Kisah yang menceritakan perjalanan hidup seorang gadis yang tinggal di panti asuhan, Qinan namanya. Qinan adalah putri yang terbuang dan dibesarkan di panti asuhan. Kemudian Qinan diasuh oleh janda yang mempunyai satu anak.
Dipanti asuhan Qinan mempunyai sahabat lelaki dan perempuan yang bernama Tiara dan Zio. Qinan harus berpisah dengan sahabatnya karena mereka diasuh oleh orang tua angkatnya masing masing. Namun nasib Qinan berbeda dari sahabatnya, Qinan harus menghadapi konflik batin yang bertubi tubi dan Qinan harus merelakan kebahagiannya untuk menggapai impiannya. Hingga harus merelakan cita citanya demi membalas budi orang tua asuhnya. Meski berat, Qinan tetap mengabulkan permintaan ibu asuhnya untuk menikah dengan lelaki tampan dan kejam yang bernama Angga Wilyam. Meski Angga banyak dikagumi oleh wanita wanita cantik namun Angga tidak meresponnya. Angga tetap pada pendiriannya wanita hanya mencintai harta dan tahta bukan kesetiaan.
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Anjana, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Pertemuan#1
****
Di rumah Ferdi.
Di sore hari Ferdi sedang bersiap siap untuk berangkat ke bandara Xxx untuk menjemput Ayah nya pulang dari Amerika. Ferdi langsung keluar rumah dan mengendarai mobilnya dengan kecepatan sedang. Di perjalanan Ferdi teringat sosok Qinan yang selalu berada di rumah nya setiap harinya, dan malam hari nya sering mengantarkan Qinan pulang. Namun kini tinggallah kenangan, entah berapa abad mungkin bisa ke luar rumah bersama. Fikir Ferdi dengan kerinduannya, Ferdi sudah menganggap Qinan seperti adiknya sendiri. Ditambah lagi sampai sekarang Ferdi belum menemukan adik perempuannya.
Telah sampai lah Ferdi di Bandara Xxx dan menunggu sudah melebihi jadwal pulang. Ferdi pun gelisah mondar mandir seperti orang kebingungan, dan ternyata disamping Ferdi juga terlihat sosok wanita yang cantik dan anggun yang tidak kalah gelisah nya seperti sedang menunggu seseorang. Ingin rasanya Ferdi menyapa wanita tersebut namun takut disangka preman atau modus semata. Ferdi pun akhirnya duduk dikursi agar kegelisahan nya hilang. Namun karena Ferdi sudah tidak sabar akhirnya menyapa wanita yang berada di dekatnya.
"Maaf kamu sedang menunggu siapa? seperti nya kamu sangat gelisah." sapa Ferdi penasaran.
"Saya sedang menunggu Mama menjemput, tapi sampai sekarang belum juga terlihat,Kamu sendiri sedang menunggu siapa, dan kamu sepertinya gelisah juga." Jawab Wanita tersebut.
"Ooooh aku juga sedang menunggu Papa ku pulang dari Amerika, tapi kenapa sampai sekarang juga belum terlihat, ngomong ngomong kamu dari penerbangan negara mana," ucap Ferdi sambil bertanya.
"Aku dari Amerika, sebenarnya pulang dengan Ayah tetapi karena ada pertemuan penting dengan sahabatnya maka aku pulang sendiri, seandainya pulang bersama Ayah mungkin tidak harus menunggu seperti ini, dan juga sahabatku tidak bisa ikut pulang karena harus menyelesaikan tugas penting pada Perusahaannya." Jawab Wanita tersebut.
"Aku coba telfon Papa ku sebentar ya," ucap Ferdi.
"Silahkan," jawab Wanita tersebut.
Ferdi pun langsung menelfon Ayah nya karena cemas, maka Ferdi segera menghubungi agar tidak terlalu khawatir terhadap Ayah nya.
"Halo... Pa, Ferdi sudah sampai nih di Bandara, Papa dimana sekarang," tanya Ferdi cemas.
"Papa tidak jadi pulang Fer, karena ada pertemuan penting dengan sahabat Papa mengenai perusahaan kita,jadi maafkan Papa tadi tidak memberi kabar denganmu terlebih dahulu." Jawab Ayah Ferdi.
"Jadi Papa tidak jadi pulang nih... " jawab Ferdi dengan lesu.
"Loh kenapa, kan ada Qinan yang bisa menemani mu toh..." jawab Ayah Ferdi.
"Qinan sudah menikah Pa.. sekarang Ferdi tidak mempunyai teman dirumah." Ucap Ferdi masih lesu.
"Apa...! Qinan sudah menikah? jangan ngawur kamu, kenapa kamu tidak memberi tahu Papa, kan bisa pulang." Jawab Ayah Ferdi kaget.
"Ceritanya panjang Pa.." ucap Ferdi tambah lesu.
"Kamu yang sabar, Papa usahakan untuk segera pulang." Jawab Ayah Ferdi.
