NovelToon NovelToon
Pangeran Cinta Beda Agama

Pangeran Cinta Beda Agama

Status: tamat
Genre:Romantis / Tamat
Popularitas:1.1M
Nilai: 4.8
Nama Author: RahmaYesi.614

"Jika tolak ukurmu mengenai cinta adalah pengorbanan seorang yang rela mati demi cinta. Maka itu bukan cinta, tapi obsesi, nafsu."

Prince mengucapkan kata itu dengan tegas. Dia ingin Isma membuka pikirannya. Dia ingin Isma lebih rasional dalam mengartikan cinta.

"Kamu sendiri yang bilang, kamu sangat mencintaiku. Kamu bahkan mengatakan akan menikahiku." Ucap Isma terisak. Tangisnya masih belum usai.

"Aku belum siap pindah keyakinan, Isma. Aku masih sangat percaya pada Tuhanku, sama halnya dengan kamu yang sangat yakin akan Allah Tuhan-mu."

"Kalau begitu, aku saja yang..." Ucapan Isma terhenti. Prince menghempaskan HP-nya tepat di hadapan Isma, bahkan hampir mengenai Isma.

"Pergilah, menikahlah dengan pria sholeh pilihan Orangtua mu. Aku tidak mau menikahi perempuan yang mudah goyah dengan keyakinannya." Bentak Prince dengan amarah yang menggebu namun masih ditahannya. Dan tanpa memperdulikan Tangis Isma, Prince pun pergi meninggalkan Isma yang masih menangis.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon RahmaYesi.614, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Pernikahan

Hari ini adalah hari pernikahan Keyra dan Prince. Pernikahan mereka bertema outdoor yang bertepat di halaman belakang hotel yang kini telah disulap menjadi Altar nan indah dan elegan untuk mengikat janji suci kedua pasangan yang akan menikah itu.

Tadinya Prince hanya ingin menikah digereja saja. Tapi mengingat Isma yang seorang muslim, Prince merubah rencananya. Dia sangat berharap Isma akan bisa menghadiri pernikahan dn menyaksikan secara langsung.

Prince bertindak egois kali ini. Dia tidak mau merasakan sakit sendiri, dia ingin merasakan sakit ini bersama Isma. Ya prince tidak tahu saja, Isma sudah sangat tersakiti meski dia tidak hadir di pernikahan Prince.

Kini Prince berdiri di depan cermin di kamar hotel. Dia telah selesai berpakaian dan juga make up-an. Wajahnya terlihat semakin tampan dengan stelan jass yang membuatnya bertambah keren.

"Isma… harusnya kamu yang ada di sampingku saat ini." Ucapnya sambil menatap cermin, lalu memejamkan matanya dan membayangkan Isma.

Prince merasa seolah melihat Isma dalam balutan gamis gold nan elegan dan mewah pemberiannya itu. Meski matanya masih terpejam, bibir Prince menyunggingkan senyuman bahagia. Tangannya mulai bergerak seakan menyambut uluran tangan Isma.

"Isma, aku bersedia menjadikanmu pendamping hidupku selamanya dalam suka dan duka." Ucapnya sambil terus membayangkan dia sedang menggandeng tangan Isma melangkah bersama meniti Karpet merah menuju Altar untuk mengikat janji suci.

Tok… tok… tok…

Suara ketukan pintu itu menyadarkan Prince dari khayalannya. Dia pun membuka matanya dan berjalan menuju pintu. Begitu pintu itu terbuka, betapa indahnya pemandangan yang dilihatnya.

"Isma…" Panggilnya dengan terus menatap lembut wajah Isma yang menundukkan pandagannya.

Prince terharu melihat Isma datang memakai gaun pemberiannya. Isma terlihat sangat cantik, wajahnya sangat imut dan menenangkan.

Jika saja Prince mengesampingkan tentang Isma yang seorang Muslimah yang menjaga hubungan dengan lelaki, rasanya Prince ingin langsung menarik tubuh Isma masuk ke kamarnya. Lalu menumpahkan segala perasan cinta dan rindu yang teramat sangat menyiksanya.

