NovelToon NovelToon
Engkaulah Taqdirku.

Engkaulah Taqdirku.

Status: tamat
Genre:Romantis / Contest / Cintamanis / Spiritual / Tamat
Popularitas:660.2k
Nilai: 4.7
Nama Author: najwa aini

Ibrahim Adlan baru menyadari telah jatuh cinta pada Najwa aulia,di saat gadis itu sudah di persunting oleh kakak sepupunya sendiri yang bernama Irfan Zidni.

Mempercepat keberangkatannya untuk melanjutkan study ke Ummul-Quro adalah langkah yang di tempuh oleh Ibrahim Adlan untuk menghindari pernikahan gadis yang di cintainya begitu dalam itu.

Disaat,Ibrahim Adlan sudah memiliki kemantapan hati untuk melupakan perasaannya setelah dua tahun berlalu,ia mendapat kabar kalau Irfan Zidni meninggal karna sebuah kecelakaan.Bukannya pulang untuk meraih kembali cintanya,Ibrahim Adlan justru menyerahkan perjalanan cintanya pada kehendak Taqdir.

Saat ia pulang dua tahun kemudian,keluarganya menjodohkannya dengan Aisha,gadis cantik yang sepadan dengannya.yakni sama-sama anak Kyai pemilik pesantren.Di saat yang sama ia juga kembali bertemu dengan Najwa Aulia yang masih di cintainya tanpa jeda.

Siapakah kemudian yang akan di pilih oleh Ibrahim Adlan.Apakah Aisha yang telah di anggapnya sebagai adik,ataukah Najwa yang berasal dari latar belakang yang berbeda dengannya,yang mungkin tidak akan di setujui orang tuanya..

Untuk tau jawabannya,simak ceritanya yukk..
ENGKAULAH TAQDIRKU.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon najwa aini, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Engkaulah Taqdirku 25

Semua tersenyum senang,melihat siapa yang datang.

Ibrahim Adlan melangkah dengan tenang memasuki kantor Mts Al Falah.menyapa semuanya dengan senyum ramah.

" Mimpi apa semalam Ra?" Ust Fadil menyambutnya.

" Mimpi indah".sahutnya santai.Bukan tak tau kalau pertanyaan Ust Fadil itu adalah sindiran untuknya.

Sejak beberapa tahun lalu,tepatnya setelah memimpin rapat akhir bulan ketika dirinya masih memegang kedudukan sebagai kepala madrasah sementara,ia tak pernah lagi datang ke kantor MTs.

Memang setelah itu ia melanjutkan study ke luar negri.Namun ketika telah resmi pulang kembali ke

Al Falah ,ia memilih berkecimpung di sekolah tinggi

dan sekolah non formal pesantren.

Bahkan telah berkali-kali pihak MTS memintanya untuk turut ambil peran di sana.Tapi ia menolaknya.Seakan enggan untuk menapaki kantor Mts lagi.

" Pantas,sudah tidak takut lagi untuk datang ke kantor ini"..kata Ust Fadil.Dia benar.Ini memang pertama kalinya Ibrahim Adlan menginjakkan kakinya

di kantor ini lagi setelah bertahun-tahun.

" Bukannya takut untuk ke sini,,.." Ibrahim Adlan menjeda kalimatnya seraya mengambil posisi duduk tepat di samping Fadil.

" Cuma takut untuk mengenang.." Fadil nyeletuk..

Ra Adlan menatapnya dengan tatapan memperingati.

buru buru Fadil menutup mulutnya dengan telapak

tangan seraya menahan tawa.

" Eehh keceplosan Ra.."ujarnya terkekeh.

Fadil memang sudah tau akan rahasia perasaan Ibrahim Adlan itupun karna pemuda tampan itu sendiri yang memberitaunya,ketika beberapa waktu lalu ia meminta Fadil menemaninya ke An-Nur dengan menggunakan motor.

" Anda masih suka naik motor Ra..??" tanya Fadil waktu itu.

Bahkan ini masih motor yang sama .Padahal Ibrahim Adlan jelas mampu untuk membeli berbagai jenis

sepeda motor keluaran terbaru.Jika memang pemuda tampan itu hoby kemana -mana pakai sepeda motor.

Namun yang di pakainya tetap motor yang sama dari beberapa tahun lalu.Padahal sudah ada beberapa bekas lecet di motor ini.Dan kaca spionnya yang pecah ketika jatuh dulu juga belum di ganti.Tak mungkin Ra Adlan tak punya uang untuk memperbaiki motornya ke bengkel.

" Sesekali saja,,hanya untuk mengenang" pemuda tampan itu menjawab datar.

" Mengenang siapa Ra..?"

" Seseorang..yang pernah aku gonceng dg motor ini".

untuk beberapa saat Fadil diam,sebelum kemudian ia

dapat memahami maksudnya.

"Najwa aulia Ra.."?? hanya Najwa yang pernah mendapatkan itu berdasar pengakuan Ra Adlan sendiri waktu itu.

