NovelToon NovelToon
ALUNA : Transmigrasi Cegil

ALUNA : Transmigrasi Cegil

Status: sedang berlangsung
Genre:Harem / Teen / Transmigrasi
Popularitas:11.1k
Nilai: 5
Nama Author: Dhanvi Hrieya

𝐀𝐥𝐮𝐧𝐚 𝐂𝐚𝐥𝐢𝐬𝐭𝐚 nyaris mati tenggelam dan saat matanya terbuka, ia mulai menyadari jika dunianya yang sekarang hanyalah dunia novel fiksi. Ia terbangun sebagai karakter figuran dalam sebuah novel 𝚝𝚑𝚛𝚒𝚕𝚕𝚎𝚛-𝚛𝚘𝚖𝚊𝚗𝚌𝚎 yang pernah ia bacanya. Sialnya lagi, Aluna bukan siapa-siapa hanya pemeran kecil yang dikenal sebagai biang kerusuhan. Tapi apa jadinya saat ia mulai menyadari, ulah kecilnya mengacaukan alur cerita?
Dalam usahanya untuk memperbaiki kesalahan dan bertahan hidup di dunia yang bukan miliknya, Aluna justru menarik perhatian empat karakter pria berbahaya. 𝐆𝐚𝐯𝐢𝐧𝐨, si obsesif yang tak bisa membedakan cinta dan obsesi. 𝐊𝐚𝐢, si manipulatif yang pandai bermain peran. 𝐉𝐚𝐲𝐝𝐞𝐧, si red flag yang sulit ditebak-beracun tapi memikat. Dan 𝐒𝐞𝐛𝐚𝐬𝐭𝐢𝐚𝐧, ketua geng motor yang haus kendali. Dunia novel mulai runtuh. Alur cerita berubah liar. Aluna jadi buruan. Kini, hanya ada dua pilihan: kabur atau menghadapi mereka satu per satu.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Dhanvi Hrieya, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

BAB 25| Kecemburuan Kai

"Dasar monyet safari," maki Kai kesal membuang asal ponselnya ke samping.

Sebastian yang sibuk dengan buku bacaan di tangannya melirik ke depan sekilas, sebelum kembali lagi fokus ke buku bacaannya. Tanpa banyak berpikir, erangan kesal Kai kembali menyita perhatiannya.

"Lo nggak sakit hati, Bas?" tanya Kai kala matanya tertuju pada Sebastian yang tampak acuh tak acuh.

Alis mata Sebastian berkerut, "Soal?"

"Aluna dan Jayden," jawab Kai mendengus, "apa bagusnya coba si Jayden, gue jauh lebih oke ketimbang Jayden. Lo juga, hebat dibanding Jayden."

Gerakan mata Sebastian pada buku bacaannya kehilangan fokus, Sebastian menipiskan bibirnya.

"Lo cemburu sama Jayden," gumam Sebastian pelan, "mereka cocok bersama, Jayden bisa dipercaya dan bisa diandalin dibandingkan lo. Dan yang paling penting keluarga mereka dekat."

Kai hampir saja menyemburkan api kemarahan mendengar jawaban Sebastian yang seakan berdiri di sisi Jayden, ia pikir awalnya karena Sebastian pun dekat dengan Aluna. Sudah pasti sahabatnya satu ini juga tak suka dengan kedekatan Aluna dan Jayden-sahabat mereka berdua, Kai menggeleng tak percaya dengan kedua mata memicing curiga.

"Gue speechless sama jawab lo, Bas. Gue kira karena lo dekat sama Aluna, punya rasa sama Aluna. Kayaknya gue lupa kalo lo emang kek gini, saat lo suka sama Zea. Lo ngalah sama Gavino, sekarang lo juga ngalah sama Jayden. Lo kek pengecut tau nggak sih Bas," cibir Kai, ia meraih ponselnya kembali sebelum berdiri dari posisi duduknya di sofa.

Melangkah menuju pintu keluar penthouse, meninggalkan Sebastian sendirian. Desahan berat mengalun dari bibir Sebastian di saat tertutup, buku di tangannya diturunkan. Atensinya tertuju pada kaca transparan, menatap malam yang kian larut dalam kesunyian.

