tiba-tiba terbangun di tubuh Lady Genevieve, seorang bangsawan wanita yang sedang diasingkan di sebuah kastil tua karena fitnah kejam di ibukota. Suaminya sendiri, Duke of Blackwood, mengabaikannya. Saat dia bangun, sebuah "Sistem" muncul dan memberitahunya bahwa ada pelayan di kastil ini yang pelan-pelan meracuninya setiap malam.
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Irzad, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Bab 25
Napas Genevieve terasa berat. Ia meletakkan *Nightfang* di atas meja altar, tepat di sebelah kotak perak itu. Ia melepaskan lilitan mantel bulu serigalanya, membiarkan mantel raksasa itu jatuh merosot ke lantai marmer dengan bunyi debuman pelan. Tanpa beban berat mantel itu, tubuhnya seketika terasa sangat ringan, meski hawa sejuk ruangan mulai menyentuh kulitnya dari balik gaun linennya yang robek. Namun, ia tidak peduli. Suhu 6 derajat celcius di sini jauh lebih bisa ditoleransi dibandingkan badai beku di luar sana.
Tangan pucatnya yang gemetar terulur menyentuh sampul buku kuno tersebut. Sisik pada sampul kulit itu terasa dingin dan bertekstur kasar.
"Sistem," ucap Genevieve pelan. "Apakah kau memiliki modul penerjemah untuk bahasa kuno Aethelgard yang telah punah?"
**[Memproses Permintaan... Memindai Basis Data Historis.]**
**[Modul Linguistik Kuno: Tersedia. Sistem dapat menerjemahkan teks melalui pemindaian optik secara real-time langsung ke retina Tuan Rumah.]**
"Bagus," desisnya. Ia menggunakan ibu jarinya untuk menekan pengait besi hitam pada buku tersebut. Terdengar bunyi klik pelan yang kering. Pengait itu terlepas.
Genevieve membuka halaman pertama buku raksasa itu. Kertas perkamennya sangat tebal, terbuat dari bahan yang tidak mudah lapuk. Di atasnya, tertera rentetan tulisan bersudut tajam. Bersamaan dengan itu, panel Sistem menyorotkan lapisan teks bercahaya di depan matanya, menerjemahkan bahasa yang hilang itu ke dalam bahasa yang bisa ia pahami.
Tulisan di halaman pertama itu bukanlah sebuah mantra sihir, bukan pula sejarah peperangan. Itu adalah sebuah pengakuan dosa. Sebuah catatan harian dari masa lalu yang seketika membuat darah Genevieve membeku di pembuluh nadinya, jauh lebih dingin dari salju di Jurang Hitam.
*Kalimat pertama berbunyi:*
*"Bagi siapa pun yang menemukan Suaka Gerhana ini, ketahuilah bahwa kebenaran telah dibantai, dan para pembunuhnya kini duduk di singgasana cahaya. Aku, Kaelen dari House Blackwood, menulis ini dengan darah dan pengkhianatan di tanganku."*
Mata Genevieve melebar. *Kaelen dari House Blackwood*. Itu adalah nama pendiri asli dari keluarga suaminya, leluhur pertama dari Nyonya Besar dan Duke Alistair. Dalam sejarah resmi yang diajarkan di ibukota, Kaelen Blackwood adalah Ksatria Suci pertama yang memimpin pasukan manusia menghancurkan faksi pemuja naga yang sesat dan membawa kedamaian abadi di Aethelgard.
Namun, kalimat-kalimat selanjutnya di buku itu meruntuhkan kebohongan tersebut berkeping-keping.
