NovelToon NovelToon
Cintai Aku Sekali Lagi

Cintai Aku Sekali Lagi

Status: sedang berlangsung
Genre:Penyesalan Suami / Cinta Seiring Waktu / Berbaikan
Popularitas:24.6k
Nilai: 5
Nama Author: moon

WARNING! Sebelum mulai membaca, tolong baca tagar dahulu. Karena di sini area bebas JULID, dilarang mengomel hanya karena keinginan Anda tak sejalan dengan pemikiran Author.



Cinta itu menuntun dirinya untuk membuat keputusan paling kejam, memilih satu diantara dua wanita. Di antara tangis dan perih dua wanita yang lain, ia tetap mempertahankan wanita yang ia cinta.


Setelah keinginan diraih, takdir kembali lancang menuliskan jalannya tanpa permisi. Sekali lagi ia kehilangan, tapi kali ini untuk selamanya.


Terombang ambing dalam amarah, serta sempat menjauh dari-Nya. Tapi sepasang tangan kecil tetap meraih dirinya penuh cinta, tulus tanpa berharap imbalan jasa.


Apakah tangan kecil itu mampu menuntun Firza kembali ke jalan-Nya?


Lantas bagaimana dengan dua wanita yang pernah disakiti olehnya?


Mampukah Firza memantapkan hatinya pada cinta yang selama ini terabai oleh keegoisannya?

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon moon, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

#25

#25

Tiga bulan kemudian. 

“Terima kasih,” ucap Ersha pada salah satu pelanggan rice box buatannya, orang itu memesan 30 box, dengan beberapa kondimen.

Selain rice bowl yang konsep makanannya lebih simpel, Ersha juga menerima pesanan rice box yang tentunya berisi beberapa lauk pendamping atau kondimen. 

Begitulah kesehariannya, mengolah makanan siap saji, dengan dibantu karyawan toko kue selepas toko kue tutup. Semua ia jalani, meski keuntungan belum terlihat banyak. Sadar bahwa Abizar masih memerlukan perhatian darinya, maka Ersha juga membatasi pesanan, maksimal H-3. Kurang dari itu, Ersha pasti menolaknya. Bukan menolak rezeki, tapi lebih memilih prioritas, yaitu Abizar. 

Kerjasamanya dengan Ahtar pun berjalan baik, seminggu sekali pria itu rutin mengantar sendiri ikan-ikan segar pesanan Ersha. Padahal Ahtar bisa memberikannya cuma-cuma, tapi bagi Ersha bisnis adalah bisnis, semua ada perhitungan untung dan rugi. 

Bagi Ahtar tidak masalah meski hasil kerjasamanya dengan Ersha hanya recehan jika dibanding kerjasamanya dengan orang Jepang. Karena ada misi lain yang lebih penting, yaitu bisa bertemu dan bercengkrama Abizar. Mengenal bocah lucu yang kini harus merelakan sebagian perhatian Ersha tercurah untuk hal lainnya. 

Pelan tapi pasti, meski Ersha dan keluarganya tak pernah menjelaskan, tapi Ahtar mulai bisa menyimpulkan bahwa biduk rumah tangga Ersha dan Firza sudah karam. Jadi, sah-sah saja baginya mendekati Ersha, toh ia bukan wanita bersuami. 

“Abi, Mama dapat uang lagi,” bisik Ersha pada putranya yang sedang bermain mobil-mobilan barunya, mainan itu hadiah dari Ahtar. “Hari ini mau beli es krim banana?” 

“Na na,” cetus Abi polos, sudah lama sekali Ersha tak membelikan makanan favorit Abizar itu, di samping belum ada waktu, Ersha pun masih enggan mendatangi tempat yang dulu kerap mereka bertiga datangi. 

Kini, waktu telah berlalu, sedikit demi sedikit Ersha mulai mengikhlaskan jalan hidup rumah tangganya yang pahit. Hari ini ia ingin menghibur dirinya dan Abizar, dengan membeli es krim favorit putranya. 

“Ayo, mandi dulu,” ajak Ersha. “Mbak Nina, aku mau mandiin Abizar dulu, ya?” 

“Iya, Bu. Biar saya yang bersih-bersih dapur,” jawab Mbak Nina, wanita yang membantu Ersha dan Ummi Fitria di rumah. 

“Mau pergi, Er?” cetus Ummi Fitria usai sholat dzuhur di kamarnya. 

“Iya, Ummi. Cuma beli es krim untuk Abizar, kasihan dia, sudah lama tak makan es krim favorit nya.” 

