Kimberly kembali ke negaranya bersama ke empat anak kembarnya untuk membawa anak sulungnya yang terpaksa dititipkan oleh seorang pria. Di mana pria tersebut adalah seorang CEO yang terkenal dengan kekejamannya dan super dingin.
Kimberly hamil di luar nikah karena melakukan hubungan satu malam dengan seorang pria. Di mana saat itu Kimberly di jebak oleh Ibu tirinya dan adik tirinya demi mendapatkan warisan yang ditinggalkan oleh Ibunya.
Selain ingin membawa putra sulungnya, Kimberly berniat membalaskan dendam terhadap Ibu tirinya dan juga adik tirinya dengan cara menikah dengan pria yang membuat dirinya hamil.
Akankah rencananya berjalan lancar? Apakah pernikahan Kimberly berakhir bahagia atau bercerai? Mengingat banyak orang yang ingin memisahkan hubungan mereka. Ikuti yuk novel terbaruku.
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Yayuk Triatmaja, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Wanita Waktu Itu
Kimberly menatap ke arah Alma yang juga sedang menatap dirinya kemudian Alma menatap ke arah Diego yang sedang menunggu jawabannya.
"Paman tampan, Aku ingin Paman tampan menjadi Daddy Aku. Paman mau tidak mendekati Mommy Aku?" Tanya Alma dengan wajah polosnya.
"Kamu ingin Paman mendekati Mommy kamu?" Tanya Diego dengan nada kesal sambil menatap ke arah Alma lalu menatap ke arah Kimberly dengan tatapan tajam.
Alma yang mendengar perkataan Diego agak keras di tambah terlihat sedang menahan kesal langsung menatap sekilas ke arah Kimberly.
Di mana Kimberly menggeleng-gelengkan kepalanya sambil mengarahkan jari telunjuknya agar tidak mengatakan kalau dirinya bukan Ibunya.
"Aku ingin Tante cantik ini menjadi Mommyku. Paman tampan, maukah mendekati Tante ini saja?" Tanya Alma.
Diego hanya terdiam sambil menahan amarahnya karena dirinya sangat yakin kalau Alma adalah putri kandungnya. Namun sayangnya Alma tidak mengakuinya di tambah Kimberly sangat pintar membohongi dirinya.
"Diego, lebih baik kamu menyuruh orang untuk mengantar Alma pulang." Pinta Kimberly mengalihkan pilihan.
"Asisten Mike, tolong antarkan Alma pulang ke rumah." Pinta Diego sambil memaksakan untuk tersenyum karena dalam hatinya masih menahan amarahnya.
"Baik." Jawab Asisten Mike dengan singkat.
Kemudian Asisten Mike mengantarkan Alma kembali ke rumah milik Kimberly sedangkan Kimberly mendorong kursi roda yang diduduki oleh Diego menuju ke arah rumahnya.
Kini Kimberly sudah berada di ruang keluarga di mana Arnold sedang duduk di samping Mommy Roberto. Kimberly menghentikan langkahnya kemudian berlutut sambil merentangkan ke dua tangannya ke arah Arnold.
"Arnold, Mommy kangen sekali." Ucap Kimberly sambil tersenyum menatap ke arah Arnold.
Arnold yang sedang duduk langsung turun dari sofa lalu berlari ke arah Kimberly. Mereka berdua saling berpelukan hingga beberapa saat mereka melepaskan pelukannya.
Sedangkan Mommy Roberto hanya terdiam sambil berjalan ke arah Diego yang masih duduk di kursi roda sambil menatap ke arah Kimberly dan Arnold.
"Sebenarnya apa yang terjadi dengan kalian berdua? Susah payah kita menemukan Arnold tapi kalian berdua malah pergi satu per satu." Ucap Mommy Roberto.
"Mom, Tante Karmila pergi kemana?" Tanya Diego tanpa menjawab perkataan Mommy Roberto.
"Dia tidak mengaku telah menyembunyikan Arnold. Karena tidak mau mengaku maka Mommy menyuruhnya pergi dan jangan memfitnah Kimberly sebelum mendapatkan bukti. Selain itu Mommy melarangnya untuk datang ke rumah ini lagi." Jawab Mommy Roberto.