Panggilan telfon pun langsung diputus oleh Ferdi , karena tidak ada selesainya jika sudah mengobrol dengan Ayahnya. Fikir Ferdi.
Sedang wanita tersebut juga akhirnya menelfon Ibu nya, karena sudah sangat lelah menunggu mondar mandir namun tidak juga kunjung dijemput.
"Halo.... Ma... " Kok aku tidak di jemput sih Ma... " aku capek nunggu di Bandara mondar mandiri persis anak hilang. " Ucapnya jengkel.
" Maafkan Mama sayang.. tadi Mama sedang arisan bersama teman teman Mama, dan ini Mama baru saja sampai, Mama masih capek sayang, kamu pulang naik Taxi saja, nanti Mama yang pesan. Kamu kan tidak pernah pulang takut salah naik mobil, tidak apa apa kan sayang.." jawab Ibu Wanita tersebut.
"Terserah Mama saja, aku tunggu." Ucap Wanita tersebut dengan mimik wajah yang susah ditebak.
Sambungan telfon pun langsung diputus oleh nya, karena percuma tidak akan pernah berhasil membujuk Ibu nya, karena pasti akan banyak drama. Fikir Wanita tersebut.
Sedangkan Ferdi menatap wanita tersebut dengan perasaan heran.
"Kamu kenapa? sepertinya kamu sedang tidak bersahabat dengan dirimu sendiri,antara kesal dan menyebalkan." Ucap Ferdi dengan senyum.
Apaan sih, sok tahu banget. Gumam Wanita tersebut dengan perasaan jengkel.
"Gimana tidak kesal coba, Mama ku tidak bisa menjemputku dan aku harus pulang sendiri naik Taxi. " Sedangkan aku sudah lama tidak pulang. Aku berada di Amerika sejak lulus sekolah dan sampai menyelesaikan pendidikan ku di Amerika, kini aku baru pulang. Eee dengan mudah nya Mama menyuruhku pulang sendiri. " Jawab Wanita tersebut berdecak kesal.
"Sudah lah, jangan menyalahkan orang tua, mungkin Mama kamu sedang capek atau tugas lain nya. Kamu masih beruntung punya sebutan Mama, sedangkan aku saja sudah kehilangan sejak kecil, aku kehilangan kedua wanita hebat ku,satu Mama ku, kedua Adik perempuan ku." Ucap Ferdi meyakinkan.
"Maaf jika sikapku barusan sangat buruk dimata kamu." Jawab Wanita tersebut dengan penyesalan.
"Tidak apa apa mungkin kamu sedang terbawa suasana yang membuat perasaan kamu menjadi kesal begini." Ucap Ferdi.
"Karena Mama ku berasa masih muda terus, jadi suka kumpul kumpul bersama teman temannya, sejak aku mulai sekolah SMA, mungkin Mama ku rindu masa masa muda nya, jadi wajar lah rindu sama teman teman nya." Jawab Wanita tersebut.
"Oh ya, kamu mau pulang bersamaku atau tidak, soalnya aku sudah mau pulang karena Papa ku tidak jadi pulang, jadi untuk apa aku disini lama lama." ucap Ferdi.
"Tapi... Mama ku sudah memesankan aku Tadi, nanti kalau Mama ku marah nagaimana? sedangkan aku belum mengenal kamu," jawab Wanita tersebut dengan perasaan takut.
"Kamu tidak perlu takut dengan ku, karena aku bukan penjahat. Kalau kamu tidak percaya baik lah akan aku tunjukkan identitas ku." Ucap Ferdi tiba tiba teringat untuk menyembunyikan identitas asli nya, karena Ferdi masih mempunyai misi yang belum terlaksana, karena takut akan ada yang mengalah gunakan tentang identitasnya. Akhirnya Ferdi menjulurkan tangannya untuk memperkenalkan dirinya kepada wanita tersebut.
"Baik lah Perkenalkan namaku Ferdi, aku seorang pemilik Restauran Merpati Jaya. Alamat nya Xxx. Apakah kamu percaya dengan ku..?" ucap Ferdi meyakinkan.
Tapi wanita tersebut masih ragu, karena biasanya setiap orang memiliki kartu Identitas. Apalagi seorang pemilik Restauran. Fikir Wanita tersebut.
"Apakah kamu masih meragukanku? baik lah akan aku coba menelfon karyawan ku. Aku tidak bisa memberimu kartu Identitas ku karena aku berangkat dengan buru buru, jadi aku lupa membawanya." Ucap Ferdi penuh meyakinkan.
Sedangkan Ferdi sedang menelfon salah satu karyawan nya yang berada di Restauran nya, dan panggilan video nya pun tersambung. Ferdi cukup merasa lega karena sudah tersambung. Sedangkan Wanita tersebut akhirnya mempercayai siapa itu Ferdi, dan akhirnya pulang bersama Ferdi, perasaan Ferdi menjadi lega karena tidak sangka orang jahat atau bermodus. Fikir Ferdi.
Galuh apa vino....