*"Kami tidak pernah mengalahkan Ordo Naga Berkepala Tiga dalam pertempuran yang adil,"* Genevieve membaca terjemahan itu dengan napas tertahan. *"Ordo ini bukanlah iblis. Mereka adalah pelindung kuno bumi ini, penjaga keseimbangan sihir dunia bawah. Aku, Kaelen, adalah salah satu dari mereka. Aku adalah Jenderal Sayap Kiri Ordo ini. Namun, ketika Gereja Cahaya datang dari seberang lautan membawa emas dan janji kekuasaan mutlak, ambisi meracuni pikiranku. Aku meracuni minuman para Tetua Ordo saat perjamuan suci. Aku membuka gerbang benteng ini dari dalam, membiarkan pasukan Gereja membantai saudara-saudaraku sendiri yang sedang terlelap dalam kelumpuhan."*
Genevieve merasakan mual yang luar biasa bergejolak di perutnya. Sejarah agung House Blackwood, kebanggaan yang selalu disombongkan oleh Nyonya Besar dan suaminya, dibangun murni di atas fondasi pengkhianatan berdarah, racun, dan pengecutan. Ironi ini begitu tajam hingga nyaris lucu. Keturunan Kaelen Blackwood (Gideon dan Silas atas perintah Nyonya Besar) telah meracuninya dan membuangnya ke jurang ini, tepat ke tempat leluhur mereka melakukan dosa terbesar yang pernah ada.
Genevieve membalik halaman tebal itu dengan tangan bergetar, membaca lebih cepat, matanya menyusuri baris demi baris terjemahan dari Sistem.
*"Gereja Cahaya menjadikanku seorang Duke sebagai hadiah atas pengkhianatanku. Mereka mengubah sejarah. Mereka menyatakan Ordo sebagai bidah,"* lanjut Kaelen dalam catatannya. *"Namun, ada satu hal yang tidak kuberikan kepada Gereja. Sebuah rahasia yang kusembunyikan di dalam Suaka Gerhana ini, jauh di dasar Jurang Hitam tempat darah saudara-saudaraku tumpah. Kekuatan sejati dari Ordo Naga. Darah Para Penjaga."*
Jari telunjuk Genevieve terhenti pada paragraf terakhir di halaman itu.
*"Aku menyegel Inti Kekuatan Ordo di balik dinding altar ini. Gereja Cahaya tidak akan pernah bisa membukanya, karena kunci dari segel itu bukanlah sihir yang bisa dipatahkan, melainkan ikatan darah. Segel ini mengharuskan seseorang untuk menumpahkan darah. Namun, bukan sembarang darah. Hanya darah dari keturunan pengkhianat—darah murni dari keturunan House Blackwood—yang bisa membuka ruang rahasia di balik altar ini, sebagai bentuk penebusan abadi atas dosaku. Hanya jika salah satu dari keturunanku datang ke sini dan bersedia menumpahkan darahnya sendiri sebagai tumbal permintaan maaf, kekuatan Ordo yang hilang ini akan bangkit kembali."*
Genevieve terpaku. Ia menutup buku itu perlahan. Suara dentuman pelan dari sampul tebal yang tertutup bergema di ruang sunyi tersebut.
Pikirannya berputar seperti pusaran badai yang ganas. Di balik altar obsidian ini, tersembunyi kekuatan kuno yang bahkan ditakuti oleh Gereja Cahaya. Sebuah kekuatan yang sengaja disembunyikan oleh pendiri House Blackwood.
Namun, syaratnya adalah lelucon yang sangat kejam. *Darah murni keturunan House Blackwood*.
Genevieve terdiam menatap tangannya sendiri yang kotor, penuh luka, dan pucat pasi. Ia adalah Lady Genevieve, istri dari Duke Alistair. Ia memiliki nama Blackwood, ia menyandang gelar Blackwood, namun ia *bukan* pemegang darah Blackwood. Ia hanyalah wanita dari keluarga bangsawan luar yang dinikahkan ke dalam keluarga itu karena alasan politik. Darahnya adalah darah murni dari House Laurent, bukan pengkhianat Kaelen Blackwood.
Jika tulisan Kaelen itu benar, maka ia tidak akan bisa membuka segel kekuatan ini. Ia terdampar di depan harta karun terbesar di dunia, namun tidak memiliki kunci biologis untuk memutar gemboknya.