" Isshh" Ibrahim Adlan berdesis kecil.Rupanya tanpa sengaja ia telah mengucapkan semuanya dan di pahami dengan tepat oleh Fadil

" Jadi benar anda mempunyai perasaan istimewa pada

Najwa??"

" Hmm" tak dapat lagi mengelak,Ibrahim Adlan mengangguk.

" Se,sejak kapan Ra?"

" Sejak lama..tapi ini adalah rahasiaku dengan Allah kak". pemuda tampan itu menatap Fadil seksama.

" Baik Ra..saya faham." faham bahwa tak perlu membicarakan ini dengan siapapun.

Tapi kali ini Fadil malah keceplosan bicara.untunglah..di antara yang ada dalam kantor tidak ada yang paham apa maksudnya.

Namun berbeda dengan Nafisa dan Kamila yang nampak saling tatap.Sepertinya keduanya mulai bisa menghubungkan kalimat itu dengan sesuatu..namun sayang keburu p.Irham Abidin datang.Kepala Mts itupun segera memimpin rapat karna semuanya memang sudah hadir.

Setelah berkonsultasi dengan majlis masyayikh Al Falah terkait niatnya untuk mengurangi jadwal-jadwalnya menyusul kesibukan yang baru,

umumnya beliau semua menyetujui.Namun menyarankan agar putra kyai pengasuh Al Falah itu

terjun di semua bidang kependidikan Al Falah.walau hanya untuk seminggu sekali di tiap masing-masingnya.

Tujuannya,agar Ibrahim Adlan lebih mengenal tentang semua pola didik santri-santrinya.Karna ia

seorang calon yang telah di siapkan untk mengganti abanya,menjadi pengasuh kelak.

Maka kini disini ia berada.Mengikuti rapat.Sebagai langkah awalnya untuk mulai berkecimpung lagi

di Mts.Meski hanya sehari dalam seminggu,namun keberadaannya sangat membuat rekan-rekan pengajar yang lain merasa senang.

Kepribadian Ibrahim Adlan yang ramah,sangat menghargai orang lain,tenang,dan berwibawa itu memang sangat di sukai oleh semuanya.

" Ra Adlan cangkolang ya!" p.Adnan berpermisi sebelum bicara,dengan menggunakan istilah dalam bahasa madura yang halus.

" Ia silahkan!!" Ibrahim Adlan menyilahkan seraya mengangguk.Menandakan tak perlu sungkan,apapun yang ingin di sampaikan,sampaikanlah..

" Ada kabar,anda akan bertunangan dengan putra kyai Faqih Zayyad dari Al Bustan." kata p.Adnan.mendengar itu

Mereka terdongak kaget.Tak terkecuali beberapa guru putri yang juga masih ada di kantor.

Rapat memang telah usai,namun Ibrahim Adlan masih berbincang-bincang santai dengan beberapa guru di kantor.Sedangkan beberapa yang lain sudah keluar karna ada kesibukan.

" Sudah sampai ke sini beritanya?"pemuda tampan itu menanggapi dengan senyum.

" Anaknya sepupu saya nyantri di sana Ra, dia yang cerita beberapa waktu lalu ". P.Adnan menjelaskan.

Ibrahim Adlan diam.

apa berita tentang hal itu memang sudah menyebar di kalangan santri al bustan,? apa karna itu pula aisha

menanggung malu karna aku menolaknya hingga ia jatuh sakit? batinnya bertanya

" Apa itu benar Ra?"

karna diihatnya Ra Adlan diam,Fadil pun ikut bertanya.

" Tidak". beberapa nampak menarik nafas lega.

" Jadi itu tidak benar, tapi kok sampai ada berita seperti itu ya Ra?" P.Akmal pun ikut menimpali.

" Sempat ada rencana seperti itu memang, tapi,". Ra Adlan menggantungkan kalimatnya.

" Anda menolak?"tebak Fadil.

Ibrahim Adlan mengangguk.

" Karna dia??" Fadil menatap senyum.

pemuda tampan itupun ikut senyum.

Kamila dan Nafisa yang memang melihat itu jadi kembali saling tatap." Sepertinya sudah ada seseorang ya Ra?" Kamila tak dapat menahan diri untuk bertanya.

" Ia ada". Fadil yang menjawab.

Sadar ,kalau pembicaraan ini akan mengarah pada hal pribadi, di mana ia belum ingin mengatakan apa-apa.Pemuda tampan itu hanya menanggapi dengan senyum.Ia lalu bangkit setelah melihat jam tangannya.

" Hampir waktu dhuhur" ujarnya..memberi isyarat kalau dirinya akan segera keluar dari kantor.

" Apa mau ke Al Bustan Ra?" tanya Fadil.

" Mungkin besok atau lusa..kenapa kak?"

" Gak apa-apa Ra.."

" Apa mau titip salam?" tanya Ra Adlan.

" Titip salam buat siapa Ra?" Fadil bertanya heran.apa ia, Ra Adlan menawarkannya untuk titip salam pada

Kai dan Bu Nyai Al Bustan..atau pada putra putrinya,yang Fadil jelas tak kenal.

