NovelToon NovelToon
40 HARI MENCARI JASAD NENEK

40 HARI MENCARI JASAD NENEK

Status: sedang berlangsung
Genre:Horor / Iblis / Misteri
Popularitas:29k
Nilai: 5
Nama Author: Ratna Jumillah

"Katanya, sebelum semua ilmu nya lepas.. nenek nggak akan bisa mati."

"Jadi sekarang nenek dimana?"

"Nenekmu sedang menjalani semua hukuman sebelum akhir nya dia mati. Selama 40 hari, dia akan dalam pengaruh Iblis."

"Tapi kan nenek udah meninggal!?"

Sebuah ilmu tua membuat seorang nenek mengalami hal di luar nalar ketika akan mendapatkan ajalnya.

Elma, gadis biasa yang baru saja datang dari Jakarta itu harus menelan bulat - bulat atas semua rentetan kejadian tak masuk akal yang dia alami selama mencari jasad nenek nya, dalam waktu 40 hari.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Ratna Jumillah, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

EPS.25. Apa maksud nya?

Elma masih diam di tempat, dia tidak bisa bergerak setelah mbak Er jatuh pingsan. Sesaat setelah mbak Er pingsan, Elma hendak menolong mbak Er sebenar nya. Tapi tiba - tiba saja tubuh nya tidak bisa di gerakan, dia mematung di tempat dengan ketakutan.

Karena sudah beberapa kali mengalami hal itu, Elma yakin saat ini ada yang tidak beres di belakang nya. Dan benar, tiba - tiba muncul sebuah wajah di belakang Elma, wajah yang tidak asing, tidak lain dan tidak bukan.. Nenek Tri!

"Golet opo (cari apa)!!?" Tiba - tiba nenek Tri berucap tepat di telinga kiri Elma.

Bahkan dari ekor mata Elma pun dia bisa melihat itu nenek nya, tapi dia tidak bisa melakukan apapun selain melihat sambil ketakutan karena wajah nenek nya seram dengan mata nya yang menghitam keseluruhan dan lidah nya.. Hitam memanjang.

"Ga usah melu - melu urusanku!" Ucap nenek lagi, dia lalu memutari tubuh Elma dan kini berdiri tepat di depan Elma.

Elma bisa melihat dengan sangat jelas wajah nenek nya yang berubah menjadi begitu mengerikan, wajah putih kebiruan sangat pucat, urat - urat hitam memenuhi wajah nya dan dia tersenyum sinis pada Elma.

Tapi detik itu juga Elma yakin, itu bukan nenek nya. Karena cara nenek nya berkedip beda dengan manusia umum nya. Kelopak matanya mengatup ke samping saat nenek berkedip, lebih seperti mata reptil.

'Bukan, ini bukan nenek. Dia bukan nenek.' Batin Elma, padahal wajah nya tepat di hadapan Elma tapi Elma pun tidak bisa melakukan apapun.

'Ya Allah, tolong.' Batin Elma lagi, dia kemudian membaca doa.

"CUMA DEMI KOE!! Bocah ingusan sing ndak ndue (punya) aturan! Semestine koe sing mati!!" Ucap nenek pada Elma.

Setelah mengatakan itu, nenek kemudian kembali memutari tubuh Elma lagi dan berdiri tepat di belakang tubuh Elma.

"Nek ndak iso nggawa adimu (kalau tidak bisa bawa adikmu) Aku tak nggawa awakmu ae (Aku bawa kamu saja)!" Ucap nenek, Elma sampai menangis di tempat karena takut dan tidak bisa berbuat apa - apa.

Dan setelah nya, akhirnya tubuh Elma bisa di gerakan dan Elma pun jatuh terduduk dengan lemas dan kedua kakinya gemetar hebat.

"Astagfirullah! Astagfirullah! Astagfirullah!"

Elma istigfar berkali - kali karena apa yang baru saja dia lihat sangat mengerikan. Tak lama, pintu rumah terbuka.. Mbak Lis yang membuka nya dan terkejut melihat Elma yang duduk di lantai dan mbak Er yang tidak sadarkan diri.

"Lho mbak! Ya Allah Gusti, mbak Elma kenapa toh?! Iki mbak Eri kenapa juga kok pingsan?!" Mbak Lis membantu Elma berdiri.

"Mbak, tolong bantu papah mbak Er." Ucap Elma meski kakinya lemas.

"Iyo - iyo, ayok mbak." Ucap mbak Lis.