"Lelucon sialan," desis Genevieve pelan, sebuah tawa pahit yang kering lolos dari bibirnya. Ia memejamkan mata, merasakan sakit di rusuknya kembali berdenyut meminta perhatian. Nasib benar-benar mempermainkannya hingga akhir. Ia telah selamat dari racun, selamat dari kejatuhan tebing, selamat dari serigala dan monster buta, hanya untuk dihentikan oleh DNA yang tidak ia miliki.
Namun, tepat ketika ia berniat untuk mundur dan mencari tempat berbaring di sudut ruangan untuk memulihkan tenaganya, matanya menangkap sesuatu.
Ia kembali menatap kotak silinder perak bertahtakan rubi yang terletak di samping buku tersebut.
Genevieve meraih kotak kecil itu. Beratnya tidak seberapa. Ia memutar tutupnya yang tidak terkunci, lalu menariknya terbuka. Di dalamnya, bertumpu pada lapisan kain beludru hitam yang telah memudar, terbaring sebuah botol kaca kristal kecil yang disegel dengan lelehan lilin perak.
Di dalam botol kaca kecil itu, terdapat cairan kental berwarna merah kehitaman yang tidak membeku sama sekali, meskipun udara di sekitarnya sangat dingin. Cairan itu bergerak pelan layaknya raksa saat Genevieve memiringkan botolnya.
Sebuah catatan kecil dari potongan perkamen tua digulung dan diselipkan di samping botol tersebut. Genevieve menarik kertas kecil itu dan membacanya melalui terjemahan Sistem.
*"Aku tidak pantas menerima pengampunan,"* bunyi catatan kecil itu. *"Ini adalah darahku sendiri. Darah Kaelen Blackwood yang kutarik dari jantungku pada hari-hari terakhirku sebelum kutukan penyesalan merenggut nyawaku. Kutinggalkan esensi dosa ini di sini. Jika di masa depan ada jiwa yang tersesat dan mendambakan keadilan melawan keturunanku yang korup, gunakanlah darah pengkhianat ini untuk membohongi segel altar. Buka pintunya, dan hancurkan House Blackwood hingga tak tersisa."*
Mata Genevieve membelalak sempurna. Napasnya tercekat hebat hingga ia nyaris tersedak. Kaelen Blackwood yang dirundung rasa bersalah ekstrem telah meninggalkan kunci itu sendiri dalam bentuk darah jantungnya yang diawetkan secara magis, berharap ada seseorang yang akan menghukum keturunannya sendiri di masa depan.
Genevieve menatap botol kristal kecil di tangannya, lalu menatap dinding altar obsidian yang kokoh di hadapannya.
Di balik dinding batu ini, terdapat kekuatan dari faksi kuno yang bisa memberinya segala yang ia butuhkan untuk membalas dendam secara mutlak kepada Duke Alistair dan Nyonya Besar. Namun, peringatan dari Sistem kembali berkedip di kepalanya dengan cahaya merah redup yang mendesak.
**[Peringatan Kritis: Energi Vital Tuan Rumah berada di angka 9 Poin. Gejala awal robekan otot dan gangguan detak jantung mulai terdeteksi. Setiap tindakan yang memicu stres emosional atau fisik ekstrem akan mengakibatkan Tuan Rumah jatuh koma (Blackout) dalam hitungan menit.]**
Genevieve mencengkeram botol darah itu erat-erat. Ia sedang berdiri di persimpangan jalan paling berbahaya sejak ia tiba di dunia ini. Ia nyaris tidak memiliki tenaga bahkan untuk berdiri lebih lama. Melakukan ritual darah untuk membuka segel kuno—yang mungkin membutuhkan energi magis atau menuntut uji coba fisik dari penggunanya—di saat ia berada di ambang kematian akibat kelelahan, adalah tindakan perjudian yang gila.