“Bagus itu, jangan hanya fokus jualan, anakmu tetap harus diutamakan.” 

Ersha menyalakan kompor guna merebus air hangat untuk putranya mandi. “Ya, kan Ersha juga harus menyambung hidup, Mi.” 

“Masih ada Ummi dan Abah, Nak. Kamu tak perlu bekerja sekeras ini.” 

“Ersha tahu, Ummi. Tetap saja Ersha malu, bagaimanapun caranya, Ersha harus bisa berdiri di atas kaki sendiri. Terima kasih karena Ummi dan Abah mengizinkan Ersha menumpang hidup di rumah ini,” ungkap Ersha. 

Tidak bisa tidak bersedih, begitulah perasaan Ummi Fitria. Apalagi mendengar Ersha mengucapkan kata menumpang, apakah seorang anak yang tinggal di rumah orang tuanya itu disebut menumpang? Sungguh ia tak pernah menganggap putrinya menjadi benalu di rumahnya. Tapi, wanita itu tak serta merta mengungkapkan rasa tidak nyamannya itu. 

Dari balik dinding ruang tengah, Abah Husain pun terenyuh mendengar pembicaraan anak dan istrinya. Andai sang waktu bisa berputar ke masa empat tahun silam, ingin rasanya ia menolak lamaran Ayah Ismail sahabatnya. 

Kala itu Abah Husain sudah berkeinginan untuk menikahkan Ersha dan Ahtar. Tapi saat itu, Abah Husain tak tahu keberadaan Ahtar, dan apa yang pria itu lakukan. Daripada menunggu yang belum pasti, maka Abah Husain memutuskan untuk menerima lamaran Firza yang sudah pasti anak teman baiknya. 

“Haruskah aku mewujudkan niatku? Tapi, apakah Ahtar mau menerima Ersha yang sudah menjanda, bahkan memiliki seorang anak?” monolog Abah Husain dengan hati bimbang, dan perasaan gundah gulana melihat kondisi Ersha saat ini. 

•••

“Sekali lagi Mama minta kamu memikirkan keputusanmu!” kata Nyonya Yu, karena ia lihat dari hari ke hari putrinya semakin tak terkendali. Semakin ambisius, dan terkesan menghalalkan segala macam cara. Padahal sejak kecil Tuan dan Nyonya Yu sudah mengajarkan semua nilai-nilai kebaikan pada Resha. 

Resha yang sedang memasang pashmina seadanya untuk menutupi kepalanya, tiba-tiba berhenti lalu menoleh ke arah Nyonya Yu. “Memangnya aku salah, Ma? Aku melakukan semuanya agar Firza melihat kesungguhanku.” 

Kedua tangan Nyonya Yu memegang erat bahu Resha lalu mengguncangnya, saking besar keinginannya untuk meluruskan niat Resha. “Ini bukan kesungguhan, ini kebohongan! Tapi tanpa sadar kamu sudah membohongi dan menipu Firza. Kamu bilang cinta, dan tulus berpindah keyakinan karena kamu merasa bahwa ini adalah pilihan terbaik.” 

“Tapi yang lebih parah dari ini, kamu sedang berbohong pada dirimu sendiri, berbohong pada Tuhan yang jelas tahu keinginan serta niatmu yang sesungguhnya,” sambung Nyonya Yu, suaranya datar dan lemah seolah lelah, tapi, ia tak mungkin membiarkan putrinya memilih jalan yang sejak awal tidak pernah ia yakini. 

“Ma— apa boleh buat, hanya dia yang ku cintai, tak ada jalan lain agar kami bisa bersama selain ini. Biarlah, aku rela berbohong, meski setelah semua ini, Tuhan akan menghukumku. Tapi, setidaknya aku bisa memiliki orang yang aku cintai sekali lagi,” rengek Resha putus asa. 

Nyonya Yu pun menyerah, Resha benar-benar keras kepala, puluhan bahkan ratusan kali ia telah mencoba, pada akhirnya ia tetap kalah. Bukan karena keyakinan yang dianut oleh Firza tidak baik, atau keyakinan yang mereka anut yang baik. 

Tidak, tidak demikian. Nyonya Yu yakin, bahwa semua agama mengajarkan kebaikan pada semua pemeluknya. Dan dalam hal ini Resha tak bisa mengamalkan kebaikan-kebaikan yang ia terima dari keyakinan yang ia anut sejak kecil. 

Tanpa menghiraukan larangan sang mama, Resha pun berbalik, keluar dari kamar dengan pashmina yang menutupi kepala serta dikalungkan di pundak. Hari ini ia berencana mendatangi ulama untuk bersyahadat, yang jelas bertentangan dengan kata hatinya. 