"Bos, selamat ya atas pernikahannya dengan mbak Keyra." Ucap Rina smbil mengulurkan kotak kado untuk Prince.

Dengan gerakan lambat Prince menerima kado itu, matanya terus menatap Isma. Rina menyadari hal itu mulai curiga.

"Oh iya Bos, dapat salam dari Bimo. Dia gak bisa hadir, soalnya dia harus ke Bogor untuk menyelesaikan Wonderland." Ujar Rina sekedar mencairkan suasana yang terasa beku.

"Aah, iya. Thankyou. Oh iya kalian langsung ke bawah aja. Makan kek, atau minum gitu. Di jamin makanannya halal kok. WO nya juga Muslim." Jelasnya.

"Baik bos, kalau begitu kita duluan. Bos semangat…" Ucap Rina dengan sedikit menggoda.

Isma hanya diam dan tidak sekalipun menatap Prince. Begitu Rina menarik tangannya untuk melangkah…

"Tunggu Rina…!" Seru Prince.

Rina dan Isma pun menghentikan langkah mereka dan membalikkan tubuh mereka hingga kembali berhadapan dengan Bos.

"Isma Ramadhani…" Ucap Prince, lalu dia meraih saku jasnya dan mengeluarkan kotak kecil yang begitu di bukanya terdapat kalung cantik berliontin love.

Isma menoleh sebentar, sedangkan Rina terdiam bingung dengan pertanyaan yang mulai bermunculan di kepalanya.

"Terimalah ini, anggap saja hadiah terakhir dari seorang yang sangat mencintaimu. Dan ingatlah kamu punya tempat paling special di hatinya." Ucap Prince tanpa ragu.

Ucapan itu membuat Isma terharu. Tapi apa boleh buat, Prince adalah suami wanita lain.

Sebentar Isma menoleh kearah Rina yang memberikan anggukan agar Isma menerima hadiah itu. Meski tidak tahu persis apa yang sebenarnya terjadi, Rina bisa menebak dari tatapan mata Prince yang sangat dalam penuh kasih untuk Isma.

"Untuk apa, Bos? Saya tidak menyukai kalung." Tegas Isma.

"Terima saja, Isma. Jika kamu tidak suka, kamu bisa membuangnya atau menjualnya lagi." Sahut Prince dengan nada kecewa.

"Maaf bos, saya tidak bisa. Selamat untuk pernikahan Bos. Semoga selalu bahagia. Assalamu'alaikum." Ucap Isma, lalu menarik tangan Rina.

Mereka melangkah menjauh dari Prince. Rina tidak bertanya tentang apapun. Dia mulai paham dengan situasi yang dihadapi Prince dan Isma.

Mereka tiba di bawah. Betapa indahnya dekorasi pernikahan itu. Isma terdiam dan sejenak memejamkan matanya.

'Ya Allah kuatkan aku.' Batinnya.

"Isma kita duduk yok. Kamu kelihatan capek dan pucat juga." Saran Rina sambil menarik tangan Isma untuk segera duduk.

Sementara itu, Keyra baru saja selesai berhias. Kini dia sangat cantik memakai gaun putih pengantin pilihannya yang pernah di pakai nya saat bersama Vino.

"Sayang, sebentar lagi kamu akan memiliki Papa baru yang lebih baik dan akan mencintai kita." Ucapnya sambil mengelus perutnya yang sudah mulai terasa lebih besar dari biasanya.

"Mbak Keyra, kita turun sekarang." Saran Mbak yang menjadi makeup weddingnya.

Merekapun melangkah menuju tempat pernikahan. Begitu tiba di lantai bawah pintu belakang, Prince mengulurkan tangannya menyambut kedatangan Keyra.

Mereka terlihat serasi dan bahagia. Keyra menggandeng erat pergelangan tangan Prince. Prince juga tersenyum menatap kedepan melihat para tamu undangan.

