Mikhaila Danya Bimantara, 28 tahun, wanita mandiri pemilik toko bunga istri dari Rain Bagaspati harus menerima kenyataan pahit saat suami yang di cintainya harus menikah dengan sahabatnya yang telah hamil.
Fabyan Alkandra Sadewa, 30 tahun pria lajang tampan, dingin seorang CEO, memilih melajang di usianya yang sudah matang, wanita baginya hanya sosok yang membuat hidupnya tidak fokus mencapai tujuannya menjadi pebisnis nomor satu.
Pertemuan tak di sengaja antara Mikha dan Alka di sebuah cafe membuat hal yang tak pernah mereka bayangkan terjadi.
Sebuah kisah percintaan antara wanita yang pernah kecewa dengan pria yang menganggap wanita terlalu banyak dramanya, akankah membuat mereka bersatu?
Yuk, ikuti kisah cinta antara Mikha, Rain, Alka, pastinya seru dan bikin terharu.
Salam hangat,
ariista
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon ariista, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Siapa Mereka?
Alka memarkirkan mobilnya di halaman depan mansion papinya yang luas. Alka bertanya-tanya dalam hati siapa tamu mami papinya.
Perasaannya agak tidak enak. Karena belum pernah Alka melihat mobil ini datang ke rumahnya.
Alka segera membukakan pintu mobil buat Mikha, Mikha sedang membuka seatbeltnya saat Alka membuka pintu mobilnya.
Alka juga membuka pintu penumpang di belakang mengambil buket bunga pesanan maminya, di bantu oleh pak Min sopir maminya membawakan buket bunga yang semuanya ada lima buket bunga mawar dengan ukuran yang lumayan besar.
Alka mengucapkan salam berjalan berdampingan dengan Mikha.
Papi, mami dan tamu yang datang menjawab salam Alka.
"Alka, cucu eyang darimana aja kamu, ganteng? Eyang dari tadi nungguin kamu loh," ucap eyang putri mamanya papi Sadewa.
Alka bingung dengan kikuk dirinya tersenyum dan menganggukkan kepalanya ke eyang dan tamu mami papinya, ada juga seorang wanita cantik yang duduk di samping eyangnya.
Mikha juga jadi bingung diperhatikan banyak orang begitu.
"Loh ini kan yang pegawai toko bunga tadi, kamu ikut kesini juga?" tanya wanita paruh baya yang tadi Mikha layani saat membeli buket bunga di tokonya.
"Loh jeng, ini Mikha bukan pegawai toko bunga loh," protes mami Maura gak terima.
"Lah tadi kan saya beli buket bunga mawar yg ini gadis ini yang jualin Jeng," jelas tamu mami wanita paruh baya tersebut.
Mikha tersenyum ke mami Maura, Alka memandang ke maminya juga.
"Itu nyatanya bawain bunga siapa kesini? Pesanan jeng Maura kah? Udah kamu letakin aja di meja situ buketnya, kamu bisa langsung pergi," cerocos tamu mami Maura.
Wajah Mikha dan Alka langsung berubah. Alka mengeraskan rahangnya. Dirinya tak terima Mikha di usir dari rumahnya, sudah susah-susah dirinya pujuk Mikha untuk ikut ke rumahnya. Enak aja di suruh pergi, siapa dia mau usir-usir Mikha, batin Alka.
"Pi, Mi, Alka ajak Mikha ke dalam dulu ya, Mikha tamu Alka Pi, Mi,"
"Eh, Alka cucu eyang kamu nanti disini ikut ngumpul disini ada yang mau eyang bicarakan,"
"Alka bawa tamu Alka, Eyang, Pi, Mi, Alka masuk dulu sama Mikha ke ruang tengah, letakin buket disana,"
"Ya sudah bawa aja Mikha masuk Al, minta bibi buatkan minum buat Mikha ya,"
"Iya Mi," Alka mengajak Mikha ke ruang tengah, Mikha tersenyum ke semuanya dan menganggukkan kepalanya memberi hormat ke semua tamu yang ada di ruang tamu.
Gadis yang duduk di sebelah Eyang Putri memandangi Mikha dari ujung kepala ke ujung kaki.
Siapa gadis itu? Biasa aja juga, masih jauh dibandingkan dengan diriku, batinnya sambil menarik ujung bibirnya samar, ia mengejek penampilan Mikha yang tidak modis dan menor.
"Maura kamu kok malah ijinkan Alka pergi dengan wanita itu masuk ke dalam, disini kan ada Pak Buana dengan anak istrinya, kita akan membicarakan tentang perjodohan antara Alka dan Rafika loh ini," eyang putri komplen dengan sikap menantunya. Papi Sadewa sudah pusing saja dengan kemauan mamanya yang menginginkan perjodohan cucu tunggalnya itu.
Papi Sadewa sangat kenal dengan putranya itu, pasti akan di tolaknya. Tetapi mamanya Eyang Gayatri selalu suka menjodoh-jodohkan, dulu dirinya juga di jodohkan sama mamanya itu, hanya saja dirinya tidak terima dan lari dari rumah. Hari ini mamanya itu akan mengulanginya lagi.
