NovelToon NovelToon
Antagonist Yang Menghindari Takdir

Antagonist Yang Menghindari Takdir

Status: tamat
Genre:Reinkarnasi / Obsesi / Mengubah Takdir / Transmigrasi ke Dalam Novel / Romansa / Fantasi Wanita / Tamat
Popularitas:589.9k
Nilai: 3.8
Nama Author: Aplolyn

Saat tragedi mengambil jiwanya, Syifa menemukan dirinya yang masuk ke dunia novel sebagai seorang antagonis yang secara obsesif mengejar protagonist pria bahkan berencana untuk menghancurkan hubungannya dengan sang kekasih.

Pada akhirnya dia akan mati terbunuh karna alur itu, oleh sebab itu untuk menghindarinya, dia selalu menghindari pria itu.

Namun bagaimana jika tiba-tiba alurnya berubah, pria itu malah memperhatikannya..

"Tidak! ini tidak ada dalam plot!"

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Aplolyn, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Bab 25

Syifa membeku.

Kalimat itu meluncur begitu saja dari bibir Wenda, ringan namun penuh percaya diri, seolah ia memang berhak duduk di percakapan itu sejak awal. Kayden terdiam sejenak, jelas tak menyangka ada suara ketiga yang menyela.

Kayden pun menoleh.

“Wenda?” alis Kayden terangkat. “Kamu di sini?”

Wenda tersenyum manis, senyum yang terlatih. Ia berdiri, lalu menarik kursi kosong tanpa diminta. “Iya dong. Aku juga sarapan di sini. Kebetulan banget ketemu kalian.”

Kebetulan, katanya.

'Oh.. jadi ini si Wenda itu.. btw kayaknya ini terlalu cepat gak sih? Alurnya udah berubah seberapa jauh thor?,' rasanya Syifa ingin sekali memukuli penulis novel ini, tapi bagaimana jika sebenarnya yang mengubah alur adalah karna kehadirannya?

Dari cara Wenda menatapnya—bukan sekadar tatapan penasaran, tapi seperti pengamatan dan penilaian.

“Syifa?” tanya Wenda seolah baru mengenali dirinya padahal sejak tadi Wenda sudah bertukar pandang dengannya.

Syifa menarik napas. “Iya.. kita ketemu lagi..”

Ucapan itu 100% akan keluar dari mulut tokoh antagonis yang asli, jadi Syifa sebisa mungkin hanya mengikuti alurnya.

“Hmm.. kalau gak salah terakhir kali pas kelulusan SMA ya?”

'Duh.. mana mungkin aku ingat tentang kelulusan SMA.. Ini maksudnya kelulusannya Wenda? soalnya mereka berdua kan kakak kelasku dulu..'

Dengan agak canggung Syifa hanya menganggukkan kepalanya.

Kayden berdeham. “Kamu sendirian?”

“Harusnya sama kamu,” jawab Wenda yang terdengar menyindir. “..Tapi kamu malah jemput orang lain pagi-pagi.”

Syifa menoleh untuk melihat ekspresi wajah Kayden yang sangat seperti harapannya, seolah Kayden kebingungan harus menjawab apa pada Wenda.

Wenda mengangkat bahu. “Aku cuma bercanda, lagian kita udah PUTUS kok.. haha"

Pada topik yang satu ini, jujur saja.. Syifa ingin pergi meninggalkan mereka berdua.

Namun Syifa bisa merasakan ketegangan tipis yang menggantung di udara. Ada sejarah di antara mereka—itu jelas.

Pelayan datang membawa pesanan mereka. Kehadiran pihak ketiga itu sejenak memecah suasana. Syifa mencoba fokus pada rotinya, tapi nafsu makannya mendadak menghilang.

“Kamu kuliah di mana, Syifa?” tanya Wenda tiba-tiba.

“Kampus A**,” jawab Syifa singkat.

"Wah.. berarti kalian berdua sekampus dong"

Lagi-lagi Syifa hanya pasrah meski sebenarnya Syifa sendiri curiga dengan pertanyaan Wenda, mana mungkin wanita itu menanyakan sesuatu yang sudah dia ketahui.