Mama dan Papa mereka, serta keluarga duduk di kursi paling depan di dekat Altar pengucapan janji suci.

"Baiklah untuk para undagan, kita akan segera menyaksikan mempelai pria berjalan menuju Altar terlebih dahulu." Ucap MC yang langsung memberikan kode agar music di putar.

Begitu musik di putar, Prince melangkah sendirian menuju Altar. Sementara Keyra melangkh menemui Papa nya yang menunggu di depan karpet merah menuju altar.

Prince melangkah dengan kerennya. Dia hanya terus tersenyum menatap kedepan. Dia tidak menoleh sama sekali saat melewati Isma dan Rina yang menatap dan melambai kearahnya.

Isma merasa sedikit sedih, Prince bahkan tidak meliriknya walau hanya untuk sebentar saja. Rina menepuk pelan bahu Isma mencoba menghibur Isma, dia tahu Isma merasa sedih saat ini.

Musik terus berputar. "Saatnya mempelai wanita menuju altar. Ayah tercinta akan mengantarkan putrinya pada pria yang akan menjadi suaminya." Celoteh MC itu dengan penuh antusias.

Keyra melangkah bergandengan dengan Papa nya, dia terlihat begitu cantik dan anggun. Senyum bahagia selalu menghiasi bibirnya. Dan begitu hampir tiba di altar, Prince pun menjemput pengantinnya. Dia mengambil alih tugas sang ayah untuk memapah putrinya menuju altar.

Keduanya tiba di altar dan mulai mengucapkan janji suci pernikahan. Prince mengucapkannya dengan lancar tanpa kesalahan. Begitu juga sebaliknya dengan Keyra.

Isma hanya diam menyaksikan pernikahan Prince dan Keyra.

"Rin, ini kali pertama aku datang kepernikahan seperti ini." Ujarnya.

"Aku juga Is. Tapi mereka memang pasangan yang serasi." Ucap Rina yang melupakan tentang perasaan sedih sahabatnya itu.

Rina lupa akan hal itu sangking menikmatinya acara pernikahan yang baru pertama kali dihadirinya itu.

"Sekarang, suami harus memberikan ciuman untuk istrinya." Sahut Mc.

Prince dan Keyra berdiri berhadapan, perlahan Prince menarik tubuh Keyra mendekat kearahnya. Lalu, dia pun memberikan kecupan di bibir Keyra yang membuat tamu undangan bersorak bahagia dan menggoda keduanya.

Sedangkan Isma sudah tidak lagi di tempat duduknya saat Mc mengumumkan tentang ciuman itu. Rina masih tertawa dan ikut bertepuk tangan dan tidak menyadari kepergian Isma.

"Wah wah wah, betapa bahagianya mereka. Baiklah, tibalah saat yang mendebarkan. Untuk para girl and boy yang mungkin sedang berjuang untuk menikah, yuk mari berkumpul, mendekat. Karena saatnya melempar bunga. . . " Teriak Mc dengan meriah.

Para tamu undangan yang masih lajang berbaris kedepan menunggu Keyra melempar bunganya. Tangan mereka sudah siap untuk segera merebut bunga itu.

Rina hanya melihat dari tempat duduknya, dia menyadari kalau Isma tidak lagi di dekatnya. Dia mencoba melirik sekeliling untuk menemukan Isma. Tapi sayang Isma tidak terlihat dimanapun.

"Lempar bunganya. . . Ayok semuanya bersiap. . . 3 . . . 2. . . 1." Teriak Mc yang diikuti dengan pelemparan bunga.

Sejenak semua mata tertuju pada Isma yang berdiri tepat di belakang gerombolan lajang itu. Bunga yang dilempar Keyra di sambut oleh Isma.

Tadinya Isma kembali untuk mengajak Rina pulang, namun begitu kakinya menginjak karpet merah itu sebuah benda melayang kearahnya dan Isma reflek aja menyambutnya. Jadilah dia yang mendapatkan bunga itu.

