NovelToon NovelToon
Perjodohan Yang Mengubah Hatiku

Perjodohan Yang Mengubah Hatiku

Status: sedang berlangsung
Genre:Pernikahan Kilat / Percintaan Konglomerat / Cinta pada Pandangan Pertama
Popularitas:2.2k
Nilai: 5
Nama Author: Dinar

Nayara Almeera adalah anak bungsu dari tiga bersaudara, wanita yang saat ini sudah terbiasa berdiri di kakinya sendiri setelah drama dikhianati oleh kisah masa lalunya membuat Nayara menjadi sosok yang lebih tertutup.

Sampai akhirnya sebuah perjodohan yang dilakukan oleh kedua orangtuanya, mempertemukan Nayara dengan Adrian seorang CEO yang lebih tenang, dewasa dan sulit untuk ditebak atas akan yang dilakukan olehnya.

Berawal dari sebuah kesepakatan yang perlahan berubah menjadi sebuah kisah yang tidak pernah
Nayara bayangkan.

Mendapatkan kasih sayang dan dicintai dengan cara yang begitu tulus, tanpa Nayara sadari perjodohan itu tidak hanya mengubah hidupnya, tetapi juga telah mengubah hatinya.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Dinar, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Bab 25 - Hal Kecil Yang Tidak Sesederhana Itu

Tidak semua pertengkaran dalam sebuah rumah tangga itu dimulai dari sebuah hal yang besar, terkadang justru hal-hal kecil yang lebih memantik emosi. Bukan karena masalahnya yang besar, tetapi karena hati yang lelah membuat segalanya terasa lebih berat.

Sebuah kalimat sederhana bisa terdengar menyakitkan, sikap kecil bisa terasa seperti sebuah pengabaian dan hari itu... Nayara dan Adrian kembali belajar bahwa dalam sebuah pernikahan yang perlu di jaga bukan hanya tentang rasa cinta, tetapi juga bagaimana cara menyampaikan perasaan.

Sudah hampir dua minggu sejak Nayara dan Adrian kembali bekerja setelah menikah, rutinitas mulai berjalan dengan stabil.

Pagi ini dimulai dengan sarapan singkat, siang dengan kesibukan pekerjaan masing-masing dan malam hari dengan waktu bersama menikmati makanan sederhana dan berbincang ringan dari hati ke hati.

Semua berjalan dengan baik dan hari ini Nayara bahkan pulang lebih cepat dari biasanya, karena pekerjaan hari ini tidak terlalu padat dan akhirnya Nayara memutuskan untuk pulang lebih awal.

Sepanjang perjalanan pulang Nayara tersenyum sendiri, membayangkan makan malam bersama sang suami karena beberapa hari terakhir baik Nayara dan Adrian sama-sama sibuk dan malam ini Nayara berniat untuk menyiapkan suasana makan malam dengan lebih hangat sebagai pengganti.

Sesampainya dirumah Nayara langsung menuju dapur untuk menyiapkan makanan favorit sang suami, sup hangat, ayam lada hitam dan tidak lupa teh hangat disiapkan dengan cinta dan penuh kasih

Setelah selesai Nayara langsung membersihkan tubuhnya, dan kini duduk santai di ruang keluarga dengan mata yang sesekali melihat jam.

Pukul 19.00 wib

Nayara sedikit mengerutkan keningnya karena biasanya Adrian susah dalam perjalanan pulang, tapi ponselnya masih sepi sampai saat ini.

" Mas masih dimana? Aku sudah masak untuk makan malam ini 🥰🥰"

Nayara mengirimkan pesan singkat kepada sang suami.

Lima menit ...

Sepuluh menit...

Lima belas menit...

Nayara mulai gusar namun kepalanya mencoba berpikir positif " mungkin masih meeting" .

Nayara mencoba menghubungi via sambungan telepon namun tidak diangkat, membuat perasaannya kini semakin gusar. Bahkan perasaan antusias yang tadi hangat perlahan berubah menjadi kecewa.

" Mas Mahen masih sibuk?"

" Atau lupa, sampai tidak sempat lihat ponselnya?"

Aku tahu harusnya aku bisa sabar, tapi entah kenapa semakin lama menunggu semakin banyak pikiran yang datang.

Nayara sudah membayangkan jika malam ini mereka akan makan malam dengan hangat, seketika harapan itu tertunda dan rasa kecewanya kini datang tanpa diundang.