" Kamila dan Nafisa ,mungkin juga mau titip salam?"

bukannya menjawab pertanyaan Fadil,Ra Adlan malah juga menanyai Kamila dan Nafisa

" Titip salam pada siapa Ra?".seperti Fadil,keduanya pun bertanya heran..

" Salam pada yang biasa duduk di situ.!" Ibrahim Adlan memberi isyarat pada kursi di samping Nafisa.

tak terkecuali yang lain,jadi sama-sama menatap ke arah kursi yang di maksud.

Bu.Ulfa menjadi risih,ketika hampir semua pasang mata melihat ke arahnya.karna B.Ulfa yang sekarang duduk di kursi itu.

B.Ulfa itu termasuk guru baru di banding yang lain.Belum ada setahun dia mengajar..tapi untuk apa Ra Adlan menawarkan mereka untuk titip salam pada orang yang justru ada di dekat mereka.

Tapi tunggu.Bu.Ulfa itu masuk menggantikan mata pelajaran yang dulu di pegang oleh Najwa.

dan kursi dan meja yang di dudukinya adalah tempat duduk Najwa Aulia dulu.Bukankah tadi Ibrahim Adlan bilang...yang biasa duduk di situ..jadi,,

" Najwa Aulia !!"Kamila dan Nafisa berseru hampir bersamaan.

" Apa najwa ada di Al Bustan Ra?" tanya Nafisa.

" Ia sesekali".

" Apa anda ketemu dengan Najwa kalau ke Al Bustan?"

" Ia sesekali". masih jawaban yang sama.

" Dia baik- baik saja??" masih Nafisa yang bertanya.

" Ia. insha-Allah".

" Titip salam ya Ra..kapan ke Al Falah??" kata Nafisa lagi.Dia sangat rindu pada sahabatnya yang ayu itu.sejak Najwa menikah dan di boyong oleh suaminya mereka hampir tak pernah bertemu.

" Kalau pertanyaan itu jangan di tanyakan ke Najwa,tapi tanyakan langsung pada Ra Adlan!"

Ustad Fadil nyeletuk.Ibrahim Adlan menatapnya.

" Kapan anda akan memboyong Najwa Aulia ke Al Falah,Ra Adlan?". Fadil menatap langsung Ibrahim Adlan..

1
Fajra N Nadifa
/Heart/
Malik
autor orang mana kok pinter bahasa madura
Najwa Aini: Saya orang Jember kak
total 1 replies
Hadyan Ghauzan
Luar biasa
Srirejeki Gabus
keren kak...dpt pelajaran baru😊
Fitri Bahri
fahri disini memperjuangkan nama dalam doa, nama nafsa kahh 🥰
Fitri Bahri
2023 baca ini, kenapa baru tau ada karya sebaguss iniii 🥰🥰
nangiss bombay malam2 😭😭
Najwa Aini: Masyaallah..subhanallahh...
makasih banyak ya kk
total 1 replies
kurnia rahayu
Luar biasa
Indarsih Sudarno
kenapayaa.. aku merasa sebagian besar dari kisah *kaulah takdirku* adalah kisah dari mk othor "najwa aini" 😍😍.. kalo memang benar dugaanku.. pasti mbk najwa aini oarngnya cantik banget.. sampek seorang laora adlan begitu cintanyaa zama mbk najwa.. 💓💓💓
Najwa Aini: Kakk bisa aja deh...
btw terima kasih banyak ya kk
total 1 replies
Indarsih Sudarno
Luar biasa.. sangat menyentuh... seneng banget sama karya2 mbk najwa.. 😍😍😍
Zahwa Putri Bunda
kamu benar Revan...mungkin emang hanya dgn cara seperti itu untuk bisa mengembalikan kewarasan Aisah lagi....
Zahwa Putri Bunda
cerita ini bagus banget...sumpah kak...aku padamu kak Najwa... meskipun aki telat mengetahui novel² kak Najwa ,tapi akan aku baca semua novel mu kak... insyaallah...
Najwa Aini: Alhamdulillah.. Terima kasih, Bunda
total 1 replies
Zahwa Putri Bunda
aku suka dgn karakter Ibrahim Adlan....👍🏻👍🏻👍🏻
Zahwa Putri Bunda
anak pemilik pondok tetapi kenapa keras kepala seperti itu demi seorang lelaki...aku tau novel.ini sudah tamat..tapi kok aku gemes ya dgn Aisyah an ibunya itu...tdk mencerminkan sekali sebagai anggota keluarga seorang pemilik pondok/kyai...
Zahwa Putri Bunda
Bu nyai itu kan istri seorang kyai ya..tapi kok berpikiran dangkal yg memaksakan kehendak dgn cara apapun hanya demi kebahagiaan putrinya semata,tanpa peduli dgn perasaan orang yg bersangkutan....
Rubiyanti
😍
Rubiyanti
Kecewa
Rubiyanti
joss
Rubiyanti
semangat
Rubiyanti
mas fattan
Rubiyanti
mas catatan🥰
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!