Dia adalah seorang pendekar hebat du abad kejayaan, dia adalah pahlawan wanita yang selalu di agung - agungkan oleh semua orang. Jangan tanya seberapa besar kekuatan nya, dantian Qi nya sudah melampaui batas manusia. Ia memiliki banyak jenis tumbuhan obat beserta senjata tajam yang sangat legenda dan sangat di incar oleh para kultivator.
Ia berjalan dengan perlahan di antara rintik nya hujan dan jalanan yang licin, seekor kuda liar berlari dari arah hutan dengan sangat kencang. Mei Rui, gadis itu yang mendapatkan serangan secara tiba - tiba pun terkejut hingga membuat dirinya jatuh dari atas tebing.
Cahaya silau merasuk indra penglihatan nya, secara tiba - tiba ia merasa seperti di sebuah danau yang cukup dalam. Beberapa ingatan masuk ke indra pengingat nya , mata nya terbuka ia mulai naik ke atas permukaan dan menghirup udara segar sebanyak - banyak nya. .
"Terimakasih nenek " ia berucap pergi sambil membawa gelang giok pemberian nenek pengemis.
baca kelanjutan cerita nya yuk
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Uyuuun, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
kecurigaan
Huang Mei dan pangeran mahkota telah sampai di rumah makan milik Huang Mei sendiri, Huang Mei memberi kode kepada anggota nya agar tidak ada yang menyapa nya. Pangeran mahkota dari kerajaan angin mengadakan pertemuan di ruangan khusus yang telah ia pesan untuk bertemu dengan Huang Mei dan Pangeran mahkota.
Kedua nya di antarkan ke sebuah ruangan privat yang berada di lantai dua, ruangan yang sangat - sangat khusus buat mereka berbincang hal penting.
"Akhirnya anda datang juga. silahkan duduk " ucap pangeran mahkota Zhou Fan, pangeran kerajaan angin.
"Aku akan mengatakan secara langsung, aku mendengar perkataan mu dengan adik ku dan aku juga tahu kalau kalian berdua memiliki hubungan. "
Raut wajah pangeran mahkota Zhou Fan terkejut, ia takut kaisar Wang akan menghukum putri Wang Yi bahkan membunuh nya karena memiliki hubungan asmara dengan pangeran dari kerajaan musuh. Putri Wang Yi bisa di anggap sebagai penghianat karena cinta nya.
"Aku mohon jangan sakiti Yi'er " tatapan memohon di layangkan oleh pangeran Zhou Fan.
"Wang Yi akan baik - baik saja, tujuan ku kesini bukan untuk membahas hubungan asmara mu dengan Wang Yi melainkan aku ingin mengatakan kalau kerajaan api tidak pernah menyatakan perang kepada kerajaan angin. Bahkan kami mendapatkan kabar kalau kalian lah yang menyatakan perang terlebih dahulu "
"Tidak mungkin ! kami kerajaan angin selalu mengirim pesan kepada kerajaan kalian tentang kedamaian tapi nyatanya kalian yang meminta untuk berperang " ucap pangeran Zhou Fan.
"Aku yakin kau tahu berita tentang kaisar Wang yang hampir terbunuh oleh pembunuh bayaran di acara pesta waktu itu , apakah orang itu merupakan orang kalian ? " tanya pangeran mahkota.
"Bukan , pembunuh bayaran tersebut merupakan pembunuh bayaran dari kerajaan kita yaitu pembunuh bayaran iblis. " perkataan Huang Mei membuat kedua pangeran itu melihat ke arah nya.
"Darimana anda mengetahui nya ? " tanya pangeran Zhou Fan dan pangeran Wang Zhi.
"Kalian tidak perlu tahu itu tapi aku bisa memastikan kalau dia bukan kiriman dari kerajaan angin, aku akan meminta bantuan seseorang untuk masalah ini dan aku harap pangeran Zhou Fan mau bekerja sama dengan kami. pulang lah ke kerajaan mu dan sebisa mungkin anda menunda peperangan yang akan terjadi begitu juga dengan anda pangeran Wang Zhi ". jawab Huang Mei.
Huang Mei memakan bebek bakar yang di pesan oleh nya, ia nampak sangat menikmati makanan tersebut hingga membuat kedua pangeran itu menatap ke arah nya.
"Menurut mu siapa dalang dari semua ini ? " tanya pangeran Wang Zhi.
"Kaisar kerajaan tanah beserta paman kedua mu dan menteri Ji " ucap Huang Mei dengan santai.
"Paman kedua ku ? tapi kenapa ? " tanya pangeran Zhou Fan yang kelihatan bingung.
"Mengkudeta mu dan mengambil kekuasaan ayah mu, mungkin ia merasa iri dengan semua yang di miliki ayah mu " jawab Huang Mei sambil meneguk arak anggur buatan nya.
"Lalu bagaimana dengan menteri Ji apa yang membuat nya bersekutu dengan kaisar kerajaan Tanah ? " tanya pangeran Wang Zhi.
"Sebuah keuntungan yang besar ia mendapat bayaran yang setimpal yaitu sebuah wilayah bagian timur. sebuah wilayah yang tumbuh dengan subur karena sumber daya alam nya " jawab Huang Mei.