" Mas pulang... Maaf terlambat"

Jam menunjukkan pukul 20.15 wib akhirnya pintu terbuka, menampilkan Adrian yang masuk kedalam rumah dengan wajahnya yang terlihat lelah.

" Kenapa enggak kasih kabar, Mas?" tanya Nayara dingin.

" Maaf Sayang, tadi ada meeting mendadak" Adrian mencoba tersenyum kecil saat menatap wajah sang istri.

" Aku telpon, Mas..."

" Mas tahu, maaf tadi ponselnya mode silent" Adrian memperlihatkan ponselnya kepada Nayara.

Entah mengapa jawaban Adrian kali ini menimbulkan perasaan kecewa yang sejak tadi coba Nayara pendam.

" Mas, aku nunggu kamu dari tadi. Aku pulang lebih awal, aku masak tapi kamu tidak sempat kasih aku kabar?" Nayara menatap wajah Adrian dengan Ekspresi kecewa.

" Sayang, maaf tadi mas sempat lihat pesan kamu tapi hari ini Mas benar-benar sibuk" jawaban Andrian kali ini seperti sedang mencari pembelaan.

" Jadi sibuk membuat kamu tidak bisa kasih aku kabar meskipun hanya satu menit, Mas?" Nayara mulai terbawa emosi.

" Sayang..."

" Aku tidak marah karena kamu pulang telat, aku cuma minta kasih aku kabar meskipun singkat seperti biasanya. Dan aku kecewa karena ternyata aku menunggu tanpa tahu apapun " ucap Nayara dengan nada cukup tinggi.

Adrian mengusap wajahnya pelan, jujur Adrian juga lelah dan Nayara bisa melihat itu tapi perasaan kecewanya terlalu besar untuk berhenti.

" Aku tahu kamu sibuk, Mas. Tapi aku juga butuh dihargai apalagi kamu dengan sadar sudah lihat pesan aku" suara Nayara kembali naik.

" Aku menghargai kamu Ara... Maaf karena tadi saat kamu menghubungi ku. Aku baru masuk ruang meeting dan setelah itu aku lupa " ucapan Adrian yang terpancing emosi, menciptakan kembali terjadinya konflik.

" Ohh... Lupa?" Nayara tertawa kecil tanpa rasa lucu.

" Ara dengar dulu...." Adrian menyadari bahwa ucapannya salah bahkan kini panggilannya ikut berubah

" Tidak apa-apa..." Nayara membalikkan tubuhnya dan mulai merapihkan meja dengan gerakan tangan yang cepat.

Kenapa aku sesedih ini?

Ini bukan tentang makan malam, bukan tentang terlambat pulang...

Tapi tentang usaha yang tidak sampai.

Padahal aku menyiapkan semua ini dengan hari yang penuh harapan.

Dan ketika ternyata Dia lupa memberi kabar, rasanya seperti usahaku tidak terlihat sama sekali.

" Sayang, lihat aku" jika tadi Adrian sempat terpancing emosi kini nadanya mulai turun bahkan panggilan untuk sang istri ikut berubah.

" Pergi, Mas. Aku tidak mau bicara sama kamu sekarang " jawab Nayara.

" Kita harus bicara, Sayang. Kalau tidak sekarang kamu akan memendamnya tanpa penyelesaian" Adrian semakin mendekat.

" Mas salah, Sayang. Karena Mas tidak memberi kabar padahal sudah melihat pesan yang kamu kirim" Adrian kini berdiri tepat dihadapan Nayara tanpa jarak.

" Aku kecewa..." lirih Nayara.

" Iya Mas tahu, coba bilang sama, Mas... Jangan dipendam sendirian nanti sesek" Ucapan Adrian membuat pertahanan Nayara runtuh.

" Aku masak dengan penuh semangat, tapi ternyata aku hanya menunggu tanpa tahu apa-apa" Suara itu terdengar bergetar.

Tangan Adrian kali ini mengambil piring dari tangan Nayara dan meletakkan kembali diatas meja, namun tidak ada pembelaan apapun dari mulut Adrian.

" Sayang, Mas salah... Mas minta maaf bukan karena pulang terlambat... Tapi karena Mas sudah membuat kamu merasa tidak dihargai" Adrian menatap wajah Nayara dalam.

