NovelToon NovelToon
Terjebak Di Kota Avalon

Terjebak Di Kota Avalon

Status: sedang berlangsung
Genre:Perjodohan / Romansa Fantasi / Transmigrasi
Popularitas:2.9k
Nilai: 5
Nama Author: Anastasia

“Pasti ada alasan kenapa mereka menyuruhku kembali. ”
“Lalu bagaimana nona?. ”
“Tentu saja kita kembali, aku mau lihat apa maunya keluarga Starborn. ”
jawab Lunaria sambil tersenyum.
Dimana kota Avalon kota sihir, hanya Lunaria yang tidak bisa menggunakan sihir.
keluarga Starborn mengasingkan Lunaria dari kediaman utama ke villa terpencil milik mereka, keluarga Starborn menganggapnya aib, anak cacat berbeda dengan Learia saudara kembar Lunaria.
Dan saat keluarga Starborn diperintahkan kerajaan Avalon untuk menikahkan putrinya kepada Kael dragomir putra mahkota Avalon, yang dikenal pria sadis, berbahaya dan seorang duda dimana ketiga istrinya terdahulu meninggal secara misterius.
Kael yang dikenal pangeran bintang kesepian, membuat keluarga Starborn tidak rela menikahkan Laeria putri kebangangan mereka menikah dengan Kael.
Tapi mereka tidak tahu rahasia tentang Lunaria.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Anastasia, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

bab 25.Terperangkap jebakan Ayah.

HARI-HARI YANG BERLALU

Waktu terus berjalan, namun ketegangan di kediaman utama Star born tidak pernah mereda.

Sudah hampir seminggu berlalu sejak kejadian di meja makan itu. Luna ria tidak lagi makan bersama keluarga. Ia lebih sering menyuruh pelayan mengantarkan makanan ke kamarnya atau pergi makan di luar bersama Ivy.

Sikap Luna ria selama seminggu ini sangat jelas, ia bersikap seolah-olah tidak ada masalah apa pun. Ia tetap berjalan santai, tetap memakai pakaian bagus, tetap memakai perhiasan mewah, dan tetap keluar masuk rumah seenaknya.

Tapi di balik sikap santainya itu, ia diam-diam sudah mempersiapkan segalanya.

Di kamarnya, koper-koper kulit tua sudah terisi penuh. Bukan pakaian mewah yang baru ia dapat, melainkan barang-barang pribadinya, buku-buku catatan rahasia, dan beberapa senjata tersembunyi yang ia koleksi.

"Nona, semuanya sudah siap," bisik Ivy sambil menutup resleting koper terakhir. "Pakaian dan barang-barang penting sudah masuk semua. Kita bisa pergi kapan saja yang Nona mau."

Luna ria yang sedang berdiri di depan jendela menatap langit biru hanya mengangguk pelan. Wajahnya datar, namun matanya menyimpan tekad yang kuat.

"Bagus, Ivy. Besok pagi-pagi sekali, sebelum matahari terbit, kita pergi. Aku tidak mau tinggal di rumah penuh kepalsuan ini semenit pun lebih lama."

"Tapi Nona... bagaimana kalau tuan melarang kita keluar gerbang?" tanya Ivy waspada.

Luna ria tersenyum miring. "Dia tidak akan berani menahan paksa fisikku di sini kalau aku sudah berniat pergi. Lagipula, villa kita di sana masih ada. Itu satu-satunya tempat di dunia ini yang benar-benar terasa seperti rumah bagiku. Di sana kita bebas, Ivy. Tidak ada yang memerintah, tidak ada yang memandang rendah."

Membayangkan kembali kehidupan tenang di villa terpencil itu, hati Luna ria terasa sedikit lega. Ia lebih memilih hidup sederhana tapi damai daripada hidup mewah tapi harus menjadi istri monster seperti Ka el.

"Siap Nona! Besok pagi kita kabur!" bisik Ivy semangat.

Malam itu, Luna ria tidur dengan cukup nyenyak. Ia sudah membuat keputusan. Besok ia akan kembali ke tempat asalnya, dan biarkan keluarga Star born mencari cara lain untuk menyenangkan kerajaan. Tidak ada yang bisa mengikatnya.

Keesokan harinya.

Matahari baru saja menampakkan ujungnya di ufuk timur. Udara pagi masih segar dan dingin.

Luna ria sudah berdiri di depan pintu kamarnya dengan pakaian perjalanan yang nyaman dan praktis. Ivy berdiri di sampingnya membawa dua koper besar.

"Ayo Ivy," ajak Luna ria pelan. "Kita turun lewat tangga belakang agar tidak ketahuan pelayan."