"Kalian bisa meminta bantuan Lotus Api jika ingin mengetahui lebih lanjut " saran Huang Mei agar dia juga mendapat uang masuk dari kedua orang berpengaruh di hadapan nya.
"Tapi sedikit mustahil memasuki hutan terlarang, bukan kah tidak ada yang berani masuk ke dalam sana ? Lotus Api berkerja secara sembunyi - sembunyi " ucap pangeran Zhou Fan.
"Aku pernah masuk ke sana tapi di sana tidak ada apa - apa, hanya ada binatang buas dan binatang spirit di sana " sambung pangeran Wang Zhi.
'Aneh , dia pernah ke sana dan dia masih selamat sebenarnya siapa dia ' batin Huang Mei.
"Aku akan berusaha yang terbaik, terimakasih sudah percaya kepada ku " ucap pangeran Zhou Fan sambil membungkuk.
"Jemputan ku sudah sampai, aku akan menghubungi kalian melalui surat rahasia dan aku harap kalian dapat memahami nya "pangeran Zhou Fan pergi dengan sedikit terburu - buru dan mereka memaklumi itu.
"Ayo kita kembali ke istana " ajak pangeran Wang Zhi.
Huang Mei mengangguk, ia juga membawa bungkusan untuk Nuan dan orang - orang yang ada di sana.
...............
Sesampainya di istana nuan berlari dengan tergesa - gesa, kemudian ia membisikkan kalau permaisuri Wei Hien dan selir Bao Xi ingin menemui nya di paviliun krisan. Tanpa takut dan tanpa berpikir macam - macam Huang Mei segera menemui kedua orang penting tersebut.
Kedatangan Huang Mei di sambut baik oleh pelayan permaisuri dan Selir Bao Xi.
"Yang mulia ada di taman bunga nona, mari saya antar " ucap pelayan tersebut dengan sopan.
"Salam yang mulia permaisuri dan yang mulia selir ! " ucap Huang Mei dengan sedikit menunduk.
"Jangan terlalu formal nak, kami memanggil mu kesini hanya untuk mengundang mu untuk minum teh " ucap permaisuri dengan senyuman manis nya.
Huang Mei mengangguk dan tersenyum tipis.
"Apakah kau memiliki hubungan spesial dengan pangeran mahkota ? " tanya permaisuri yang membuat Huang Mei tersedak oleh ludah nya sendiri.
"Ti - tidak yang mulia ". jawab Huang Mei dengan tergagap.
"Ah sepertinya kau tampak gugup nak, mungkin kau memang menyukai pangeran mahkota tapi tidak apa, aku akan mendukung hubungan kalian berdua " lanjut permaisuri membuat selir Bao Xi tampak senang.
"Itu benar, Wang Zhi kami merupakan pangeran terbaik di kerajaan ini aku yakin kalian akan menjadi pasangan yang sangat serasi nantinya " sambung selir Bao Xi.
"Akan lebih baik kau bersama Wang Zhi kami nak di bandingkan pangeran ke empat Wang Xun " lanjut selir Bao Xi dengan sedikit berbisik.
Huang Mei hanya tersenyum tipis ia tidak tahu harus menanggapi seperti apa, percakapan yang seperti itu lah yang membuat Huang Mei bingung. Beruntung nya hari sudah hampir malam dan Huang Mei bisa pamit untuk undur diri.
Huang Mei masuk ke dalam kamar mandinya yang sudah di siapkan oleh nuan, kemudian ia berendam sebentar untuk menghilangkan rasa letih nya.
"Nona ingin memakai pakaian seperti apa malam ini ? " tanya Nuan dari luar kamar mandi.
"Pakaian sederhana saja nuan, oh ya nuan tolong kau masukan obat perangsang itu ke dalam makanan Huang Wen dan nyonya Kaili. Malam ini aku ingin melihat sebuah pertunjukan yang sangat menyenangkan ."ucapnya dengan senyuman yang mengembang.
Acara makan malam sudah berakhir dan obat perangsang sudah berhasil masuk ke dalam tubuh nyonya kaili dan Huang Wen. Terlihat Huang Wen berlari dengan tergesa - gesa menuju arah gudang yang sepi tidak ada orang, kemudian ia membuka semua pakaian nya hingga tibalah seorang pengawal yang bertugas menjaga gudang.
Pengawal tersebut di ajak masuk oleh Huang Wen, tangan pengawal itu di arahkan ke area gunung kembar nya.
"Nona apa yang anda lakukan ? ini salah nona " ucap pengawal itu dengan takut - takut.
"Kau terlalu banyak bicara " ucap Huang Wen kesal.
Huang Wen bergerak lincah sendirian, ia memperkosa pengawal tersebut hingga tidak berdaya. Tidak berdaya untuk menolak atau menerima surga duniawi yang enak itu.
Huang Mei yang melihat itu tersenyum puas kini ia gantian mengamati nyonya kaili yang sedang di gilir oleh beberapa pengawal di kandang kuda. Mereka sangat menikmati tubuh nyonya kaili yang sangat molek dan lincah ketika bermain bersama mereka.
"Sekali jalang akan tetap jalang sampai kapan pun " ucap Huang Mei.