"Mom, Aku ingin kembali ke kamar dulu." Pamit Diego.
Mommy Roberto hanya menganggukkan kepalanya kemudian mendorong kursi rodanya ke arah Kimberly lalu menghentikan mendorong kursi roda.
"Kimberly, ikut Aku." Ucap Diego kemudian kembali mendorong kursi roda ke arah kamarnya.
("Kenapa Diego tiba-tiba memanggilku? Jangan-jangan Dia masih belum menyerah." Ucap Kimberly sambil menatap kepergian Diego).
Kimberly kemudian berdiri dan pamit ke Mommy Roberto dan selanjutnya ke Arnold. Setelah itu Kimberly berjalan menuju ke arah kamar Diego dengan jantung berdebar.
Di mana Diego sedang duduk di ranjang sambil menunggu kedatangan Kimberly. Hingga beberapa saat Kimberly masuk ke dalam kamarnya dan berjalan ke arah dirinya.
"Tuan Diego, ada perintah apa memanggil diriku?" Tanya Kimberly dengan nada formal.
"Rambut yang di kirim untuk tes DNA, Aku sendiri yang mencabutnya dari kepalamu tapi kenapa hasilnya tidak sesuai?" Tanya Diego.
"Bukankah itu bisa membuktikan ketidak bersalahanku?" Tanya Kimberly.
"Tapi Aku tetap saja tidak percaya. Pasti ada kesalahan di suatu tahap atau jangan-jangan kamu menggunakan rambut palsu?" Tanya Diego sambil menatap ke arah Kimberly.
"Diego, Kamu tidak bisa menuduhku seperti itu." Ucap Kimberly tidak terima.
"Apalagi untuk apa Aku memakai rambut palsu?" Tanya Kimberly sambil memegangi rambutnya.
"Kalau begitu sini Aku pegang rambutmu." Ucap Diego sambil mengarahkan tangannya ke arah rambut Kimberly.
Kimberly langsung mundur satu langkah agar Diego tidak bisa memegang rambutnya karena rahasianya akan terbongkar.
("Untung saja Diego tidak tahu kalau di dunia ini ada yang namanya hair extension. Rambut yang kamu cabut kebetulan adalah hair extension. Sungguh kebetulan yang sangat menguntungkan buat diriku." Ucap Kimberly sambil tersenyum menatap ke arah Diego).
"Kamu sembunyikan di mana saudara kembar Arnold?" Tanya Diego sambil masih menatap ke arah Kimberly dengan tatapan menyelidik.
"Diego, Aku tidak pernah melihat saudara kembar Arnold. Aku ini bukan pesulap jadi mana bisa Aku memunculkan orang begitu saja?" Tanya Kimberly.
("Amanda selalu melaporkan posisimu dan juga ke lima anak kembar kita karena itu Aku bisa mengetahuinya. Karena itu Diego tidak akan pernah bisa menemukan keberadaan ke empat anak kita yang sengaja Aku sembunyikan." Sambung Kimberly yang tidak mungkin mengatakan hal itu di depan Diego).
"Jadi maksud kamu kalau Aku benar-benar salah?" Tanya Diego.
"Betul sekali." Jawab Kimberly sambil menganggukkan kepalanya.
"Baiklah, Aku mengerti. Sekarang kamu kemarilah." Pinta Diego yang malas berdebat dengan Kimberly.
Kimberly hanya terdiam sambil maju setengah langkah sambil memaksakan untuk tersenyum.
"Lebih dekat lagi." Pinta Diego.
Tanpa curiga Kimberly melangkah ke arah Diego dan tiba-tiba Diego menarik tangan Kimberly. Kimberly yang belum ada persiapan jatuh ke pangkuan Diego bersamaan bibir mereka nyaris bersentuhan.
Diego langsung menahan kepala Kimberly kemudian mencium bibir Kimberly dengan paksa dan hal itu membuat Kimberly mendorong tubuh Diego dengan kasar.
"Diego, apa maksudmu mencium bibirku?" Tanya Kimberly dengan nada marah.
"Kamu adalah wanita waktu itu karena aroma kalian sama jadi Aku tidak mungkin salah." Jawab Diego dengan nada sangat yakin.
"Benar bukan?" Tanya Diego dengan tatapan menyelidik.