Mereka berjalan hati-hati menuju lobi utama. Namun, saat baru sampai di tangga terakhir, tiba-tiba langkah Luna ria terhenti.

Di ruang tamu, terlihat Lord Valde mar sudah siap dengan setelan jas kerjanya, seolah-olah sudah menunggu sejak tadi malam. Ia menatap Luna ria dengan tatapan tajam dan dingin.

"Mau kemana kau pagi-pagi buta membawa koper-koper itu, Luna ria?" tanya ayahnya datar.

Luna ria tidak kaget. Ia tidak berniat menyembunyikan niatnya.

"Aku mau pulang, Ayah. Kembali ke villa," jawab Luna ria santai namun tegas. "Aku sudah bilang berkali-kali. Aku tidak mau menikah. Jadi biarkan aku kembali ke tempatku. Jangan cari aku lagi."

Lord Valde mar berdiri, berjalan mendekat perlahan. Wajahnya tidak menunjukkan rasa bersalah sedikitpun, justru terlihat sinis.

"Pulang? Ke villa?" ucapnya pelan, lalu terkekeh. "Sayang sekali sayangku... kau tidak bisa pulang ke sana lagi."

Luna ria mengerutkan kening. "Apa maksud Ayah?"

Saat itu juga, Ivy yang berdiri di belakang tiba-tiba teringat sesuatu. Ia buru-buru maju sedikit, wajahnya panik.

"Nona! Tunggu Nona! Aku lupa bilang! Tadi pagi ada kabar dari desa terdekat!"

"Apa kabar itu, Ivy? Bicara!" desak Luna ria.

"Villa kita... Villa di bukit itu Nona! Katanya semalam terjadi kebakaran hebat atau ledakan sihir! Sekarang bangunannya sudah tidak ada! Sudah rata dengan tanah! Hanya tinggal puing-puing dan abu!" terang Ivy dengan napas terengah-engah.

BRAAK!!

Seolah ada petir yang menyambar tepat di kepala Luna ria.

Koper yang dipegangnya terlepas dari tangan dan jatuh membentur lantai marmer.

"Apa... apa yang kamu bilang, Ivy?" suara Luna ria bergetar, matanya membelalak tak percaya. "Itu tidak mungkin! Villa itu kokoh! Tidak ada badai yang bisa menghancurkannya! Itu rumahku!"

Ia menoleh tajam ke arah ayahnya. Dan saat melihat ekspresi Lord Valde mar yang sama sekali tidak terkejut, bahkan terlihat biasa saja, sebuah kenyataan pahit mulai menyadari di benak Luna ria.

"Ayah..." panggil Luna ria pelan, suaranya rendah dan dingin. "Ayah yang melakukan ini kan?"

Lord Valde mar menyilang tangannya di dada, menatap putrinya tanpa rasa bersalah.

"Ya. Aku yang memerintahkannya menghancurkan villa itu," jawabnya santai. "Aku hancurkan semuanya. Bangunan, taman, bahkan tanahnya aku suruh ratakan agar tidak ada yang bisa membangun lagi di sana."

"MENGAPA?!" teriak Luna ria tidak bisa menahan emosinya lagi. Air mata marah mulai menggenang. "ITU RUMAHKU! DI SANA ADA KENANGANKU! ADA HIDUPKU! KENAPA AYAH SEKEJAM INI?!"

"Karena aku tidak mau kau punya tempat untuk lari, Luna ria!" balas Lord Valde mar tidak kalah keras. "Aku ingin kau sadar! Mulai sekarang, tidak ada tempat lain untukmu selain di sini! Tidak ada jalan keluar lain selain menerima pernikahan itu!"

"Jadi selama ini Ayah membiarkanku hidup di sana, menganggapku sampah, dan saat aku sudah nyaman di sana... Ayah hancurkan semuanya hanya demi permainan politik Ayah?!" Luna ria tertawa pahit, tawanya terdengar menakutkan karena menahan tangis. "Kejam... Ayah benar-benar kejam."

"Apapun itu, faktanya sekarang kau tidak punya rumah lagi, Luna ria. Satu-satunya tempat yang bisa menampungmu dan orang-orangmu hanyalah rumah ini, atau... istana Pangeran Ka el."

Dengan hati yang membara dan tangan yang mengepal kuat sampai kuku memutih, Luna ria berbalik badan.

"Aku tidak percaya ini..." gumamnya. "Baik! Kalau villa sudah hancur, aku tidak peduli! Aku akan pergi dari kota ini! Aku akan mengembara! Aku dan Ivy dan murid-muridku bisa hidup tanpa bantuan kalian!"