Senyum sinis tersungging di bibirnya, kapan terakhir kali ia pernah berjuang untuk mendapatkan sesuatu. Rasanya perjuangan itu terlalu buruk di matanya, karena sekeras apapun Sebastian berjuang dalam segala hal. Ia akan dipukul keras oleh hasil pahit dari sebuah perjuangan, ia kalah dan ia akui itu.

"Lo bukan gue, Kai. Lo mana tau rasanya dikecewain sama apa yang lo perjuangin," gumam Sebastian lirih, sorot matanya tampak redup.

Ia dulunya selalu berjuang, berjuang untuk disayangi oleh ayahnya. Berjuang untuk mendapatkan nilai terbaik, semuanya hanyalah perjuangan tanpa kemenangan. Sebastian lelah dan takut, terlalu pesimis. Sebastian menyandarkan tubuhnya di sofa, memejamkan kedua kelopak matanya. Pikirannya terlalu rumit untuk dibagi pada orang lain.

...***...

Udara dingin terasa menusuk tulang, Aluna merapatkan jaket yang ia kenakan. Study tour keluar kota pertama kali ia rasakan, ketika ia turun dari mobil pribadi dengan tas ransel di pundaknya. Lampu di luar gedung sekolah masih menyala, sudah ada banyak siswa-siswi berdatangan. Para guru tampaknya sudah lebih dahulu datang pagi-pagi sekali, Aluna mempercepat langkahnya mendekati Karina yang menguap berdiri tak jauh dari dirinya.

"Karina!" seru Aluna menepuk bahu Karina, gadis itu melirik Aluna sekilas dan menggosok kedua telapak tangannya.

"Lo jadi juga, gue kira lo nggak hadir lagi buat study tour tahun ini," ujar Karina melirik Aluna dengan dahi berkerut.

Setiap ada kegiatan study tour, sahabat dekatnya ini selalu memilih untuk tidak datang. Memiliki seribu satu alasan untuk tidak mengikuti study tour, lebih memilih melakukan hal lain mengisi nilai yang kosong. Beberapa kali Karina menanyakan alasan pasti Aluna tak ikut, jawaban yang diberikan selalu berubah-ubah. Anehnya kali ini ia malah datang, Aluna merapatkan kembali jaket tebalnya.

"Ini study tour masa-masa terakhir SMA, rugi banget rasanya kalo gue kali ini nggak ikutan," jelas Aluna singkat, "lo nggak senang nih, gue kali ini ikutan."

Karina menggeleng sekilas, "Bukannya kek gitu, gue cuma ngerasa aneh aja. Gue mah senang banget malah kalo lo kalo ini ikutan."

Terlihat jelas di wajah Karina ia tampak lebih ceria, bahkan tidak lagi menguap kebosanan. Mobil bus-bus terlihat mulai berdatangan, berbaris rapi. Para wali kelas mulai mendata beberapa anak kelas mereka masing-masing yang hadir untuk study tour kelas dua belas, Aluna menunjuk ke arah wali kelas mereka.

"Keknya kita harus siap-siap berangkat," kata Aluna melirik sang guru wali kelas yang mulai mengedarkan pandangan matanya.

"Ya udah, ayo! Kita cari tempat duduk yang nyaman." Karina melangkah lebih dahulu menarik koper berukuran cukup besar.

Mata Aluna berkedip dua kali, ia baru sadar Karina bukannya membawa ransel tapi malah koper berukuran yang cukup besar. Study tour kalo ini hanya memakan waktu dua hari satu malam, dan bawaan Karina sudah seperti orang yang berlibur satu mingguan.

Aluna menggeleng tak berdaya, ia hendak melangkah mengikuti Karina yang sudah jauh di depan. Langkah kakinya dihadang oleh Kai, seringai nakal terbit di bibirnya.

"Hai, Sayang!" sapa Kai dengan kedipan mata nakal.

Aluna melotot, "Sayang-sayang pala lo peang! Minggir gue mau ke mobil bus kelas gue."

"Ih galak amat pagi-pagi," balas Kai santai, ia meraih kedua sisi tas ransel Aluna. Merebutnya tanpa aba-aba.

"Eh, lo mau ngapain sih. Kembaliin tas gue," tegur Aluna kesal.

"No, no! Lo ikut mini bus. Bukan di sana, Guru wali kelas lo udah kasih izin. Lo ikut gue," koreksi Kai, ia melangkah berlawanan arah dari deretan mobil bus besar yang terparkir di depan gedung sekolah.