"Maaf ya Buana, Ratna ini cucuku lagi ada tamunya jadi tak bisa ikut ngumpul disini,"
"Tidak apa-apa Bu, ini juga baru pertama kali kita bertamu, masih banyak waktu kok, iya kan mam?" Buana meminta istrinya mengiyakan ucapannya.
"Saya sih maunya nak Alka ada disini saat ini, berkenalan dengan Chilla, bisa ngobrol dengan Chilla berdua, lagian itu Jeng kenapa nak Alka bawa masuk pegawai toko bunga ke dalam rumah, kan hanya ikut mengantarkan buket bunga pesanan jengnya kan,"
Mami Maura geram dengan teman eyang yang mengaku sebagai sahabatnya ini ke Mikha tadi di toko bunga. Ternyata Ratna sudah bercerita panjang lebar tadi saat di toko bunga Mikha.
Papi Sadewa hanya diam saja, sebagai laki-laki papi Sadewa bisa menilai seperti apa teman mamanya ini.
Ratna ternyata anak dari sahabatnya eyang, eyang dan sahabatnya sengaja menjodohkan cucu mereka agar persahabatan mereka tetap awet sampai ke anak cucu mereka.
"Ma, ini akan baru pertama Buana dan keluarganya kemari, sebaiknya untuk perjodohan Alka dan Chilla nanti aku tanyakan sama Alka dulu Ma, hari gini susah Ma mau menjodohkan anak apalagi anaknya sudah dewasa," terang Sadewa ke mamanya.
"Kamu diem aja napa, Dewa, ini urusan mama sama sahabat mama, kamu gak ingat apa berapa umurnya Alka itu? Apa kamu gak mau dapat cucu segera? Kamu ini udah mama usahakan perjodohan Alka dengan Chilla jangan kamu malah mengacaukannya," ucap eyang lagi ke putranya.
"Sudah Bu, biar aja nanti nak Alka yang memutuskan sendiri Bu, saya juga gak akan memaksa nak Alka untuk menerima perjodohan ini kok Bu," ucap Buana gak enak hati dengan Sadewa yang sama-sama pebisnis.
"Papi, apaan sih Pi, ini kan kita kesini memang mau menjodohkan Chilla dengan Alka, papi ini gak konsisten," Ratna wanita paruh baya yang angkuh itu tak terima dengan sikap suaminya, wajahnya langsung cemberut.
"Sudah, sudah, karena hari ini hari pertama kalian datang ke sini, silahkan di cicipi dulu hidangan cemilannya ya," ucap mami Maura menenangkan semuanya.
Chilla gadis muda itu begitu melihat Alka langsung tadi langsung terpesona. Lelaki tinggi dengan wajah tampan dan tubuh tegap tentu saja dirinya mau menjadi istrinya mana tajir lagi, jika nanti dirinya menikah dengan Alka, Chilla hanya ongkang-ongkang kaki saja di rumah, menghabiskan duit suaminya. Chilla sudah membayangkan semua itu, hidup mewah bergelimang harta, siapa yang tidak mau. Chilla tersenyum sinis.
Mami Maura yang sudah terbiasa menghadapi segala macam pergaulan dunia jet set sangat paham dengan karakter dari keluarga yang dibawa oleh mertuanya ini. Mami Maura sendiri dari lahir sudah memakai sendok emas. Dirinya putri salah satu konglomerat yang terkenal.
Papi Sadewa beruntung mendapatkan mami Maura yang waktu gadisnya banyak di sukai oleh para pria-pria yang mapan.
Sore itu di mansion mewah papi Sadewa masih berlangsung obrolan ringan diantara kedua keluarga sampai menjelang senja barulah keluarga Buana pamit pulang.
Mereka mengantarkan kepulangan keluarga Buana sampai ke pintu depan mansion.
Setelah kepulangan keluarga Buana, mami langsung menemui Alka dan Mikha di ruang keluarga.
Papi dan eyang putri ikut menyusul mami Maura. Eyang mengingatkan putranya papi Sadewa untuk bersikap tegas untuk perjodohan ini, papi Sadewa hanya mengiyakan saja. Papi Sadewalah yang lebih memahami seperti apa putranya tersebut bukan orang lain.
Mami mendekati Mikha dan Alka, sedangkan eyang putri tampak sinis ke Mikha. Eyang putri maunya cucunya Alka menikah dengan Chilla cucu sahabatnya.
Alka sendiri tidak ambil pusing dengan perjodohan yang akan di lakukan oleh eyangnya. Dirinya bisa menolak, tidak ada seorangpun yang bisa memaksanya menikah. Apalagi ini dengan perjodohan. Alka tidak akan mau sama sekali.
Alka sebelumnya tidak terlalu peduli dengan wanita yang baginya banyak dramanya. Tetapi entah mengapa saat bertemu dengan Mikha hatinya seakan bergetar dan ingin terus bisa bertemu dengan Mikha.
Alka yang biasanya tidak perhatian ke wanita sekarang berubah selalu saja dirinya mengirim pesan ka Mikha hanya sekedar basi-basi. Dirinya merasa mendapati hati Mikha pasti tidak mudah, apalagi jika Mikha tau dirinya akan dijodohkan pasti Mikha akan menjauh darinya, Alka tidak mau itu terjadi.
Eyang sendiri menatap Mikha dengan raut wajah sinis.
Siapa dia? Kenapa bisa dia dekat dengan cucuku ini? batin eyang putri.