok dengan keadaan melamun.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
“Apa yang sedang ia lakukan disini. Dan kenapa juga malah melamun,” sahut Mia dengan pelan yang di dengar oleh sang suami.
“Sayang apa kamu juga sangat mengenalinya?” tanya Hariansyah pada sang istri.
“Bukankah dia satu sekolahan dengan kita namun di kelas yang berbeda?” sahut Mia dengan nada ketus.
“Tapi mau apa dia di depan kamar Puput?” gumam Hariansyah.
Tanpa banyak kata kedua pengantin itu pun menghampiri Rizky dan menanyakan tujuannya yang tiba-tiba ada di depan kamar inap sahabat mereka.
Sedangkan Rizky itu sendiri pun tak menyadari dengan kehadiran dua pengantin yang akan menegurnya saat ia tengah melamun.
Bahu Rizky pun di tepuk oleh Hariansyah yang langsung membrondongnya dengan sebuah pertanyaan.
“Hallo bro jangan ngelamun begitu di depan kamar inap. Nanti kesambet lu,” ucap Hariansyah pada Rizky.
Hal itu otomatis membuat Rizky menggaruk tengkuk yang tak gatal dan terkejut bukan main tak kala ia di tegur oleh Hariansyah.
“Lu Rizky kan?” tanya Mia.
“Kalian berdua siapa ya?” tanya Rizky pada kedua pengantin yang seolah tidak mengenalinya.
“Jangan sok kagak kenal lu sama kita Ky,” ucap Hariansyah dan Mia bersamaan.
“Bukan kah kalian pasangan fenomenal itu ya?” tanya Rizky pada kedua pengantin yang mendapat anggukkan dari kedua pengantin tersebut.
“Ngomong-ngomong apa yang lu lakuin di depan kamar itu?” tanya Mia pada Rizky seraya menunjuk sebuah pintu rawat inap sahabatnya.
Sebuah pertanyaan dari Mia membuat Rizky benar-benar bingung untuk menjawabnya.
“Eh sorry gua cuma nyasar kamar aja,” jawab Rizky dengan bohong.
Tidak bagi Rizky, ia terpaksa berbohong karena sebenarnya ia mengikuti Qya yang tengah memasukki kamar tersebut.
Namun saat Hariansyah menawarkan masuk ke kamar tersebut membuatnya kaget dan juga tidak mungkin ia akan langsung ketahuan oleh Qya yang sedang mengikutinya secara diam-diam dari kantin hingga ke kamar tersebut.
“Apa lu mau ikut masuk?” tawar Hariansyah pada Rizky.
“Sorry Har, gua mau gak bisa. Kalau begitu gua cabut dulu,” tolak Rizky serta pamitnya pada Hariansyah dengan terburu-buru.
Setelah menolak ajakkan Hariansyah. Rizky pun bergegas meninggalkan kamar inap itu menuju kamar inap sang mama tercinta.
Sedangkan kedua pengantin tersebut memasukki kamar inap itu dengan perasaan sedih dan khawatir.
Ceklek.....
Masuk lah kedua pengantin yang kehadirannya di sambut oleh sahabat-sahabatnya.
“Loh kalian kesini siapa yang ngasih tahu?” tanya Qya pada kedua pengantin.
“Kepo lu kayak dora,” ucap Mia dengan nada ketus.
“Ngomong-ngomong bagaimana keadaannya sekarang. Sampai kapan dia koma terus?” tanya Hariansyah.
“Masih belum ada kemajuan apa pun kata dokter. Sementara ini kita tunggu dia siuman saja deh,” sahut Nico.
Mereka pun akhirnya membahas obrolan yang sangat absurd.
Hingga suara pintu terbuka dan masuk lah seorang dokter yang merawat sahabat mereka memasukki kamar inap tersebut.
Ceklek....
“Permisi bisa kah kalian menunggu di luar sebentar. Karena saya mau memeriksa keadaan pasien?” pinta dokter Ummi Ninis yang menangani sahabat tercinta.
“Oke silakan dokter. Ayok kita keluar dulu,” jawab Qya seraya mengajak para sahabat keluar.
Sedangkan si kembar Joya dan Jonathan itu sendiri pun sudah pulang terlebih dahulu, karena ada sebuah panggilan dari ibu negara yang terpaksa membuat mereka pulang.
Dokter Ummi Ninis dan suster itu pun mulai memeriksa keadaan pasien yang tengah terbaring koma di atas brankar dengan mata yang terpejam.
“Apakah ada yang salah dengan ini,” gumam dokter Ummi Ninis seraya memijit pelipisnya.
“Ada apa dokter?” tanya seorang suster yang membantu memeriksa keadaan pasien itu.
“Oh tidak ada. Lanjutkan saja, jangan hiraukan saya” titah dokter itu.