Tapi semua ia lakukan demi cinta, ya, hanya karena cinta, dan tak rela kehilangan Firza. 

Firza pun sama-sama tak sabar untuk mewujudkan keinginan masa lalu mereka yang ingin membangun keluarga bahagia versi mereka sendiri, bersama orang yang sangat ia cintai sejak dulu. 

Kini, setelah bersabar dengan semua rangkaian pengobatan, dan Resha dinyatakan benar-benar sembuh, mereka akan kembali melanjutkan langkah ke depan. 

“Berhenti!” 

Teriakan Tuan Yu membuat Resha menghentikan langkahnya, “Inilah alasan Papa tak pernah merestui hubungan kalian sejak dulu.”

“Kenapa, Pa? Bukankah Papa pernah bilang, bahwa Papa sudah mengizinkan?”

“Itu beberapa bulan yang lalu, Papa pikir kamu sudah benar-benar yakin, sampai memohon agar Firza datang Padamu. Tapi ternyata kamu tak pernah yakin, kamu bahkan membuat dirimu terlihat hina dengan berpura-pura meyakini keyakinan Firza, padahal niatmu hanya menghancurkan rumah tangga pria yang mencintaimu setulus itu.”

“Hentikan semua!” Resha melengos lalu melanjutkan langkah. 

“Papa bilang berhenti!”

Resha berhenti, namun ia hanya menoleh sejenak. Sorot matanya penuh dengan keyakinan bahwa rencananya berhasil dengan baik, dan tak ada lagi yang mampu menghalanginya. 

“Setelah semua yang kulakukan, aku melewati rangkaian pengobatan yang menyiksa dan menyakitkan, aku bahkan berhasil menyingkirkan wanita yang telah merebut kekasihku, dan kini Papa melarangku menjemput hadiah yang telah lama kuimpikan? Tidak, Pa. Tak ada lagi yang bisa menghentikan langkahku termasuk Tuhan sekalipun!” sesumbar Resha dengan keyakinan berapi-api. 

Tapi ternyata— 

1
tris tanto
okeh.bc sampai disini

lama lg upnya ,jgn lama2 thoor
moon: insyaallah besok up lagi
total 1 replies
@◌ᷟ⑅⃝ͩ●Marlina●⑅⃝ᷟ◌ͩ☘𝓡𝓳
Udah lampu hijau, gas Ahtar 🤣
tris tanto
biru dinopel mn thooor
moon: wanita mantan narapidana
total 1 replies
@◌ᷟ⑅⃝ͩ●Marlina●⑅⃝ᷟ◌ͩ☘𝓡𝓳
tentu 😏
@◌ᷟ⑅⃝ͩ●Marlina●⑅⃝ᷟ◌ͩ☘𝓡𝓳
Tadi Ahtar dikasih tau sama Umi biar nyusul kesana 🤭
@◌ᷟ⑅⃝ͩ●Marlina●⑅⃝ᷟ◌ͩ☘𝓡𝓳
paling mata mantan suamimu 🤭
@◌ᷟ⑅⃝ͩ●Marlina●⑅⃝ᷟ◌ͩ☘𝓡𝓳
Rasain tuh🤣
@◌ᷟ⑅⃝ͩ●Marlina●⑅⃝ᷟ◌ͩ☘𝓡𝓳
makan tuh cinta 😒
@◌ᷟ⑅⃝ͩ●Marlina●⑅⃝ᷟ◌ͩ☘𝓡𝓳
noh dengerin 🤣
@◌ᷟ⑅⃝ͩ●Marlina●⑅⃝ᷟ◌ͩ☘𝓡𝓳
Tapi ternyata pingsan 🤭🤣
Dozky 2 Crazy
legaaaaaa semoga yes yaaa
Dozky 2 Crazy
yaaa tugas lu jin dasim do'ain mba ersha sama abi bahagia tanpa lu yeee
Dozky 2 Crazy
makan tuh rindu jin dasim
Dozky 2 Crazy
seneng banget bacaaa nyaaa mksh author
Dozky 2 Crazy
asyiiik ada om ahtar abi
Dozky 2 Crazy
idiih g sadar diri malah nyalahin dasar jin dasim lu
Dozky 2 Crazy
ra Sa in
Dozky 2 Crazy
rasaaain jin dasim kena tipu dedemit😁😁😁
Dozky 2 Crazy
couple ghaib monggo bersatu
Dozky 2 Crazy
ciieee sambil ngee pel😁😁
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!