Mereka saling bahu membahu memapah mbak Er yang mulai sadar dan lemas tubuh nya, mbak Er bahkan mulai menangis ketakutan. Kedua asisten rumah tangga nenek Tri itu usia nya kurang lebih sama dengan ibunya Elma, tapi di panggil mbak karena sejak muda mereka sudah bekerja di sana.

Dan setelah mereka sudah masuk kedalam dan mbak Lis mengambilkan air minum untuk kedua nya, akhir nya mbak Er pun mulai tenang dan kemudian buka suara atas apa yang di lihat nya tadi sampai dia pingsan.

"Eh mbak, Ya Allah mbak.. Aku liat nenek mbak, tadi! Hiks! Hiks! Aku pingsan gara - gara aku lihat nenek." Ucap mbak Er, spontan mbak Lis terkejut.

"Hah!!? Lho, terus nenek nya mana? Nenek pulang sendiri!?" Tanya mbak Lis, Elma tampak bangun dan sebelum pergi dia mengatakan.

"Itu bukan nenek, mbak. Dia cuma sosok yang menyerupakan dirinya jadi nenek. Nenek sekarang masih di luar sana, aku yakin sosok tadi bukan nenek." Ucap Elma, dia yakin.

"Tapi wajah nya mbak.. Itu wajah.." Mbak Er hendak menyangkal tapi Elma menegaskan lagi.

"Wajah nya memang wajah nenek, tapi itu bukan nenek. Dia nyamar, aku nggak tau gimana caranya tapi aku yakin seratus persen itu bukan nenek." Ucap Elma, dia kukuh.

"Mbak langsung istirahat aja, besok kita tanya sama pak Ustad atau abah Surip." Ucap Elma, dia lalu pergi masuk ke dalam kamar nya.

Mbak Er dan mbak Lis saling pandang, dan mbak Er kembali menangis karena dia sendiri melihat wajah nenek Tri tadi, hanya wujud nya seram sampai buat mbak Er pingsan.

"Wes toh, mbak Elma bilang bukan yo berati bukan." Ucap mbak Lis, akhir nya mbak Er manggut - manggut.

Kembali ke sisi Elma, dia duduk di belakang pintu dengan wajah yang seolah masih mencerna semua yang terjadi. Apa yang di ucapkan sosok itu, membuat nya ketakutan. Dia sangat yakin itu bukan nenek nya, apalagi cara bicaranya pun bukan seperti nenek nya, dan juga.. Matanya, terlihat aneh.

"Gue yakin bukan nenek, bukan. Tapi apapun yang terjadi, adek (Salsa) sama mama harus pergi dari sini." Ucap Elma, dia khawatir sesuatu terjadi pada keluarga nya.

"Mang Udin belum pulih, satu - satunya orang yang bisa anter mama pergi, cuma bang Tian. Besok gue ngomong sama bang Tian." Gumam Elma lagi, dia lalu mengusap dada nya yang masih berdebar tidak karuan.

DI TEMPAT LAIN.

Di rumah salah satu warga di sana yang tinggal tak begitu jauh dari rumah kebun nenek di perkebunan teh, sepasang suami istri tengah menonton acara tv kesayangan mereka sambil menikmati kacang rebus. Tiba - tiba saja mereka mencium bau bunga melati yang pekat sekali.

"Ambu (bau) opo iki, bu? Kok koyo melati." Tanya si suami pada istrinya.

"Melati? Bau teh, ndak?" Ucap istrinya, si suami kemudian mengendus - endus dan menggeleng.

"Ndak eh, iki bau kembang melati bu. Ndak pernah bau melati se wangi iki, lho." Ucap si suami.

Saat kedua nya sedang kebingungan dari mana sumber bau wangi bunga melati itu, tiba - tiba saja ada yang mengetuk rumah mereka.

"Tpk! Tok! Tok!"

DEG!

"Heh! jam piro iki, hujan - hujan ada tamu ke rumah kebun." Ucap si suami.

"Jangan - jangan ada tetangga yang mau minta bantuan ndak, pak? Buka saja lah, apa jangan - jangan itu Rohman, kan katane mau ke sini.'' Ucap si istri. Akhir nya suami nya bangun dan berjalan ke arah pintu.

Si suami tidak mengintip lebih dulu dari jendela siapa yang datang, dia langsung membuka pintu nya dan..

"Lho, ibu Tri." Ucap nya dengan wajah ramah.

Ibu Tri, atau nenek Tri.. Majikan dari pasangan itu, nenek Tri berdiri di depan pintu rumah kebun pasangan suami istri itu dengan tanpa berpakaian dan hanya menggunkanan kain jarik yang melilit tubuh nya.