Setelah beberapa detik, semua orang memberikan tepuk tangan untuk Isma. Isma pun tersenyum, matanya menatap kedepan. Di dapatinya Prince juga menatapnya. Tatapan Prince terlihat kosong, tapi Isma merasa ada kesedihan di mata yang menatapnya itu.

Sekali lagi Isma tersenyum, lalu membalikkan tubuhnya dan melangkah menuju Rina. Sementara itu, Keyra kehilangan moodnya. Bibirnya yang sejak tadi terus tersenyum, kini tidak lagi.

Prince menyadari itu, langsung merangkul tubuh Keyra dan menggendongnya mesra. Kemudian Prince memberikan kecupan di kening Keyra.

Sekali lagi para tamu undagan berteriak histeris menyaksikan kemesraan pengantin baru itu. Sedangkan Rina dan Isma hanya tersenyum lirih.

"Aku harap kamu bahagia Prince." Ucap Isma pelan namun dapat di dengar oleh Rina.

Mendengar itu, langsung saja Rina memeluk tubuh sahabatnya itu. Rina mencoba menghiburnya dan membantu Isma untuk tetap tegar dan tidak menangis selama berada di pesta pernikahan itu.

Bersambung. . . .

1
Kaira Caem
biar aja mati abi nya,, biar gc ada lagi yg memisah kn Isma sm suami nya
Kaira Caem
suka
Mama Gezkara
Luar biasa
Via Via
😭😭😭
Eliest R@di
Luar biasa
Reta Ole
gi mana thor isma sudah tiga tahun gak ketemu prince tapi resya belum melahirkan
Rinjani Putri
hallo kak aku mampir dikaryamu nih ijin promo karyaku juga ya
Randa kencana
ceritanya sangat menarik
RahmaYesi: Selamat datang kakak. 😍😄
total 1 replies
Humi Anik
sangat kecewa dg jln pikiran Isma
RahmaYesi: 😁😁😭😭😭😭😭
total 1 replies
ImNick
Luar biasa
RahmaYesi: 😍😍😍😍😍😍
total 1 replies
Arda Pratama
bagus saya suka ceritanya
RahmaYesi: Terimakasih 😍😘
total 1 replies
Frau Berzl
Kenapa perjuangan si pria bule jd persis kyk suami sy..
Alhamdulillah kami skrg sdh menikah dan dikaruniai anak2 yg lucu.
RahmaYesi: Alhamdulillah, semoga langgeng terus dan berkekalan hingga jannah ya bunda. Aamiin
total 1 replies
Maryana Fiqa
wah seru banget ya anak anak Isma sm prince 👍👍👍
RahmaYesi: Halo kak, makasih sudah mampir. 😍
total 1 replies
Maryana Fiqa
soswet 🥰🥰🥰🥰
RahmaYesi: 😍😍😍😍😍😍
total 1 replies
Maryana Fiqa
😭😭😭😭😭😭😭😭😭,, sekejam itukah orang tua Isma yg mengerti ilmu agama,, sungguh terlalu
RahmaYesi: 😄😄😄😄, jangan nangis kak.
total 1 replies
Maryana Fiqa
ini bukan nyesek menhan rindu mah tp nyesak tak bs bernapas lg saking banyaknya keluar air mata😭😭😭😭😭😭😭😭
Maryana Fiqa
😭😭😭😭😭😭😭😭😭😭😭😭😭😭😭😭😭😭😭😭😭😭😭😭😭😭😭😭😭😭😭
RahmaYesi: 😭😭😭😭😭😭😭😭😭
total 1 replies
Maryana Fiqa
😭😭😭😭😭😭😭😭
RahmaYesi: 😭😭😭😭😭😭😭
total 1 replies
Sari Bulan
bagus
RahmaYesi: Terimakasih, kak. 😍
total 1 replies
Wildan Syamirkhan
ga nyambung ya
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!