Luna ria berbalik ingin berjalan keluar pintu utama. Ia tidak peduli mau pergi ke mana, yang penting jauh dari orang tua yang tidak berperasaan ini.

"Tahan dia!" perintah Lord Valde mar.

Dua penjaga besar segera menghadang pintu keluar.

"Berani kalian!" Luna ria menatap tajam para penjaga itu, membuat mereka ragu karena aura gadis itu.

"Kau pikir kau bisa pergi begitu saja dengan gaya hidup mewah yang kau pakai sekarang, Luna ria?" suara Lord Valde mar terdengar dingin membelalak.

Luna ria berhenti. Ia menoleh lagi.

"Apa maksud Ayah?"

"Maksudku..." Lord Valde mar berjalan mendekat, lalu berkata perlahan dan menekan setiap kata. "Segala sesuatu yang ada di tubuhmu, di tanganmu, di koper itu... semuanya adalah milik Keluarga Star born. Gaun, sepatu, perhiasan, bahkan uang yang kau bawa itu... itu semua fasilitas yang kami berikan karena kau masih dianggap bagian dari keluarga ini."

Wajah Lord Valde mar berubah menjadi sangat seram.

"Jadi... kalau kau nekat pergi dan menolak perintah kerajaan dan keluargamu... berarti kau bukan lagi bagian dari kami. Dan jika kau bukan bagian dari kami... kau harus mengembalikan SEMUANYA. Sekarang juga."

Luna ria tertegun. "Apa?"

"Kembalikan semua pakaian itu. Kembalikan semua perhiasan itu. Tinggalkan uangnya di sini. Keluar dari sini dengan apa yang kau pakai saat pertama kali datang... atau lebih tepatnya... telanjang dan menjadi pengemis!" hardik Lord Valde mar.

"AYAH?!" Luna ria tidak percaya dengan apa yang didengarnya. "Aku anakmu juga! Bagaimana bisa Ayah menyuruhku jadi pengemis?!"

"Siapa suruh kau membangkang?!" balas ayahnya dingin. "Pilih, Luna ria! Hanya ada dua pilihan!

1. Terima pernikahan itu, hidup mewah, dan semua orangmu aman serta terjamin nasibnya.

2. Tolak, kau dan pembantumu itu dan tiga anak liar muridmu... akan kujadikan gembel di jalanan! Tidak ada yang mau mempekerjakan kalian karena aku yang akan melarangnya! Kalian akan mati kelaparan!"

Ancaman itu bukan omong kosong. Lord Valde mar adalah orang berpengaruh. Jika dia bilang tidak mau menerima Luna ria, maka tidak ada yang berani menampungnya.

Luna ria terdiam kaku.

Kakinya terasa lemas. Ia menunduk melihat tangannya sendiri.

Ia bisa saja menolak. Ia bisa saja pergi dan hidup susah. Tapi... bagaimana dengan Ivy?bagaimana dengan Rian dan kawan-kawan nya, bagaimana kehidupan mereka kedepannya nanti?

Bagaimana dengan impian Rian, Bimo, dan Lira? Mereka masih muda, mereka punya bakat besar. Jika mereka ikut menjadi orang buangan, masa depan mereka hancur. Mereka tidak akan bisa masuk akademi, tidak bisa belajar sihir, dan akan menjadi buronan atau pengemis.

Ayahnya tahu kelemahannya. Ayahnya tahu dia tidak tega melihat orang-orang yang dia sayangi menderita karena kesalahannya.

"Dasar penipu... pengecut..." bisik Luna ria pelan, air mata akhirnya jatuh membasahi pipinya. Bukan air mata kesedihan, tapi air mata kepahitan dan amarah yang tertahan.

Ia merasa terjebak. Benar-benar terjebak dalam sudut yang tidak ada jalan keluarnya.

Rumah hancur. Keluar tidak bisa. Mau bertahan harus menikah dengan iblis.

Suasana hening mencekam. Lord Valde mar menunggu jawaban dengan wajah dingin seperti batu.

Luna ria mengangkat wajahnya. Matanya merah, tapi tatapannya kosong. Hampa.

Ia perlahan melepaskan tas kecil yang digenggamnya, lalu meletakkannya di atas meja dengan sangat pelan.

"Baik..." suara Luna ria terdengar serak dan pecah. "Aku mengerti."

Ia menatap tajam ke mata ayahnya, tatapan yang penuh dengan kebencian mendalam yang tak terlukiskan.