Nayara merasa dadanya terasa sesak, apalagi setelah Adrian mengakui hal yang memang sejak tadi ingin Nayara dengar... bukan sebuah alasan apalagi pembelaan tapi sebuah pengakuan.

" Aku mengerti kalau Mas sibuk, aku tidak marah... Tapi Aku cuma mau tahu, aku juga tidak ingin menjadi seorang istri yang banyak menuntut" Ucap Nayara pelan.

" Sayang... meminta kabar bukan sebuah tuntutan tapi itu sebuah kewajiban" Adrian menggelengkan kepalanya.

" Aku cuma mau di ingat, Mas" air mata Nayara kini terjatuh.

" Maaf Sayang... Maaf karena Mas ceroboh, tapi rasa sayang dan cinta Mas tidak akan pernah lupa apalagi hilang" kalimat itu membuat pertahanan Nayara semakin runtuh.

Terkadang yang dibutuhkan bukan sebuah pembelaan, tapi sebuah pengakuan bahwa perasaan kita valid.

Dan Adrian memberikan itu, Dia tidak berkata jika Nayara berlebihan atau terlalu sensitif.

Justru Adrian memahami alasan dibalik kata kecewa yang keluar dari mulut sang istri, dan itu membuat emosi Nayara perlahan mereda.

" Maaf Mas karena aku bicara dengan nada tinggi dan langsung emosi " Ucap Nayara lirih.

" Tidak Sayang, kamu tidak salah... Mas yang salah dan kondisinya kita sedang sama-sama lelah" Adrian menatap wajah sang istri lekat.

" Dengar... Kita tidak akan selalu sempurna tapi kita bisa saling mengingatkan dan memperbaiki" Ucap Adrian yang kini diangguki setuju oleh Nayara.

" Masih bisa kita makan?" tanya Adrian.

" Masih.. Tapi Mas belum mandi" ucap Nayara tersenyum.

" Mas bisa makan dengan wajah berantakan, Sayang" Adrian menghapus jejak air mata di pipi sang istri dengan lembut.

Suasana tegang kini perlahan mencair, Nayara dan Adrian kini duduk bersama di meja makan. Makanan sudah tidak sepanas tadi tapi tetap terasa hangat.

Penyelesaian konflik rumah tangga tidak selalu butuh hal besar, kadang cukup dengan satu pengakuan yang tulus dan satu permintaan maaf yang tepat. Dan satu kesediaan untuk mendengarkan.

" Mas..."

" Iya, Sayang?"

" Terimakasih karena tidak membuatku merasa berlebihan" Nayara menatap wajah sang suami dengan senyuman tipis.

" Sayang, perasaan kamu itu penting" Dan kalimat itu terasa lebih hangat dari apapun malam ini.

1
SANG
Semangat
SANG
Lanjut/Rose//Rose/
SANG
Lanjut dek
SANG
Bintang lima aku kasih dek👍
SANG
Karena novel ini sangat menarik, makanya aku kasih bintang lima. Moga tamat.
SANG: Masama dek👍/Rose/
total 2 replies
SANG
Semangat dek👍
SANG
Makin tambah mendebarkan
SANG
Bunga menyusul/Rose//Rose/
SANG
Semangat dek👍
PURPLEDEE ( ig: _deepurple )
halo kak aku mampir dicerita yang ini🤗
SANG
Tak kasih bunga /Rose//Rose//Rose/Biar tambah semangat
SANG
Iklan untukmu dek👍
lLy trililly
ah seru lanjut dong ka ampe mrka punya Adrian junior ma nayya mini
Almeera: Kakakk Ily terimakasih banyak sudah berkenan mampir di karya sederhana ini 🥲🥲🙏❣️
total 1 replies
SANG
Like juga untukmu dek. Biar tambah semangat.👍
SANG
Aku kasih iklan untuk mu dek, ya👍
SANG
Bunga untukmu dek/Wilt//Wilt//Wilt/
Santai Dyah
bner ini perjodohan yang di trima dengan ihklas ngak kayak kehidupan lainnya
Santai Dyah
Andrian bener-bener cinta tuh
Santai Dyah
Smoga cinta mereka bisa segera menyatu
Santai Dyah
cinta selalu membuat orang bahagia meskipun dengan perhatian dari hal-hal kecil
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!