Entah mengapa tiba-tiba pikiran dokter Ummi Ninis tersebut terlalu panik, karena tiba-tiba mendapati detak jantung pasien yang terbaring di atas brankar tersebut terdengar lurus.
Tttiiittt.
“Dokter detak jantung pasien tiba-tiba....” ucap salah seorang suster dengan nada panik.
“Cepat ambilkan alat itu disana,” titah dokter Ummi Ninis dengan nada tegas.
Setelah mendapatkan alat yang di minta, secepat mungkin dokter Ummi Ninis dan beberapa suster memberinya pertolongan pada pasien yang tengah terbaring tersebut.
Beberapa menit kemudian setelah memberikan pertolongan dan jantung pasien itu sudah stabil kembali membuat dokter dan dua orang suster bernafas lega.
Hingga secara tidak sadari oleh dokter itu, saat melihat pasien yang tengah terbaring tersebut berusaha membuka mata. Menyesuaikan cahaya yang masuk ke iris mata, hingga iris mata itu terbuka secara perlahan.
“Ini sungguh keajaiban sus. Pasien sudah sadar dari komanya,” sahut dokter Ummi Ninis dengan haru melihat pasien yang terbaring koma tersebut sadar dari koma dua hari yang lalu.
Sekali lagi baik dokter dan suster tersebut merasa lega, karena kepanikkan mereka berakhir dengan haru dengan sadarnya sang pasien itu sendiri.
“Ini dimana, bukan kamar gua juga?” gumam pasien itu dengan mencium bau obat khas rumah sakit tempatnya di rawat yang langsung di dengar oleh seorang dokter yang tengah memeriksa keadaan serta bekas luka yang ada di punggungnya.
“Kamu sekarang sedang ada di rumah sakit, karena luka tembak itu yang ada di punggungmu. Membuatmu koma selama dua hari. Tapi beruntung ada seseorang yang mendonorkan darah buatmu,” ucap Dokter itu pada pasien. Yang membuat pasien itu bingung dengan ucapan dokter tersebut.
“Lalu siapa yang mendonorkan darahnya itu padaku dok?” tanya pasien itu pada dokter dengan nada serius.
“Kalau itu maaf saya tidak bisa mengatakannya padamu. Yang terpenting kamu tetap lah menjaga baik-baik tubuhmu. Karena jahitan yang ada di punggung akan mengering seminggu kemudian,” jawab dokter Ummi Ninis pada seorang pasien yang sudah sadar dari koma itu seseorang dengan julukkan gadis tomboy.
Namun tidak bagi dia. Sebisa mungkin ia akan menemukan seseorang yang telah membawanya dan mendonorkan darahnya itu ke rumah sakit yang ia tempati.
“Gua akan cari tahu sendiri dan saat itu juga kan langsung tahu siapa orang itu, biar pun tak ada yang ngasih tahu,” gumamnya seraya menatap langit-langit di atas brankar kamar tempat ia di rawat.
Tak lama kemudian ia pun kembali memejamkan mata dengan suara dengkuran halus yang terdengar dengan pelan.
Sementara di luar kamar rawat inap itu masih dengan dokter Ummi Ninis yang memberi kabar baik tentang pasien tersebut pada sahabat pasien.
Ceklek.....
“Bagaimana dok keadaan sahabat kami?” tanya Qya pada dokter Ummi Ninis.
Sebelum menjawab pertanyaan dokter Ummi Ninis tersebut menghela nafas untuk menjelaskan keadaan pasien yang saat itu juga tiba-tiba detak jantung sang pasien sempat berhenti.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
maaf membuat kalian menunggu lama ya gaes 🤕🤕
hari ini aku usaha kan up dua dulu ya
tetep jangan lupa boom like dan tipsnya supaya aku makin semangat nulis
salam dari author kece nan imut
pas koma nengoin pas udah sadar lupa ruangan nya...
MAAF YA ALUR YANG KU BUAT INI SANGAT MEMBAGONGKAN KARENA INI MURNI HASIL PEMIKIRANKU SENDIRI
JADI BILA KALIAN TAK KUAT DENGAN ALUR YANG BERTELE-TELE SILAKAN SKIP AJA LAGIAN GAK NGARUH JUGA D AKU YANG PENTING AKU TETAP BUAT NERUSIN ALUR SAYANG KAN KALAU GAK D TERUSIN JADI NIKMATIN AJA YA ALUR YANG SANGAT MEMBAGONGKAN DAN TERIMA KASIH BUAT YANG SUDAH MAU MAMPIR MAAF BILA AKU TAK MEMBALAS KOMEN KALIAN BUKAN BERARTI AKU SOMBONG KARENA KALIAN NGOMEN JELEK DI KARYA INI PUN GAK NGARUH BUAT AKU KITA KETEMU LAGI UNTUK BAB BARU YA TERIMA KASIH SALAM LITERASI 😊😊😊