"Aku terima pernikahan itu," ucapnya pelan namun setiap kata terasa berat seperti batu. "Aku terima. Puas Ayah sekarang?"

Wajah Lord Valde mar seketika berubah cerah, rasa tegangnya hilang berganti dengan senyum kemenangan.

"Bagus! Itu baru putri yang pandai! Aku tahu kau pasti mau berpikir jernih, sayang!" serunya dengan nada yang sekarang berubah manis, namun terasa sangat menjijikkan di telinga Luna ria.

"Tentu..." jawab Luna ria datar, tanpa senyum sedikitpun. "Karena aku tidak punya pilihan lain kan? Karena kalian sudah memotong semua jalanku. Karena kalian rela mengorbankan bahagiaku demi gengsi kalian."

"Luna ria..."

"Tapi ingat satu hal, Ayah," potong Luna ria cepat, matanya menatap tajam menusuk jiwa. "Hari ini, Ayah telah berhasil memaksaku masuk ke dalam mulut harimau. Tapi jangan pernah menyesal jika suatu hari nanti... harimau itu justru memakan kalian semua karena ulah Ayah sendiri."

Tanpa menunggu balasan, tanpa pamit, Luna ria berbalik badan.

Ia tidak menangis lagi. Air matanya seakan sudah mengering diganti oleh es yang membeku di dalam hati.

DUG!!

Dengan sekuat tenaga, ia menutup pintu ruang kerja ayahnya itu dengan sangat kasar.

Suara benturan itu menggema ke seluruh penjuru rumah, menandakan kemarahan yang meledak namun tertahan, serta keputusasaan yang mendalam.

Luna ria berjalan kembali ke kamarnya dengan langkah berat. Setiap langkah terasa seperti menancapkan paku di kakinya sendiri.

Ivy segera mengikuti dari belakang dengan wajah sedih dan tak berdaya. Ia tahu, tuannya baru saja kalah telak dalam permainan kekuasaan ini.

Sesampainya di kamar, Luna ria langsung berjalan ke sudut ruangan, lalu menjatuhkan dirinya bersimpuh di lantai dingin.

"Nona..." Ivy segera memeluk bahu tuannya.

Luna ria tidak berteriak, tidak mengamuk. Ia hanya diam, menggigit bibirnya sendiri sampai terasa asin dan berdarah, menahan isakan tangis yang ingin keluar.

"Mereka hancurkan rumahku, Ivy..." bisik Luna ria pelan, suaranya bergetar hebat. "Jika aku nekad pergi, bagaimana aku hidup di dunia yang asing ini?."

Ivy ikut menangis, mengusap punggung tuannya. "Sudah Nona... sudah. Jangan dipikirkan lagi. Nona sudah melakukan yang terbaik. Kita tidak punya pilihan lain saat ini."

Luna ria mengangkat wajahnya, matanya yang biru pekat kini berubah menjadi gelap dan dingin.

"Aku terima, Ivy. Aku terima pernikahan ini," ucap Luna ria tegas, sisa air mata di pipinya diusap kasar dengan punggung tangan. "Tapi dengarkan baik-baik."

"Aku menikah bukan karena aku mau. Bukan karena aku cinta. Dan bukan karena aku takut."

"Aku menikah untuk membuat keluarga Star born hancur,dan aku pinjam tangan Ka el. "

Luna ria mengepal tangannya kuat-kuat di atas lututnya, rasa benci merayap di hati Luna.

1
Frida
seru, ada romantisnya juga..buat deg2 an yg baca dan senyum2 sendiri.... kelanjutannya segera up banyak2 dong author please....😍👍
Kusii Yaati
mau seburuk apa riasan mu luna itu tak akan mempan buat pangeran KA El karena dia sudah pernah lihat wajahmu... tapi tidak apa" yang penting sakit hatimu sudah kau balas dengan mempermalukan wajah ayahmu yg kejam itu.semangat Thor nanti up lagi ya Thor 😁💪😘
Kusii Yaati
lanjut Thor 💪💪💪😘😘😘
Kusii Yaati
lanjut Thor 💪💪💪😁😁😁
Kusii Yaati
wah Luna ria hebat, walau tidak punya sihir tapi tubuhnya kebal akan serangan sihir 😱
Kusii Yaati
up lagi Thor yg banyak... penasaran gimana reaksi keluarga Luna ria melihat putri yang di buang menjadi Badas dan kuat 💪💪💪😘😘😘
Kusii Yaati
lanjut Thor seru nih ceritanya 💪💪💪😘😘😘
Rubiyata Gimba
sepertinya ceritanya bagus thor abdit cepat
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!