Bibir Aluna terbuka sayangnya Kai sudah melangkah menjauh dengan tas ranselnya, mau tak mau Aluna mendesah berat. Mengayunkan kedua tungkai kakinya menyongsong Kai yang telah jauh di depan.

...***...

Rasa takjub Aluna mendadak memudar dikarenakan tekanan dari aura pria satu mobil dengannya, ia baru tahu ternyata Kai menyeretnya ke dalam mini bus milik keluarga Van Houten. Tidak salah lagi kemewahan serta kemegahan mini bus yang kini ia tempati, merupakan milik orang berkuasa. Ia mendesah pelan, Aluna duduk di tengah-tengah diapit oleh Jayden dan Kai. Sementara Sebastian duduk di kursi single di belakang kemudi, Gavino duduk bersama Zea tepat di depannya.

"Lo ngantuk? Tidur aja sini." Kai menepuk bahunya, tampak antusias.

Jayden melototi Kai, pria di samping kiri Aluna seakan tak merasa tatapan tajam Jayden. Ia yang menyeret Aluna masuk satu mini bus dengan mereka berlima, ia merasa cukup rugikan oleh Jayden. Karena sahabat laknatnya itu mendapat hasil dari kerja kerasnya, Aluna menggeleng sekilas.

Kai tak menyerah ia bangkit dari posisi duduknya, laju mobil berjalan dengan stabil tanpa guncangan. Aluna melirik Kai yang mengeluarkan beberapa cemilan dan minuman dari kotak penyimpanan makanan dan minuman di surut ruangan, melangkah ke arah kursi kembali. Diletakkan di atas meja tepat di depan Aluna, Zea mencibir Kai.

Pemilik mobil mini bus adalah Gavino tapi Kai bertindak seenaknya tanpa izin, seakan-akan semuanya milik Kai. Ketidakpuasan tergambar jelas di wajah Zea, tanpa bisa ia tutupi.

"Nah, kalo lo nggak ngantuk makan aja. Lo mau ngemil kuaci atau lo mau mau gue masakkin mie cup?" tawar Kai bersemangat.

Aluna mengedarkan pandangan matanya di atas meja, ia meneguk air liur di kerongkongan. Matanya tampak cerah, Jayden melirik Kai. Tidak salah lagi, Kai memang paling memahami wanita. Jauh di dalam hati Jayden merasa kritis, melihat bagaimana cara Kai mencuri hati Aluna.

"Ada air panaskah di sini?" tanya Aluna melirik Kai di sampingnya.

"Ada dong, apa sih yang nggak ada di dalam sini," jawab Kai pongah.

Zea memutar kedua bola matanya, melirik Gavino yang tampak tenang. Seakan tidak terganggu dengan ulah Kai, bibir Zea terbuka lalu tertutup kembali. Gavino tampak aneh, kenapa ia malah diam tidak berinisiatif seperti Kai pada Aluna. Biasanya Gavino tampak begitu perhatian pada dirinya, kali ini Gavino tampak tenang tak bergerak sama sekali. Sejak Aluna duduk di dalam mobil, Gavino tampak acuh tak acuh padanya. Saat tangannya meraih telapak tangan Gavino, pria di sampingnya itu kembali menarik tangannya dari telapak tangan Zea.

Zea tertegun, mengigit bibirnya. Ia memaki dalam diam. Menatap ke depan di mana Kai sudah mengeluarkan mie cup dari lemari, dan mengisi air panas kedalam mie cup.

'Ada apa dengan Gavino? Kenapa dia jadi aneh gini?' Zea mendongak mendapati pria itu menatap lurus ke depan.

Jari jemari kaki Aluna ditekuk, peluh di punggung belakangnya terasa. Aluna dapat merasakan sorot mata tajam dari manik mata hitam legam di depannya, menundukkan kepalanya perlahan.

'Sial, dia Gavian. Alamak! Gue takut banget sama psikopat satu ini. Author tolong offin-lah, si Gavian satu ini. Doi ini terlalu nakutin.' Aluna mengulas senyum paksa kala matanya bersitatap dengan mata Gavian saat ia melirik ke depan.

Samar-samar ia dapat melihat garis senyum miring Gavian, bulu tubuhnya berdiri.

1
Jessica Elvira Aulia
lanjut🙏
Dhanvi Hrieya: 🫶🏻🫶🏻❤️❤️❤️
total 1 replies
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!