"Bu Tri sudah sehat toh? Ya Allah, ayo bu masuk." Ucap si istri lalu menggandeng nenek Tri masuk.

Saat si istri menggendeng lengan nenek Tri, lengan nya terasa dingin sedingin es. Si ibu agak kaget, mereka berdua lalu celingak - celinguk seolah mencari orang lain.

"Bu Tri datang sama siapa? Iki sudah malam, lho." Tanya si istri, tapi nenek Tri hanya diam saja dan menatap si ibu tadi dengan tatapan kosong.

Sepertinya mereka belum mendengar kabar tentang meninggal nya nenek Tri atau hilang nya beliau dari warga. Mereka membawa nenek Tri masuk ke dalam rumah, tapi mereka melihat keanehan pada nenek Tri, tubuh nya tidak basah padahal di luar hujan dan juga nenek Tri tidak terlihat membawa payung.

"Bu, iki nenek Tri beneran apa bukan?" Tanya si suami, karena gelagat nenek Tri yang aneh.

"Opo??" Tanya nenek Tri dengan wajah pucat nya, dan pasangan suami istri itu tersenyum canggung.

BERSAMBUNG!

1
🍃⃝⃟𝟰ˢ🫦Fhˢ⍣⃟ₛᴍ͜͡s͜͡𝆺𝅥⃝©☠️⃝🦐
hahahaha.. nggak mau pun dia udah ikut lihh el🤣🤣🤣
SENJA
lah gimana orang dia udah ikut 🤣
SENJA
wah pindah dimensi kalian 😳
SENJA
gile juga ibunya elma yak😳
𝒚𝒂𝒚𝒖𝒌 𝒋ᷟ𝒖ⷽ𝒐ᷟ𝒔ⷽᴛ⑅⃝ˢ🐈
/Chuckle//Chuckle//Chuckle//Chuckle/
nahh ma skrg ada yg gintil.deh
noni blanda lagib
Ai Emy Ningrum: noni blanda ngintil 🤔🤔🤔🤔
total 1 replies
ᥫ᭡◦•●◉✿ 𝑟𝑖𝑠𝑘𝑎 ✿◉●•◦ᥫ᭡
iblis jatah atau justru iblis baik yang mau bantu elma, makin seru dan penasaran kak thor 🥰🥰
🏡⃟ªʸ🍾⃝ sᴀͩᴋᷞᴜͧʀᷡᴀͣ🌸
mgkn yg bantu elma mas tian n abah
🏡⃟ªʸ🍾⃝ sᴀͩᴋᷞᴜͧʀᷡᴀͣ🌸
tegang bacanya apalagi sambil matiin lampu😂
🍾⃝ ͩSᷞɪͧᴠᷡɪ ͣ
gue kalau jadi elma jg takut 🤣
Hary Nengsih
gak apa2 elma mungkin mo nunjukin jalan
neni nuraeni
mntaaap lnjuttt
🍃⃝⃟𝟰ˢ🫦Fhˢ⍣⃟ₛᴍ͜͡s͜͡𝆺𝅥⃝©☠️⃝🦐
kampung setan pasti😬😬😬
🍃⃝⃟𝟰ˢ🫦Fhˢ⍣⃟ₛᴍ͜͡s͜͡𝆺𝅥⃝©☠️⃝🦐
jangankan kmu tian, kmi yg baca aja berasa di prakn
☠ᵏᵋᶜᶟ Қiᷠnꙷaͣŋͥ❁︎⃞⃟ʂ⍣⃝𝑴𝒊𝒔𝒔
waduh masuk mereka ke alam lain itu pasti ...serem tapi penasaran
💜⃞⃟𝓛 ʟɛɱʙᴀʏʊɴɢ Sully
masuk kampung ghoib lagii
𝒚𝒂𝒚𝒖𝒌 𝒋ᷟ𝒖ⷽ𝒐ᷟ𝒔ⷽᴛ⑅⃝ˢ🐈
nahh masuk tuh ke perkampuangan gaib
elma wis lah skrg fokus aja ma urudan ibuk mu nnti dlu
neni nuraeni
semoga mereka bisa menemukan jasad nenek tri,,,, dan terhindar dr gagguan" iblis
🏡⃟ªʸ🍾⃝ sᴀͩᴋᷞᴜͧʀᷡᴀͣ🌸
takut tapi penasaran jd campur nano nao tiap aq baca ceritanya thor.

semoga elma, abah dan mas tian bisa menemukan titik terang ya🤲
Damn Nwtch
kepribadian ganda ya karena sakit atau karena pengaruh iblis sih kayak gitu
Hary Nengsih
moga berhasil
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!