'Basa-basi banget si Wenda.. kamu pasti udah ngulik banyak informasi tentang Kayden dan aku, kan?'

Sendok Kayden berhenti bergerak. “Wenda.”

“Apa? Aku cuma nanya,” balasnya santai.

Entah mengapa ketiganya kini berada di satu meja yang sama.

Syifa menunduk, menahan diri. Ada nada meremehkan yang jelas terasa, meski dibungkus senyum ramah. Ia tahu kenapa wanita ini bersikap seperti itu padanya.

Seribu persen karena cemburu, Wenda juga sedang memastikan satu hal penting: apakah Syifa masih figuran yang lewat sebentar, atau variabel yang benar-benar mampu menggeser alur.

Syifa menghela napas pelan, lalu memaksa dirinya kembali fokus pada piring di depannya. Roti panggang itu kini tampak tak menggugah selera. Setiap gigitan terasa hambar.

“Syifa kelihatan jadi pendiam ya,” ujar Wenda tiba-tiba, nada suaranya ringan namun mengandung penilaian. “Dulu nggak begini, deh.”

Kayden menoleh cepat. “Dulu?”

“Iya,” Wenda menyilangkan kaki. “Waktu SMA, Syifa lumayan aktif. Aku masih ingat, kamu sering ikut kegiatan sosial.”

Syifa hampir tersedak.

'Serius apanya.. aku bahkan nggak tahu kegiatan sosial apa yang kamu maksud.'

1
Suhana Sulaiman
dh tau alur yg tetap tapi masih bodoh ya mati 2 kali.
Atoen Bumz Bums
perasaan di cerita lain kok enak bener ngempaskan koruptor di perusahaan sendiri
beda cerita kalau di negara Konoha pasti kayak gini melipat-lipat taruhannya nyawa🤭
Atoen Bumz Bums
mc-nya mengecewakan
pengen jadi kaya tapi sifatnya sifat miskin
Atoen Bumz Bums
masa nggak sadar sih ada yang aneh
Atoen Bumz Bums
kok jijik ya bodoh dari tadi nggak ngomong-ngomong diem aja di sudutkan
Hibatul Wafiroh
lama lama alurnya membosankan kan
Hibatul Wafiroh
huuh aku kira keren sifa tuh...gak taunya lelet ngomngnya ga tegas
Pipit Ayu
masa ga ada pembelaan diri sedikitpun? kebangetan bgt nyiptain karakternya
ea
aneh jln ceritanya, ada org baru kenal minta tolong ngebujuk soal bisnis , eh dia mau bkn nya langsung nolak
ongkoh takut, tp diladenin trs, dibantuin jg /Sweat//Speechless/
ea
setengah 7? td aja c'kayden jemput kan jam 6.55 trus syfa jg sarapan dl sblm brngkt ma kayden?? authornya linglung or gmn nih? bnyk yg ngaco atau ga fokus jln ceritanya kdg ga nyambung
ArlettaByanca
Syifa lancarin aja lah Wenda n Kayden....
embun senja
mertua gue juga kerja disawah,tapi pas udah pulang langsung mandi dia dandan lohhhh,dengan gincu kebanggaannya dan selalu dipamerin... gintu elisabet katanya yg merah merona kek abis makan cabe sekilo🤣🤣🤣
ina
🤭🤭🤭
saputri
cerita sampah g jls
Retno Palupi
ini Zayn ada d cafe apa d rumah kok jd bingung aq
Retno Palupi
zayn itu suka Sifa dari dulu ya
Nadia Ulfani
karakter syifa ada bodoh’ nya yah
Latifah nurraini tijani
menye² banget ni fl bacanya juga monoton malah kesel, buat author juga baca lagi deh dari eps awal banyak kata typo juga, sorry buat baca juga aku berhenti alurnya kek gimana gitu
Shen
halo, kak! pembaca baru. ironisnya namanya sama sama aku. aku juga Syifa 🤣
Jumaidah Nasution
iya, syifa jiwa baru kok terlalu lembek
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!